Terjebak Macet di Cihampelas Walk (Ciwalk)

Tadi malam (malam Minggu), saya terjebak kemacetan di tempat parkir Ciwalk – Cihampelas, Bandung. Ceritanya rame-rame ngopi di Starbucks. Tadinya mau ngopinya di BIP, tapi anak-anak maunya di Ciwalk.

Di Ciwalk sangat ramai. Di pelataran ada band yang mengisi acara dengan tema Jepang. Denger-denger acara musim semi di Jepang. (Apa hubungannya dengan di Bandung ya?) Jadi di luar cukup ramai.

Jam 8:30-an saya siap-siap mau pulang tapi pergi ke restoran dulu untuk pesan pizza untuk anak saya, Luqman. Takutnya toko tutup jam 21:00, jadi harus pesan sebelum itu. Tidak lama pizza selesai saya simpan di mobil. Arus keluar perpakiran sudah mulai ramai. Saya kembali ke Starbucks untuk mengambil buku dan jaket. Sampai di sana acara musik di luar sudah selesai dan penonton mulai pulang. Saya lihat arus keluar parkir sudah mulai ramai. Terlambat saya keluar. Ah, terpaksa nunggu dulu sampai jam 22 (10 malam).

Jam 22:00 pintu masuk ke dalam mall sudah ditutup karena toko-toko di dalamnya sudah tutup. Dua kali saya coba ke tempat parkir – kebetulan saya parkir di basement – untuk melihat arus keluar parkir. Ternyata masih macet total. Saya keluar dan menuju tempat pembayaran parkir (dekat pintu masuk Ciwalk). Mobil masih antri untuk keluar, padahal 3 dari 4 loket parkir yang ada sudah digunakan untuk melayani antrian mobil keluar. Macet total.

Saya cari petugas parkir yang cukup sibuk mengatur antiran. Memang kata dia setiap malam minggu keluar parkir sangat padat. Apalagi jalan Cihampelas juga sangat ramai. Saya lupa hari Sabtu kemarin itu juga ada acara wisudaan di ITB dan ada acara peserta jambore pramuka ke lapangan Gasibu. Mungkin masih ada sisa-sisa tamu luar kota yang menyerbu jalan Cihampelas. Akibatnya antrian keluar dari parkir Ciwalk yang menuju Cihampelas juga sangat terhambat.

Bau asap knalpot sangat mengganggu. Jadi saya tidak berani menunggu di dalam mobil. Bolak balik saya duduk di pelataran Ciwalk sambil memandangi antiran keluar. Sebetulnya sambil menunggu itu saya membaca buku, “Good to Great: why some companies make the leap and others don’t” karangan Jum Collins. Lumayan, dua jam membaca buku.

Kesal, mau marah, capek, tapi tidak ada manfaatnya. Sudahlah. Ini merupakan tes kesabaran. Ya sudahlah, ambil hikmahnya saja. Saya tertawakan saja kondisi ini. Bodohnya saya tidak dapat memprediksi bahwa situasinya seperti itu. Yang kasihan adalah istri saya yang menunggu di rumah karena dia harus membukakan pintu gerbang. Sampai di rumah, hampir tengah malam. Sambil beberes saya lihat jam di rumah, pukul 00:05. Kalau dihitung dari jam 21, maka dibutuhkan waktu 3 jam dari Ciwalk ke rumahwaktu yang sama untuk perjalanan mobil dari Bandung ke Jakarta!

Pelajaran yang dapat ditarik dari pengalaman ini adalah jangan ke Ciwalk malam minggu!

Punya pengalaman yang mirip (terjebak macet)?

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Tampilkan semua tulisan oleh Budi Rahardjo

17 Tanggapan to “Terjebak Macet di Cihampelas Walk (Ciwalk)”

  • galih

    Jl. A Yani, Surabaya tidak hanya malam minggu saja kok pak, tapi tiap hari pagi dan sore sampai malam. sedihnya kalau mau keluar masuk Surabaya harus lewat A. Yani.

  • Willy Sudiarto Raharjo

    Jakarta lebih parah lagi. Gak cuma di 1 jalan aja macetnya, tapi di semua jalan, terutama jam pulang kantor jam 5 (apalagi hari jumat jam 5). Parah dech :( (

  • antoix

    Mas Boing, sampe sekarang saya blom pernah ke Ciwalk. Sempet ke bandung cuma wiken dan malas membayangkan suatu malam terjebak begitu. Mestinya ada yg menghitung ya biaya kemacetan itu berapa sih seweekend, sebulan, setahun?

  • rendy

    abege bgt seeh.. maen ke ciwalk ;) )

    gitchyuu… hi hi hi hi

  • tukangKoding

    hehe
    jangan keluar ketika malam minggu di bandung ( apalagi Dago ) kecuali pakai motor

  • feha

    jadi penasaran gimana rasanya….jujur ajah sampe sekarang belum pernah tuh ke Ciwalk :)

  • Priyadi

    hahaha, bener tuh.. adik saya hobinya nongkrong di ciwalk tiap malem minggu. kalau saya lagi di bandung, saya yang jemput. udah hafal deh macetnya, 1 jam untuk masuk, 1 jam untuk keluar :) . thank god minggu kemaren dia baru punya sim sendiri :) .

  • Geordi Laforge

    Beberapa minggu sebelumnya, saya keluar malam minggu ke Cihampelas dan Dago. Cari macet dan merasakan suasana macet khas malam minggu. Tapi, duh, malah pada lancar.

  • yan

    saya pulang jam 11:30 jadi lancar2 aja, hehehe. ga kena macet

  • thomoks

    Jarak dari Ciwalk ke rumah ditempuh dlm waktu 3 jam. Berapakah kec. rata2nya? :-P
    Dulu pernah ke Ciwalk, tapi beberapa hari sebelum pembukaan, jadi masih sepi. :-P
    Kemana2 naik motor, macet masih bisa menyelinap…
    Jadi mikir, kenapa ya kebanyakan orang suka mendatangi keramaian (artinya yg sebelumnya ‘ramai’ jadi ‘tambah ramai’)?
    Aku lebih suka ngeramein tempatku yang sepi. :D
    Tempat favoritku di malem Ahad ato malem taun baru: di kost, nonton tv. :D

  • rani

    sabtu kemarin emang macetnya ga karuan. apalagi naek angkot, diputernya udah gak logis :P

  • handianiy

    Week end sore kemaren aku pulang dari Bandung ke Jakarta Pintu tol Pasteur lancar aja tuh…

  • Thomas

    Ngomong-ngomong macet, kayaknya kejadian terjebak macet di Jakarta yang paling parah yang saya alami adalah gara-gara salah perkiraan jam berada di jalan.

    hari sebelumnya, sebuah rute bisa ditempuh jam dalam 1 jam. (karena sok tahu), akhirnya hari berikutnya lewat rute yang sama. Dan… sialnya pas jam orang-orang pulang kontor… Rute yang sama, terlewati sekitar 2,5 jam.

    ya.. ya… pelajaran berharga buat saya yang dari Jogja, nekat jalan-jalan sendirian di ibukota…. :D

  • starbuck haters

    Mengapa masih ada orang Indonesia yg merasa senang nongkrong di starbuck. Sebagaimana mcD, organisasi zionis Israel telah menghadiahkan special award bagi warkop ini atas besarnya (dan kontinuitas) sumbangan yg selalu dikucurkan terhadap pergerakan zionis di jagad ini.

    Apa artinya ini ??? Anda menyumbang utk kezhaliman mereka menghancurkan negeri2 lain ! dan perlahan tapi pasti negeri kita sendiri.

    We hate Zionism and we know that.
    But we still proudly consume their product, even for just a cup of coffee.
    Isn’t that a pity shameful of us ?

  • TaMa

    to #14 gak nyambung mass, picik amat yak….

  • rayyan

    Pak Budi malemnya terjebak di Ciwalk …

    Saya siangnya pak … bingung rute angkot jadi tidak jelas, anak-anak pramuka berseliweran dimana-mana, terkadang menyebrang seenaknya jadi mengganggu lalu lintas …

    Jadi untuk pulang dari kampus saya lebih memilih jalan kaki …. :)

  • network_pirates

    sama kayak mangcet sabtu malem minggu di perempatan dinoyo, bisa sampe ke depannya pasca sarjana brawijaya tuh…, anyway sudah pernah ke malang pak?

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 649 pengikut lainnya.