Mau jadi pemrogram jagoan? Butuh waktu 10 tahun

Dari sebuah milis, saya mendapatkan tulisan Peter Norvig tentang waktu yang dibutuhkan untuk menjadi seorang jagoan dalam bidang pemrograman (atau bidang apapun). Ternyata dibutuhkan waktu 10 tahun! Silahkan baca di sini:

Teach Yourself Programming in Ten Years
http://www.norvig.com/21-days.html

Hah! Sebegitu lama? Nampaknya memang apa yang dia tuliskan banyak benarnya. Coba deh baca artikelnya.

Kadang orang bertanya kepada saya bagaimana saya bisa sampai mahir bidang IT (security, programming, dan seterusnya). Susah bagi saya menjawab pertanyaan tersebut jika jawaban yang diminta menjurus kepada kursus kilat untuk menjadi programmer tangguh. Tidak bisa, kawan! Saya perhatikan perjalanan hidup saya, memang dibutuhkan waktu yang lama untuk menjadi seorang yang menguasai sebuah bidang (saya takut mengatakan bahwa saya seorang expert karena nampaknya masih belum layak untuk menyandang titel itu, terlalu berat).

Saya belajar pemrograman mungkin sekitar tahun 80-an dengan komputer Apple ][. Jadi sudah 26 tahun. Belajar security sejak di Kanada, mungkin tahun 88-an atau awal tahun 90. Jadi sudah lebih dari 15 tahun. Jadi memang benar dibutuhkan waktu yang lama. Mungkin ini bisa dianalogikan dengan kehamilan, yang biar bagaimanapun dibutuhkan waktu 9 bulan.

Jadi, siap investasi waktu 10 tahun?

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Tampilkan semua tulisan oleh Budi Rahardjo

32 Tanggapan to “Mau jadi pemrogram jagoan? Butuh waktu 10 tahun”

  • wadehel

    Waaargh, lama amat?!? Ga jadi deh :(

  • Koen

    Di dunia yang serba instan dan serba main tipu-tipu gini, kejujuran macam gini memang menakutkan :) . Daripada jadi programmer perlu 10 tahun, mendingan koleksi gelar2 dari perguruan tinggi negeri dan swasta yang lagi pada berlomba ngumpulin duit dan obral gelar. Merdeka!
    Oh, tentu ada jalan biar nggak perlu belajar 10 tahun. Tinggal jadi script kiddies skala corporate, kita udah bisa bergaya seolah2 programmer :) .

  • wikan

    wah, buku2 pemrograman dalam 30 hari, dst terus dikemanain pak?

  • Koen

    @3: Untuk memulai memahami, boleh juga. Yang 24 jam juga boleh :) . Tapi untuk benar2 tinggal landas, …

  • Emanuel Setio Dewo

    Kalau defacto memang bisa cepat, cukup kuliah atau kursus. Tapi kalo dejure memang bisa tahunan.

  • DianTN

    Lagi-lagi kita perlu mengkuantifikasi kata ‘jago’ ini :)

  • Tabah Budi

    @4: Setuju banget. Kalo cuma ngandelin buku 24 jam atau sejenisnya, bagaimana bila menghadapi problematika yang lebih kompleks???

    Jam terbang menentukan banget.

  • Andry

    Belajar sih gampang. Itu sudah jadi bagian dari kehiduoan sehari-hari seorang programmer.

    Yang agak susah, itu proses “unlearn”. Meninggalkan paradigma lama. Misalnya saja dahulu pake Clipper saja sudah cukup (DOS-based), lalu diganti dengan pemrograman “visual” (Windows-based).

    Dulu client-server saja. Sekarang service-oriented.

    Di majalah Oracle edisi lama, ada profil orang-orang IT. Salah satu data profil selain tools, techs, date of birth dlsb adalah kolom “berapa kali sudah melakukan unlearn”. Rata-rata untuk level CIO (pengalaman 20 tahun seperti anda), bisa 3-4 kali unlearn.

