Seminggu kemarin saya capek sekali. Setiap hari memberikan presentasi. Bahkan hari Sabtu pun masih memberikan presentasi (di seminar Artepolis-nya Arsitektur ITB karena paper saya masuk ke sana). Untungnya hari Minggu bisa sedikit istirahat (setelah malamnya disetrap di Ciwalk). Hari Senin ada waktu untuk kerja seharian di rumah. Nah, waktu ini saya manfaatkan untuk … membaca. Yes, sudah banyak buku yang menunggu untuk dibaca.
Buku yang saya pilih untuk dibaca adalah “Good to Great: why some companies make the leap and others don’t” karangan Jim Collins. Sebetulnya saya sedang mencari buku “Built to Last” dari pengarang yang sama. Nah, pas lagi di tempat pak Dimitri Mahayana saya lihat buku Good to Great ini. Kata pak Dimitri bukunya bagus. Langsung saya pinjam. Ternyata benar, buku ini bagus. Salah … buku ini great!!!
Buku ini bercerita bagaimana mengubah sebuah perusahaan yang hanya “good” menjadi “great”. Ternyata good itu bisa berbahaya karena orang menjadi terlena. Saya jadi berpikir (terpengaruh postingan saya tentang esensi tes masuk ke perguruan tinggi) tentang situasi di ITB dimana sebagian besar dosen sudah terlena (atau apatis?). ITB merupakan perguruan tinggi yang “good” tapi belum “great”. Nampaknya betul juga, “good” ini justru merupakan sebuah liability yang mempersulit seseorang (atau institusi, perusahaan, organisasi) untuk menjadi “great”. Ah …


Juli 26th, 2006 at 6:08 am
Iya betul… saya juga terinspirasi oleh David Foster waktu dia bilang ke kandidat2 American Idol, “You have to be great, not only good”.
Juli 26th, 2006 at 8:23 am
Good, good, good.
Juli 26th, 2006 at 8:45 am
Aneh..saya tidak pernah dengar ada “Great Software” . Biasanya juga “Good Enough Software” . Yang jelas , IMHO , bagi programmer kata yang paling nyaman adalah good . Mgkn karena dia tahu fakta sebenarnya dari sebuah program . Bosnya bilang great , marketingnya bilang great .. tapi programmernya bilang good lah
good great good great ini apa bisa di-include-kan ke dunia programmer ya ?
Juni 13th, 2007 at 9:38 am
Tetapi menurut saya “Great” lebih mudah didapat jika sudah “Good”, jadi jangan mengabaikan “Good” klo mau jadi “Great”.
Ekstrimnya gak mungkin bisa “Great” klo gak “Good”. Kaya begitu pak