Belum Berani Pakai Linux

Minggu lalu saya terlibat dalam sebuah diskusi di sebuah perusahaan besar di Indonesia. Diskusi berkisar pembuatan standar untuk mereka. Salah satu yang dibahas adalah standarisasi sistem operasi. Salah satu sistem operasi yang saya usulkan adalah Linux (sebagai pengganti UNIX lain yang proprietary). Ternyata muncul banyak keberatan.

Keberatan yang pertama adalah soal support. Mereka tidak yakin ada perusahaan yang berani memberi support untuk Linux, padahal aplikasi mereka termasuk yang mission critical. Saya katakan kepada mereka bahwa perusahaan besar seperti IBM dan HP pun memberikan support kepada Linux. Namun mereka masih belum puas karena belum mendapatkan contoh perusahaan yang menggunakan Linux secara corporate. (Bukan di desktop tapi di backend.) Oh ya, dunia mereka adalah perbankan.

Mereka juga mengatakan bahwa UNIX yang mereka gunakan adalah untuk mendukung database (dalam hal ini adalah Oracle) dan aplikasi berbasis web. Saya katakan juga bahwa Oracle didukung (dan mendukung) Linux. Namun mereka masih belum yakin. Wah, mungkin saya harus bawa iklan dari Oracle (plus perusahaan besar lainnya) yang mengatakan mereka mendukung Linux. Tempat kami juga pernah bereksperimen dengan Oracle di Linux (non Redhat lho).

Hal lain yang mereka keluhkan adalah kesulitan mereka dalam mencari driver. Saya katakan bahwa itu mungkin terjadi untuk desktop (yang berasal dari berbagai vendor), akan tetapi tidak terlalu masalah untuk backend yang biasanya vendornya lebih sedikit. Kalau mereka sudah mengatakan mendukung Linux yang semestinya tidak masalah. Ada yang mengatakan bahwa dulu dia mengalami kesulitan mencari driver ethernet card-nya. Saya rasa kalau saya debat panjang lebar mungkin mereka masih belum percaya juga bahwa Linux dulu sangat jauh berbeda dengan Linux yang sekarang.

Wal hasil, mereka belum mau beralih ke Linux. Oh well … Nampaknya harus ada skunk work, diam-diam pasang Linux. Ha ha ha.

About these ads

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua tulisan milik Budi Rahardjo

27 responses to “Belum Berani Pakai Linux

  • bobz

    hahaha .. mirip banget ni kejadiannya kayak yang saya alamin pak. Saya dkk berniat untuk me-linux-kan semua komputer di suatu sekolah terkenal di Jakarta. waktu itu sudah ada acc dari kepseknya. walau blm ada surat resminya beberapa komputer dan ada satu lab guru sudah kami linux-kan! =D

    Tapi selang satu bulan, salah satu guru disekolah sono yang ngerti IT nya setengah2 malah suruh kita balikin lagi ke mikocok dengan alasan, “negara kita kan negara miskin, jadi wajar aja kalo pake produk bajakan” hahaha .. susah de kl dari orang2 sononya ga ada niat untuk make linux/unix

  • Priyadi

    hmmm lihat judulnya saya kira ini tentang migrasi dari windows ke linux. ternyata dari unix ke linux, ya harusnya gak rumit lah. kalau soal support jauh lebih gampang cari admin/calon admin yang ngerti linux daripada proprietary unix. tapi perbankan ya. jangan2 memang ada hardware atau software exotic yang terlibat.

  • kunderemp

    Kurasa problemnya bukan pada migrasinya, Pak. Kurasa problemnya, kalau ada masalah, pihak mana yang harus menjadi obyek tuntutan hukum.

    Jadi saat mereka mengatakan “gak ada support”, yang mereka maksud bukanlah pihak yang membantu mereka dalam menggunakan linux tetapi pihak yang akan dimaki-maki dan dimarahi serta dituntut jika ada masalah.

    Jadi skunk-work kayaknya gak bisa dijadikan solusi deh :p

    (catatan: komentarku ini bersifat sok tahu tanpa didukung pengalaman nyata)

  • admin@ngeblog


    Tempat kami juga pernah bereksperimen dengan Oracle di Linux (non Redhat lho).

    Apakah itu Debian GNU/Linux, Pak?

  • Ronny

    Bahan2 bacaan:

    Dari salah satu kernel developer:
    http://www.kroah.com/log/linux/ols_2006_keynote.html

    Menunjukkan komitmen Oracle ke Linux:
    http://www.oracle.com/technologies/linux/index.html
    http://www.oracle.com/technology/tech/linux/index.html
    http://news.com.com/Oracle+looking+to+Linux/2100-7344_3-5825433.html
    http://oss.oracle.com/

    Coba aja suruh ke http://www.oracle.com tulisan Linux selalu ada di menunya, tapi UNIX gak ada.

    Sebetulnya ongkos utk mencoba Linux di test environment seharusnya nggak mahal. Apalagi kalo ada potensi utk cost-saving in the long run, rugi kalo gak dicoba.

