Globalisasi 3.0

Thomas Friedman dalam bukunya “The World is Flat” mengatakan bahwa kita sudah memasuki globalisasi 3.0. Nah, apakah itu globalisasi 3.0 dan adakah versi-versi sebelumnya?

Globalisasi 1.0 dimulai ketika jaman penjajahan (kolonialisme) dahulu. Pada jaman itu beruntunglah seseorang yang menjadi warga negara besar (negara penjajah? seperti Inggris, Belanda, Spanyol, dan seterusnya). Rugilah individu yang menjadi warga negara yang dijajah seperti Indonesia. Kemakmuran seseorang ditentukan oleh kewarganegaraannya. Itulah sebabnya orang berbondong-bondong ingin menjadi warga negara dari negara besar tersebut.

Globalisasi 2.0 terjadi karena adanya industri dan bisnis. Peta kesuksesan berubah dengan munculnya perusahaan besar (multinational companies). Tidak penting lagi warga negara seseorang. Anda boleh menjadi warga negara Nigeria, Indonesia, India, Inggris, atau Amerika, yang penting adalah Anda menjadi bagian dari perusahaan besar seperti IBM, General Electric (GE), Schlumberger, dan seterusnya. Rugilah orang yang menjadi pegawai negeri (PNS). Ha ha ha. Maka berbondong-bondonglah orang ingin bekerja di perusahaan multinasional ini.

Globalisasi 3.0 tidak lagi mementingkan kewarganegaraan ataupun perusahaan besar. Anda adalah diri Anda sendiri. Globalisasi 3.0 dimungkinkan dengan adanya teknologi informasi (seperti adanya Internet) yang memberdayakan individu-individu. Bisnis, usaha, karya, dan layanan dapat Anda lakukan dari rumah Anda. Anda tidak perlu menjadi warga negara dari sebuah negara tertentu ataupun menjadi pegawai dari perusahaan besar. Anda dapat sukses dengan menjadi diri Anda sendiri.

Nah, siapkah kita untuk mengikuti globalisasi 3.0 ini?

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

8 responses to “Globalisasi 3.0

  • yusup

    hmmm… kalo setelah revolusi industri kemudian sekarang revolusi teknologi informasi kira2 setelah itu apa ya pak :-D

  • The Young Dream-er Site » Globalisasi 3.0

    [...] It seems nice to read. “Globalisasi 3.0″, taken from “The world is Flat” – Thomas Friedman that says “we have been in the globalization 3.0″. What does it mean? just klik pak budi blog. [...]

  • Lagi-lagi blognya Budi Rahardjo » Blog Archive » Keyword pengakses blog ini

    [...] Keyword “globalisasi” selalu muncul setiap hari! Wah, nampaknya globalisasi menjadi perhatian banyak orang di Indonesia. Kebetulan saya memiliki artikel yang berjudul Globalisasi 3.0 di blog ini. Nampaknya itu sering diakses. [...]

  • Hidup bukan sekedar menang kalah…! » Antara ‘Gelombang Ketiga’ dan ‘ Globalisasi 3.0

    [...] Antara ‘Gelombang Ketiga’ dan ‘ Globalisasi 3.0 February 16, 2006 Beberap saat yang lalu tak coba klik sebuah blog  seorang dosen ITB,…. ternyata ada sebuah artikel yang mirip dengan pemikiran Alvin Tofler ttg ‘ Gelombang Ketiga’. Mungkin memang sama sumbernya… atau mungkin memang sama referensinya. Kapan-kapan tak bahas …, bukan sekarang……  ———————————— Thomas Friedman dalam bukunya “The World is Flat? mengatakan bahwa kita sudah memasuki globalisasi 3.0. Nah, apakah itu globalisasi 3.0 dan adakah versi-versi sebelumnya? Globalisasi 1.0 dimulai ketika jaman penjajahan (kolonialisme) dahulu. Pada jaman itu beruntunglah seseorang yang menjadi warga negara besar (negara penjajah? seperti Inggris, Belanda, Spanyol, dan seterusnya). Rugilah individu yang menjadi warga negara yang dijajah seperti Indonesia. Kemakmuran seseorang ditentukan oleh kewarganegaraannya. Itulah sebabnya orang berbondong-bondong ingin menjadi warga negara dari negara besar tersebut. Globalisasi 2.0 terjadi karena adanya industri dan bisnis. Peta kesuksesan berubah dengan munculnya perusahaan besar (multinational companies). Tidak penting lagi warga negara seseorang. Anda boleh menjadi warga negara Nigeria, Indonesia, India, Inggris, atau Amerika, yang penting adalah Anda menjadi bagian dari perusahaan besar seperti IBM, General Electric (GE), Schlumberger, dan seterusnya. Rugilah orang yang menjadi pegawai negeri (PNS). Ha ha ha. Maka berbondong-bondonglah orang ingin bekerja di perusahaan multinasional ini. Globalisasi 3.0 tidak lagi mementingkan kewarganegaraan ataupun perusahaan besar. Anda adalah diri Anda sendiri. Globalisasi 3.0 dimungkinkan dengan adanya teknologi informasi (seperti adanya Internet) yang memberdayakan individu-individu. Bisnis, usaha, karya, dan layanan dapat Anda lakukan dari rumah Anda. Anda tidak perlu menjadi warga negara dari sebuah negara tertentu ataupun menjadi pegawai dari perusahaan besar. Anda dapat sukses dengan menjadi diri Anda sendiri. Nah, siapkah kita untuk mengikuti globalisasi 3.0 ini? http://rahard.wordpress.com/2005/12/27/globalisasi-30/ [...]

  • heru

    Made live with smokes

  • Dimaz

    ini memang sedang saya cari2 mas. tentang globalisasi 3.0, terima kasih banyak :)

  • Sediyono

    Pada abad Globalisasi 3 ini, kita tidak perlu jadi warganegara dari suatu bangsa. Yang penting ada sejengkal tempat untuk menghirup kehidupan. Dilengkapi laptop dan internet… sudah bisa menguasai dunia. Betul ?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.824 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: