Perang antara Israel dan Lebanon saat ini mengundang berbagai perdebatan. Salah satunya adalah perdebatan tentang boikot produk buatan Israel. Di berbagai milis diusulkan agar para pembaca memboikot produk buatan Israel. (Salah satu email mengatakan bahwa Starbucks perlu diboikot. Saya tidak yakin ada hubungannya.)
Jika orang hanya sekedar ngomong, maka seorang warga Finlandia sungguh-sungguh melakukannya. Dia merasa kesal karena Israel melakukan serangan “salah target” (?) sehingga tempat pengawas anggota PBB menjadi hancur. Empat orang dari berbagai warga negara meninggal. Salah satunya adalah warga negara Finlandia.
Jani Taskinen , salah seorang programmer warga negara Finlandia, memutuskan untuk berhenti dari tempat kerjanya, Zend, yang mendukung pengembangan program PHP. PHP ini bahasa pemrograman yang banyak digunakan untuk web. Alasan dia mengundurkan diri adalah karena Zend merupakan perusahaan Israel. Jani Taskinen pernah ikut menjadi UN Peacekeeper. Maka dia menyesalkan adanya UN Peacekeeper warga Finlandia yang menjadi sasaran Israel. Diskusi, cerita, dan kekesalan Jani Taskinen ada di situs ini:
http://digg.com/programming/Lead_PHP_programmer_quits#c2484943
Bagaimana pendapat Anda? Apakah Anda berani meninggalkan tempat kerja Anda karena prinsip patriotisme? Apakah siap Anda diberi label tidak profesional (karena mencampuradukkan tempat kerja dengan masalah patriotisme)?
ntar kalo kita nggak patriotik, dikatain gak profesional ama negara sendiri. Tapi berhubung yang ngasih makan perusahaan, bukan negara.. kayanya kalo saya (mungkin) lebih milih profesional ke perusahaan.
mungkin looh
Bravo Jani Taskinen…!!!! plok..plok..plok..
Berani untuk keluar.
Dan berani untuk bertahan.
Demi dua2nya: profesionalisme dan patriotisme.
Sambil berani melupakan urusan karir, personal revenue, dll.
I mean it.
Numpang lewat untuk komentar, pak Budi… Aku pribadi berpendapat bahwa tidak sebaiknya melakukan generalisasi. Maksudnya gini, katakanlah Israel memang jahat … tapi kan tidak semua orang Israel jahat… dan tentunya tidak semua perusahaan Israel itu jahat ataupun berkontribusi pada perang tersebut. Contoh lain, Indonesia sudah terkenal dengan orang2 yang tidak punctual dan suka korupsi … nah, aku sih gak mau di’judge’ seperti itu hanya karena generalisasi, lain halnya kalau memang aku terbukti tidak punctual dan suka korupsi. Kembali ke topik ini, IMHO, rasanya tidak layak keluar dari perusahaan (being unprofessional) karena alasan tersebut.
Kemudian masalah boikot Starbucks contohnya, karena menganggap bahwa dengan membeli kopi di situ maka kita berkontribusi pada perang Israel-Lebanon? .. duh, konspirasi ini terlalu besar bagiku… otakku gak nyampe … aku lebih seneng berpikir bahwa ketika aku minum kopi di starbucks (yang juaraaanng banget, berhubung di BPN kagak ada, kalopun ada rasanya gak mampu juga sering2
) adalah artinya aku membeli kopi dari sebuah warung kopi di Indonesia, yang salah satu profitnya tentu lari ke pajak dan dompet para pekerja di situ… pada kenyataannya sih aku lebih sering beli kopi di warung kopi biasa2 saja
fiuhh, kok panjang banget ya komennya hihihihi ..
ini bukan masalah patriotisme atau profesional lagi
ini udah masalah kemanusiaan
tentara zionis israel itu nggak pandang bulu melakukan genocide terhadap orang2 yg ada di lebanon
lagipula rizki itu Allah YME yg ngasih bukan company ato negara
company dan orang2 sipil israel & amerika yg bakalan jadi korban karena kebiadapan pemerintah mereka sendiri
tunggu aja tragedi WTC2, WTC3 dst
itu akibat ulah mereka sendiri sehingga melahirkan teroris2 baru
Dari sisi yang lebih ringan, berikut komentar dari digg:
—–
It’s sad to see a coder just quit like that.
” p.s. Delete my CVS account. I have no use for it anymore.”
Very sad. (Snarfy)
—–
Yeah. It’s sad they’re still using CVS. Maybe if they used SVN they could retain lead programmers better
(RyeBrye)
—–
Hehehe..
‘men do not live by bread only’,
(tapi juga kopi, gula, dan yang paling penting nasi). Tapi jujur kok, kalo aku jadi si Jani, mending minggat aja dari Zend, yah selain protes sekalian menghindari jadi target roketnya hamas.
sori aja deh, kalo dalam pihak ini aku gak pengen ngikut bela-belain hamas ato oke-oke saja sama kelakukan Israel. Mo boikot starbuck? Beli aja nggak pernah… Anyway Something woefull is happening, and anybody has the right to say what he believes in. Bravo mas Jani. Ngambek itu penting, soalnya kalo diam saja, nanti dikira boleh-boleh aja tuh orang finland dijadiin abon israel.
—–
”
Brain: Pinky, are you pondering what I’m pondering?
Pinky: I think so, Brain, but i don’t know…
“
Boikot Starbuck? Kemarin ke Starbuck di Chicago dan mereka sedang promosi Kopi Kampung Sulawesi. *chuckles*
http://www.starbucksstore.com/products/shprodde.asp?SKU=650040
#5 setuju pak daus, yang membagi rizki itu ALLAH bukan perusahaan, bukan negara, jadi ya….. yang jelas kalau saya nggak mau deh kalau kerja di israel, kalau untuk Zend mungkin OK2 aja, tapi gak yang dikantor israel.
menurut saya sih Jani Taskinen bertindak profesional kok. Dia kan mengundurkan diri dari perusahaan dengan alasan yang jelas. Yang nggak profesional, menurut saya .. bertahan di perusahaan Zend tersebut tapi menyabot usahanya, misalnya dengan ogah2-an ngerjain project (makan gaji buta), atau mengajak rekan2-nya buat mangkir dan demo perusahaan sembari masih tercatat jadi karyawan di Zend.
Wow… Cool..
That was amazing, Mr. Rahardjo.
I remember, about three years ago, someone post about boycott the product of Israel, I jokely reply, most of the internet site was built on PHP, supported by Zend engine, an Israeli Company.
I was joking at the time. I didn’t expect somebody will quit using or working in PHP because this issue. I was wrong..
And more suprising, he is not from Muslim countries.. Wowww!!
No wonder, someone said (Muhammad Abduh if I remember correctly), “In Europe, I don’t see Muslim but I see Islam”.
Personally, I hesitate to stop using PHP.. It’s a nice programming language.
Dari website-nya Starbucks: http://www.starbucks.com/aboutus/pressdesc.asp?id=668&rumor=true&cookie%5Ftest=1&fav%5Ftest=1
July 21, 2006
Starbucks Rumor Response
You may have seen a rumor or web posting about Howard Schultz, Starbucks and the Israeli army. The rumor and web posting are factually inaccurate. Neither Chairman Howard Schultz nor Starbucks fund or support the Israeli Army. Starbucks is a non-political organization and does not support individual political causes.
Di Finland penganggur mendapat tunjangan pemerintah,cukup untuk maintain kemampuan profesionalnya sampai mendapat pekerjaan baru di level yang sama dan mungkin juga cukup untuk berlibur sejenak. Ini perbedaan besar dengan situasi di Indonesia. Btw apakah Pak/Bu Jani ini programmer proyek-an atau memang meniti karir di Zend? Lepas dari hal-hal itu konsistensi tindakan dengan pikirannya nya layak dipuji.
Yang mungkin bisa dikatakan: bila ada yang melakukan tindakan serupa di Indonesia, dia lebih hebat dari Jani.
Cukup sulit ketika harus berhadapan dengan dua hal ini, profesionalisme adalah salah satu nilai yang kita miliki dan patriotisme adalah salah satu dari semangat hidup. Kalo aku lebih memilih memboikot produk zionis, toh di negara kita banyak produk bagus juga. Then, kalo pekerjaan utama harus dilepas masih banyak lahan kosong yang disiapkan Allah SWT untuk kita
.
Sikap patriotik penting, profesional jg penting, tapi yg paling penting menjadi orang baik. Orang yang baik mampu menggunakan akal sehat dan cerdasnya untuk menyelaraskan sikap patriotik dan profesional itu sendiri. Kalau saya lihat tindakan Jani sama sekali tidak terlihat tidak profesional. Dia ini orang yang baik, karena mampu menyelaraskan profesionalisme dan patriotisme, bahkan kepeduliaannya terhadap kemanusiaan. Tindakannya didasarkan pada hati nuraninya. Kita sendiri apa sudah berbuat sesuai dengan nurani kita? Apakah kita sendiri sudah peduli terhadap kemanusiaan?
Saran bagi yang berencana boikot, apakah boikot harus terhadap semua produk, tentu saja tidak. Yang dibutuhkan hanyalah berpikir cerdas dan memilih produk yang tepat.Tidak perlu harus keluar perusahaan, tidak perlu boikot terhadap produk yang tidak ada alternatif produk yang lain. Yang terpenting adalah apakah kita mau dan mampu berkontribusi atau tidak demi kemanusiaan.
Mudah2an dengan memberikan sumbang sih pikiran ini, menambah kontribusi kita, aamiin..
Kenapa boycott Israel itu perlu? Karena it is the only non-violence way to fight against Israel occupation and its apartheid system. Ngapain musti demonstrasi yg akhirnya gak didengar juga atau mau ikutan mati dgn jadi relawan atau yg lebih ekstrimnya mau meneror dgn bom2??
Mungkin ada baiknya Pak Budi membaca dahulu artikel dr Virginia Tilley, professor di Afrika Selatan: http://www.counterpunch.org/tilley08052006.html
Bahkan sekarang dgn adanya kekejaman Israel yg jelas thd penduduk sipil Lebanon, sudah mulai gerakan boikot 4 hal thd Israel:
1. Boycott for Israel goods/products, companies.
2. Boycott for Israeli cultural activities.
3. Boycott for Israeli sport.
4. Boycott for Israeli academics.
Di artikel Virginia tsb. keempat hal di atas dibahas kenapa kita harus boikot.
[...] profesional-itas dari pimpinan-ku, atau-kah aku harus bertahan demi menjaga etika personal yang sok patriotis yang memang memiliki relevansi dalam referensi pekerjaan-ku ke [...]
Menambahkan apa yg dikatakan Budi…
emang cari kerja di Indonesia gampang????
Ya selamat jd pahlawan deh…….