Jika Anda sering (pernah) naik pesawat, pasti pernah dengar pramugari/a memberitahukan agar Anda mematikan handphone dan peralatan elektronik yang Anda bawa karena akan mengganggu sistem di pesawat. Betulkah demikian?
Saya belum melakukan penelitian yang sangat mendalam, akan tetapi saya beranggapan bahwa lebih baik jaga-jaga daripada nanti menyesal. Memang frekuensi dari RF (radio frekuensi) yang digunakan oleh handphone berbeda dengan frekuensi komunikasi dari pesawat, tapi ternyata interferensi bisa terjadi juga. Mari kita lakukan eksperimen kecil-kecilan.
Coba letakkan handphone anda dekat televisi yang sedang menyala. Kemudian Anda telepon (atau kirim SMS) ke handphone Anda tersebut. Nanti Anda akan lihat / dengar bahwa televisi terganggu. Yang paling jelas adalah suara (audio) dari televisi terganggu (kresek kresek) pada saat telepon masuk. Nah, interferensi terjadi! Padahal frekuensi yang digunakan oleh handphone dan televisi sangat berbeda. Hal yang serupa dapat juga terjadi di pesawat terbang.
Eksperimen lain yang dapat Anda lakukan adalah dengan meletakkan handphone dekat dengan layar monitor komputer Anda (jangan yang LCD). Kemudian juga telepon handphone Anda. Nanti bisa Anda lihat layar komputer "menari-nari"
Interferensi juga. Mungkin menarik untuk membandingkan kekuatan inteferensi dari berbagai merek dan model handphone. Mana yang paling kuat melakukan interferensi.
Rangkaian elektronik itu sangat kompleks. Sebagai orang yang berlatar belakang pendidikan elektronika, saya bisa mengatakan bahwa mendesain rangkaian yang bebas interferensi itu sangat sukar. Salah meletakkan ground, maka dia bisa menjadi antena penerima sinyal apa saja. Pernah mendengar ada suara radio masuk ke sound system (di acara resmi, acara penikahan, pokoknya acara yang menggunakan sound system sewaan)?
Interferensi tidak hanya datang dari handphone saja. Semua peralatan elektronika memiliki potensi seperti itu. Ada sebuah surat yang dilayangkan ke majalah IEEE Spectrum (majalahnya orang elektro) edisi Mei 2006 yang mengatakan bahwa dia pernah menggunakan kalkulator murahan di pesawat terbang dan terjadi interferensi. Ternyata ketika dia menekan tombol di kalkulator tersebut, indikator dari pesawat terganggu! Halah. Dalam benak saya ada pemikiran bahwa itu mungkin saja karena rangkaian debouncing yang digunakan untuk menangani tombol tersebut mungkin kurang baik. Demikian pula dalam majalah yang sama ada seseorang yang mengatakan bahwa notebooknya dia (yang sudah kuno) menghasilkan interferensi dengan TV-nya. Bagaimana dengan ipod ya? Apa sebaiknya tidak digunakan di pesawat terbang?
Poin yang ingin saya sampaikan adalah bahwa sumber interferensi itu sangat banyak. Ada baiknya kita berusaha untuk mengurangi interferensi itu. Tentu saja untuk para desainer rangkaian, Anda harus lebih baik dalam mendesain rangkaian (yang tahan terhadap interferensi).
Jadi, untuk amannya matikan handphone dan semua peralatan elektronik yang tidak Anda butuhkan ketika Anda berada di pesawat.


Juni 10th, 2006 at 7:15 am
Saya juga pernah sekolah di teknik elektro, tapi sudah bertahun2 lalu. Dan repotnya dulu waktu kuliah juga banyak tidak memperhatikan pelajaran. Hahaha…
Kalau saya tidak salah ingat, pemancar gelombang elektromagnet, selain mempunyai frekuensi fundamental, juga mempunyai frekuensi harmonik yang tersebar ke frekuensi2 “tetangga”. Mungkin ini yang menyebabkan interferensi, jadi biarpun frekuensi lain tapi masih bisa saling “mengganggu”.
Tapi gak tau juga yah, seperti saya bilang dulu sekolah elektro juga cuman asal2an…
Juni 10th, 2006 at 12:08 pm
nah gimana dengan wifi di pesawat?
Juni 10th, 2006 at 2:21 pm
>> matikan semua peralatan elektronik …
>> ketika Anda berada di pesawat
Weleh … bagaimana dengan peralatan elektronik:
di kokpit, telvisi di kabin penumpang, … etc
Seandai bisa lebih spesifik bagian (pesawat terbang)
mana yang rentan interferensi.
