Harian New York Times melaporan sebuah cerita mengenai seorang cracker yang berhasil menembus jaringan perusahaan dan penyedia layanan Internet Phone (VoIP). Kemudian dia menggunakan jaringan ini untuk menyalurkan lalu lintas Internet Phone lain sehingga dia menarik keuntungan lebih dari US$ 1 juta. Yang dirugikan adalah perusahaan penyedia layanan Internet Phone tersebut. Untungnya pengguna biasa (users) tidak dirugikan. Cerita lengkapnya ada di sini.
Penyedian layanan Internet Phone harus berhati-hati agar dia tidak disusupi oleh orang yang nakal dan kemudian menggunakan jaringan tersebut untuk kepentingan pribadinya. Saya tidak tahu sejauh mana tingkat keamanan dari para penyedia layanan VoIP di Indonesia. (Saya lebih banyak berkecimpung di dunia Perbankan.) Apakah mereka sadar dengan situasi ini? Mungkin tidak ya? Mengapa dipusingkan? Lha wong direktur penyedia layanan VoIP sempat dimasukkan ke bui karena dituduh korupsi. Yang ini mungkin lebih menjadi pikiran mereka. Ngapain memikirkan keamanan perusahaan? Nomor satu adalah keamanan pribadi dulu (dari situasi yang tidak jelas ini).


Juni 8th, 2006 at 1:30 pm
Yang penting VoIP menyebar kemasyarakat dulu… aman tidak-nya belakangan..
hehehe
Juni 28th, 2006 at 6:18 am
Mengapa dipusingkan?, saya juga pusing dengan tulisannya….