Feeds:
Tulisan
Komentar

Debugging sebuah software atau aplikasi ternyata tidak mudah. Mungkin ada ilmunya (science)? Tapi, saya kok merasa di sini lebih banyak seninya (art). Setuju nggak?

Barusan membaca sebuah artikel di majalah IEEE Software tentang buku yang belum ada. Salah satu buku yang diinginkan oleh sang penulis artikel adalah … buku tentang science of debugging. Sebetulnya lebih ke arah theory & practice.

Apakah kemampuan seseorang dalam melakukan debugging ditentukan oleh jam terbang? Ataukah ada karakter tertentu?

Oh ya, terjemahan yang paling pas “debugging” apa ya? The art of debugging diterjemahkan menjadi apa ya?

Ada saran RSS reader untuk MS Windows?

Saya sekarang menggunakan google reader (web-based), tetapi rasanya ingin juga mencoba yang lain. Saya sudah lihat beberapa reader. Belum ada yang sreg. Apa tetap menggunakan google reader saja ya?

Belakangan ini mulai muncul beberapa keluhan (dan bahkan kasus) tentang perbuatan yang tidak menyenangkan di Internet. Tanpa bermaksud membuat generalisasi atau menyalahkan siapa-siapa, saya ingin menyoroti masalah ini dari sisi etika.

Ketika internet masih kecil dan penggunanya terbatas, ada banyak panduan mengenai tata cara penggunaan internet. Masing teringat oleh saya yang namanya FAQ (Frequently Asked Questions). Apa masih ada FAQ sekarang ini? hi hi hi.

Saat ini semakin banyak orang menggunakan internet, tetapi tidak ada panduannya. Asumsinya adalah setiap orang yang menggunakan internet sudah tahu etikanya. Padahal … belum tentu. Bahkan, saya cenderung mengatakan sebagian besar tidak tahu.

Salah satu contoh, penggunaan email. Saya melihat banyak orang yang tidak menghapus bagian email yang tidak penting sebagai bagian dari kutipannya. Kalau dulu, jangankan tidak menghapus bagian yang tidak penting, top posting pun bisa ditegur. (Hayo apa itu “top posting”?)

Pernah saya tanya ke mahasiswa saya mengapa sebaiknya kita tidak menggunakan HURUF BESAR SEMUA dalam tulisan kita? Salah satu jawabannya adalah … huruf besar menghabiskan bandwidth lebih banyak. ha ha ha. :D

Demikian pula saya melihat ada orang-orang yang memberikan komen seenaknya di berbagai tempat (blog), tanpa memperhatikan etika.

Nampaknya perlu ada pelajaran “etika internet 101″ :D

Saya sedang mencari algoritma untuk menghitung x^y mod z, dimana bilangan x, y, dan z semuanya besar. Saya ambil contoh bilangan yang kecil dulu ya:

123^456 mod 987 = …

Kalau kita hitung langsung, misalnya 123 dipangkatkan 456 dahulu, variabel integer sudah tidak cukup. Ini nampaknya harus diprogram dengan menggunakan big integer. Itu tidak masalah, tapi saya tetap membutuhkan algoritma yang membuatnya lebih efisien.

Sebenarnya saya sedang membaca fast exponentiation, tetapi siapa tahu ada yang punya cara lebih baik. Saya akan membuat kodenya dalam bahasa C, jika itu dibutuhkan.

Tadi pagi saya memberikan presentasi dengan judul “eMarketing Bagi Dunia Usaha” di acara seminar yang diselenggarakan oleh B4T di hotel Topas, Bandung. Presentasinya singkat karena waktunya terbatas.

Materi presentasi bisa diambil di web saya (budi.insan.co.id/presentations). Silahkan menuju ke TKP :) Selamat membaca. Maaf kalau terlalu singkat isinya. You have to be there :)

Berapa lama membuat materi presentasi? Ternyata bervariasi. Yang pasti, kalau mau bagus waktu yang dibutuhkannya cukup lama. Saya biasanya membutuhkan waktu sehari dua hari untuk membuatnya. Repotnya banyak orang yang tidak mengerti hal ini. Dikiranya presentasi bisa langsung jadi. he he he.