  • feha

    nampaknya concern mereka masuk akal dan sering sekali dilontarkan oleh level corporate. Support….support….dan support.

    Mungkin kata kunderemp mencari “yang bisa dimaki2″, agak sedikit ekstrim. Tapi itu sangat benar adanya….terkadang company support yang dimaksud kan emang company yang bisa dibagi tingkat resiko yang harus dialami oleh company asal :)

  • Sterli

    Hidup Linux….

  • dewo

    Kadang-kadang dari linux ke linux juga bikin gamang.
    Atau hanya perasaan saya saja ya?

    *** Kabur… ***

  • Andry

    Contoh penggunaan Linux untuk backend Oracle pada korporasi besar?

    Walah, bukannya banyak pak?

    Industri telekomunikasi banyak yang berjalan dengan konfigurasi Oracle + Linux. Setidaknya, saya pernah menemui 6-8 boxes (di 3 perusahaan major) dengan konfigurasi Oracle + RHLE untuk system critical mereka (datawarehouse, BI, dan beberapa SOA). Semuanya tangguh.

    Komponen Oracle seperti RAC atau OCFS sepengetahuan saya juga banyak turun dengan contoh konfigurasi di Linux (khususnya, RHLE).

    Untuk komponen middleware Oracle seperti OC4J, menurut subyektif saya, malah lebih gampang diimplementasikan di Linux ketimbang di OS lain. Yang pernah saya coba, Solaris, Windows, dan Unix.

    Kalo boleh tau, itu pake AIX pak? Kok sepertinya orang-orangnya resisten banget pindah platform :)

  • gtanuel

    Saya sependapat dengan kunderemp dan feta nih. Kebanyakan “support” yang dimaksud adalah bagian dari CYA (cover your a**) attitude. Jangankan perbankan, kantor sejumlah 10 pegawai aja juga begitu. Banyak nih di sini.

    (PS: Sengaja ganti theme biar nggak pakai #nn lagi ya Pak? Maksudnya biar lebih ada persona-nya ya hehe)

  • wiznu

    Hahaha memang banyak perusahaan lom brani pake linux karena masih kurang pengetahuan tantang linux, dan banyak driver hardware yang susah di cari untuk linux

  • Budi Rahardjo

    @Andry,
    seharusnya banyak. Nah, bolehkah Anda memberi contoh nama insitusinya? Soalnya kalau tidak ada yang terbuka, tidak bisa dicontohkan. Akibatnya tidak ada yang berani.

    Yes, saat ini mereka pakai AIX dan Sun Solaris.

  • Yuda

    Takut make linux karena ragu tentang supportnya ? bukannya klo pake mikocok malah “ga ada” supportnya ? coba aja yang beli asli telpon ke supportnya dibantuinnya sampai seberapa sih ???
    Klo liat judulnya “Belum berani pakai linux” kan belum ya pak berarti kemungkinan akan pakai :D

  • Budi Rahardjo

    @Yuda, memang mereka “belum”. Jadi masih ada harapan (besar) akan pakai. Sebetulnya mereka sudah pernah melakukan evaluasi. Hasilnya: mereka pusing dan harganya tidak murah (karena mereka mau jalanin Linux di Mainframe sih, hi hi hi). Gak tahu konsultannya siapa sehingga mereka gak yakin :(

  • Andry

    Pak Budi,
    Bisa. Saya ada contoh riil dilapangan.
    Via email saja ya pak. Memang tidak ada code of conduct bahwa informasi ini boleh/tidak ditaruh diruang publik, tapi untuk jaga-jaga saja. Play safe.

    Pak Budi reply saya ke imel ini, sore/malem saya jawab. Saya lagi cekak benwit :)

  • Priyadi

    Kurasa problemnya, kalau ada masalah, pihak mana yang harus menjadi obyek tuntutan hukum.

    seandainya ada masalah, 99.9% kasus gak akan bisa nuntut juga, paling pol mungkin cuma maki2. soalnya udah ada klausul di EULA-nya. hampir semua software retail gitu.

  • ricorea

    Jamsostek, datawarehousenya (Oracle) emang pake Unix krn dulu waktu beli mesinnya emang Sun Microsystem Enterprise 3000. Tapi di cabang2nya, sejak mesin SparcStation seri 4 dan 5 di museumkan, mrk beralih ke IBM Netvinity. Disitu pake Linux plus Oracle for linux lah.

