Gedung Teknologi (Informasi)

Tahun lalu saya diminta oleh sebuah perusahaan untuk mendesain gedung untuk data center mereka. Gedung ini kami sebut "IT Building". Pertanyaannya adalah apakah gedung yang akan digunakan untuk kegiatan yang terkait dengan teknologi informasi berbeda dengan gedung biasa?

Ternyata memang IT building berbeda dengan gedung perkantoran biasa. Data center yang berada di dalam IT building itu digunakan untuk menyimpan perangkat (server, harddisk, database, data pelanggan) yang sangat esensial bagi kelangsungan perusahaan. Bayangkan apabila data center dari bank atau perusahaan telekomunikasi gagal mendukung operasional perusahaan. Berapa kerugian yang mereka derita?

Infrastruktur di dalam data center harus prima. Listrik harus stabil dan jika diperlukan berasal dari dua sumber yang berbeda. Tentu saja harus ada UPS. Temperatur di dalam data center juga harus terkendali dan biasanya harus cukup dingin untuk menjaga perangkat yang ada di dalamnya. Demikian pula perhatian harus diberikan untuk tekanan, debu, dan hal-hal lain yang terkait dengan environment dari data center.

Desain interior dari IT building ternyata juga berbeda. Sebagai contoh, letak layar komputer tidak boleh membelakangi jendela karena layar akan sulit dibaca karena terganggu oleh cahaya yang masuk dari jendela. Jadi layout tempat duduk pegawai menjadi penting. Pencahayaan di ruang tempat kerja menjadi sangat esensial. Kadang ini tidak dipikirkan dari awal desain.
Di situs Joel On Software, saya pernah baca kebutuhan tempat kerja untuk programmer. (Lupa URL-nya.) Kebutuhan yang paling mendasar adalah "colokan listrik" (electrical outlet). Seorang programmer membutuhkan banyak colokan listrik ini, antara lain untuk (1) komputer, (2) monitor, (3) printer, (4) lampu (desktop lamp), (5) untuk macam-macam seperti speaker, radio, charger handphone, charger notebook (kalau memiliki dan bawa ke kantor), adaptor untuk external harddisk (yang membutuhkan power tambahan). Padahal biasanya desain tempat atau meja programmer hanya disediakan satu colokan. Akibatnya masing-masing memasang power bar sendiri-sendiri dan amburadul. Belum lagi adanya kebutuhan kabel UTP untuk terhubung ke jaringan.

Beberapa tahun yang lalu ada seorang mahasiswa Aristektur yang bimbingan ke saya mengenai desain dari sebuah gedung untuk research center. Ternyata memang banyak tantangan dalam desainnya. Dimana letak data center tempat server? Jarak dari data center ini harus optimal dari ruang kerja. Kalau dia di pojok dan jauh dari ruang kerja maka kabel data yang harus ditarik dari data center ke masing-masing meja menjadi sangat panjang (mahal dan susah mengurusnya). Apakah data center diletakkan di tengah sehingga kabel ke atas dan bawah bisa diminimalisir (via shaft)? Memang hal-hal ini sedikit bisa dipecahkan dengan teknologi wireless, tapi bisa dibayangkan juga kesulitan lain yang timbul dengan penggunaan wireless di seluruh gedung.

Poin yang ingin saya angkat adalah desain gedung untuk kegiatan yang terkait dengan teknologi informasi bebeda dengan gedung biasa.

satu-garis

Oh ya. Kalau mau lebih menarik desain luarnya, bisa lihat desain dari Apple Store di Fifth Avenue, New York. Desainnya luar biasa indah! Transparan dengan kaca-kaca. (Mengikuti style dari musium Lovre di Perancis.) Yang menarik bagi saya adalah adanya logo Apple yang bercahaya di tengahnya. Mungkin asyik juga kalau bekerja di kantor yang desainnya indah ya?

Ada seorang mahasiswa Arsitektur yang ingin bimbingan tugas akhir/skripsi ke saya tentang sebuah Apple Research Center. Wah, akan saya bawa ke arah ini. hi hi hi.

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Tampilkan semua tulisan oleh Budi Rahardjo

19 Tanggapan to “Gedung Teknologi (Informasi)”

  • Priyadi

    soket listrik itu kelihatannya butuh desain ulang, supaya lebih compact. yang sekarang terlalu banyak makan tempat.

  • Eep

    lebih asik lagi jika listriknya bisa dikirim secara wireless.. :)

  • Budi Rahardjo

    #2/Eep. Sebetulnya sudah ada implementasi listrik secara wireless lho. Di Inggris(?) ada penelitian tentang sebuah monitor yang listriknya “wireless”. Ternyata di bawah monitor tersebut ada kumparan yang cukup besar. Jadi kalau monitor diletakkan di atasnya, maka dia bisa dialiri listrik oleh kumparan tersebut. Tentunya kedua alat memang didesain untuk kompatibel, jadi bisa jalan. :D

  • Eep

    itu dia mas budi.., saya sempat ngobrol dengan adinoto tentang listrik wireless ini, hahaha..,
    seharusnya yang jadi bapak listrik adalah penemu teknologi listrik kumparan tersebut, bukan alva edison..
    cuma saya lupa nama penemu yang akhirnya tidak jadi populer tersebut..
    musti tanya adinoto dulu, heheheh
    padahal teknologi pembangkit listrik metode flux magnet tersebut dapat menjawab krisis energi listrik.
    sayang, seperti halnya yang terjadi di film Chain Reactions.., sulit diwujudkan karena ada banyak kepentingan ya..

