Banyak guyonan yang beredar tentang buruknya sifat orang Indonesia. Kali ini saya justru ingin menyentuh sisi lainnya, bagusnya jadi orang Indonesia.
Ide dari tulisan ini bermula dari membaca blognya Håkon Wium Lie, seorang pakar IT dari Norwegia yang pertama kali mengusulkan penggunaan CSS. Dia sekarang bekerja di Opera, yang membuat browser opera itu. Yang menarik dari cerita mengenai dia adalah namanya. Jika kita lihat namanya menggunakan huruf "aneh" dan lafalnya di dalam Bahasa Inggris menjadi aneh. Karena susah mengucapkannya – dan juga menuliskannya – bagi orang lain yang bukan dari Norwegia maka dia menggunakan nama "howcome" untuk alamat emailnya. Ternyata memang lafal dari namanya itu seperti kata "howcome". Ha ha ha.
Untung saya orang Indonesia dengan nama yang agak pasaran. Tidak susah bagi orang untuk menuliskan dan mengucapkan nama saya, meskipun kadang-kadang ada orang asing yang mengira nama saya adalah Rudy. Ternyata ada hikmahnya menjadi orang Indonesia ya?
Jadi ingat kata-kata pelawak Gepeng (masih ingat?): "Untung ada saya …" Eh, maksud saya, untung saya orang Indonesia.


Juni 21st, 2006 at 10:14 am
Nama mas Budi gak pernah disalah-ucapkan jadi bad-day oleh orang asing?
Juni 21st, 2006 at 10:27 am
tapi kalo namanya pasaran gimana? masih untungkah?
buat saya terima aja deh nama pemberian ortu
Juni 21st, 2006 at 11:26 am
Hmm kalau namanya berkonotasi buruk dalam bahasa Inggris gimana?
Juni 21st, 2006 at 11:50 am
guess again… ayo tebak gimana orang bule mengucapkan nama saya
Juni 21st, 2006 at 12:19 pm
#4. priyadi = prai ye dee?
Juni 21st, 2006 at 12:22 pm
#2. kalau soal nama pasaran, ya apa boleh buat. Contohnya, ya nama saya ini. Di toko buku ada buku pemrograman yang ditulis oleh Budi Raharjo, tapi dia bukan saya
he he he. Kadang ada orang yang salah, kemudian ngirim email ke saya menanyakan soal buku itu. hi hi hi. Saya jawab, itu Budi Raharjo yang lain (meski sama-sama di Bandung). Lucu juga.
Juni 21st, 2006 at 1:07 pm
Nama saya amat pasaran di Bali, tapi tidak di luar negeri. Jerman memiliki aturan penamaan yang ketat bagi warganya (yang menggunakan nama Jerman). Mereka punya daftar nama depan, dan orang tidak boleh keluar dari daftar itu. Justru itu nama orang Jerman tidak kreatif (Michael, Karl, Uwe, Katarina, dsb).
Waktu membuat akta kelahiran anak saya, kami ditanya asal negara, dan mereka punya panduan untuk nama-nama dari berbagai negara. Pas di Indonesia, isinya hanya : tidak ada patokan karena beragamnya suku bangsa. Jadi saya bebas menentukan nama anak saya. Horeee
Juni 21st, 2006 at 2:42 pm
Silakan dicoba di sini bagaimana nama orang Indonesia diucapkan orang asing
http://www.research.att.com/~ttsweb/tts/demo.php
Juni 23rd, 2006 at 1:46 am
salam kenal Pak? kalo mau kirim imel kemana ya? makasih
Juni 23rd, 2006 at 10:50 am
Untuk ada tulisan ini, Indonesia lagi
Juli 2nd, 2006 at 9:08 pm
ranti junus ==> randy jones, kadang-kadang jadi randy janus. Udah gitu kaget karena ternyata “randy jones” itu cewek. Weleh…
September 30th, 2006 at 4:15 pm
nama-nama orang di indonesia,sae-sae lah.
he he he he
September 30th, 2006 at 4:20 pm
me is your hard fans mr.budi rahardjo !!
Oktober 14th, 2006 at 3:57 pm
Mostly orang panggil saya ‘look man!’, dengan nada seru!, kalo orang Belanda nyebutnya ‘lukt man’ (pria beruntung), oke oke aja deh..
November 15th, 2007 at 4:51 pm
Menurutku dunia nama itu benar-benar menari, apalagi di jaman global ini. Memang benar banyak negara yang ketat sekali aturan namanya, yang saya tahu di Jerman dan di Spanyol. Saat saya tinggal di Spanyol, kalau memperkenalkan diri pakai nama depan saya akan nambahin keterangan “como el día” = seperti kata “día” yang berarti “hari”. Soalnya kalau ngga diterangin gitu pasti aku disebut dengan nama “dayah”.
Kemarin, aku baru lihat di situs http://www.houseofname.com bahwa nama keluargaku “Narang” asalnya dari Spanyol… (memang ada nama Narangjo/bacanya narangkho)… padahal selama ini aku tahunya nama tsb .. buanyakkk banget sebagai nama keluarga di India. AKhirnya aku ambil kesimpulan, orang Indonesia sejak dulu sudah “go public” dalam urusan nama menamai.
November 15th, 2007 at 9:29 pm
wah Pak…
udah pernah ke Cina/Hongkong/Taiwan belum?
mereka membaca huruf ‘B’ seperti huruf ‘P’,
dan huruf ‘D’ dibaca huruf ‘T’…
sedangkan huruf ‘P’ sendiri dibaca ‘Ph’,
dan huruf ‘T’ dibaca ‘Th’…
jadi, walaupun nama Bapak tetap Budi,
tapi kalo mereka yg ngomong akan terdengar seperti ‘Puti’…
masalah itu terjadi pada saya Pak… walaupun Budi adalah nama tengah saya dan bukan nama yg sering saya gunakan selama ini… tp mereka menggunakan nama itu buat manggil nama saya