Juni 10th, 2006 at 3:59 pm
Ahem… ini dulu saya pernah baca disuatu situs kalau sebenernya HP itu engga mengganggu perangkat elektronik navigasi pesawat. Hanya saja, karena kalo pesawat kecelakaan 99% mati semua, akhirnya dipilihlah kebijakan yang ultrakonservatif ini.
Tambahan: Kalau pake monitor LCD, interferensi dengan gelombang HP itu udah nyaris engga ada. Kalau masih ada, berarti LCD pak Budi itu model lama hehehe.
Juni 10th, 2006 at 5:56 pm
Keren…….
mean a lot 4 me
tindakan preventif tuh penting ya Pak Budi
thanks
Juni 10th, 2006 at 7:28 pm
Interferensi terjadi pada pesawat yang masih menggunakan instrumen analog, semua indikator di cockpit masih analog (menggunakan jarum) jadi jika adanya gelombang yang menyebabkan interferensi maka jarum instrumen tersebut bergerak dari posisi indikator seharusnya. Analog cockpit masih dipakai pada jenis B737 classic (732,733,734, dan 735), airbus generasi lama (A300, A310) dan berbagai jenis pesawat kecil lainnya.
Quote: Priyadi
>> nah bagaimana dengan wifi di pesawat?
Begini, jadi kebijakan airline yang akan menyediakan akses wifi di pesawat itu juga karena mengikuti teknologi pesawat itu sendiri. Airline yang akan menyediakan akses wifi onboard antara lain menggunakan jenis pesawat B777-200/30, B747-400, atau generasi Airbus A330 A340 dan A380, yang notabene semuanya telah menerapkan teknologi glass cockpit (semua intrumen di cockpit sudah digital dan ditambilkan dalam layar CRT atau LCD, tidak analog lagi). Jadi dengan penggunaan glass cockpit ini dapat meminimalisir adanya interferensi dengan peralatan elektronik yang digunakan onboard selama penerbangan.. Gitu loh..
(semua referensi diatas adalah hasil baca-baca dan ngobrol ama pilot-pilot airline di Indonesia)
Tapi ada juga lo tmen saya yang jadi pilot, dia pernah melakukan percakapan melalui handphone pada saat pesawat approaching ke bandara tujuan..
OK Champ!! Elektro.. Elektro.. Elektro..
Juni 10th, 2006 at 10:02 pm
dulu ini kan pernah dibahas.
Dan berdasarkan informasi terakhir, peraturan mengenai benda elektroknik sewaktu take off ini sudah dilift-off oleh FAA.
Juli 14th, 2006 at 3:50 pm
suara kresek-kresek yang ditimbulkan karena hape yang digunakan adalah GSM dan sejenisnya karena menggunakan power kontrol 2 Hz..
klo anda menggunakan cdma pasti tidak akan terjadi kresek-kresek pada monitor atau pun radio anda, karena power control pada cdma adalah 1500 hz..klo ga percaya coba aja
_juned_
Oktober 23rd, 2006 at 5:44 am
Coba silahkan baca baca transkrip Cokcpit Voice Recorder dari Lion Air PL-LID Flight JT-386 yg crash di Sultan Sarif Kasim II, PKU 10.15am local time on January 14, 2002.
Wiki bisa dibaca di : http://en.wikipedia.org/wiki/Lion_Air_Flight_JT-386, CVR transcript dan analisa incident bisa di download di : http://www.dephub.go.id/NTSC_Website/NTSC_Website/website/ntsc_aviation/baru/11.PK-LID%20140102_Final%20Report.pdf
Bisa kelihatan kalau interferensi GSM bisa mengganggu komunikasi voice, terutama di UHF range. Just share kalau frekuensi yg digunakan adalah UHF/L band of frequencies from 806 to 960 MHz. GSM is 900 MHz TDMA.
Saya sendiri punya portable L band transceiver dan punya scanner (tentu saja illegal
) yg bisa digunakan untuk menguping percakapan airline dan juga sea vessel yg keluar masuk airport dan sea port. Setiap ada telepon masuk, receiver saya bunyi kemeretek. Dan untuk menguping percakapan di bandara sibuk seperti Changi dan O’Hare, densitasnya cukup tinggi untuk menjadi beresiko jika kudu banyak interferensi.
Oktober 23rd, 2006 at 6:42 am
Dedhi (#9), terima kasih atas informasinya. Sayangnya transkrip insiden itu sudah tidak bisa didownload lagi. Filenya sudah tidak ada di sana.
Desember 2nd, 2006 at 7:28 pm
mas Budi, saya mau nanya nih. google earth itu bisa nampilin orang ga?
Juli 24th, 2008 at 10:55 am
Trus bagaimana cara mengantisipasi interferensi pesawat terbang pada satelit parabola saya yang aneh sering menggangu sinyal dari LNB, walaupun pesawat tersebut jauh bahkan suaranya saja tidak terdengar