    Jadi 10 tahun itu bukan apa-apa. Bisa saja kita skillful di satu bidang, tapi apa daya saat kebutuhan bisnis/industri berkata lain. Mau nggak mau kita harus “buang” ilmu kita yang dulu, dan belajar lagi…. Saya sering bilang ke temen2, jadi programmer itu serasa selalu jadi fresh graduate :)

  • ephi

    Artikel itu emang bagus, Pak Budi. Sudah saya forward ke teman-teman yang lagi belajar IT satu atau dua tahun lalu, mungkin sekarang saatnya lagi.

  • nikov

    kalo cuma mo jadi programer dengan kemampuan pas-pasan mungkin 1 bulan juga dah cukup, tapi kalo mau bener-bener pro kayanya emang butuh waktu lama sih.

    tapi 10 tahun… waduh lama bgt sih… :-(

  • Budi Sulis

    Setuju. Saya agak alergi dengan orang-orang yang pengen instant

  • tukangKoding

    saya rasa kalau sudah cinta/hobi masalah waktu tidak akan masalah :D

  • Ike Betawi

    Tapi sayangnya, kalau sudah belajar selama 10 tahun untuk 1 bhs pemograman terus tahun ke 11 itu bhs udah gak musim lagi… mabok dach…. sebagai contoh saya udah pakai as400 selama 7 tahun, ee.. sekarang ini as400 udah gak terlalu banyak yg pakai… puzzziing dach….

  • Budi Rahardjo

    #15, kalau dilihat dari tulisan Peter Norving, 10 tahun itu tidak 1 bahasa pemrograman melainkan banyak (sekaligus)! he he he. saya sendiri entah bisa berapa bahasa (meskipun 1 yang disukai … perl)

  • roki

    dari pada jadi programer, programnya orang, baik nya jadi programer programnya diri sendiri. maksudnya mulai menyusun dan memanipulasi dari awal bit bit digital 01010010101010010101001110100100100100100011100111, menjadi bahasa komputer yang interpreted, yang memahami bahasa lain, tapi yang lain ngga bisa memahami kita. cooollll

  • Eep

    10 tahun….? hmmmm, kayaknya saya lebih baik bayar programmer aja dah dari pada belajar lagi 10 tahun, hehehe. biar saya mah cari projectnya saja…
    kalau ga.., hmmm anak istri mo makan apa..?
    *kaburrrr…

  • nigel

    pro 10 tahun ? gile…klo loe kuliah bisa2 10 taon kuliah. lebih lama dari kedokteran ..hahaha…

  • andang

    10 tahun ?
    Saya udah 15 tahun, kayaknya makin lama makin bodoh dech.
    lha wong perkembangan ilmu saya kalah cepet dibanding perkembangan dunia IT

  • novie

    Koleksi Sepatu? Atau…

    Anda tahu, survey di Amerika menyatakan kalau Laki-laki itu cenderung tergila gila pada Cleavage sedangkan kalau wanita tergila gila pada Sepatu!

    more detail : http://www.ibudananak.com

  • asep

    lama banget pa g bisa lebih cpt lg

  • Ananda Putra

    Cukup dengan buku-buku yg berjudul “Belajar Pemrograman Dalam 24 jam

  • Wewe

    ehm,kalo namanya belajar kayanya ga kenal tahun deh coz tiap thn banyak terjadi perubahan,karena hal-hal baru selalu muncul so…..gabs hrs 10 tahun tapi tiap hari selalu belajar sampai akhir hidup.Tul ga

  • Jimmy

    PASTI BISA 1 TAHUN kalo ada mahaguru coder

  • Memasak Balado Paru « Risa0808’s Weblog

    [...] sesulit belajar pemrograman yang katanya baru gape setelah 10 tahun kekekeke *mengutip omongan pakar blog. Walaupun belum segape si Uni, ato si calon raja ikan bakar bali, Bli Made, berikut gua mo share [...]

