Feed on
Tulisan
Komentar

Kreatif Kembali

Saya sempat kesal karena kreativitas saya macet. Misalnya ada beberapa produk (kegiatan) yang harus kami beri nama, tapi saya tidak bisa mencari nama yang pas. Biasanya saya punya ide-ide gila yang akhirnya bermuara di sebuah nama.

Ah … untungnya ada breakthrough. Kembali kegilaan di kepala saya muncul dan berhasil mengeluarkan ide nama-nama. hi hi hi. Holobis kuntul baris! adalah salah satunya. Hi hi hi.

Pagi ini pun saya mulai dengan musik yang aneh-aneh, yaitu dari metal (Killswitch) dan psychedelic (Khan). Saat ini setelah mendengarkan lagu Space Shanty dari Khan, lanjutkan dengan lagu Stranded (juga dari Khan). Wah … psychedelic banget. Melayang-layang … tanpa narkoba lho! Ada banyak ide berkejar-kejaran di sana. Hah? Pagi-pagi kok day dreaming. Who cares, man!

Jadi ingat pertanyaan hariadhi tentang music psychedelic. Apa definisinya ya? Belum saya cari. Dalam bayangan saya adalah Jimmy Hendrix yang lagi teler. he he he. Misalnya di lagu “Little Wing” itu, yang sangat sedaaappp. Ada butterfly and zebras and other things like fairy tales … Ha ha ha. Pokoknya berkecamuk. Saya suka lagu itu kalau lagi sedih. “It’s alright, it’s alright, she says.” Ah, sungguh menenangkan hati. (Saya suka lagu ini versi Sting.)

Kemudian ada warna oranye, ungu, dan yang aneh-aneh. (The sixties happened during the seventies. So I got a bit taste out of it as a kid.) Ntar saya tampilkan logo “budi rahardjo” dalam tema psychedelic.

Yeah, my creativity is back! (Does that mean my brain - or attitude - is back to its illogical - aka crazy - stage? ha ha ha.)

Entah mengapa, biaya telekomunikasi pelanggan pascabayar lebih mahal dari pelanggan prabayar. Tadinya saya pikir itu disebabkan karena kualitas layananan yang berbeda, yaitu pelanggan pascabayar mendapat kualitas yang lebih baik. Namun pada kenyataannya kualitasnya sama saja. Saya, sebagai pelanggan pascabayar, sering kesulitan memulai koneksi, atau koneksi terjadi tapi terputus-putus, atau tidak terdengar suara, dan seterusnya.

Tadinya saya pikir ini adalah masalah dengan operator pilihan saya saja. Ternyata masalah ini sama di semua operator. Maksudnya pelanggan pascabayar disia-sia. Aneh.

Pelanggan pascabayar adalah pelanggan yang setia, loyal, dan sudah jelas profilenya. Mengapa operator malah memilih mencari pelanggan baru yang tidak jelas loyalitasnya dan hanya sekedar memburu promosi-promosi saja? Apakah yang dikejar oleh para operator ini adalah ANGKA bahwa mereka menambah pelanggan (customer) saja? Angka ini pun bukan angka yang riil karena angka ini adalah angka jumlah nomor telepon, bukan jumlah pelanggan. Ini hanya financial engineering saja (untuk menunjukkan bahwa perusahaan berkembang) yang tidak memiliki fondasi yang kuat. Saya khawatir kalau ini diteruskan maka industri seluler bisa ambruk seperti Enron dan sejenisnya.

Sebagai pelanggan pascabayar saya sekarang berpikiran untuk pindah kembali ke prabayar saja.

Bagaimana dengan Anda?

in the news …

Sebetulnya saya sedang “tiarap”, alias tidak terlalu tertarik untuk muncul (dan mengurangi narsisme, hi hi hi). Namun ternyata sempat nama saya muncul di beberapa berita yang terkait dengan teknologi informasi. hi hi hi. Ya sudahlah, nikmati saja. Tiarap selesai! Saya mau duduk-duduk dulu saja.

Salah satu contoh kemunculan adalah interview di sebuah majalah internal sebuah perusahaan (tidak perlu saya sebutkan nama perusahaannya kan, nanti dikira iklan gratis). Saya di sana diwawancara tentang disaster recovery dan penanganan insiden. Ini sedikit tampilan di majalahnya.

