Pilihan Aa Gym

Hampir sebulan saya tidak baca koran lokal dan tiba-tiba diajak ngobrol orang dengan topik terkini. Bingung saya. Mereka ngomongin apa sih? Dasar kuper ya. Akhirnya saya tahu salah satu topik yang menjadi perdebatan adalah tentang Aa Gym yang menikah lagi. Halah … topik beginian kok menjadi topik nasional? Apa nggak ada topik yang lebih penting lagi? Tapi akhirnya saya juga menulis blog entry ini juga. Arrrggghh.

Perdebatan yang ada menurut saya jatuh kepada dua hal ini

  • Masalah poligami-nya sendiri
  • Masalah Aa Gym yang melakuan poligami

Untuk masalah yang pertama, soal boleh atau tidaknya poligami, bagi saya sudah tidak menjadi isyu lagi. Boleh. Titik. Mungkin ini yang disebut blind faith? Tapi jika Al Qur’an mengatakan demikian, mengapa perlu kita sangkal?

Banyak diskusi mengenai apakah itu sunah atau tidak. Menurut saya sih ini juga sudah nggak usah dibicarakan. Jika Anda menganggap bahwa Nabi Muhammad (saw) adalah panutan dan bahwa apa yang beliau lakukan atau ucapkan sebagai sunnah, maka poligami itu sunnah.

Banyak kemudian orang yang mencari-cari dalil atau alasan bahwa itu tidak berlaku lagi. Menurut saya mereka cari kerjaan saja. Jika tidak boleh, maka Al Qur’an akan mengatakan tidak boleh. Contoh yang paling mudah adalah minuman keras (minuman beralkohol yang memabukkan). Padahal jaman jahiliyah itu orang-orang pada minum yang memabukkan. Adanya perintah bahwa tidak boleh, maka tidak boleh. Tidak ada ceritanya karena sekarang dunia sudah moderen – dan menjadi lifestyle - maka minuman keras jadi boleh.

Ada contoh lain, misalnya riba, makan daging babi, dan seterusnya. Meskipun sistem finansial sudah moderen, yang namanya riba ya tetap riba. Atau kalau kita sudah menemukan cara memasak yang lebih sehat maka daging babi boleh dimakan. Hiii Bagi saya, ini sudah jelas. Al Qur’an adalah panduan yang jelas. Yang tidak boleh pasti sudah dikatakan tidak boleh. Herannya masih banyak orang yang mencari-cari dalil untuk membenarkan pendapat mereka.

Kalau saya sih, aturan ya sudah aturan. Mengenai kita mau melakukan atau tidak itu terserah kepada kita. Ada banyak aturan agama yang kita tahu dan kita tidak mampu atau tidak mau melakukannya. Saya sih jujur saja, ada hal-hal yang tidak mau saya lakukan (termasuk poligami itu). Mungkin karena keras kepala? Biarin. he he he. Masih banyak lagi hal-hal yang dianjurkan oleh agama yang belum saya lakukan. Misalnya, nggak ada contoh main musik. Saya tetap nekad main musik, masih belum mau meninggalkan musik. (Bukan saya lantas mencari-cari alasan.)

Okey?

Masalah yang kedua, soal Aa Gym yang melakukan poligami. Nah, di sini letak permasalahannya. Jika yang melakukan poligami adalah sopir truk atau bahkan pemilik warung warlaba besar, mungkin tidak akan banyak perdebatan. Orang akan mencibir sekali dan selesai sudah. Masalahnya adalah Aa Gym merupakan tokoh masyarakat dan panutan orang banyak. Ini yang menjadi masalah. Akan saya coba ambil analogi seperti di bawah ini.

Misalnya, kita sedang ribut dengan Amerika dan presidennya, Mr. Bush. Mereka kita anggap nggak bener. Pokoknya kita sebel dengan mereka. Nah, tiba-tiba Aa Gym pindah warga negara menjadi warga negara Amerika dan membantu Mr. Bush. (Ini hanya contoh aja lho.) Bagaimana perasaan kita? Sebel dan kesal sekali kan. Hah!@! Ngapain sih si Aa? Menjadi warga negara Amerika kan nggak ada salahnya. Banyak orang yang melakukan hal tersebut. Ada sobat saya juga yang menjadi warga negara Amerika. Nggak ada masalah. Hanya, kalau Aa Gym menjadi warga negara Amerika ketika kita sedang masalah dengan mereka … itu bikin masalah. Kita merasa dikhianati. Padahal kita tidak tahu alasan dia mengapa melakukannya. Tapi kita tidak peduli. Yang kita pedulikan adalah bahwa kita sakit hati. Itulah yang terjadi. You hurt our feelings.

Tentu saja Aa Gym secara agama dan hukum tidak salah. Dia tidak membutuhkan restu atau ridho dari manusia seperti kita-kita ini. Ridho dari Allah sudah cukup. Jadi untuk itu saya mendoakan agar Aa Gym dan keluarganya diberi perlindungan, ridho, dan kasih sayang dari Allah (swt). Kepada Aa Gym dan keluarganya mohon maaf bahwa kami ini masih kesal kepada anda, tidak terima dengan kondisi seperti ini.

Saya melihat pribadi Aa Gym sebagai orang yang sabar. Ketika dihujat dia tetap sabar. Bagi saya ini adalah kekuatan dari Aa Gym. Ketika dia melakukan pilihan untuk melakukan poligami tentunya dia sudah menimbang berbagai hal. Jadi mestinya ada alasan kuat untuk melakukan poligami. Mungkin alasannya sangat pribadi sehingga kita tidak perlu tahu, tapi saya yakin bahwa ada alasannya. (Betul kan Aa?) Perlu kita hargai privasi dia (meskipun dia sebagai tokoh masyarakat). Hanya saja saya merasa dia seharusnya bisa lebih bersabar. Jika perlu dia harus mengorbankan dirinya sendiri untuk kepentingan masyarakat (baca: ketenangan masyarakat). Ya, memang agak selfish juga kami-kami ini dalam menuntut kepada Aa Gym, tapi itulah pengorbanan seorang public figure.

Saya sudah melihat adanya hikmah atau manfaat dari kejadian ini. Kita bisa melihat siapa yang menyenangi Aa Gym karena pribadinya semata atau karena isi agama Islam yang dia berikan. Aa Gym pun bisa melihat siapa kawan sesungguhnya, yaitu kawan yang selalu setia ketika ada masalah. (You can count on me, Aa Gym. Kesal ke kawan boleh kan?) Ada juga yang menduga bahwa kepopuleran Aa Gym akan menurun. Bagi saya ini bagus! Ada lebih banyak waktu bagi Aa Gym untuk belajar dan juga untuk keluarganya. Ah, demikian hebatnya karunia dari Allah. Di kala kita melihat ada masalah, kita juga melihat adanya manfaat.

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

145 responses to “Pilihan Aa Gym

  • agusset

    Betul Pak, masalah utama yang bikin heboh kasus poligami Aa Gym adalah emosi “penggemar” beliau. Merasa kecewa dan nggak nyangka gitu loh. Tapi di milis dosen ITB rame juga kan Pak dibahas sama para Profesor? :))

  • Bayu R

    Masalahnya, yang dibolehkan itu kok ternyata agak2 tidak sesuai dengan hati nurani. Orang2 jadi bingung. Tidak semua orang bisa seperti pak Budi yang melihat hitam putih.

    Semakin lama semakin membingungkan. Lebaran bingung, ada 2 tanggal.

    Orang partai politik yang mengurus bidang keagamaan ternyata suka maen dangdut :p.

    Semuanya jadi tong kosong nyaring bunyinya.

  • cahyo

    wah..pak budi jadi ngikut bahas aa’ di blog ini… :-D

  • Athailah

    Kalo saya setuju dengan pendapat Pak Budi, Poligami hukumnya adalah mubah (boleh). Soal sunnah itu relative seperti dengan hukum menikah.

    Menikah itu kan bisa jadi wajib, sunnah, mubah, dan haram. Untuk lebih detail silakan baca-baca buku tentang pernikahan dalam Islam atau tanya Ustaz ato Kyia yang mengerti Ilmu agama. Begitu juga dengan poligami.

    Bisa berubah-ubah juga. Kalo soal mo menjalaninya ato tidak itu tergantung kepribadian masing-masing. Tapi yang pasti janganlah kita mengatakan yang sudah di bolehkan oleh Tuhan kita bilang tidak boleh. Sejauh mana sih pengetahuan kita di bandingkan Tuhan yang telah menurunkan hukum tersebut….

  • agung

    memang susah jadi publik figur, kemana2 slalu di ikuti. harus ny permasalahan ini cukup ditutup sampai disini, toh… sang istri juga sudah mengizinkan. ngapain juga dipermasalahkan, sampe para ibu2 sms presiden segala. dan infotaiment juga harusnya cukup sadar akan hal ini.

  • eroemi

    namanya juga selebritis, selebritis dangdut, selebritis DPR, selebritis poligami, selebritis blog, selebritis network security…. :D

  • Dedhi

    Saya setuju sekali pendapat anda. Kenapa sih orang tidak bisa melihat permasalahannya secara jelas logically, rule based analysis dan menghormati privacy individu?

