Kiriman dari IEEE bulan ini (Oktober) telah datang. Isinya adalah IEEE Computer, Internet Computing, Security & Privacy, dan Software. Dari empat majalah (journal) ini, baru satu yang sempat saya buka yaitu IEEE Computer. Topik bahasan kali ini adalah “Software Engineering: Past and Future.” Belum semua artikel saya baca, tapi ada beberapa yang sudah saya baca sepintas.
Topik formal methods (metoda formal) disebut di beberapa bagian. Metoda formal adalah penggunaan matematik di setiap langkah pengembangan (aplikasi, software, hardware). Bahasannya biasanya sangat matematis dan teknis sehingga tidak banyak orang yang berminat. Saya sendiri sempat mengajar kuliah metoda formal di kampus ITB sebagai mata kuliah pilihan untuk tingkat S2. Biasanya yang mendaftar hanya 5 orang. Dua tahun terakhir ini mata kuliah tersebut tidak saya berikan karena saya menduga peminatnya tidak banyak. Sayang sekali memang. Akhirnya ilmu metoda formal saya menjadi tumpul juga. Padahal saya sudah melakukan investasi (waktu, energi, buku, majalah, journal, artikel, tools, dan banyak hal) yang cukup banyak. Oh well…
Artikel yang cukup menarik juga adalah tentang pengajaran pemrograman dengan judul “What Have We Not Learned about Teaching Programming?” yang ditulis oleh David Gries. Artikel dimulai dengan cerita mengenai konferensi software engineering yang terjadi di tahuan 1968. Pada waktu itu tokoh yang memiliki pengaruh besar di dunia software adalah Edsger W. Dijkstra, Tony Hoare, dan Niklaus Wirth. (Hmm… Eropa?) Mereka memang memberikan kontribusi yang sangat besar di dunia software. Saya sendiri membaca beberapa tulisan mereka yang menarik, bahkan saya sempat menggunakan buku Hoare untuk mengajar metoda formal.
David Gries mengatakan di dalam artikel itu bahwa dia tidak suka (tidak mau?) menggunakan C++ dalam kuliah untuk pemula karena C++ sangat kompleks. Padahal dalam belajar diharapkan siswa belajar dari yang mudah. Saya setuju bahwa C++ atau C itu kompleks, tapi kadangkala kita terpaksa harus mengajarkannya untuk pemula. Untuk bidang ilmu komputer (computer science), siswa memiliki kesempatan yang banyak untuk belajar pemrograman, tapi untuk mahasiswa teknik elektro kesempatan itu tidak banyak. Mereka, secara formal, hanya memiliki kesempatan untuk belajar pemrograman dalam 1 kuliah saja. Mereka nantinya harus menghadapi hardware dan software yang ternyata masih didominasi oleh C atau C++ (dan bahkan bahasa mesin). Mau tidak mau, saya terpaksa menggunakan C atau C++ untuk mengajar pemrograman. Apa boleh buat. Untungnya sekarang saya tidak mengajar pemrograman lagi. (Mungkin lain kali?)
Masih banyak lagi artikel yang menarik dari IEEE Computer ini. Lain kali saya tuliskan lagi. Sekarang saya mau membaca dulu.


Oktober 29th, 2006 at 7:05 am
Pak Budi, bagaimana kalau nulis artikel tentang formal method? Mungkin isinya gambaran umum tentang formal method, terus contoh penggunaan, dan pro kontra menggunakan metoda ini dalam dunia software. Ini maksa gak ya
Oktober 29th, 2006 at 7:21 am
ya, memang belajar pemrograman sama belajar bahasa pemrograman itu beda.
bahkan, beberapa teman saya menganggap c/c++ itu susah banget.