Ada fotonya di sana. Fotonya bagus juga. Foto diambil di Starbucks di kawasan Mega Kuningan, Jakarta. Waktu difoto, saya malu sekali karena semua orang ngelihatin. Ini siapa? pikir orang-orang itu. Sementara itu saya memang kurang bisa berpose untuk dipotret. (Itu potretnya berkali-kali!)

Kata anak-anak indocisc, setidaknya gak ada yang bakalan protes lagi karena bajunya nggak matching. ha ha ha. Eh, tapi itu karena saya tidak dipotret sampai ke kaki. Begitu lihat sepatu (boots) saya, pasti ada yang protes lagi; gak matching! ha ha ha. Sudah pakai dasi, eh… sepatunya boots!

Stamina Anjlok

Minggu pagi. Waktunya untuk jogging lagi. Kali ini terasa sekali stamina saya anjlok gara-gara sakit (yang masih berlangsung). Terasa berat sekali untuk berlari. Ya sudah, saya berjalan sambil lari-lari kecil. Yang penting bisa olah raga rutin dulu. Soal stamina, itu urusan belakangan.

Let’s go jogging!

Selamat pagi!

Meeting di tempat kami menjadi semakin aneh. ha ha ha. Seperti pernah (dan sering) saya tampilkan, meeting di tempat kami sering dilakukan dengan sangat santai. Ada makanan dan minuman (yang bervariasi; mulai dari makanan ringan, buah-buahan, teh, kopi, dan rasanya semalam malah ada tongseng), ada musik (alat musik lengkap kecuali drums), ada yang tiduran, dan kemarin tambah satu lagi … ada pijet.

Untuk meeting yang Sabtu, biasanya anak-anak memulai hari dengan futsal. Kemarin saya tidak bisa ikutan futsal karena kaki masih cedera. Ternyata kemarin mereka main cukup lama, 2,5 jam katanya. Pas sore hari anak saya juga kakinya terkilir karena main skateboard. Kaki-kaki bermasalah. Ya sudah, kami datangkan tukang pijet kaki. Jadi … setelah meeting ada acara pijet kaki-kaki di tempat meeting. ha ha ha.

Meeting makin aneh saja. hi hi hi. Yang penting pekerjaan selesai dan kita semua senang melakukannya - have fun - (plus sehat!).

[Maaf saya tidak punya fotonya karena saya sendiri kebanyakan tewas, alias tertidur di meeting. hi hi hi. Not a good example. Habis bagaimana lagi, sedang sakit semua - jiwa dan raga - euy. Kayaknya Indra memotret yang lagi dipijet. he he he.]

Selamat Pagi

Sabtu pagi. Biasanya saya futsal, tetapi karena cedera terpaksa saya tidak bermain. Sebetulnya semalam saya sudah nekad berencana untuk main futsal hari ini, tetapi semalam saya batuk berat sehingga sulit tidur. Pagi hari, ditambah sekali diare. (Makan tadi malam sangat bervariasi; tak usah saya sebutkan sebab nanti iri. hi hi hi.) Halah. It’s getting worse. Lengkap sudah sakitnya saya. Ha ha ha. Jadi saya batalkan pergi futsal pagi ini.

Setelah matahari terbit, saya merasa sudah agak baikan. Masih batuk, tetapi baikanlah.

Saya tetap memaksakan diri untuk berolah raga. Untungnya istri saya memperbolehkan saya jogging dengan dia. Saya hanya jalan saja sih. Lumayan, kami bisa menghirup udara segar. Pemandangannya luar biasa indahnya. Terlihat Bandung Selatan dengan gunung yang menghitari Bandung. Sayang sekali saya tidak punya kamera yang berkualitas tinggi yang bisa menangkap itu semua.

Sampai di rumah, saya ambil kamera digital dan saya bidik bunga melati di depan rumah. Indahnya. Kalau malam, wanginya luar biasa. Kadang istri saya memetik satu bunga dan dibawa ke dalam rumah.

Di sebelah pohon melati ada pohon mawar. Kebetulan dia juga sedang berbunga. Ini dia fotonya. (Keduanya dipotret beberapa menit yang lalu.)

Selamat pagi. Semoga hari ini kita semua mendapat kebahagiaan.

Ya, postingan mengenai hal-hal yang gak penting lagi. Kan tercecer. Jadi semestinya mereka tidak penting.