Jadi, kalau saya diminta memberikan 3 presentasi dalam satu minggu … habislah sudah waktu saya minggu itu :) hi hi hi. Padahal saya juga butuh waktu untuk membaca dan ngoprek. Kalau tidak membaca dan ngoprek, ilmunya akan segitu-segitu saja. Itulah sebabnya saya sering menolak jika diminta untuk memberikan seminar di sana di sini. Jatah waktunya sudah diambil orang :)

[Masih mengantuk karena baru dini hari menyelesaikan materi untuk presentasi hari ini.]

Ibu Harmoniyati Bambang Krisnarno (yang kita kenal sebagai bu Oni), wafat pada hari ini Ahad tanggal 28 Juni 2009 pukul 16-an. Bu Oni adalah dosen Elektronika di ITB. Saya mengenal bu Oni sebagai dosen yang mengajarkan Rangkaian Listrik. Kemudian setelah itu saya bergabung satu laboratorium (KK Elektronika) dengan bu Oni.

Semoga Allah SWT mengampuni segala dosanya dan menerima semua amal salihnya. Semoa ilmu yang ibu ajarkan menjadi amal ibu. Semoga doa baik dari para mantan mahasiswanya bu Oni diterima. Amin.

Selamat jalan bu Oni.

Yang Terbaca

Akhirnya ada kesempatan untuk membaca satu majalah dari tumpukan yang harus dibaca. Asyik juga membaca di front porch sambil berjemur. Yang terbaca adalah majalah IEEE Spectrum (edisi 05.09). Berikut ini adalah beberapa hal yang terbaca oleh saya.

Ada perusahaan yang mencoba membuat cara untuk mengirimkan listrik secara wireless. Katanya teknologinya berbasis magnetic resonance. (Halah? Apa itu? Gak ngarti. Biarin.)

Kemudian di bagian “geek life” ada cerita tentang David X. Cohen “Futurama“. Ini adalah salah satu episode di seri The Simpsons. Wah saya belum nonton. Sudah lama tidak nonton The Simpsons. Harus cari Futurama ini. Ceritanya adalah ada robot yang bernama Bender. Nah, kepala dari si Bender ini di X-Ray (atau kalau di cerita ini di F-Ray) ternyata dia dijalankan dengan mikroprosesor 6502.

Bagi old geek seperti saya, 6502 ini memiliki kenangan khusus. Dia adalah mikroprosesor yang digunakan di komputer Apple ][ jaman dahulu. Nah, editor majalah IEEE Spectrum ini kemudian mewawancara David X. Cohen tentang kenapa ada 6502 di situ. Ternyata Cohen juga seorang geek! hi hi hi. Wah susah menceritakan betapa senangnya geek ketemu geek seperti ini.

6502 rules!

Kemudian ada artikel singkat  tentang games "Time Engineer" dimana anak-anak diajari untuk memecahkan masalah (sampai jaman kuno) dengan menggunakan apa yang ada. Misalnya, bagaimana membangun piramid? Wah, kayaknya menarik games ini. Ada yang sudah pernah memainkan?

Sekarang saya sedang membaca tentang kompetisi yang dilakukan oleh Netflix, yaitu mencari algoritma yang paling bagus untuk mengetahui film kesenangan orang. Netflix menyewakan film melalui internet. Salah satu fitur yang ada di sana adalah adanya saran (suggestion) film yang cocok untuk pelanggan. Seperti fitur yang ada di Amazon.com. Bagaimana menentukan film yang cocok ini?

Ada berbagai algoritma. Misalnya, kita bisa melihat pelanggan lain yang memiliki kesukaan film yang sama (mirip) kemudian melihat film lain yang belum ditonton oleh pelanggan ini (yang ratingnya juga tinggi), dan seterusnya. Ada banyak algoritma atau ide lain. Nah, ternyata mencari algoritma yang bagus ini tidak mudah sampai-sampai Netflix membuat sayembara dengan hadiah US$ 1 juta. Wuih.

[Masih membaca. Isinya asyik semua. Great Sunday morning.]