    Tapi mungkin karena saya dan anda engineer, orang lain bukan. Perbedaan cara pandang dalam hidup

  • dedi

    Sebenarnya poligami bukanlah hal baru. Pernikahan kedua A’a Gym hanya salah satu pemicu ketakutan pemerintah akan dampak sosial bagi masyarakat.
    Kita ketahui bahwa A’a Gym adalah panutan, jadi wajar kalau segala perilaku beliau menimbulkan banyak sorotan.
    Kita perlu menghargai pilihan A’a Gym. Salam…

  • cahya

    Dalam hal ini kita bukan blind faith, tetapi tidak semua yang ada di alam ini kita mampu memahaminya. Dalam beberapa pengalaman terbuktilah bahwa ada rahasia yang tidak kita ketahui.

    Salah satu contoh saja dalam kejadian penciptaan alam semesta, sudah ada di dalam al-qur’an 15 abad yang lalu: bahwa bumi dan langit dulunya satu kemudian dipisahkan. Itu Baru bisa dibuktikan setelah manusia mempunyai teknologi modern abad ini. Dan masih banyak lagi contoh lain.

    Dibalik apa yg dituntunkan Islam pastilah ada kebaikan. Kita dapat merasa nyaman, mantap dan bahagia dengan menjalani dan memahami tuntunan islam yang benar. Kita pun diperbolehkan untuk mencari kebenaran fakta akan ajaran islam. (tidak dogmatis & blind faith). Karenanya kita percaya bahwa islam adalah rahmat untuk manusia dan semesta.

    Bagi saya Aa Gym tidaklah bermasalah, yang bermasalah adalah komunitas dan mungkin orang lain yang melihat Aa Gym tidak seperti apa yang diharapkan. Tentu saja sedikit banyak itu akan berdampak pada popularitas Aa Gym

  • irwan

    Dalam Al Quran Surat An-Nissa ayat 3 ” .. Menikahlah kamu dengan perempuan pilihanmu dua atau tiga atau empat, tetapi jika kamu takut tidak dapat berlaku adil, maka hanya satu”. Ayat ini -yang dikenal orang dengan sebutan ayat poligami- biasanya dijadiin landasan orang untuk beristri lebih dari satu.

    Tapi pertanyaannya. Apakah mereka sudah membaca ayat selanjutnya di surat An-Nissa tersebut ?

    “Kamu sekali-kali tidak akan dapat berbuat adil di antara isteri-isterimu, walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian” An-Nissa 129.

    http://putradi.wordpress.com/2006/12/03/aa-gym-aja-poligami/

  • cidh

    saya setuju dengan post dari mas budi..
    saya lebih suka kalo kita ngebicarain maria eva.. heheh..aa gym ga melakukan perzinahan..kenapa harus dibesar2kan. saya merasa kalo ada figur yang disuka orang indonesia dengan kejadian ini sepertinya kita memaksa orang untuk berbuat seperti yang kita inginkan. salah kalo ada orang yang mencerca, tidakkah kita seharusnya melihat diri kita dulu sebelum meng-judje orang lain.
    maria eva.. oh maria eva.. kenapa sekarang kamu kok dipangil polisi..

  • kunderemp

    Aaaarggghhhh….
    keduluan ama Bapak…

    Padahal ingin menulis. Lepas dari saya setuju atau tidak (jawaban saya pribadi sih ada di blog teman saya), itu kan urusan rumah tangga orang sebenarnya.

    Gak setuju.. ya.. tinggalkan. Titik..
    Kenapa mesti menghujat habis-habisan?

  • papabonbon

    saya sendiri tetap melihat aa gym mengkhianati keluarganya, tapi yah itu urusan pribadi aa gym. mau selingkuh legal maupun selingkuh diam diam. lha wong yg menawarkan diri untuk jadi istri aa gym memang banyak. wajar kalau hati ini kepincut sama yg cantik cantik. jadi, turunlah aa gym, dari menara gading, embaur bersama kita kita yg awam dan suka jelalatan. hidup, manusia biasa !!! :D

    yg penting, kita bisa tetap mendengarkan tausyiahnya yg sejuk. selain itu bis jadi kesempatan buat teh nini unjuk diri ke publik. hidup girl power !!!. kalo perlu geser popularitas bu lutfiah sungkar, dan tandingi anomo aa gym.

    paling paling aku cuman bisa bilang, yah, ilang lagi satu panutan, keluarga monogamis yg baik, sayang istri dan anak anak. sekarang, doi sudah jadi panutan para poligamers. kalu ada acara poligamers award lagi, yakin aa gym akan menjadi kandidat kuatnya.

    dadah aa gym :D

  • nicko

    setuju pak! kalo emang itu udah di atur dalam al quran, buat apa lagi dipermasalahkan.

    cewek2 jaman sekarang aja yang pada egois, takut kalo cowok2nya bakal bersikap gak adil, gak bisa berbagi kebahagian.

    tapi itu mungkin juga disebabkan karena cowok2 sekarang gak ada lagi yang bisa bersikap adil, buat “video heboh” kok ama oprang laen, coba ama ceweknya sendiri :-)

  • Priyadi

    hehehhe, BR turun gunung juga :)

  • rendy

    BR habis dari gunung mana pri ?
    :D

  • flint Plan

    Artist: Simple Plan Lyrics
    Song : Untitled Lyrics
    Dedicated to Aa Gym and Yahya Zaini

    I open my eyes
    I try to see but I’m blinded by the white light
    I can’t remember how
    I can’t remember why
    I’m lying here tonight

    And I can’t stand the pain
    And I can’t make it go away
    No I can’t stand the pain

    Chorus:
    How could this happen to me
    I made my mistakes
    Got no where to run
    The night goes on
    As I’m fading away
    I’m sick of this life
    I just wanna scream
    How could this happen to me

    Everybody’s screaming
    I try to make a sound but no one hears me
    I’m slipping off the edge
    I’m hanging by a thread
    I wanna start this over again

    So I try to hold onto a time when nothing mattered
    And I can’t explain what happened
    And I can’t erase the things that I’ve done
    No I can’t

  • neeya

    idem deh ^^

    buat #14 gak smua cewek egois bo, cowok2 juga banyak kok yang egois :D

  • aristianto

    Sayang sekali, banyak wakyat indonesia yang masih melihat sebelah mata mengenai kasus poligami.
    Lihatlah sesuatu dengan seobjective mungkin.

  • Edi Supriyanto

    Masih banyak lagi hal-hal yang dianjurkan oleh agama yang belum saya lakukan. Misalnya, nggak ada contoh main musik. Saya tetap nekad main musik, masih belum mau meninggalkan musik.

    Setuju dengan pak Budi, ini ada artikel terkait musyik..

    http://salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=25

    http://salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=27

  • Hari Sudibyo

    Orang tua sama anak-anaknya aja ga bisa berlaku adil… apalagi istri…
    Tapi kok banyak orang (penentang poligami) yang masih seneng punya anak lebih dari satu… Bagaimana penentang poligami ini… Lucu juga ya…

  • Masim "Vavai" Sugianto

    Saya setuju dengan apa yang disampaikan Pak BR,

    “Kita bisa melihat siapa yang menyenangi Aa Gym karena pribadinya semata atau karena isi agama Islam yang dia berikan. Aa Gym pun bisa melihat siapa kawan sesungguhnya, yaitu kawan yang selalu setia ketika ada masalah”

    Mana loyang mana emas…

    Kita juga bisa melihat siapa-siapa yang terus menerus mengangkat dan memperbesar isu ini sehingga timbul pikiran,”Niat amat ya…”

  • ricky

    setuju dengan Mr. BR :)

  • arya

    ah, akhirnya gatel juga untuk nulis kasus ini ya, Mas? :-D

  • ech

    Saya setuju pak budi. masalah poligami dan Aa Gym berpoligami itu dua hal yang berbeda. Saya pribadi lebih memilih untuk mengikuti wahyu dari pada hati nurani. Lah, istri yang udah dicerai aja banyak yang ga redho (mantan) suaminya kawin lagi, apalagi di poligami?

  • chandra

    Hmm … BR, …
    Nah gwa mau umumin, siapa yang mau dipoligami, daftar ke gwa. Ok.

  • Dede

    Ini ada tulisan mengenai poligami semoga dapat menjadi bahan renungan….

    HUKUM POLIGAMI

    Saya hanya orang awam untuk masalah ini. Maka dari itu saya sampaikan pendapat seseorang yang mungkin berguna buat kita dan yang lainnya.

