Tadi siang saya menjadi moderator di acara “3G – Enriched Communication Lifestyle” yang diselenggarakan oleh Ericsson di hotel Intercontinental Midplaza, Jakarta. Yang menarik dari acara ini adalah adanya aplikasi video blogging yang mungkin dapat diluncurkan dengan menggunakan teknologi dan jaringan 3G.
Sebagai pecandu blog, begitu mendengar kata “blog” mata saya berbinar-binar. Ironroad, sebuah penyedia aplikasi 3G di Swedia, menyediakan layanan ini untuk pelanggan mereka. Saya berbincang dengan Kurt Flodin mengenai kemungkinan adanya layanan tersebut di Indonesia. Bentuknya bagaimana, saya belum tahu. Saya juga tidak tahu apakah ada orang yang mau mendengarkan komentar saya, sambil melihat wajah saya. Membaca blog saya masih oke, tapi melihat wajah saya … apa iya?
Perlu tidak video blogging ini? (Asumsinya layanan 3G sudah jalan, bandwidth cukup, dan biaya sangat murah atau gratis.)


Juni 28th, 2006 at 7:51 am
Sebetulnya asal gak perlu real time kan gak perlu pakai 3G juga tho pak. Udah banyak orang bawa HP ber camera dan upload ketika pulang ke rumah.
Juni 28th, 2006 at 9:27 am
#1: mungkin maksudnya pake flash video yg selama ini sering dipake ya. tapi asyik juga kalo bisa shoot and upload ala flickr
Juni 28th, 2006 at 12:59 pm
teknologi udah ada, masalahnya tinggal harga
Juni 28th, 2006 at 5:49 pm
Podcasting dan Videocasting sudah umum di tempat-tempat di mana bandwidth besar sudah murah, dan 3G hanya akan mempermudah saja.
Juli 2nd, 2006 at 6:01 pm
3G sebatas Teknologi transportasi data yg lebih future, selebihnya masih didominasi oleh kreatifitas yg memanfaatkan.
Juli 2nd, 2006 at 8:39 pm
Mas, jangan-jangan kalau kebanyakan “dabble” di teknologi nanti bisa menyebabkan “technology overload” untuk para pemakai.
Kita sibuk soal Web 2.0, lha, apa kita sudah lulus Web 1.0? Gimana dong untuk para pemakai yang punya disabilities (buta, tuli, dylexia, learning disabilities, etc., etc.) Atau nanti kalau kita udah jompo/sakit2an, tapi teknologi hanya bermanfaat untuk yang masih muda/sehat? teeheehee…
Juli 8th, 2006 at 2:16 am
Pak de. Di Indonesia ini, membuat video blogging tanpa teknologi 3G saja masih sedikit yang melakukan. Lha bikin video blogging yang cuma modal handphone (atau lebih niat dengan handycam) saja banyak yang ‘males’ transfer ke komputer dan publish ke blog. Kebutuhannya – IMHO – belum sampai kesana. Pun jika 3G sudah hadir di Indonesia secara penuh, barangkali fasilitas video blogging baru dibutuhkan setelah sekian lama.
Juli 18th, 2006 at 6:31 pm
iya pak, bikin videoblogging tanpa 3G aja susah, publish video ke blog butuh waktu lama, apalagi kalo bandwidth pas-pasan *sedih*
Februari 13th, 2007 at 10:49 am
pak budi yang budiman, saya mahasiswa jurusan teknik elektro telekomunikasi. saya mau minta bantuan tentang TA (Tugas Akhir). apakah bapak bisa membantu saya untuk mendapatkan judul / bahan untuk membuat TA tentang telekomunikasi. sebelumnya terima kasih
April 15th, 2008 at 9:58 am
Kalau menurut saya, yang penting adalah masalah di biaya dulu (karena teknologinya sudah ada). Kalau biayanya murah atau bahkan gratis, orang pasti akan berani untuk mencoba vlogging.
Dari mencoba itulah orang akan menjadi terbiasa untuk menggunakanya, gimana mau terbiasa kalau mencoba aja gak berani karena biayanya masih mahal.
Dan benar juga yang dikatakan Ranti, jangan sampai melupakan kaum2 yang dalam keterbatasan, kita juga harus mengembangkan teknologi untuk mereka yang memiliki keterbatasan
Desember 7th, 2008 at 5:57 am
ilmu saya jadi nambah tentang blog neh. thanks yah.