  • comel

    Duh bahaya donk kalo ada listrik wireless .. . Ntar banyak orang mati kesetrum gara-gara gak bisa lihat kabel listriknya dimana … :-D

  • Eep

    #5,
    lah listriknya dikirim dalam bentuk medan magnet boss..
    ga akan kesetrum… (iya gitu..? ah ga tau lah .. :P ) hehehehe

  • Budi Rahardjo

    #1, Pri, soket listrik yang lebih compact itu yang kayak gimana? Apa ada contohnya? Atau harus ngarang dulu? Memang benar dia menghabiskan banyak tempat.

  • gobzip

    Jaman raised floor sudah abis?
    Ingat PUSKOM – ITB jadul …

    Udara disembur dari bawah lantai.
    duingin abiz.

  • Aswin Indraprastha

    Pak Budi Yth,
    Kebetulan mahasiswi tersebut (namanya Elisa) adalah asisten peneliti saya yang akan tugas akhir semester depan. Makanya saya juga rekomendasikan untuk ke Pak Budi (saya berikan email pak Budi). Maaf kalau saya belum ijin ke Bapak dulu :-)
    Keinginannya kuat sekali untuk mendesain bangunan ‘apple’. Saya juga sudah melihat apple store di NY ini dan sangat ‘breakthrough’. Permasalahannya terletak di research centernya pak? Adakah research center IT di indonesia ini? dan kalau ada, apakah ada yang bisa dipakai sebagai rujukan?
    Terimakasih atas perhatiannya. Saya juga mau nanya2nih tentang notebook apple..dimana belinya ya?

    .aswin.

  • Eep

    beli macbook apple pak..? ke mbahnya mac aja: Macnoto, a.k.a Adinoto di adinoto.org
    wakakak SPAM…! hehehe

  • Budi Rahardjo

    #9 (Aswin Indraprastha). Silahkan kirim mahasiswanya ke saya. Saya sudah jawab emailnya dia, tapi belum ada jawaban balik. Memang skedul saya cukup padat sehingga sulit ditemui, tapi dengan sedikit scheduling bisa kok.

    Soal research center IT itu ada di Indonesia. Ada di beberapa tempat. Di PAU ada. Di rumah saya juga ada. Sekalian juga nanti saya minta bantuan untuk diskusi desain Cimahi Cyber City ya.

    Kalau beli notebook Apple banyak kok tempatnya. Saya pesen dari Adinoto (aka. Macnoto) :D

  • comel

    #6,
    Kirim pake medan magnet ??? Gimana caranya ? Ntar malah ngrusakin barang elektronik lainnya yang peka medan magnet. Yang jelas nggak bisa pake kompas deket-deket situ … hihihi …

  • Budi Rahardjo

    #12. Yah begitulah. Memang masih ada banyak masalah dengan cara itu. Eh, ngapain bawa-bawa kompas ke dekat komputer? :D

  • Aswin Indraprastha

    Wah..wah..tks pak Bud. Bisa..minat banget tuh diskusi mengenai cyber city..kapankah acaranya? Atau kapan-kapan kita main deh ke tetangga..;-)

  • faithtear

    Listrik wireless..
    itu sebenarnya inovasinya dari Nikola Tesla si penemu satuan medan magnet itu.. cuman waktu itu, kegagalan Tesla waktu penyediaan inti magnet-nya.. sehingga tower magnet-nya terbakar ditengah gelegar gelombang elektromagnet yang mau dikirim.
    Sempat kepikiran juga.. kalau saat ini, caranya ya bisa pakai gelombang elektromagnet dengan frequensi sangat tinggi.. ya mendekati gelombang gamma gitu… entar energi yang dipakai itu energi photonnya.. tapi ya.. itu.. bahayanya kalau jalur gelombang ini terpotong manusia, atau benda lain, bisa terbakar.. lha wong gelombang elektromagnet berenergi tinggi je… :)

  • gtanuel

    (maap kalau “basi”)
    Artikel dari Joel Spolsky berjudul “Bionic Office” http://www.joelonsoftware.com/articles/BionicOffice.html

  • adie

    ass

    ada panduan or apalah
    about listrik wireless

  • Fanny

    Assalamualaikum

    Pak Budi, untuk pembuatan data center apakah ada rujukannya pak, semacam ISO atau best practice nya. Kalau boleh tau apa ya pak?

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 649 pengikut lainnya.