    Benarkah Poligami Sunah? Faqihuddin Abdul Kodir
    UNGKAPAN “poligami itu sunah” sering digunakan sebagai pembenaran poligami. Namun, berlindung pada pernyataan itu, sebenarnya bentuk lain dari pengalihan tanggung jawab atas tuntutan untuk berlaku adil karena pada kenyataannya, sebagaimana ditegaskan Al Quran, berlaku adil sangat sulit dilakukan (An-Nisa: 129).
    DALIL “poligami adalah sunah” biasanya diajukan karena sandaran kepada teks ayat Al Quran (QS An-Nisa, 4: 2-3) lebih mudah dipatahkan. Satu-satunya ayat yang berbicara tentang poligami sebenarnya tidak mengungkapkan hal itu pada konteks memotivasi, apalagi mengapresiasi poligami. Ayat ini meletakkan poligami pada konteks perlindungan terhadap yatim piatu dan janda korban perang.
    Dari kedua ayat itu, beberapa ulama kontemporer, seperti Syekh Muhammad Abduh, Syekh Rashid Ridha, dan Syekh Muhammad al-Madan-ketiganya ulama terkemuka Azhar Mesir-lebih memilih memperketat.
    Lebih jauh Abduh menyatakan, poligami adalah penyimpangan dari relasi perkawinan yang wajar dan hanya dibenarkan secara syar’i dalam keadaan darurat sosial, seperti perang, dengan syarat tidak menimbulkan kerusakan dan kezaliman (Tafsir al-Manar, 4/287).
    Anehnya, ayat tersebut bagi kalangan yang propoligami dipelintir menjadi “hak penuh” laki-laki untuk berpoligami. Dalih mereka, perbuatan itu untuk mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW. Menjadi menggelikan ketika praktik poligami bahkan dipakai sebagai tolok ukur keislaman seseorang: semakin aktif berpoligami dianggap semakin baik poisisi keagamaannya. Atau, semakin bersabar seorang istri menerima permaduan, semakin baik kualitas imannya. Slogan-slogan yang sering dimunculkan misalnya, “poligami membawa berkah”, atau “poligami itu indah”, dan yang lebih populer adalah “poligami itu sunah”.
    Dalam definisi fikih, sunah berarti tindakan yang baik untuk dilakukan. Umumnya mengacu kepada perilaku Nabi. Namun, amalan poligami, yang dinisbatkan kepada Nabi, ini jelas sangat distorsif. Alasannya, jika memang dianggap sunah, mengapa Nabi tidak melakukannya sejak pertama kali berumah tangga?
    Nyatanya, sepanjang hayatnya, Nabi lebih lama bermonogami daripada berpoligami. Bayangkan, monogami dilakukan Nabi di tengah masyarakat yang menganggap poligami adalah lumrah. Rumah tangga Nabi SAW bersama istri tunggalnya, Khadijah binti Khuwalid RA, berlangsung selama 28 tahun. Baru kemudian, dua tahun sepeninggal Khadijah, Nabi berpoligami. Itu pun dijalani hanya sekitar delapan tahun dari sisa hidup beliau. Dari kalkulasi ini, sebenarnya tidak beralasan pernyataan “poligami itu sunah”.
    Sunah, seperti yang didefinisikan Imam Syafi’i (w. 204 H), adalah penerapan Nabi SAW terhadap wahyu yang diturunkan. Pada kasus poligami Nabi sedang mengejawantahkan Ayat An-Nisa 2-3 mengenai perlindungan terhadap janda mati dan anak-anak yatim. Dengan menelusuri kitab Jami’ al-Ushul (kompilasi dari enam kitab hadis ternama) karya Imam Ibn al-Atsir (544-606H), kita dapat menemukan bukti bahwa poligami Nabi adalah media untuk menyelesaikan persoalan sosial saat itu, ketika lembaga sosial yang ada belum cukup kukuh untuk solusi.
    Bukti bahwa perkawinan Nabi untuk penyelesaian problem sosial bisa dilihat pada teks-teks hadis yang membicarakan perkawinan-perkawin an Nabi. Kebanyakan dari mereka adalah janda mati, kecuali Aisyah binti Abu Bakr RA.
    Selain itu, sebagai rekaman sejarah jurisprudensi Islam, ungkapan “poligami itu sunah” juga merupakan reduksi yang sangat besar. Nikah saja, menurut fikih, memiliki berbagai predikat hukum, tergantung kondisi calon suami, calon istri, atau kondisi masyarakatnya. Nikah bisa wajib, sunah, mubah (boleh), atau sekadar diizinkan. Bahkan, Imam al-Alusi dalam tafsirnya, Rûh al-Ma’âni, menyatakan, nikah bisa diharamkan ketika calon suami tahu dirinya tidak akan bisa memenuhi hak-hak istri, apalagi sampai menyakiti dan mencelakakannya. Demikian halnya dengan poligami. Karena itu, Muhammad Abduh dengan melihat kondisi Mesir saat itu, lebih memilih mengharamkan poligami.
    Nabi dan larangan poligami
    Dalam kitab Ibn al-Atsir, poligami yang dilakukan Nabi adalah upaya transformasi sosial (lihat pada Jâmi’ al-Ushûl, juz XII, 108-179). Mekanisme poligami yang diterapkan Nabi merupakan strategi untuk meningkatkan kedudukan perempuan dalam tradisi feodal Arab pada abad ke-7 Masehi. Saat itu, nilai sosial seorang perempuan dan janda sedemikian rendah sehingga seorang laki-laki dapat beristri sebanyak mereka suka.
    Sebaliknya, yang dilakukan Nabi adalah membatasi praktik poligami, mengkritik perilaku sewenang-wenang, dan menegaskan keharusan berlaku adil dalam berpoligami.
    Ketika Nabi melihat sebagian sahabat telah mengawini delapan sampai sepuluh perempuan, mereka diminta menceraikan dan menyisakan hanya empat. Itulah yang dilakukan Nabi kepada Ghilan bin Salamah ats-Tsaqafi RA, Wahb al-Asadi, dan Qais bin al-Harits. Dan, inilah pernyataan eksplisit dalam pembatasan terhadap kebiasan poligami yang awalnya tanpa batas sama sekali.
    Pada banyak kesempatan, Nabi justru lebih banyak menekankan prinsip keadilan berpoligami. Dalam sebuah ungkapan dinyatakan: “Barang siapa yang mengawini dua perempuan, sedangkan ia tidak bisa berbuat adil kepada keduanya, pada hari akhirat nanti separuh tubuhnya akan lepas dan terputus” (Jâmi’ al-Ushûl, juz XII, 168, nomor hadis: 9049). Bahkan, dalam berbagai kesempatan, Nabi SAW menekankan pentingnya bersikap sabar dan menjaga perasaan istri.
    Teks-teks hadis poligami sebenarnya mengarah kepada kritik, pelurusan, dan pengembalian pada prinsip keadilan. Dari sudut ini, pernyataan “poligami itu sunah” sangat bertentangan dengan apa yang disampaikan Nabi. Apalagi dengan melihat pernyataan dan sikap Nabi yang sangat tegas menolak poligami Ali bin Abi Thalib RA. Anehnya, teks hadis ini jarang dimunculkan kalangan propoligami. Padahal, teks ini diriwayatkan para ulama hadis terkemuka: Bukhari, Muslim, Turmudzi, dan Ibn Majah.
    Nabi SAW marah besar ketika mendengar putri beliau, Fathimah binti Muhammad SAW, akan dipoligami Ali bin Abi Thalib RA. Ketika mendengar rencana itu, Nabi pun langsung masuk ke masjid dan naik mimbar, lalu berseru: “Beberapa keluarga Bani Hasyim bin al-Mughirah meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib. Ketahuilah, aku tidak akan mengizinkan, sekali lagi tidak akan mengizinkan. Sungguh tidak aku izinkan, kecuali Ali bin Abi Thalib menceraikan putriku, kupersilakan mengawini putri mereka. Ketahuilah, putriku itu bagian dariku; apa yang mengganggu perasaannya adalah menggangguku juga, apa yang menyakiti hatinya adalah menyakiti hatiku juga.” (Jâmi’ al-Ushûl, juz XII, 162, nomor hadis: 9026).
    Sama dengan Nabi yang berbicara tentang Fathimah, hampir setiap orangtua tidak akan rela jika putrinya dimadu. Seperti dikatakan Nabi, poligami akan menyakiti hati perempuan, dan juga menyakiti hati orangtuanya.
    Jika pernyataan Nabi ini dijadikan dasar, maka bisa dipastikan yang sunah justru adalah tidak mempraktikkan poligami karena itu yang tidak dikehendaki Nabi. Dan, Ali bin Abi Thalib RA sendiri tetap bermonogami sampai Fathimah RA wafat.
    Poligami tak butuh dukungan teks
    Sebenarnya, praktik poligami bukanlah persoalan teks, berkah, apalagi sunah, melainkan persoalan budaya. Dalam pemahaman budaya, praktik poligami dapat dilihat dari tingkatan sosial yang berbeda.
    Bagi kalangan miskin atau petani dalam tradisi agraris, poligami dianggap sebagai strategi pertahanan hidup untuk penghematan pengelolaan sumber daya. Tanpa susah payah, lewat poligami akan diperoleh tenaga kerja ganda tanpa upah. Kultur ini dibawa migrasi ke kota meskipun stuktur masyarakat telah berubah. Sementara untuk kalangan priayi, poligami tak lain dari bentuk pembendamatian perempuan. Ia disepadankan dengan harta dan takhta yang berguna untuk mendukung penyempurnaan derajat sosial lelaki.
    Dari cara pandang budaya memang menjadi jelas bahwa poligami merupakan proses dehumanisasi perempuan. Mengambil pandangan ahli pendidikan Freire, dehumanisasi dalam konteks poligami terlihat mana kala perempuan yang dipoligami mengalami self-depreciation. Mereka membenarkan, bahkan bersetuju dengan tindakan poligami meskipun mengalami penderitaan lahir batin luar biasa. Tak sedikit di antara mereka yang menganggap penderitaan itu adalah pengorbanan yang sudah sepatutnya dijalani, atau poligami itu terjadi karena kesalahannya sendiri.
    Dalam kerangka demografi, para pelaku poligami kerap mengemukakan argumen statistik. Bahwa apa yang mereka lakukan hanyalah kerja bakti untuk menutupi kesenjangan jumlah penduduk yang tidak seimbang antara lelaki dan perempuan. Tentu saja argumen ini malah menjadi bahan tertawaan. Sebab, secara statistik, meskipun jumlah perempuan sedikit lebih tinggi, namun itu hanya terjadi pada usia di atas 65 tahun atau di bawah 20 tahun. Bahkan, di dalam kelompok umur 25-29 tahun, 30-34 tahun, dan 45-49 tahun jumlah lelaki lebih tinggi. (Sensus DKI dan Nasional tahun 2000; terima kasih kepada lembaga penelitian IHS yang telah memasok data ini).
    Namun, jika argumen agama akan digunakan, maka sebagaimana prinsip yang dikandung dari teks-teks keagamaan itu, dasar poligami seharusnya dilihat sebagai jalan darurat. Dalam kaidah fikih, kedaruratan memang diperkenankan. Ini sama halnya dengan memakan bangkai; suatu tindakan yang dibenarkan manakala tidak ada yang lain yang bisa dimakan kecuali bangkai.
    Dalam karakter fikih Islam, sebenarnya pilihan monogami atau poligami dianggap persoalan parsial. Predikat hukumnya akan mengikuti kondisi ruang dan waktu. Perilaku Nabi sendiri menunjukkan betapa persoalan ini bisa berbeda dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lain. Karena itu, pilihan monogami-poligami bukanlah sesuatu yang prinsip. Yang prinsip adalah keharusan untuk selalu merujuk pada prinsip-prinsip dasar syariah, yaitu keadilan, membawa kemaslahatan dan tidak mendatangkan mudarat atau kerusakan (mafsadah).
    Dan, manakala diterapkan, maka untuk mengidentifikasi nilai-nilai prinsipal dalam kaitannya dengan praktik poligami ini, semestinya perempuan diletakkan sebagai subyek penentu keadilan. Ini prinsip karena merekalah yang secara langsung menerima akibat poligami. Dan, untuk pengujian nilai-nilai ini haruslah dilakukan secara empiris, interdisipliner, dan obyektif dengan melihat efek poligami dalam realitas sosial masyarakat.
    Dan, ketika ukuran itu diterapkan, sebagaimaan disaksikan Muhammad Abduh, ternyata yang terjadi lebih banyak menghasilkan keburukan daripada kebaikan. Karena itulah Abduh kemudian meminta pelarangan poligami.
    Dalam konteks ini, Abduh menyitir teks hadis Nabi SAW: “Tidak dibenarkan segala bentuk kerusakan (dharar) terhadap diri atau orang lain.” (Jâmi’a al-Ushûl, VII, 412, nomor hadis: 4926). Ungkapan ini tentu lebih prinsip dari pernyataan “poligami itu sunah”.
    Faqihuddin Abdul Kodir Dosen STAIN Cirebon dan peneliti Fahmina Institute Cirebon, Alumnus Fakultas Syariah Universitas Damaskus, Suriah