Oktober 29th, 2006 at 11:49 am
Fakultas Ilmu Komputer UI, tadinya (sejak tahun 2000) menggunakan Java untuk mata kuliah Dasar-Dasar Pemrograman (Foundation of Programming) tetapi akhirnya kembali ke C (sejak tahun 2005) namun mengajarkan Java di mata kuliah Pemrograman Berorientasi Obyek di semester dua.
Saya pribadi (kelas internasional angkatan 2002) merasakan ruginya belajar menggunakan Java untuk mata kuliah Struktur Data dan Algoritma. Karena saat berada di Australia dan mengambil mata kuliah Computer Graphics, aku mati kutu karena gak bisa bikin (bahkan) sekedar link-list sederhana dengan C.
C++? Waduh.. saya benar-benar buta deh tentang bahasa itu. Ya.. kalau cuma secara prosedural mungkin masih bisa, tapi aku gak yakin kalau OOP-nya pakai C++.
Metode Formal yah? Tertarik untuk belajar sih..
semester depan ngambil ah…
Ironis.. saya sudah tahun kelima di Fasilkom UI tetapi saya masih merasa banyak yang harus saya pelajari. Saya masih merasa belum tahu apa-apa. Saya masih merasa ilmu saya cetek. Padahal tuntutan untuk lulus sudah berdatangan dari berbagai pihak (keluarga, istri, mertua, kawan-kawan)..
Oktober 29th, 2006 at 12:02 pm
Sayangnya saya kehilangan bacaan jurnal-jurnal IEEE dan ACM sejak balik ke Indonesia
( Tapi thanks mas Budi infonya, saya akan coba cari jurnalnya. BTW, di Jepang, C adalah bahasa wajib anak-anak computer science, diajarkan sejak semester satu dan digunakan di semua project kuliah, dari mata kuliah software engineering, signal processing, sampai computer graphics. Object-oriented dan functional programming diajarkan di tingkat dua ke atas. Dan nikmat ber-object-oriented akan semakin terasa kalau sudah banyak makan garam dan cabe prosedural
Oktober 29th, 2006 at 10:45 pm
Buat Romi apa perlu aku kirimin pdfnya dari sini
japri aja ya kekekeke.
Oktober 30th, 2006 at 3:53 pm
Waks..
Mau dong, Pak…
Tapi kalau japri, saya gak tahu alamat bapak..
November 1st, 2006 at 11:02 am
pak made, boleh dong dapet kiriman PDF nya:D
Januari 29th, 2007 at 4:58 pm
Salam kenal pak Budi,
Saya sedang TA dengan topik formal method, saya masih bingung dengan judul TA saya, kira – kira ada masukan dari Bapak.
Terima Kasih
Salam
April 14th, 2007 at 10:34 am
ass
pa budi saya mautanya gimana caranya embangun suatu web yang bagus dan mempunyai keamanan yang canggih.kira-kira harus menggunkan bahasa pemrograman apa?dan reperensinya bisa saya dapatkan dimana?
wslam
terimakasih….
Oktober 31st, 2008 at 6:54 pm
Saya telah menemukan cara menguasai komputer akuntansi dalam 15 menit (www.cat22.net) sekarang saya ingin mendapatkan skil Software Engineer. Mungkin kita bisa bekerja sama.
Juli 21st, 2009 at 7:15 pm
pak pinjam bukunya hoare donk…
sekalian semester depan ngajar lagi yah formal methodnya…
Januari 5th, 2011 at 11:14 am
halo pak budi raharjo, saya Fritz, yang dulu sering beli buku bapak, tapi susah ngertinya. hehe.
Sekarang, saya sudah menyelesaikan 30% sistem operasi CAT22 saya.
Ini adalah bebepara program yang nantinya ada di sistem operasi CAT22 saya.
http://cat22net.blogspot.com/2011/01/4-karya-fritz-gamaliel.html
CAT22 yakin akan dapat menyaingi sistem operasi windows.
Terus maju IT Indonesia!
Februari 1st, 2011 at 9:34 am
Indonesia harus bisa..!