Tadi malam kami sekeluarga ngukur jalan Bandung Jakarta. Ceritanya anak saya pulang dari luar negeri sehingga kami menjemput dia di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Kami berangkat dari Bandung habis maghrib, sampai bandara jam 21:30. Untungnya pesawat (Adam Air) tepat waktu. Jadi setelah sampai, kami duduk sebentar, makan dulu di McD, kemudian kembali ke Bandung. Sampai di rumah jam 1:30 pagi.
Jadi semalam kami hanya "mengukur" jalan Bandung – Jakarta dan kembali lagi. Untung ada jalan tol Cipularang yang memudahkan ini semua.
Tol cipularang memang memudahkan kita semua, meskipun saya selalu deg-degan & suka pelan-pelan kalo melewati sektor yang suka amblas itu mas..
hehehe
hehe.. selamat berlibur bersama keluarga, ya mbak.. lumayan sebulan.. nanti pulangnya dianter sama bapak kan? Katanya si bapak mau hunting Ramly Burger..
Wah.. ndak ngantuk to pak nyetir malem2 di jalan tol yang panjang itu..?
Kalo saya siang aja pernah ngantuk nyetir di cipularang karna membosankan
#3 (Rizuki), saya suka nyetir. Kalau naik mobil saya merasa lebih nyaman kalau menyetir sendiri, kecuali ada beberapa orang yang saya merasa nyaman untuk duduk sebagai penumpang. Untuk perjalanan seperti itu ya harus persiapan. Siangnya saya tidur dulu. Jadi ketika orang lain tidur, saya bisa nyetir.
Supaya tidak ngantuk saya menggunakan musik dan ikut bernyanyi dengan musik itu. Sayangnya kalau di jalan tol dan kecepatan tinggi, musiknya kurang terdengar (kecuali kalau mobilnya sangat bagus dan kedap suara). Kalau volume musik saya keraskan, nanti mengganggu penumpang yang lainnya. Mau pakai iPod dan earphone atau headphone, berbahaya karena tidak bisa mendengarkan suara di sekitar (misal ada klakson, sirene, dll.) dan suara mesin (dibutuhkan untuk memahami kecepatan mobil dan tidak memaksakan kemampuan mobil, he he he).
Kadang-kadang kopi juga membantu. Seperti semalam, saya mampir dulu ke Km 19 Cipularang dimana ada Starbucks di sana. Satu tall latte cukup untuk menemani saya. Selain itu juga kami ngobrol dan membuat guyonan (at least, pada awal perjalanan). Jadi tidak ngantuk.
Kalau ngantuk, saya tidak memaksakan nyetir. Saya tukeran dengan yang lain nyetirnya. Saya tidur dulu dan kemudian nyetir lagi kalau sudah sanggup. Berbahaya kalau nyetir sambil ngantuk.
Semalam, saya merasa segar saja tuh. Bahkan sampai di rumah ada keinginan untuk langsung nulis blog. ha ha ha.
Tapi keinginan ini saya tahan dan saya paksa untuk tidur agar ritme tubuh tidak ngaco.
hati-hati lho pak.. kalau nyetir malem…
tapi nyetir malem buat aku pribadi emang lebih enak daripada nyetir siang bolong (untuk kasus di tol)
terakhir nyetir siang2 tol jakarta-cikampek, sampai nggak sadar matanya pedes banget… hingga akhirnya jalan merambat di bahu jalan.. sampai membereskan mata biar bisa kembali melek…
saya belum pernah lewat tol cipularang, udah 2 tahun ga ke bandung sih
jadi jaraknya berapa, Pak Budi?
apakah sama hasil “pengukuran” antara siang dan malam hari?
Ada sound system mobil yang kayaknya nyambung ke either tachometer atau speedometer. Jadi kalo RPM mesin atau kecepatan mobil makin tinggi otomatis volume sound system akan dinaikkan otomatis, begitu juga sebaliknya.
Ini sudah built-in factory default di beberapa jenis mobil baru, seperti BMW seri 5xx.