  • erohiyat

    Memang kharisma si Aa yang satu itu luar biasa. Di blog manapun ditulis soal dirinya pasti yg komennya banyak. Lihat saja di blognya P’ Budi, biasanya tidak lebih dari 10, tapi pas tulisannya mengenai si Aa yg satu itu, lebih dari 10 bahkan tembus di 30…hhehe..he..ruar biasa… hidup di rumah kaca memang harus hati-hati.

  • Masim "Vavai" Sugianto

    #29,

    Ah Kompas. Kompas kalau urusan kritisi tokoh-tokoh non JIL sih jagonya, kecuali kritisi diri sendiri yang memecat wartawannya gara-gara serikat kerja…

    Kalau tulisan kelompoknya Ulil Absar, Musdah Mulia, Oneng dlsb yang selalu berseberangan dengan tokoh-tokoh semacam Aa Gym, mudah sekali ditemui di Kompas, dari berbagai segi.

  • Kurniadi

    Si Aa, melakukan Poligami karena ingin mengubah persepsi masarakat tentang poligami…well selama ini poligami dipandang sebagai perbuatan merendahkan perempuan, padahal tidak…banyak orang melakukan tapi tidak bertanggung jawab terhadap keluarga nya. yang dilakukan Aa justru ingin mengubah kalau dengan poligami itu banyak orang yang lebih bahagia…

    that it…

  • sittanto

    bang, saya setuju dengan pendapat bang Budi. Tapi ada yang kurang tuh….. ayat Qur’an kalau dicupliki sedikit-sedikit malah bisa buat senjata kemungkaran.

    saya jadi inget dukun yang memakai ayat-ayat Qur’an untuk menyantet orang. Mohon ampunan Mu ya Alloh.

  • farizhelmi

    POLIGAMI itu dibolehkan..
    akan tetapi bila istri pertama tidak ikhlas ya… g usah ajalah, nambah akiitt ati,

    sakit hati
    semua ini terjadi berkali-kali
    tak pernah aku mengerti
    mengapa begini
    masih saja kau slalu ingkari janji

    by:tipe X
    buat para suami yg mau POLIGAMI

  • sandynata

    kalo g salah tadi pagi setelah subuh ada acara talkshow agama islam, di TVRI mungkin, CMIIW. Disitu dijelaskan secara jelas dan lugas tentang poligami, tdk terlalu bertele2 namun “kena”. Menurut penilaian saya, penjelasan yang diberikan di acara tsb cukup bisa menjawab semua pro dan kontra ttg masalah ini.

  • zhops

    bisa diberitahukan ga, ayat yg mengatakan poligami itu benar? jgan cuma kata orang atau kata ustad..maksud saya, kita harus cek sendiri dalam kitab, apakah itu benar atau tidak,coba diliat secara proporsional..Kalau saya sih tidak setuju.

  • ashleyy

    bagus Mbah budi, engineer memang pola pikirnya TOP BGT

  • Ali S Kholimi

    #10

    Tolong, Surat An-Nisa’ ayat 129 jangan dipotong dong, ditulis yang lengkap. :)

  • Biho

    Berani berbuat berani bertanggung jawab…

  • Irwan

    AA Gym tuh bagus.
    Dengan gentlement dia mengakui.
    Dan dia juga gak salah, wong boleh-boleh aja kok poligami.

  • Ahmed Al Madinah

    Shame on you Aa Gym,
    The Verse that allows polygamy “was revealed after the battle of Uhud in which many Muslims were killed, leaving widows and orphans for whom due care was incumbent upon the Muslim survivors.”
    The translation of the verse is as follows: “If you fear that you shall not be able to deal justly with the orphans, marry women of your choice, two, or three, or four; but if you fear that you shall not be able to deal justly (with them), then (marry) only one…” (Qur’an 4:3)
    From this verse a number of facts are evident:
    That polygamy is neither mandatory, nor encouraged, but merely permitted.
    That the permission to practice polygamy is not associated with mere satisfaction. Rather, it is associated with compassion towards widows and orphans in a time of war, a matter that is confirmed by the atmosphere in which the verse was revealed.
    That dealing justly with one’s wives is an obligation. This applies to housing, food, clothing, kind treatment…etc., for which the husband is fully responsible. If one is not sure of being able to deal justly with them, the Qur’an says: “then (marry) only one.” (Qur’an 4:3)
    This verse, when combined with another verse in the same chapter, shows some discouragement of such plural marriages.
    The other verse plainly states: “You are never able to be fair and just between women even if it is your ardent desire…” (Qur’an 4:129)
    As fairness and justice between two wives is a requirement for polygamous marriage and Allah Himself tells you that “you are never able to be fair and just between women even if it is your ardent desire”
    How do you justify your actions?
    Too Bad AA, you have lost one of ALLAH’s test. If there are billions of muslim men in this world who are uneducated & not a preacher like you that can love & care for their one & only wife till death do their part, no reason for you as a well known preacher to easily lost to you own sexual desire. Look at yourself in the mirror. Do you really understand why our beloved prophet had 4 wives? Do you think you can be fair to your wives like him? Shame on you by using ALLAH & PROPHET’S (S.A.W) name to justify your mistake. I’m very surprised to see you descend from such a high level of ‘ulama’ status to that lower than ‘common’ people’s rank…….

    YOU’RE OFF MY LIST…..

  • Hasan

    Sebagai sesama muslim, ane pengen ikut komentar nih…

    Efek negatif kalo ‘merasa’ ilmu agama paling tinggi adalah “meng-klaim bahwa pikirannya sudah sesuai dengan keinginan Allah, sesuai Al-Quran”. Orang lain yg tidak sepaham dianggap belum mengerti Al-Quran. Itulah yg namanya “KEBLINGER”.

