Menulis Adalah Menginspirasi

Jika tulisan satu paragraf dapat menginspirasi banyak orang, maka mungkin tulisan itu lebih baik dari buku yang sekedar dipenuhi dengan untaian kata tanpa makna.

Tentu saja ini mungkin alasan bagi orang yang tidak pandai memilih dan menguntai kata. Yaaa, seperti saya begitulah. hi hi hi.

(Tulisan ini terinspirasi dari buku kami yang terlihat sangat tipis. Nah, sekarang saya sedang berusaha untuk membuatnya lebih tebal dan mungkin mengalami kegagalan dalam melakukannya. Biarlah dia tetap tipis kalau memang dia harus tipis.)


Kode: Menampilkan Basis Bilangan 10, 2, 8, dan 16

Kuliah “Pengantar Teknologi Informasi” hari ini menjelaskan tentang basis bilangan. Manusia terbiasa dengan basis bilangan 10 atau desimal. Sementara itu, komputer bekerja dengan basis bilangan dua atau biner. Untuk memperjelas dan memberikan contoh bilangan yang sama tetapi ditampilkan dalam basis yang berbeda, saya buat skrip (perl) yang sederhana.

Berikut ini adalah skripnya. (Catatan: saya menuliskannya dengan pakem bahasa C.

#! /usr/bin/perl
# a simple counter to show numbers in 
# decimal, binary, octal, and hex
# Budi Rahardjo - br-paume.itb.ac.id - rahard
# 2014
$n=128;
print "decimal - binary - octal - hexadecimal\n";
print "========================================\n";

for ($i=0; $i <= $n ; $i++) {
   $decimal = sprintf("%04d", $i);
   $binary = sprintf("%08b", $i);
   $octal = sprintf("%08o", $i);
   $hex = sprintf("%08x", $i);
   print "$decimal - $binary - $octal - $hex\n";
   sleep 1; # pause for a second to enjoy the output :)
}

Jika dijalankan, potongan hasilnya seperti ini (sesungguhnya dia berjalan sampai mencapai 256):

decimal - binary - octal - hexadecimal
========================================
0000 - 00000000 - 00000000 - 00000000
0001 - 00000001 - 00000001 - 00000001
0002 - 00000010 - 00000002 - 00000002
0003 - 00000011 - 00000003 - 00000003
0004 - 00000100 - 00000004 - 00000004
0005 - 00000101 - 00000005 - 00000005
0006 - 00000110 - 00000006 - 00000006
0007 - 00000111 - 00000007 - 00000007
0008 - 00001000 - 00000010 - 00000008
0009 - 00001001 - 00000011 - 00000009
0010 - 00001010 - 00000012 - 0000000a
0011 - 00001011 - 00000013 - 0000000b
0012 - 00001100 - 00000014 - 0000000c
0013 - 00001101 - 00000015 - 0000000d
0014 - 00001110 - 00000016 - 0000000e
0015 - 00001111 - 00000017 - 0000000f
0016 - 00010000 - 00000020 - 00000010
0017 - 00010001 - 00000021 - 00000011
0018 - 00010010 - 00000022 - 00000012
0019 - 00010011 - 00000023 - 00000013

Saya kemudian dapat menjelaskan kepada mahasiswa contoh-contoh bilangan dalam beberapa basis. Selamat menikmati. Semoga bermanfaat.


Standar Yang Membingungkan

Standar dikembangkan agar orang tidak bingung dan pembuat produk dapat mengembangkan produk yang dapat disambungkan dengan produk lainnya. Itu teorinya. Kenyataannya adalah ada terlalu banyak standar sehingga hasilnya justru bertentangan dengan tujuan awalnya. Ambil contoh tongkat untuk menyalahkan lampu tanda belok di mobil. Itu ada di bagian kiri atau kanan? Kalau salah maka wiper kita yang justru akan menyala, bukan lampu tanda belok.

