Antara Kerja dan Sakit

Di posting terdahulu saya bercerita mengenai (super) kesibukan saya. Ada yang bertanya apakah saya makan suplemen? Tidak. Biasa saja. Minggu ini pun saya genjot kegiatan saya. Full speed ahead. Tapi, ternyata ada batasan juga kemampuan manusia ini. Apa lagi pada manusia yang mulai digerogoti usia seperti saya. Salah satu akibatnya adalah sakit.

Hari ini saya tumbang. Sebetulnya kemarin (Rabu) saya sudah sakit, tapi masih nekad juga ngajar (di Suspim PT Telkom) dan melakukan meeting. Tapi di tengah-tengah, saya tidak kuat lagi. Biasa, penyakit saya adalah penyakit perut. Diare. Bolak balik ke WC. Akibatnya lemas. Seperti biasa juga tekanan darah juga ikut drop. Berkunang-kunang.

Lepas maghrib, istri saya mengantar ke dokter. Sang dokter tertawa. Memang kalau dilihat sejarah penyakit saya memang ya sakit perut ini terus. Obatnya ya itu-itu lagi dan larangannya itu-itu lagi.

Pagi ini saya sudah berniat mengajar kuliah, tapi saya coba buka buku, mata berkunang-kunang. Hmm… nampaknya tidak boleh dipaksakan. Menyerah. Saya SMS ke dosen lain apakah bisa menitipkan kelas. Kebetulan ini kelas paralel sehingga ada dosen lain yang mengajar kuliah yang sama pada hari dan jam yang sama. Agak susah melakukan koordinasi untuk kelas pagi (yang dimulai jam 7 pagi) karena belum ada siapa-siapa di kampus. Saya pun belum tahu cara memberitahukan kepada mahasiswa jika kelas dibatalkan (tidak bisa disisipkan di kelas dosen lain.) Kasihan juga mereka sudah datang pagi tapi gak ada kuliah. Well, what can I do? Sorry kids. Will make it up next time.

Tadinya mau membuka komputer saja sudah tidak bisa. (If you’re an internet addict, you know that this is for real. Not just prentending to be sick. You can’t even open an email! I fell so weak. Mual dan dunia ini seperti goyang, seperti mabuk di kapal lah.) Sekarang ini bisa membuka notebook sambil tiduran, karena tidak kuat untuk duduk.

Mudah-mudahan badan agak enakan dalam 2 jam-an ini sehingga saya bisa bergerak lagi. Yup, saya masih nekad akan memberikan seminar pagi ini. Untungnya seminarnya duet, gaya Sharing Vision. Jadi kalau lemas, saya bisa duduk dan menyerahkan kepada pembicara lain (pak Dimitri Mahayana atau pak Arry Aa). I’ve got to be there. Gak boleh sakit. Atau, sakit pun gak boleh menjadi halangan. Doakan biar sembuh ya. Mau tidur 2 jam dulu untuk mengumpulkan tenaga. …

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Tampilkan semua tulisan oleh Budi Rahardjo

20 Tanggapan to “Antara Kerja dan Sakit”

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 649 pengikut lainnya.