    Poligami harus dipandang secara mendalam, bukan hanya mengutip SEBAGIAN ayat dalam Al-Quran saja. Pemahaman secara dangkal seperti ini sangat berbahaya! Manusia yg picik akan cenderung menganggap dirinya sudah sesuai dengan ajaran Allah/Al-Quran. Termasuk dalam menyikapi suatu kejadian sebagai “KEHENDAK ALLAH”, padahal kejadian tsb adalah “KEHENDAK MANUSIA” itu sendiri.
    Itulah yg namanya “AGAMA DIPAKAI SEBAGAI KEDOK” pembenaran atas perbuatan maksiat. Berbahaya sekali! Contohnya nggak usah jauh2, semua teroris/pengebom azahari/noordin m. top, semuanya merasa melakukan perintah Allah/Al-Quran. Wow… Allah tidak bisa di-klaim serendah itu.

    Demikian Nabi Muhammad tidak bisa dianggap rendah dengan melakukan poligami, karena setting waktu & tempat yang berbeda dengan keadaan sekarang. Intinya Nabi justru melakukan kebaikan dengan poligami-Nya. Nah kita semua ‘manusia biasa’, janganlah sok-sok an dengan menyetarakan diri seperti Nabi, berpikiran seperti Nabi. Itu namanya KEBLINGER!.

    Apalagi sebagai pemimpin sebuah pesantren yg ‘dulu’ ngetop (sejak poligami langsung gak ngetop lagi deh, kawatir jadi “pesantren poligami”). Mengatakan “aa ingin memberikan contoh poligami yang baik” Wah.. kebablasan bener nih. Bagaimana contoh yg baik, bisa muncul dari tindakan yang ‘buruk’, disebut buruk karena:
    1. ternyata aa tidak melakukan prosedur yg benar menurut Al-Quran.
    2. ijin poligami aa, baru diurus kemarin, setelah berita “istri simpanan’ terekpos oleh media masa. (saya lebih cenderung menyebut rini sbg istri simpanan)
    3. perselingkuhan sudah terjadi 3-5 tahun yang lalu tapi ijin poligami baru kemarin.
    4. prasayarat poligami tidak dipenuhi oleh aa (istri tidak mampu punya keturunan, istri sakit, istri meninggal, ijin dari istri pertama yg terlambat)
    5. istri kedua ternyata bukan janda yg memerlukan banyak bantuan (janda2 korban perang, janda bencana tsunami, janda korban gempa, dll).
    6. tidak ada manusia biasa yg bisa adil terhadap istri-istrinya. (kalo MERASA bisa adil mah banyak… )
    7. poligami aa ternyata ‘nafsu syahwat’ belaka jadi nggak pantas untuk ditiru, apalagi ingin jadi panutan… keblinger banget…

    Demikian sedikit pendapat saya, semoga menjadi jernih dan jelas.

    Kalangan NU dan Muhamadiyah pun sudah sejak tahun 1928 tidak melakukan praktek poligami lagi.

  • Nobody

    Hats off for posting #41 by Ahmed Al Madinah. EE Jimbo, your personal desire destroys badly your reputation.

  • kurnia

    Saya pernah membaca sebuah opini di harian PR edisinya lupa lagi bahwa kalau orang indonesia ingin sukses berPoligami harus memahami bagaimana poligami di tinjau dari karakteristik budaya bangsa indonesia.beliau mencontohkan Seperti. bapak poligami indonesia Puspo Wardoyo,Orang yang sukses memahami isu poligami di indonesia.Aa gym mudah-mudahan hanya karena Allah lah beliau melakukan itu.

  • ringo starr

    YANG DIPERLUKAN SI AG ADALAH MANAJEMEN SYAHWAT………….
    Kagak usah bilang poligami contoh…
    Hueeeek banget….
    Sok suci pulaaaa

  • Ali S Kholimi

    #41

    Sekali lagi, tolong dong, Surat An-Nisa’ ayat 129 jangan dipotong.

  • Ahmad Zaidan

    Sebagai sesama muslim, ane pengen ikut komentar nih…

    Efek negatif kalo ‘merasa’ ilmu agama paling tinggi adalah “meng-klaim bahwa pikirannya sudah sesuai dengan keinginan Allah, sesuai Al-Quran”. Orang lain yg tidak sepaham dianggap belum mengerti Al-Quran. Itulah yg namanya “KEBLINGER”.

    Poligami harus dipandang secara mendalam, bukan hanya mengutip SEBAGIAN ayat dalam Al-Quran saja. Pemahaman secara dangkal seperti ini sangat berbahaya! Manusia yg picik akan cenderung menganggap dirinya sudah sesuai dengan ajaran Allah/Al-Quran. Termasuk dalam menyikapi suatu kejadian sebagai “KEHENDAK ALLAH”, padahal kejadian tsb adalah “KEHENDAK MANUSIA” itu sendiri.
    Itulah yg namanya “AGAMA DIPAKAI SEBAGAI KEDOK” pembenaran atas perbuatan maksiat. Berbahaya sekali! Contohnya nggak usah jauh2, semua teroris/pengebom azahari/noordin m. top, semuanya merasa melakukan perintah Allah/Al-Quran. Wow… Allah tidak bisa di-klaim serendah itu.

    Demikian Nabi Muhammad tidak bisa dianggap rendah dengan melakukan poligami, karena setting waktu & tempat yang berbeda dengan keadaan sekarang. Intinya Nabi justru melakukan kebaikan dengan poligami-Nya. Nah kita semua ‘manusia biasa’, janganlah sok-sok an dengan menyetarakan diri seperti Nabi, berpikiran seperti Nabi. Itu namanya KEBLINGER!.

    Apalagi sebagai pemimpin sebuah pesantren yg ‘dulu’ ngetop (sejak poligami langsung gak ngetop lagi deh, kawatir jadi “pesantren poligami”). Mengatakan “aa ingin memberikan contoh poligami yang baik” Wah.. kebablasan bener nih. Bagaimana contoh yg baik, bisa muncul dari tindakan yang ‘buruk’, disebut buruk karena:
    1. ternyata aa tidak melakukan prosedur yg benar menurut Al-Quran.
    2. ijin poligami aa, baru diurus kemarin, setelah berita “istri simpanan’ terekpos oleh media masa. (saya lebih cenderung menyebut rini sbg istri simpanan)
    3. perselingkuhan sudah terjadi 3-5 tahun yang lalu tapi ijin poligami baru kemarin.
    4. prasayarat poligami tidak dipenuhi oleh aa (istri tidak mampu punya keturunan, istri sakit, istri meninggal, ijin dari istri pertama yg terlambat)
    5. istri kedua ternyata bukan janda yg memerlukan banyak bantuan (janda2 korban perang, janda bencana tsunami, janda korban gempa, dll).
    6. tidak ada manusia biasa yg bisa adil terhadap istri-istrinya. (kalo MERASA bisa adil mah banyak… )
    7. poligami aa ternyata ‘nafsu syahwat’ belaka jadi nggak pantas untuk ditiru, apalagi ingin jadi panutan… keblinger banget…

    Demikian sedikit pendapat saya, semoga menjadi jernih dan jelas.

    Kalangan NU dan Muhamadiyah pun sudah sejak tahun 1928 tidak melakukan praktek poligami lagi.

  • Santi

    Poligami aagym jangan dikait-kaitkan dengan ajaran Islam, khawatir malah terjadi perpecahan dan menurunkan nilai-nilai Islam.

    Sama seperti terorisme jangan dikaitkan2 dengan ajaran Islam. Apalagi pakai ngutip2 ayat secara parsial/sebagian saja. Musyrik jadinya.

    So, kalo mau poligami jangan pakai kedok agama dong!
    aagym sudah memberi contoh yang SANGAT-SANGAT BURUK!

    Semoga aagym cepat menyadari kekeliruannya, tidaksombong, tidak takabur, tidak kebinger, mampu menjaga hati, dan SEGERA mohon ampun pada Alloh.

  • bintar

    ooow… bukannya emang udah 5 tahun yang lalu to ijinnya ke teteh.. cuman baru sekarang (seakan2) kita yg dimintai ijin.

    Dan nggak imbang deh klo Poligami dibandingin dengan teror(is).

    mmh… rindu banget sama kamu ya Rosul.

