Satu hal yang saya kagumi dari Amerika adalah keterbukaan mereka dalam menghadapi masalah dan mencari solusinya. Sebagai contoh, saat ini Amerika menghadapi permasalahan perginya talenta di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya yang bersifat high-tech. Jawara IT kembali ke kampung halaman mereka di India. Pakar bioteknologi dan life sciences terbang ke Singapura. Permasalahan-permasalahan ini riil karena sektor tersebut menyumbang banyak ke perekonomian Amerika.
Analisa terhadap permasalahan tersebut dan (kadang-kadang) usulan solusinya dituangkan dalam berbagai buku. Ada buku “The World is Flat”-nya Thomas Friedman, ada konsep “Creative Class” dari Richard Florida, dan juga tulisan mengenai “Flight Capital” dari David Heenan. (Silahkan gunakan search engine untuk mencari informasi mengenai tulisan-gagasan-konsep tersebut.)
Keberadaan buku-buku ini sangat menarik karena mereka mengkajinya secara runut dan terbuka. Ini yang tidak (belum?) saya temukan di Indonesia. Diskusi – atau lebih tepatnya debat kusir – mengenai permasalahan di Indonesia seringkali kita jumpai di forum-forum seminar atau surat kabar, akan tetapi tidak dalam konsep yang runut.
Saya termasuk yang bersalah juga karena kurang mendokumentasikan konsep BHTV (Bandung High Tech Valley), sebagai salah satu usulan terhadap salah satu permasalahan di Indonesia. Masalah waktu yang mengganjal. Untuk menuliskan buku membutuhkan konsentrasi yang penuh. Saya tahu karena saya telah mencoba. Buku-buku – atau rencana buku – saya masih teronggok. Sebagian saya simpan di web agar bisa segera dibaca, dikomentari, dan diperbaiki. Mungkin suatu saat ada orang yang dapat mengumpulkan serpihan ide saya tersebut dan merangkainya menjadi sebuah buku yang lebih koheren.


Mei 24th, 2006 at 1:27 pm
semangat pak bikin bukunya!
ayo luangin waktu
indonesia butuh banyak ide!!
Agustus 25th, 2006 at 4:37 pm
Sabar pak, tuangkan saja segala ide dan isi dari pikiran bapak pada mahasiswa2 bapak di itb, terutama angkatan baru 2006 seperti saya;)
Siapa tahu kami dapat membuat dan juga melakukan solusi2 yg terinspirasi dari pikiran bapak, dengan begitu amal bapak lebih banyak, dan kami jadi lebih cerdas!!
Juli 24th, 2008 at 12:46 pm
Wah…keren pak! Tapi punten kok saya belum kenal sama bapak ya, padahal saya juga mahasiswa ITB 2005? Salam kenal ya pak n_n
Iya sepakat sama bapak tentang masalah indonesia ini. Nah sekarang ini kalo saya boleh usul, saatnya kita melepas “kurungan”nya mahasiswa, untuk bisa terlibat dalam poleksosbud. Dengan begini kita bisa berharap mahasiswa menjadi lebih melek terhadap masalah yang ada di INdonesia, jangan hanya disuguhin masalah dari buku aja. Masak kata rektorat kemarin acara kritisi pemilu dilarang karena ITB apolitis? Bukannya bertindak apolitis berarti kita sudah ikut dalam percaturan politik dengan bersikap tak acuh? Lucu sekali >_<
April 6th, 2011 at 4:45 pm
wah..Makasih Pak info dan artikelnya.
Lorenzo
April 12th, 2011 at 3:25 pm
Wah sekarang ini makin sulit memecahkan solusi..agar cepat sabarlah..