Sebagai pengguna kendaraan dengan berbagai merek, maka ketika mengemudi saya sering harus membuat mental picture dulu. Tanda belok itu di kiri atau kanan. Kalau sudah jalan kadang juga bingung. Apalagi kalau pakai mobil pinjaman.

Nah, untuk urusan handphone sama saja. Kalau tombol kembali itu di bagian kiri atau kanan? Di handphone LG saya ada di bagian kiri. Tapi ada juga yang di bagian kanan. Jadi kalau menekan tombol saya sering salah. Hal yang sama juga kalau saya mau melihat proses apa saja yang sedang jalan; apakah saya tekan tombolnya lama atau tekan tombolnya dua kali?

Mumet …


Mau?

Sudah lama tidak pasang foto-foto makanan. Pasang lagi ah.

IMG_5963 ceplok 1000

telor ceplok

IMG_5957 ayam 1000

ayam padang

IMG_5949 sarapan 1000

sarapan di salah satu kopitiam di jakarta


Entrepreneur itu beda-beda

Tadi pagi, saya mengisi kuliah di Sekolah Bisnis dan Management (SBM) ITB programĀ  CCE. Saya menceritakan sisi pandang saya sebagai seorang entreprenenur. Selain saya ada mentor-mentor lain yang memberi pandanganannya yang berbeda dengan saya. Nah itu dia. Entrepreneur itu beda-beda. Tidak ada yang sama.

Kalau Anda membaca buku biografi para entrepreneur, Anda dapat melihat bahwa merekapun berbeda-beda. Pusing tidak? Mestinya sih tidak. hi hi hi.

Anda – sebagai seorang entrepreneur – tentu saja berbeda juga. Maka hal yang dipetik dari para mentor harus disesuaikan dengan Anda. Apakah artinya para mentor itu tidak bermanfaat? Sebaliknya. Para mentor itu bermanfaat untuk dipelajari kesalahan-kesalahannya sehingga Anda tidak perlu terjerumus ke dalam lubang masalah yang sama.


Kontribusi Kita Kepada Umat Manusia?

Kalau kita membaca time line (status) di media sosial, maka yang banyak kita dapati adalah maki-makian. Cercaan. Katanya sih kritik, tapi apa bedanya kritik dengan sumpah serapah? Mestinya ada bedanya ya?

Kalau kita lihat, desain dari media sosial sebetulnya cenderung memberikan arah ke sisi positif. Lihatlah tombol “Like” yang ada di facebook. (Kalau di youtube ada dislike-nya juga.) Namun desain yang cenderung positif inipun masih tertutupi oleh ke-negatif-an para komentator. Lucu ya?

Bahkan berita positif dari orang-orang yang ingin memberikan kontribusi kepada umat manusiapun tidak luput dari komentar negatif. Yang ingin saya ketahui adalah apakah para komentator ini lebih hebat dari yang dikomentari?

Apa ya kontribusi kita kepada umat manusia (society)? Apakah kita hanya memikirkan diri sendiri? (Memikirkan kerjaan sendiri? Sekolah sendiri? Bagaimana mendapatkan uang sendiri?) Pernahkah terpikirkan ingin berbuat sesuatu kepada umat manusia dan kemudian dilakukan? Sekecil apapun merupakan sebuah kontribusi. Tentu saja yang diharapkan adalah kontribusi yang positif, bukan yang negatif.

Memberi komentar negatif, menurut saya, bukanlah kontribusi. Dalih bahwa itu kritik, tidak dapat saya terima. Itu seperti mematikan lilin-lilin kecil yang berusaha dinyalakan untuk menerangi dunia.


Selamat Pagi, Dunia

Satu hal yang sering saya lakukan adalah mencari lagu di pagi hari untuk memberi semangat. Positif. Maka pagi ini sayapun melakukan hal yang sama. Untuk kali ini yang saya pilih adalah lagu “Positivity” dari Suede.

and the morning is for you
and the air is free
and the birds sing for you
and your positivity

Ayo semangat!
Selamat pagi, dunia.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.764 pengikut lainnya.