Yang pertama, karena “my body is not delicious” (alias badan saya sedang tidak enak) maka saya tidak banyak menuliskan tulisan di blog ini selama seminggu ini. Pokoknya semua sedang remuk redam dan ditambah dengan kesibukan. Pas lah.

Ada majalah internal sebuah perusahaan yang dikirimkan ke kantor. Setelah saya buka ternyata di dalamnya ada interview dengan saya (tentang Disaster Recovery). Pantesan dikirimi. Asyik. Ada foto saya dan lumayan bagus. Tadinya fotonya mau saya tampilkan di blog tapi dikritik; jangan ditampilkan nanti banyak yang senewen. Hi hi hi. Ke-GR-an banget sih. Apa iya sih? Gak penting!

Ada juga surat kabar yang memuat interview dengan saya. Saya hanya skimming saja (dan seperti yang sudah-sudah ada juga salah kutip, hi hi hi).

Kemarin dan hari ini saya memberikan presentasi tentang IT Risk Management (topiknya macem-macem, sampai ke COSO segala). Kemarin saya berpartner dengan pak Dimitri dan pak Arry AA - sang calon wakil walikota independen Bandung. Jadi itu kesempatan saya untuk “menggasak” pak Arry. Ha ha ha. Hari ini presentasinya hanya setengah hari, tetapi karena saya masih belum fit terasa berat juga. Ini termasuk gak penting juga ya?

Apa lagi ya? Kok banyak yang lupa. Ya namanya juga yang tercecer. Ini yang teringat. Nanti kalau teringat, akan saya perbaiki lagi.

Sudah seminggu lebih ini kaki kiri saya sakit akibat main futsal. Cedera ceritanya. Ada dua tempat yang bermasalah. Yang satu dekat tulang kering; ada jendolan besar! Yang satunya di ankle, biru lebam. Pokoknya seram lah. he he he. Akibatnya, Sabtu kemarin saya tidak bisa bermain futsal dan mungkin Sabtu besok juga masih belum bisa main futsal. Ya sudah … Tunggu sampai sembuh saja.

Selain itu, badan saya juga sedang lemah. Tenggorokan gatal, mata merah, badan agak lemas, dan seterusnya. Masuk angin kali ya? Padahal saya harus kerja macam-macam, terutama memberikan presentasi (yang membutuhkan fungsi tenggorokan - ha ha ha).

Pokoknya kacau balau lah. Tapi … tetap harus semangat untuk bekerja! Lupakan semua yang membuat sakit. Move forward!

Semangat, semangat, semangat!

Kemarin mencoba memasang sebuah aplikasi (opera) di handphone. Ternyata tidak mudah untuk memasang aplikasi tersebut.

Pertama ada masalah untuk mendapatkan aplikasi tersebut. Aplikasi bisa diambil (download) langsung oleh handphone, jika handphone bisa digunakan untuk mengakses internet dan konfigurasinya sudah jalan. Cara lain adalah aplikasi diambil via komputer (yang terhubung ke internet). Setelah itu aplikasi ditransfer ke handphone via kabel atau bluetooth.

Memindahkan aplikasi ini ternyata tidak mudah. Setelah saya coba, saya tidak tahu dimana aplikasi disimpan di handphone. (Di direktori mana dan cara aksesnya bagaimana?) Pokoknya membingungkan.

Yang kedua adalah komnfigurasi akses internetnya sendiri. Sebagai contoh, handphone sudah bisa mengakses internet dengan wap browser yang sudah built-in. Begitu browser opera dipakai, ternyata sang browser tidak dapat mengakses internet. Tidak jelas cara debuggingnya.

Masih ada beberapa hal yang lain. Saya pikir user interface dari handphone ini tidak manusiawi sekali.

Kemarin berdiskusi soal anak dan kesuksesannya dengan istri. Salah satu poin yang muncul adalah peranan orang tua, khususnya ibu. Ternyata kesuksesan anak itu ditentukan oleh usaha dari ibunya. Tentu saja peranan lingkungan ada, tetapi peranan seorang ibu ternyata sangat kental. (Ada referensi juga dengan acara di Discovery Channel tentang penelitian tentang anak-anak.)