Selamat Pagi

Semoga hari ini membawa keceriaan kepada kita semua …

Selamat pagi …

Jajanan Pasar

Sedap sekali jajanan pasar dimakan pagi-pagi. Yang ini tadi dimakan agak siang (di acara reuni Arafah51) karena kami terlambat datang. (Saya harus futsal dulu.) Jadi sudah agak dingin, tapi tetap saja sedaaap.

Hayo apa saja nama makanan di atas? Saya sendiri tidak tahu kecuali awug. hi hi hi. (Sayang gak ada mekanisme tag ya untuk menandai nama makanan itu apa. Mungkin harus saya edit fotonya dan ditambahkan nama makanannya?)

Yang juga menarik dari jajanan pasar adalah warnanya. Eh, jangan-jangan ini pakai pewarna yang gak jelas? Glek! wah gimana ya?

King of pop, Michael Jackson, meninggal dunia katanya. Selamat jalan.

Thanks for the great music, Michael.

Apakah ada pengaruh musik terhadap cara kita mengemudi? Mestinya ada ya?

Kebetulan kemarin saya memutar lagu-lagu group Spock’s Beard dari album Octane. Ada beberapa lagunya yang bertempo tinggi. Langsung nyetirnya jadi ngebut! ha ha ha. (Lihat sampul albumnya, bagus ya? bensin dengan oktan tinggi?)

Untung masih octane bukan high octane. Kebayang kalau high octane. Bisa-bisa mengalahkan pembalap formula 1. ha ha ha.

Pernah mengalami hal yang serupa (musik mempengaruhi cara kita mengemudi)?

Kemarin, ketika mengemudikan mobil dari Bandung ke Jakarta, saya terkejut tiga kali karena menemui orang yang berjalan di sebelah kanan jalan tol. Memang ini masih pagi sekali dan jalan tol cenderung sepi. Tapi … tetap saja. Ini jalan tol bung. Bahkan pagi hari itu malah lebih berbahaya karena lampu penerangan mati (atau sudah dimatikan?) sementara cahaya matahari belum ada.

Oh seraaam …

Pejalan kaki ini bisa dihukum gak ya? Membahayakan orang banyak.

Tajam!

Lebih tajam dari kata-kata???

Katanya “pictures worth thousand words”. Jadi mestinya gambar atau foto lebih bisa bercerita daripada kata-kata. Nah, kalau obyek yang difoto tajam, berarti dia lebih tajam dari kata-kata? (Alur yang tidak logis ya? Ha ha ha.)

[obyek dipotret di sebuah tempat dekat Fakultas Senir Rupa dan Desain, ITB. br juni 2009. tidak tahu karya siapa obyek tersebut.]

Tiga Buku

Tiga buku mampir ke meja saya. Kapan bacanya ya?


[Blackberry for everyone]


[Situs gaul , gak cuma buat ngibul.]


[Gading-gading Ganesha]

Kesemua buku itu saya kenal pengarangnya. Nah lho. Jadi buku-buku di atas harus dibaca dong. Tapi kapan ya? Wah, harus menyempatkan diri untuk membacanya.

Buku pertama, penulisnya adalah Sufyan. Saya mengenalnya sebagai jurnalis dari Bisnis Indonesia di Bandung. Sering ketemu ketika dia meliput berbagai acara IT.

Penulis buku kedua adalah kawan saya, Merry. Saya kenal lewat kegiatannya di milis technomedia, di situs Netsains, dan banyak lagi. Beberapa kali saya ikut mendukung kegiatan Merry.

Buku ketiga soal ITB dan kebetulan dimotori oleh ITB angkatan 81, yaitu angkatan saya. Tentu saja saya mendukung kegiatan angkatan ini, yang mana salah satunya adalah menerbitkan novel ini. Selanjutnya adalah membuat filmnya. Sebetulnya saya ingin ikutan dalam sisi musiknya tetapi nampaknya waktu saya tidak memungkinkan. Anyway, bukunya kayaknya bagus juga.

Bentar lagi buku saya … :)

Tulisan Sebelumnya »