  • AA Gymnasium

    Halo Budi Rahardjo,

    Poligami yuk.
    Buat emergency exit aja….:-)
    Contohlah saya…

    Aa Gym.
    MS (baca:Managemen Syahwat)

  • herlan

    Al Quran itu diturunkan untuk manusia seluruh dunia,buat semua benua sampai akhir zaman,tentunya Allah sebagai pencipta manusia tahu betul kemampuan mahluk yg diciptakannya,ada yg libidonya tinggi,ada yg biasa-biasa,ada ratusan budaya,perilaku,negara,sosial,waktu (sejak jaman Rasulullah sampai akhir jaman,itu lama),daripada ngaco ga karuan diaturlah pola perkawinan,boleh poligami sampai 4,itu adalah pilihan,silahkan pilih monogami atau polygami,tentunya syarat,konsekuensi dll sudah ada,kalau memilih dari pilihan tsb,alasannya sangat pribadi,tergantung masing-masing,jadi terserah AA

  • abfur

    Maaft, ya numpang aja…
    Sangat menarik tajuk yang diangkat oleh Harian Fajar edisi Rabu, 6 Desember 2006 dengan judul Video Mesum dan Poligami. Pertanyaan apologetik yang ditujukan bukan hanya kepada manusia yang berperilaku seks bebas, sangat menarik untuk direnungi. Pembelaan dari pendukung seks bebas umumnya berdalih kebebasan dan HAM. Konsep yang tidak jauh berbeda dengan Keadilan dan Kesetaran Gender (KKG) yang sering dijadikan dalih pamungkas untuk melawan poligami. Renungan ini semakin menarik, ketika pemerintah begitu perhatiannya menanggapi kasus poligami seorang da’i tersohor dibandingkan kasus seks bebas seorang oknum anggota dewan terhormat, ataupun kasus pencabulan seorang oknum guru terhadap muridnya.

    Poligami dan Fitrah
    Manusia pada pada dasarnya memiliki beberapa karakteristik fitrah. Karakteristik fitrah pertama, terkait dengan manusia sebagai makhluk yang memiliki kebutuhan jasmani. Kebutuhan ini merupakan konsekuensi manusia sebagai makhluk individu. Sehingga, walaupun seorang manusia tidak berinteraksi dengan manusia lainnya, maka kebutuhan jasmaninya tetap harus dipenuhi. Manusia tetap harus makan, minum, tidur, dan buang hajat walaupun ia hidup sendiri di hutan belantara tanpa manusia lainnya. Hal ini karena rangsangan diharuskannya memenuhi kebutuhan jasmani berasal dari dalam diri manusia itu sendiri. Kebutuhan untuk makan dan minum datangnya dari rasa lapar dan haus manusia yang akan teratasi hanya dengan makan dan minum.
    Karakteristik fitrah kedua, yaitu kebutuhan naluri. Naluri merupakan kebutuhan manusia yang bersifat non-fisik. Kebutuhan untuk mengkultuskan sesuatu, kebutuhan untuk dihargai, dan kebutuhan kasih sayang merupakan bentuk dari kebutuhan naluri. Naluri merupakan kebutuhan manusia yang harus dipenuhi ketika dia berinteraksi dengan manusia lainnya. Dengan demikian, kebutuhan ini lahir dari konsekuensi manusia sebagai makhluk sosial. Dengan ciri-ciri seperti itu, dapat dipahami bahwa rangsangan kebutuhan naluri berasal dari luar diri seorang manusia. Hal ini berarti bahwa seorang manusia akan dapat memenuhi dorongan nalurinya dengan baik ketika lingkungannya terkondisikan dengan kondusif. Kebutuhan untuk dihargai akan terpenuhi dengan baik ketika lingkungan senantiasa memberikan apresiasi atas suatu karya. Kebutuhan untuk saling menyayangi yang sesuai dengan norma agama akan dapat terlaksana jika kita dapat mengkondisikan lingkungan kita yang menyediakan rangsangan sekaligus penyaluran yang sesuai dengan standar agama.
    Poligami merupakan hal yang berjalan di atas kedua fitrah manusia tersebut. Poligami juga merupakan usaha untuk mengkondisikan lingkungan agar kita jauh dari seks bebas (zina). Allah swt. menunjukkan bahwa poligami sesuai dengan fitrah manusia dalam al-Quran surat An-Nisaa’ ayat 3 yang membolehkan seorang laki-laki untuk beristri sampai empat dengan syarat dapat adil secara lahiriyah. Poligami dapat dipandang sebagai penyaluran dari kebutuhan untuk menyayangi perempuan yang disenangi.
    Seks bebas dapat disebut sebagai antonim poligami bagi seorang laki-laki yang telah beristri. Hal dapat dipahami dari firman Allah swt. dalam al-Quran surat al-Israa’ ayat 32 yang mengharamkan manusia untuk mendekati zina. Ketika seseorang dilarang untuk poligami, kemungkinan besar penyalurannya adalah zina. Pada umumnya, seorang laki-laki melakukan zina (seks bebas) untuk memenuhi dorongan yang berasal dari lingkungannya yang sangat mendukung dan kondusif untuk melakukan seks bebas. Hal ini sesuai dengan bahasa penutup suatu acara berita kriminal di sebuah media televisi yang mengatakan bahwa “kejahatan bukan hanya terjadi karena adanya niat pelakunya, tetapi juga karena adanya kesempatan, waspadalah.” Ketika lingkungan memberikan kesempatan yang besar untuk melakukan seks bebas, dengan niat seadanya, seorang manusia dapat terjerambab untuk melakukannya.

    Poligami dan Isu Gender
    Aliran feminis, kaum intelektual tertentu, bahkan pemerintah sering menggunakan isu gender untuk menunjukkan diskriminasi perempuan, ketidakadilan terhadap perempuan, dan frasa-frasa serupa yang menggambarkan ketertindasan yang seakan-akan dialami perempuan. Dengan sangat gencar, mereka menggunakan isu gender untuk membentuk kesadaran masyarakat tentang ketertindasan perempuan dalam bentuk seminar, pelatihan, dan sosialisasi di berbagai media massa. Merekapun berusaha melakukan transformasi sosial melalui pengusulan berbagai rancangan undang-undang yang mendukung kondisi lingkungan menghilangkan penindasan terhadap perempuan sebagaimana yang mereka asumsikan. Usaha ini membuahkan hasil dengan ditetapkannya undang-undang tentang legalisasi aborsi, legalisasi seksual bebas (atas dasar HAM), kondomisasi, sampai pada rencana revisi peraturan pemerintah tentang izin perkawinan yang akan sangat membatasi (baca: meniadakan) poligami.
    Keadilan terhadap perempuan sebagai salah satu perjuangan kaum feminis tercapai ketika sifat maskulin tidak lagi mendominasi dimensi publik. Mereka beranggapan bahwa untuk mencapai keadilan gender, dilakukan dengan menggunakan sifat maskulin sampai terjadi keseragaman sifat laki-laki dan perempuan. Kaum feminis menggunakan asumsi tersebut dengan mendasarkan pada konsep yang tidak mengakui perbedaan kebutuhan naluri yang disebabkan karena perbedaan fisik, seperti perbedaan organ reproduksi, kemampuan hamil, dan kemampuan melahirkan. Perbedaan gender yang meliputi selain faktor reproduksi dianggap sebagai bentukan alam yang dapat dirubah. Mereka menjadikan agama sebagai salah satu faktor alam yang harus dirubah untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender. Oleh karena itu, gerakan feminisme yang mengusung isu gender bertujuan untuk membebaskan perempuan dari belenggu ikatan nilai-nilia agama.
    Kita juga dapat melihat keberhasilan gerakan feminisme pada protes masyarakat berkaitan dengan poligami yang dilakukan oleg Aa Gym. Ditambah lagi dengan respon pemerintah yang terkesan sangat berlebihan. Aa Gym yang selama ini sudah tersohor dengan nasihat moralnya, perlahan mulai dicaci di setiap ruang diskusi kaum perempuan. Di pihak lain, masyarakat tidak merespon keras kasus seks bebas (zina) yang dilakukan oleh oknum anggota dewan terhormat, yang diikuti oleh sikap pemerintah yang ‘lemah.’

    Poligami dan Ideologi Terpasung
    Al-Quran sebagai salah satu rujukan dalam berislam, mengatur seluruh segi dan dimensi kehidupan. Dimensi tersebut terkait dengan interaksi manusia dengan Tuhannya, dengan dirinya sendiri, dan dengan sesama manusia. Dengan demikian, al-Quran memuat ajaran yang bersifat idelogis dan akan nampak rahmatan lilalaminnya ketika diterapkan secara menyeluruh (kaffah).
    Islam dalam tataran ideologi sarat dengan berbagai hukum. Beberapa hukum dapat dilaksanakan secara individu, tetapi banyak pula yang mengharuskan peranan negara. Poligami yang berkaitan dengan interaksi dengan sesama manusia telah diatur (baca: dibolehkan) dalam al-Quran. Berdasarkan sifatnya, hukum poligami, sama halnya hukum shalat, puasa, dan zakat fitrah dapat dilakukan walaupun tanpa dalam bingkai aturan negara. Oleh karena itu, rencana pemerintah untuk membatasi secara ketat poligami merupakan pemasungan terhadap kebebasan untuk menjalankan ajaran agama. Sehingga, wajar jika dikhwatirkan, kebebasan shalat lima waktu juga akan ‘dipasung.’
    Poligami hanya salah satu ajaran al-Quran di antara ajaran lainnya yang terpasung. Keterpasungan sangat nyata terjadi pada berbagai hukum yang hanya bisa dilakukan oleh negara, seperti hukum-hukum yang berkaitan dengan pemerintahan dan kekuasaan, ekonomi, sosial, pendidikan, dan politik luar negeri. Demikian juga dengan berbagai hukum yang mengatur tentang pemberian sanksi terhadap pelaku pelanggaran hukum syariah.
    Keterpasungan ideologi Islam dapat diatasi dengan memahami kembali tujuan diciptakannya manusia, yang tidak lain untuk mencapai ridha al-Khalik melalui berbagai ibadah. Sejatinya, gerak langkah setiap manusia merupakan usaha untuk senantiasa meningkatkan penghambaannya kepada Allah swt. Manusia dikatakan beribadah kepada-Nya, ketika dengan rela dan taat melaksanakan setiap aturan yang telah ditetapkan oleh-Nya. Kerelaan dan ketaatan kita dapat terwujud jika kita memformalisasi aturan Allah swt. Sehingga tidak ada lagi aturan yang terpasung, tidak ada lagi pemasungan terhadap kebebasan menjalankan ajaran yang mulia ini dalam setiap segi dan dimensi kehidupan. Formalisasi tersebut tidak akan pernah terwujud dalam realitas tanpa keberadaan Daulah Khilafah Islamiyah sebagai institusi yang memformalkannya. Sangat tepat kata Imam al-Ghazali, “agama adalah asas dan kekuasaan (negara) adalah penjaganya. Sesuatu yang tidak ada asasnya akan rapuh; sesuatu yang tidak ada penjaganya akan hilang.”
    Sekarang, kita dapat memilih. Mendukung keberhasilan gerakan feminis dalam menjauhkan manusia dari nilai-nilai agama yang agung, atau mendukung upaya formalisasi aturan al-Khalik yang meniscayakan segala aturan ilahi dapat diwujudkan dalam tataran individu, masyarakat, dan negara. Sekali lagi, jawabannya memerlukan perenungan yang mendalam tentang hakikat penciptaan kita sebagai manusia. Wallahu a’lam bi ash-shawab.

  • dolf

    dari beberapa penjelasan saya bisa sedikit memahami
    bahwa laki2 minta diistimewakan dari perempuan
    sementara perempuan menjadi masyarakat kelas-2 dalam strata sosial
    mungkin ada yg berkata
    justru dgn begitu perempuan dimuliakan (banyak rujukan & silahkan saja)

    tapi pemahaman saya begini (ilustrasi):
    ada 2 org di depan saya, laki & perempuan
    keduanya kelaparan & meminta makan kepada saya
    saya punya 3 nasi bungkus
    saya mesti bagaimana:
    1. nasi bungkus-1 saya beri ke si laki, nasi bungkus-2 saya beri ke si perempuan, nasi bungkus-3 saya makan sendiri/buang (?)
    2. 2 nasi bungkus saya beri ke si laki, 1 nasi bungkus saya beri ke si perempuan
    3. 1 nasi bungkus saya beri ke si laki, 1 nasi bungkus saya beri ke si perempuan, 1 nasi bungkus terakhir saya bagi menjadi 2…1/2 untuk si laki, 1/2 untuk si perempuan
    dll

    pertanyaannya bukan saya mesti bagaimana ?
    pertanyaannya mana yg adil/bijak ?
    kalian jawab sendiri disertai alasan masing2 (tentunya dalam hati saja)

    anda bisa mengatakan begitu karena anda tidak di posisi poligami
    andai ayah anda yg melakukan poligami
    apa mungkin hati ibu anda tidak hancur ?
    atau berusaha menerima dgn ikhlas seperti teh ninih ?
    atau malah bercerai ?
    coba setelah membaca email ini bertanya
    ke ayah: kenapa tidak poligami ?
    ke ibu : bagaimana kalau ayah poligami ?
    yg paling penting adalah jawaban dari ibu
    karena beliaulah korban utama yg merasakan/mengalami
    anak mungkin dapat berbagi bapak
    tetapi istri relakah berbagi suami ?

    anda bisa menjawab seperti itu karena anda laki2
    kalau anda perempuan bagaimana jawaban mu
    anda ingin tahu jawaban perempuan
    tanyalah langsung ke perempuan atau ibu mu sendiri
    jangan hanya mendapat jawaban dari laki2 saja
    gunakan metode berimbang

    anda pernah gak bayangkan hidup sebagai anak yg ayahnya poligami ?
    anda ingin tahu jawabannya
    tanya kepada mereka yg ayahnya poligami
    tapi ingat !
    bertanya bukan berarti merasakan
    anda hanya tahu jawabannya, merekalah yg merasakan

    nb:
    saya tidak ada masalah dgn poligami, poliandri…tetapi saya lebih mendukung polipantai :P

  • erohiyat

    wuih…makin banyak aja yg komen, padahal si Aa ya mah..cuek aje tuh…
    Cuek aja Aa, orang Indonesia sih..emang begitu, pertama-tama sih..emang bakal ramai..ntar juga biasa lagi…

  • reza

    assalamualaikum

    menurut saya sih poligami itu mubah (boleh).
    dengan syarat2 yang telah banyak disebutkan.

    kmaren saya nonton acara di trans(lupa namanya..),, ustadz yusuf mansyur bilang seolah2 negri ini sedang diberi pelajaran. Coba perhatikan ada 2 kejadian besar yang dilakukan oleh 2 orang besar di negri ini (aa gym dan inisial:YZ). Zina atau poligami???,, walaupun hal ini cenderung merugikan pihak wanita, tetapi beginilah adanya fenomena yang terjadi di negri ini..
    Waktu teh nini diwawancara juga, apa yang dilakukan teh nini yang mau dimadu itu adalah semata-mata Lillahita’ala..

    habis itu saya lihat rcti (suka nonton tv nih..).
    kata aa gym : sudahlah, hal seperti ini tidak perlu diperpanjang lebar. Masih banyak yang harus dilakukan oleh bangsa ini..

    maaf atas keterbatasan ilmu saya..

    wassalamualaikum..

  • max

    Yah…
    memang atas ijin Beliau lah kalau Aa Gym kawin lagi. Semua yang sudah diijinkah oleh Gusti Allah pasti terjadi. Semua pasti ada maksudnya. Tinggal persoalan bagaimana kita menginterpretasikan.

    Sisi positif yg terlihat sejauh ini, buat saya, hanyalah pemahaman kita ttg poligami akan makin bertambah. Terlepas apakah boleh atau tidak.
    Dan keyakinan saya makin bertambah bahwa yang namanya manusia akan tetap menjadi manusia selama nafsu nya tetap ada.

  • uli

    MQ = Manajemen Meki

    LOL….

    AA Gym is a Joke!!

  • ANNON

    weleh-weleh MQ rupanya udah ganti kepanjangannya neh…bukan lagi manajemen qolbu melainken MANAJEMEN MEQI. HUAHAAAHAHA….

    Buat kepentingan ego dan syahwat pribadi aja pake pura-pura beriman/arif banget, mau menguji ketabahan anak dan isteri-lah, mau menempatkan poligami pada posisi yang terhormat-lah. Coba kalo poligami itu tidak nikmat di selangkangan, apa dia care dengan alasan2 gombalnya itu? Coba kalo poligami hanya boleh dengan nenek2 peyot, apa dia akan segitu membelanya? Bullshit aja. Dikiranya audience-nya dia setolol itu. Coba para lelaki muslim yang aduh sebegitu jongkoknya IQ/EQ/SQ kalian, apa “panutan” yang keukeuh poligami walaupun melihat isterinya sampe kelenger karena sedihnya begitu tau suaminya kawin lagi itu patut dihormati apalagi dibela? Dari mulanya aja keputusan dia untuk poligami sudah sangat menyakitkan, bagaimana bisa adil nantinya kalau dari mulanya saja sudah cacat dalam hal keadilan? Apakah keadilan emosional tidak ada dalam kamus lelaki muslim? Amit-amit, untung saya ngga kawin sama muslim.

    Dalam kamus umat manusia yang beradab tidak peduli agamanya apa, lelaki macam itu tuh pantesnya dikebiri dan didoain biar kutilan di sekujur tubuhnya, terutama daerah selangkangannya!! Bukannya diagung2 kan. Jijay bajay!!

    Coba umat islam terutama yang lelaki melihat sebuah persoalan itu secara menyeluruh dan jangan sepotong2. Emang poligami boleh, perbudakan dan pembunuhan juga boleh kok dalam islam. Tapi apa harus dilakukan tanpa konteks dan secara membabi buta? Mikir dong! Kalau lihat umat islam kaya gini parahnya dalam memahami agamanya sendiri (apalagi kalu emang ternyata islam tuh seperti yang mereka katakan, tak punya hati dan diskriminasi terhadap perempuan) saya merasa amat bersyukur tidak beragama Islam dan tidak dilahirkan dari orang tua Islam. Alhamdullilah I’m not a Muslim.

    Kalo soal hasrat seks, sorry ya kalian lelaki muslim udah ketinggalan jaman, pake acuan jaman kuda gigit besi sih ya haha. Perempuan tuh lebih kuat tau dorongan seksualnya daripada lelaki?? Cuma aja perempuan itu lebih selektif dan lebih banyak pertimbangannya dari lelaki. Kita bisa kepingin seks berjam-jam sementara kalian semua udah pada loyo setelah 15 menit. jadi yang pantes poligami itu perempuan, bukannya lelaki!! Yang ilmiah dikit dong…jangan bikin agama kalian jadi cemoohan di mata orang lain. Udah masalah terorisme ga beres2 sekarang ini. Malu bo!!