Salah satu faktor yang muncul adalah besarnya waktu dan perhatian yang diberikan kepada anak-anak (time spent with kids) katanya menentukan. Wah padahal di tengah kemajuan dunia saat ini, waktu dan perhatian merupakan barang langka.

Bagaimana menurut Anda?

Iseng-iseng melihat statistik blog ini (you know how I like numbers) … tinggal 2000-an lagi blog ini mencapai 1 juta “akses”. Kalau dilihat trend dari blog ini, kemungkinan angka itu bisa tercapai hari ini atau besok.

H o r e e e . . .

Sori. Gak ada hadiahnya.

Yang Baru

Ada beberapa kiriman …

  1. Komik “Godam Reborn”. Hore! Dikirim oleh kawan dari Yogyakarta. Tinggal kirim uangnya (37ribu? plus 5ribu ongkos kirim). Baru dilihat sepintas. Kata keluarga saya, seru ceritanya. Waaa.
  2. CD “Chandra Moon - Full Circle“. Chandramoon ini adalah kawan saya di dunia cyber. Dia seorang musisi solo dari Inggris. CD yang ditandatangani ini dikirim ke saya. Saya ingin mengirimkan uang ke dia (sebesar 10 poundsterling) tetapi ternyata sulit mengirim uang sekecil itu ke sana. Saya tidak punya paypal account. Apa bisa minta tolong rekan di Bandung/Indonesia yang punya paypal account untuk tolong bayari saya, kemudian nanti saya ganti via rupiah? Anybody?
    Yang ini juga belum sempat didengarkan. Aduh. Ngapain saja sih saya?
  3. Majalah IEEE.

Begitu! Nah sekarang tinggal cari waktu untuk menikmati itu semua. “Tinggal” nya itu lho. Ha ha ha.

Selain mas Gatot Fugaziyanto, ternyata ada juga orang yang gila koleksi kaset lama. Silahkan lihat di sini:

http://www.si-nuno-nonim.blogspot.com/

Ada banyak cerita tentang musik progressive rock juga. Asyik… menghilangkan stress. Saya sendiri juga dulunya koleksi kaset lama (yang rekaman YESS itu dan lain-lain), tetapi sekarang sudah tidak sempat lagi mengurusi kaset-kaset yang makin terbengkalai. I need a life. hi hi hi.

Bingung melihat negara ini. Katanya kita disuruh pindah dari minyak tanah ke gas (elpiji). Sekarang gas langka. Gimana ini? Bahkan katanya, arang sekalipun juga mulai susah didapatkan. (Belum lagi naiknya harga minyak goreng, dan seterusnya.)

Rakyat yang miskin makin miskin, yang kaya malah bisa dapat diskon.

Kata istri saya kalau belanja di atas 100 ribu rupiah di tempat tertentu (toko besar tentunya), maka bisa dapat diskon untuk beli minyak goreng. Halah. Artinya orang yang belanjanya besar dapat diskon, sementara rakyat miskin yang hanya bisa belanja puluhan ribu rupiah tidak bisa menikmati hal tersebut.

Seorang kawan bercerita bahwa untuk mendapatkan air bersih, orang di sekitar rumahnya harus membeli air (dari tukang dorongan) dengan harga yang mahal. Sementara rumah-rumah besar mendapatkan air dari PDAM dengan harga yang murah.

Sigh … Pusing mikirin yang kayak gini. Lebih baik tidak usah dipikirkan ya? Bikin stress saja. Atau kita ramai-ramai minggat dari Indonesia? hi hi hi.

Setelah kelangkaan gas, minyak tanah, dan seterusnya … sebentar lagi ada kelangkaan kesabaran!

Minggu lalu saya dimintai saran tentang standar dokumen oleh sebuah tim yang terkait dengan pengadaan. Apa standar yang sebaiknya digunakan?

Sementara ini jawaban saya adalah Adobe PDF. (Dalam kasus ini, dokumen tidak harus dapat diedit ulang. Dia hanya dibutuhkan untuk dibaca - read only.)

Sebetulnya saya ingin mengatakan OpenDocument format. (Lihat di Wikipedia mengenai standar ini.) Namun, banyak tempat yang belum dapat menggunakan (belum memiliki) wordprosesor yang dapat menghasilkan keluaran dalam format OpenDocument tersebut. Kita harus sadari bahwa Indonesia ini luas dan belum mudah menjangkau semua tempat.

Apa saran Anda?

Older Posts »