  • daus

    habis blom ada perusahaan di indonesia yg bener2 core bisnisnya di linux support dengan kekuatan penuh sih pak.

    perusahaan2 yg core bisnisnya linux baru perusahaan2 skala SME dengan sdm linux support yg terbatas. jadi pasarnya sebenarnya masih cukup besar tapi pemainnya masih sedikit dan mainnya cuma skala kecil menengah doang.

    kalo nggak salah dulu ada asosiasi pengusaha linux indonesia. sayang nggak jalan :-(

    kalo kita bisa menggabungkan perusahaan2 linux indonesia menjadi suatu asosiasi, jaringan, kartel atau apalah yang kuat untuk support linux di seluruh indonesia.

    saya kira pengusaha maupun pemerintah indonesia sedikit2 keraguan untuk menggunakan linux akan berkurang. betul nggak penonton

    hayo siapa yg mo gerakkan kembali asoasiasi dan jaringan pengusaha linux indonesia?
    saya pasti ikut hehehehehe

  • harry

    Oracle justru sekarang lebih mendorong customer2nya untuk menggunakan Linux :-)

    Mereka kelihatannya agak cemas jika produk mereka musti berjalan di platform proprietary; karena mereka jadi ketergantungan dengan pihak lain.

    Dan secara internal, produk-produk Oracle mulai di-tune agar lebih optimized jalannya di Linux.

    Kalau masih perlu informasi perusahaan2 lainnya yang juga sudah menjalankan Oracle di Linux, bisa kontak Pak Rusmanto (Infolinux); saya juga ada email & HP beliau kalau perlu.

    Semoga membantu.

  • amaysia aifin

    bukannya ITB itu dikhususkan hanya untuk tekhnik aja yach, dan kalo gitu, bisa diubah jadi unversitas dong

  • jef198

    Wah kok saya jadi tahu ya nama perusahaan besar itu… :) Melanggar/NCR ISO 27001 ga ya :P

    Saya sih melihatnya perlu support… perlu ada jaminan yang jelas siapa yang akan mendukung… Kalau pun EULA M$ begitu, silakan saja buat perbandingan… Tapi kan untuk si “perusahaan besar” ga hanya EULA tapi juga Premiere Support misalnya… Untuk yang besar memang perlu jaminan keamanan… Kalau mau sajikan perusahaan semacam perwakilan RedHat atau SuSe di Indonesia yang menyediakan layanan semacam Premiere Support… sayangnya memang orang Linux kurang agresif…

    Tentang driver itu mungkin pengalaman buruk, yang saya juga pernah alami di tahun 98… Memang Linux kala itu belum dukung semua perangkat keras… Perlu bukti tertulis memang…

    Mengenai dukungan perusahaan besar untuk Linux juga perlu disajikan secara lengkap…

    IBM juga rada oportunis… masak untuk implementasi Linux di Mainframe perlu 315k$ ? waks… Coba aja… z/OS dibuka sourcenya atau Mainframe dibuka headernya… Bisa deh write Linux on top Mainframe… Karena Mainframe umumnya dimiliki perusahaan besar dan sekarang ini Mainframe teknologinya hampir “mati”… Kan sayang udah invest besar di Mainframe… Kalau IBM buka aja sourcenya … pasti Linux tambah populer deh… Almost everybody who has mainframe will migrate from z/OS to Linux ’cause Linux very very flexible in developing application than z/OS…

    Ya sudah… coba saja usulkan Pak… tapi argumentasinya harus kuat, pro-kontra, kelebihan-kekurangan, SWOT-nya lengkap… mungkin bisa diterima… Plus step-step meng-implementasikan… (roadmap gitu lho Pak :) )

    Linux, gampang lagi, asik lagi, enak lagi…

  • munggur

    Linux?

    Sebenarnya saya mau coba Linux berhubung memakai Windows selalu khawatir dengan Brontok cs dan keluarga besarnya – masih trauma karena pernah terserang banyak kali. Bahkan, sudah mengoleksi Knoppix dan Ubuntu (gratis dikirim dengan ShipIt)…..

    Tapi masih enggan, maklum kebanyakan software baru (yang sering saya coba dan review) jalannya di Windows (saya pakai Windows XP) dan Linux masih menyeramkan untuk orang awam seperti saya….. RUMIT dengan resiko NGGAK DONG… kecuali bagi yang pernah berkuliah di TI akan memandangnya MUDAH.

    Semoga ke depan makin banyak tempat kursus yang mengajar Linux (dengan beragam distro-nya bukan hanya yang text-based melulu). Usulken aja, bung Rahard agar Linux harus jadi kurikulum wajib di SMP dan SMU (seperti di Kerala, India).

  • imamprast

    kalau soal tidak percaya soal support, memang mudah dipahami. saya sudah mengalaminya. kemarin saya berusaha menginstall linux di PC saya, sudah coba berbagai macam distro tapi gagal semua……
    hayo gimana neh….
    saya selaku pemakai komputer rumahan mungkin kurang begitu dirugikan (meskipun rugi juga). terus bagaimana kalau itu perusahaan???

  • bluetux

    soal mudah apa tidaj bukan masalah dari jurusan IT dan bukan IT, tapi mau lebih kepada mental prmbelajar, ingat ” You Can If You Thing Can ” , Linux Untuk Martabat Bangsa

  • jemiro

    haha, saya setuju pak.. haha,, linux mengasikan kok, saya sedang pakai linux ubuntu (kok jadi curhat),, btw mau nanya lagi donk pak, masalah LINUX dan UNIX,, mungkin bisa dibiki treathnya ^^,, [request mode on ^^]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.596 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: