Paling sebel saya kalau melihat orang kerja dengan setengah hati. Daripada setengah hati, lebih baik sekalian tidak usah saja! Kerja kok setengah hati. Pantas saja kita kalah dengan orang lain.
Paling senang saya kalau melihat orang melakukan sesuatu dengan sepenuh hati. Bahkan dia terkesan terobesi dengan apa yang dia lakukan. Sulit bagi saya atau siapapun untuk mengalahkan orang yang bekerja dengan sepenuh hati.
Apakah Anda bekerja dengan sepenuh hati?

Tapi, ADA Band mengatakan lain di dalam lagunya yang judulnya … Setengah Hati. Tapi ini soal cinta.
Mana yang lebih baik, mendapatkan seseorang yang hanya dapat memberi setengah hati kepada kita atau tidak sama sekali?
Mungkin 1/2 hati sudah cukup?
Atau kita berharap bahwa dengan 1/2 cinta itu lama kelamaan bisa membuat 1 cinta?
Mungkin kita anut pakem tresno jalaran kulino, cinta karena terbiasa?
Ah, jadi ingat lagu Dewa 19 – Risalah Cinta
Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku
Meski kau tak cinta kepadaku
Beri sedikit waktu biar cinta datang karena terbiasa
Ah, soal cinta memang berbeda dengan bekerja. Ataukah sama?
Apakah Anda mau menerima Setengah Hati?


Juli 6th, 2006 at 6:08 am
Wah, kalau ini saya pusing mo comment apa. Pak Budi, kalau sama sekali tidak kerja, juga nggak bisa menghasilkan apa-apa. Trus mau bagaimana lagi?
Juli 6th, 2006 at 7:24 am
nggak mungkin kita memberi seluruh hati kepada satu orang…
karena kita begitu punya banyak orang di sekitar kita untuk di cintai..
jadi memberi seluruh hati untuk satu orang, saya rasa terlalu berlebihan..
saya jadi bertanya nih, ini posting sengaja dibuat untuk memajang foto keren itu ya? huehuehue
Juli 6th, 2006 at 7:34 am
wah pak budi.. tulisan nya makin asik aja niii.. jadi mau nyaingin dee ? bay de wey itu poto……………………..
Juli 6th, 2006 at 8:11 am
Ini maksudnya pamer foto ya, pak? Hihihi…
Setengah hati, kalau ngga tau ya ngga papa. Tapi ketika kita tahu kalau seseorang/mereka mencintai kita hanya setengah hati… Lebih baik pindah ke lain hati
Bukan, bukan menyerahkan seluruh hati kepada satu orang saja. Tapi sepenuh hati adalah menyimak dengan NIAT yang penuh. Ngga ragu-ragu, ngga ada perasaan bersalah (sebenernya ngga suka tapi takut mengecewakan), bukan karena balas budi (bukan Budi Rahardjo juga :p ), dan bukan karena ada maunya.
Ya cinta saja, tidak pakai TAPI.
Cyber sexual itu kategori baru ya, pak?
Juli 6th, 2006 at 8:44 am
wah dikira mau pamer foto, padahal … iya. :p
sebetulnya foto ini diambil dari situsnya mas jul (also know as mbah jul) sang fotografernya. jadi udah ada di sana.
awalnya sih mau menuliskan inspirasi pagi ini di blog saya yang lain (yang di blogsome), tapi ketulisnya malah di sini. biasanya awal pagi saya mulai dengan lagu. kebetulan lagu yang saya puter pertama kali adalah lagunya ada band – setengah hati. jadi itulah sebabnya muncul tulisan ini.
Juli 6th, 2006 at 8:50 am
Aku tidak bisa memberi setengah cinta, tapi aku bisa kan memilki dua atau tiga atau banyak cinta …. cinta ?
- satu cinta penuh buat Istri,
- satu cinta buat anak pertama,
- satu cinta penuh buat anak kedua,
- satu lagi buat ibu, … trus
- satu lagi buat pacar …. penuh ngga ya …. wupst !!!
Juli 6th, 2006 at 9:00 am
haiiiii nice photo
cybersexual ………….. interesting
tapi, teteeep 1/2 hati ………. kepuasan tidahk bisa penuh nan menyakitkan doang, 1/2 hati is betrayal, non sincere & only making you sick ……….. in the long run
feel free to visit my blog:
http://meoongpuncak.blogs.friendster.com/m_e_o_o_n_g_p_u_n_c_a_k_w/
Juli 6th, 2006 at 10:12 am
Tadinya mau tulis comment. Tapi daripada comment-nya setengah hati, mendingan nggak usah sekalian deh.
.
Eh, nulis juga akhirnya
Juli 6th, 2006 at 10:15 am
Saya skr klo kerja lebih suka klo sampai setengah setengah… setengah mati maksudnya
Untuk cinta sendiri pun, gimana klo cintanya setengah mati, tapi bertepuk sebelah tangan… kan yo kesian se ^_^
Juli 6th, 2006 at 10:38 am
Setengah hati enggak kli yaaa…
Juli 6th, 2006 at 1:27 pm
Jadi ingat seseorang pernah berkomentar di blog Bapak : Man of integrity. I think you are. Luar dalam. And I wish someday I would be able to gather and patch the pieces of the whole I used to be. In an integrity.
Juli 6th, 2006 at 3:39 pm
gara gara setengah hati nulis commetnya jadi nggak tahu mau nulis apa.
nggak cuman karena kulino Om, tapi karena “mbulet”. he he he. pokoke lak di “tempel” terus suwe suwe lak tresno dw.
Juli 6th, 2006 at 5:13 pm
Bukannya setengah hati pak, modalnya itu yang cuma setengah-setengah.
Mau ini kepentok dana, mau itu kepentok dana. Lagian tetap harus punya mitra ya pak?…
Juli 6th, 2006 at 5:30 pm
[...] Sudah rutinitas, kalau lagi ada waktu senggang gw biasa mampir ke planet terasi. Eh, ternyata ada tulisan Pak Budi Rahardjo, Setengah Hati. Jadi teringat posisi gw sekarang ini. Yah mirip-miriplah. Tapi pada posisi sebaliknya. [...]
Juli 7th, 2006 at 12:07 pm
Hihihi… awalnya emang setengah hati. Tapi lama-lama bisa sepenuh hati, kok. (haiya… emang hati bisa dicicil?)
Juli 7th, 2006 at 4:06 pm
Gimana caranya membuat semua yang kita lakukan jadi indah dan ‘bergairah’? Gak enak emang kerja setengah hati, kita gak nyaman, kerjaan gak maksimal. Heran juga lihat bapak, kerja apapun kelihatan gembira, siul-siul, kadang nyanyi-nyanyi. Hebat!
Juli 8th, 2006 at 6:08 am
[...] Ah … ini mungkin ekstrim sisi lain dari mencitai pekerjaan (seperti yang saya tuliskan dalam “setengah hati …“). [...]
November 20th, 2006 at 4:47 pm
[...] Sudah rutinitas, kalau lagi ada waktu senggang gw biasa mampir ke planet terasi. Eh, ternyata ada tulisan Pak Budi Rahardjo, Setengah Hati. Jadi teringat posisi gw sekarang ini. Yah mirip-miriplah. Tapi pada posisi sebaliknya. [...]
Februari 21st, 2007 at 5:28 pm
Aku pernah menduakan cinta. Cewe’ku kedua mau menerima, tp cewe’ku yg pertama langsung minta putus. Tadinya aku pikir aku tidak akan terluka (karena ada cadangan). Tidak taunya apa yg aku rasakan sungguh menyakitkan, dan dia mungkin lebih sakit.
Sekarang dia tidak mungkin kembali padaku. Tapi tak apalah aku kan masih punya yg kedua. Dasar buaya!! (Itu yang cewe’ pertamaku bilang sebelum meninggalkanku).
April 16th, 2007 at 4:59 am
“1/2 hati kerja = 1/2 hati tak kerja”
Bila kedua ruas “persamaan” di atas dikali 2, maka hasilnya adalah:
“hati kerja = hati tak kerja”
Betul?
Oktober 2nd, 2007 at 11:34 am
gara gara suruh maen ke rumahnya….kok aku jadi setengah hati yah???
apa emang aku ga bener bener serius ama dia ya??
mae!!! tolong!!! kepriben kieee!!!!
Juni 12th, 2010 at 8:48 am
aku punya seseorang yang mencintai aku 1/2 hati.. 1/2 untukku dan 1/2 utk suaminya… samapai saat ini dia gak pernah bisa lepaskan aku.. setiap kali aku buat masalah agar dia marah,.. dan membenci aku,.. dia selalu bisa membuat aku kembali..dan bodohnya aku,.. aku malah mencintai dia sepenuh hati,.. padahal aku nilai dia gak lebih baik dari istriku sendiri… tolong dong advise nya… aku bingung nih..
Juni 12th, 2010 at 10:10 am
setengah + setengah = 1
(http://yuliantip06.student.ipb.ac.id)