  • nuril

    @Koen
    Di dunia yang serba instan dan serba main tipu-tipu gini, kejujuran macam gini memang menakutkan :) . Daripada jadi programmer perlu 10 tahun, mendingan koleksi gelar2 dari perguruan tinggi negeri dan swasta yang lagi pada berlomba ngumpulin duit dan obral gelar. Merdeka!
    Oh, tentu ada jalan biar nggak perlu belajar 10 tahun. Tinggal jadi script kiddies skala corporate, kita udah bisa bergaya seolah2 programmer :) .

    ==========================

    Sebenarnya, yang diperlukan bukan copy-paste coding atau curi source-code dari sumbernya.
    Programmer itu adalah orang yang bisa solve-problem pada masalah yang dihadapi.

    Semakin banyak persoalan yang ia hadapi di dunia pemrograman, maka akan semakin tajam analisis dan algoritma pemecahan si programmer tersebut.

    Tidak mungkin manusia bisa memecahkan masalah sekaligus pada saat bersamaan. Mungkin satu persatu, itu pun belum tentu hasilnya akurat.

    Dengan cara latihan dan terus menyelesaikan masalah, maka pengalaman 10 tahun bisa dianggap cukup.

  • adhiguna

    Saya setuju 10 tahun untuk menjadi expert di programming.

    Tapi buku-buku serial Teach Tourself ABC in 21 days, ABC For Dummies, ABC Demystified etc tetap sangat diperlukan karena kita hidup di dunia nyata, bukan menara gading.

    Dalam dunia nyata, terkadang kita dituntut untuk menyelesaikan satu proyek dengan teknologi tertentu dengan cepat. Ketika anda mengerjakan proyek seperti itu, kalau kita harus mempelajari programming dari buku-buku sekelas “C Programming Language”nya Ritchie atau “C++ programming language”-nya Stroustrup maka dijamin proyek itu nggak akan kelar.

    Makanya saya percaya paradigma belajar theory Computer Science di Universitas, belajar praktek programming di perusahaan, karena kedua hal itu adalah sangat berbeda.

    Saya belajar dari buku “Introduction to Algorithms”nya Cormen, Leiserson, Rivest untuk riset doktoral Industriel Informatique dan membentuk pola pikir saya.

    Tapi ngerjain proyek di perusahaan, saya tetap belajar dari buku “teach yourself Visual C++.Net in 24 hours”

    Cause we live in real world.

  • ari

    andai saja kita mahir bahasa inggris dan konsep pendidikan nasional kita sejak dulu benar maka kita tidak selama itu belajar ttg segala sesuatu.belajar itu mencari konsep terbaik agar mudah mahami dan menyampaikan setelah itu tinggal mengembangkan.10th pengalaman itu cuma kebodohan yang diulang selama 10th.kalo buat proyek/lakukan sesuatu sekiranya perlu bentuk team work tapi mana ada orang indonesia yang bisa kerja team.hobinya kita ngurus diri sendiri.aku jadi pengen belajar juga bahasa 0 1

  • el_nino

    Bener bos setuju banget tuh memang butuh waktu lama tuk riset segala macam permasalahan dalam menganalisa setiap logika yg ad bahkan bisa lebih dari 10 thn karena perkembangan IT semakin hari semakin berkembang jadi dibutuhkan suatu strategi khusus tuk menanganinya jangan asal copy-paste but kita nyerti asal usulnya ha ha ha BRAVO PROGRAMMER INDONESIA ^_^

  • MasKarso

    Saya setuju dengan anda Mas,

  • Heri

    terlalu lama menurut saya belajar programming selama 10 tahun.tapi kalo mau menjadi seorang MAHADEWA pemrograman ya memang bener2 harus belajar selama 10 tahun ditambah lagi belajar konsisten seharian kayak anak autis.

    tapi orang seperti itu mungkin hanya 1:100000 pas dah 10 tahun baru turun gunung.contohnya seperti Linus Torvald dan Bill Gate mereka adalah mahadewa2 programmer/IT yang belajar programming selama bertahun2,bahkan ada yg sampe disebut memiliki kekuatan setara dengan 10000 programmer !.

    mas Budi ini ini salah satu orang yg pengen belajar programming selama itu.saya doakan selalu

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 649 pengikut lainnya.