Puas dengan Good saja

Seminggu kemarin saya capek sekali. Setiap hari memberikan presentasi. Bahkan hari Sabtu pun masih memberikan presentasi (di seminar Artepolis-nya Arsitektur ITB karena paper saya masuk ke sana). Untungnya hari Minggu bisa sedikit istirahat (setelah malamnya disetrap di Ciwalk). Hari Senin ada waktu untuk kerja seharian di rumah. Nah, waktu ini saya manfaatkan untuk … membaca. Yes, sudah banyak buku yang menunggu untuk dibaca.

Buku yang saya pilih untuk dibaca adalah “Good to Great: why some companies make the leap and others don’t” karangan Jim Collins. Sebetulnya saya sedang mencari buku “Built to Last” dari pengarang yang sama. Nah, pas lagi di tempat pak Dimitri Mahayana saya lihat buku Good to Great ini. Kata pak Dimitri bukunya bagus. Langsung saya pinjam. Ternyata benar, buku ini bagus. Salah … buku ini great!!!

Buku ini bercerita bagaimana mengubah sebuah perusahaan yang hanya “good” menjadi “great”. Ternyata good itu bisa berbahaya karena orang menjadi terlena. Saya jadi berpikir (terpengaruh postingan saya tentang esensi tes masuk ke perguruan tinggi) tentang situasi di ITB dimana sebagian besar dosen sudah terlena (atau apatis?). ITB merupakan perguruan tinggi yang “good” tapi belum “great”. Nampaknya betul juga, “good” ini justru merupakan sebuah liability yang mempersulit seseorang (atau institusi, perusahaan, organisasi) untuk menjadi “great”. Ah …

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Tampilkan semua tulisan oleh Budi Rahardjo

4 Tanggapan to “Puas dengan Good saja”

  • Antony Pranata

    Iya betul… saya juga terinspirasi oleh David Foster waktu dia bilang ke kandidat2 American Idol, “You have to be great, not only good”.

  • tukangKoding

    Aneh..saya tidak pernah dengar ada “Great Software” . Biasanya juga “Good Enough Software” . Yang jelas , IMHO , bagi programmer kata yang paling nyaman adalah good . Mgkn karena dia tahu fakta sebenarnya dari sebuah program . Bosnya bilang great , marketingnya bilang great .. tapi programmernya bilang good lah :D

    good great good great ini apa bisa di-include-kan ke dunia programmer ya ?

  • Jajang Kusnendar

    Tetapi menurut saya “Great” lebih mudah didapat jika sudah “Good”, jadi jangan mengabaikan “Good” klo mau jadi “Great”.
    Ekstrimnya gak mungkin bisa “Great” klo gak “Good”. Kaya begitu pak :)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 649 pengikut lainnya.