Musim hujan sudah tiba. Tiap hari hujan mengguyur kota Bandung ini dengan derasnya. Nah, timbul masalah baru lagi, banjir. Jalan berubah menjadi sungai. Penyebabnya ternyata adalah selokan atau got yang mampet karena sampah yang dibuang oleh orang. Parahnya sampah yang memenuhi selokan itu adalah sampah yang tidak membusuk, seperti plastik. Mereka malah bikin mampet.
Pernah suatu saat ada anak-anak tetangga main di halaman rumah kami. Kebetulan di halaman rumah kami ada ayunan dan sering anak-anak tetangga datang bermain. Nah, suatu ketika mereka membuan bungkus makanan dengan sembarangan dan ditegur oleh istri saya. Ketika ditanya, harusnya buang sampah dimana? Seorang anak menjawab di selokan. Hah!?@! Berarti mereka diajarkan (mungkin di rumah? atau melihat temannya?) bahwa membuang sampah yang benar adalah di selokan. Pantas saja selokan menjadi penuh dengan sampah.
Suka tidak suka, inilah kebiasaan orang Indonesia yang harus diubah dengan edukasi. Tidak bisa mereka kita minta untuk mengerti begitu saja. Harus ada edukasi di TV, radio, dan web. Ayo kita buat slogan dan logo yang bisa dipasang di web kita, bahwa buanglah sampah pada tempatnya. Aa Gym dulu sering mempromosikan hal ini, tapi sekarang nampaknya kurang gencar lagi.
Di saat yang sama, kita sadari harus ada kegiatan khusus dan reaktif untuk menangani masalah banjir dari selokan ini. Saya mengusulkan agar pemerintah atau kelompok-kelompok masyarakat membuat “tim tikus got“, yaitu orang-orang yang bertugas untuk membersihkan got dan membuang sampah di sana ke tempat sampah sesungguhnya. Kegiatan ini bisa kita sebut “operasi tikus got“. ha ha ha.
Pegawai dinas kebersihan mungkin bisa dipekerjakan untuk melakukan hal ini. Kalau kurang orang mungkin bisa mengerahkan pegawai pemda lainnya. Tentu saja mereka diberi honor tambahan. Kumpulkan dana dari masyarakat atau dana dari sumber lain. Saya yakin banyak pihak yang mau memberikan dana asal operasi tikus got ini betul-betul dikerjakan secara serius. Bagaimana? Kita mulai dari lingkungan kita dulu? Atau … cuek saja ah. Itu sih urusan orang lain …


Desember 8th, 2006 at 11:29 am
Do they ever realized … ?
kalo saja sampah tidak dibuang ke Got. Kalau sampah dikelola dengan baik oleh masing-masing lingkugnan rumah tangga. Keadaan akan lebih baik, dan tidak perlu ada operasi besar2-an ketika menjelang hujan?
Desember 9th, 2006 at 2:32 pm
dalam maqoshid syariah, memelihara lingkungan hidup memang ndak masuk hitungan. bahkan ada hadits nabi, yg ceritanya membuang sampah ke halaman belakang rumah gitu ajah.
Desember 9th, 2006 at 10:47 pm
itu sama seperti di desanya kakek saya. Biasanya pada waktu alian got agak deras, mereka makin semangat buang sampah ke got itu. Katanya karena alirannya deras jadi sampah-sampahnya bisa terbawa arus. Lah… itu sampah ntar numpuknya dimana lagi hayoh kalo nggak di sungai. Duh.. paraaaahh.. >___
Februari 27th, 2007 at 6:09 pm
biasaLah dah gak aneh rakyat indonesia cepet lupa , ketika leuwi gajah longsor ,semua berkoar-koar saling nyalahin Lah,saling mengeluarka opiniLah ,serta merta menguak cara manfaatin sampah yg bisa menguntungkanLah ..ujungnya….LUPAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA gak pernah tuntas
Januari 31st, 2008 at 7:31 pm
Di Indonesia, got identik dengan tempat sampah….. mk usul ada tim tikus got….. rasanya masuk akal juga, tapi kalau timnya cuma 1 sedangkan yang buang sampah 200 juta orang, yaaa gak… lah!!!
Januari 31st, 2008 at 7:41 pm
Ide bagus ada… ‘tim tikus got’…tapi got yang mana ya!, di indonesia comberan, saluran air, kali, sungai, laut, semua bersampah, kasihan deh… ‘tim tikus got…ntar gajinya… abis untuk…beli obat masuk angin!!!
Juni 13th, 2010 at 9:46 am
ati-ati lu para “tikus got”, ntar gw setrum pakai alat baru beli gw RAT ZAPPER yg mantaaaapsss… heheee
http://www.ratzapper.blogspot.com (alat pembasmi tikus)