    Dan kalo dorongan seks jadi alasan, lha si Gym kan udah tebel imannya (ngakunya kan gitu?), masa ga bisa mengatasi godaan kecil gaya gitu? Sebegitu aja kah modalnya lelaki muslim yang dipuja jutaan orang bagai seorang suci? Malu….

  • Adyanto

    Menurut saya, kegemparan masyarakat pengagum A’a Gym menanggapi perkawinannya yang ke dua (Poligami) karena mereka memimpikan bahwa keluarga A’a Gym dapat dijadikan panutan dan teladan sebagai keluarga muslim sejati : Saling mencintai, saling menyayangi, saling melindungi, pandai mengendalikan diri (terhadap hawa nafsu, amarah, dengki, irihati, dsb), ikhlas, pemaaf, terbuka, pantang menyerah, pekerja keras, cerdas dan kreatif.

    Di Indonesia saat ini memang sangat langka tindakan keteladanan.
    Tidak ada tingkah laku pemimpin yang bisa diteladani.
    Bangsa Indonesia tidak punya orang besar yang kehidupannya bisa menjadi teladan bangsanya, seperti Dr. Sun Yat Sen dari China, Roosevelt dan Abraham Lincoln dari Amerika, Lee Kwan Yu dari Singapore, Mahatma Gandhi dari India, dsb. Hidup mereka sepenuhnya dicurahkan untuk kemanusiaan dan kesejahteraan bangsanya. Apapun mereka korbankan, termasuk nyawa dan kebahagiaannya kalau itu memang bermanfaat untuk kebahagiaan keluarganya (anak dan istrinya) serta bangsanya.

    Para pengagum A’a Gym berharap dan bermimpi bahwa beliau akan memberikan keteladanan dalam kehidupan rumah tangganya sebagai seorang muslim sejati, yang penuh cinta kasih dan selalu menyayangi anak dan istrinya.

    Tiba – tiba A’a Gym mengumumkan kepada para pengagumnya bahwa dia telah menikah lagi.
    Bagai petir menyambar di siang hari, berita itu sangat melukai perasaan para pengagumnya, terutama para wanita.

    Bagaimana mungkin tokoh sekaliber A’a Gym tega menyakiti hati istri dan anak kandungnya sendiri tanpa alasan yang bisa diterima oleh para pengagumnya?
    Istri A’a Gym dinilai oleh para pengagum A’a Gym adalah seorang wanita yang nyaris sempurna : Cantik, sehat, cerdas, bisa memberikan keturunan yang sehat (laki – laki dan perempuan), taat beribadah, mencintai suaminya, hormat pada suami, dsb yang belum tentu dimiliki oleh kaum wanita lainnya.

    Lantas apa alasan A’a Gym menikah lagi ?
    Para pengagumnya menilai bahwa A’a Gym telah gagal dalam mengendalikan nafsu syahwatnya dan bukan karena alasan kemanusiaan, dsb.

    Kenyataan itu memang sangat menyakitkan dan menghancurkan perasaan para pengagum A’a Gym, terlepas apakah yang dilakukannya tidak bertentangan dengan agama Islam (nafsu syahwat boleh diumbar dalam koridor tertentu : lembaga pernikahan).
    Apakah berarti para pengagumnya telah murtad terhadap Allah?
    Jawabannya : Tentu tidak. Menurut pemahaman orang awam, pengendalian diri terhadap nafsu syahwat juga bukan dosa dan tidak dilarang oleh Allah.
    Kalau memang Allah tidak melarang umatnya untuk mengendalikan nafsu syahwatnya, sehingga tidak melukai perasaan Istri dan anak kandungnya, mengapa bukan hal tersebut yang di pilih oleh A’a Gym?
    Mengapa A’a Gym lebih memilih kepentingannya sendiri, egonya sendiri dan berjanji untuk bersikap adil?
    Bagaimana bisa bersikap adil kalau tindakan yang dilakukannya justru menyakiti hati istri dan anak kandungnya? Apa definisi keadilan versi A’a Gym?
    Kalau hanya masalah syahwat saja A’a Gym sudah gagal, bagaimana sifat yang lainnya? Jangan – jangan lebih buruk dari kemampuannya dalam mengendalikan nafsu syahwatnya.

    Artinya :
    Para pengagum A’a Gym harus rela dan ikhlas melepaskan A’ a Gym sebagai tokoh idola yang di harapkan dan di mimpikan menjadi tokoh teladan sebagai kepala keluarga muslim sejati : Saling mencintai, saling menyayangi, saling melindungi, pandai mengendalikan diri (terhadap hawa nafsu, amarah, dengki, irihati, dsb), ikhlas, pemaaf, sabar, pantang menyerah, pekerja keras, terbuka, cerdas dan kreatif.
    Para pengagum A’a Gym harus menyadari bahwa terlalu menyalahkan A’a Gym dalam berpoligami adalah tuntutan yang sangat berlebihan, dan itu bisa dianggap berdosa, karena beliau ternyata bukan milik umat muslim dan juga tidak sehebat yang di harapkan dan di impikan selama ini.
    A’a Gym adalah miliknya sendiri, sehingga beliau bisa bebas berbuat apa saja tanpa ada yang harus menyesalinya.

    Semoga Allah memberikan tokoh lain yang bisa dijadikan panutan umat muslim Indonesia dan berharap Bangsa ini tidak semakin terpuruk.

    Semoga.

  • biriz

    Mungkin Aa Gym ingin menjalankan keyakinannya bahwa itu sunnah.
    Saya menghormati keyakinannya.
    Masalah masyarakat tidak terima itu hak masyarakat.
    Tapi saya berdoa agar saudara saya Aa Gym tetap jaya.
    Satu dari bangsa Indonesia jaya kan berarti mengurangi persoalan dan bisa membantu anak bangsa yang lain.

    Soal poligamy itu hak pribadi dia.
    Saya tidak ikut campur.
    Yang saya ingin cuma satu bangsa ini jaya dan mengurusi hal hal yang lebih urgent dari sekedar poligami.

  • makun

    Mau ikut juga neh ngomentari……………
    Banyak sudah komentar yang masuk, dengan berbagai dalih dan kupasan, lumayan juga untuk pengetahuan…..

    Cuman satu hal yang buat gemes neh, masih ada yg menyangsikan kalau yang di perbuat Nabi Muhammad itu adalah untuk masa beliau bukan untuk sepanjang masa, dan ada yang mengangsikan perbuatan beliau hanya pantas untuk beliau bukan untuk umatnya.

    Pada hal sebetulnya sudah finish tuh Allah memberikan pelajaran kepada umat manusia untuk sepanjang zaman seperti yang diimplementasikan melalui rasul-Nya Nabi Muhammad SAW.
    Coba baca, pelajari dan simak dalam-dalam, setiap sisi kehidupan beliau sesungguhnya itulah suri tauladan untuk umat sepanjang zaman sampai dunia ini kiamat alias hancur. Nggak usah menyangsikannya looooo kalo memang mau menjadi orang yg beriman. Salah satu syarat dari iman itu ya itu tadi, benar2 meyakini kehidupan Rasul adalah teladan buat umat nya, apapun yang beliau lalui.
    karena semua yang beliau lakukan adalah dari Allah, bukan inisiatif beliau belaka.

    Banyak sih, orang yg cari dalih macam2, terutama yg sudah termakan faham kapitalis, cinta dunia, egoisme, atau termakan faham lain yg memang sangat merendahkan kehidupan perempuan, sehingga bisa dikatakan suci dan hebat kalau nggak menyentuh wanita alias tidak kawin2.

    Sayang ya Umat Islam saat ini sudah banyak yg terkontaminasi faham2 non muslim.

    Saya pribadi setuju tuh atas perkawinan A A Gym yang ke dua, kalau mungkin yang ke tiga dan keempat asal adil.

    dan memang sepantasnya AA Gym yang melakukannya untuk suport bagi iman kita yg selama ini telah mulai terkontaminasi oleh faham2 non muslim dan faham2 cinta dunia. seolah2 semua untuk kita, hak hidup hak kita milik kita, kita nggak sadar kalo itu hanya pinjaman sementara dari Allah.
    Saya yakin sekali AA Gym kawin bukan alasan seks seperti yg disebut2 sebagian org2. Ada alasan yg sangat esensial tentunya, juga itu memang sudah menjadi garisan Allah, karena sekecil apapun yg terjadi di dunia ini tidak satupun di luar kendali dan kodrat Allah.

    Saya nggak tahu nih, apa ada umat Islam yg mengganggap Allah akan liput dari kejadian alam dan prilaku manusia. seolah-olah itu terjadi bukan karena Allah, tetapi karena inisiatif alam.
    Astagfirullah…… Wallahu alam…..

    Nggak usah cari dalih macam2 lah…… seperti mau nyaingin beliau aja.

  • arul

    sepakat bahwa itu merupakan sebuah pilihan

  • heripurnomo

    Ass.
    Aa Gym, salut dengan kesabaranmu.
    Allah akan selalu menyertai orang-orang yang sabar.
    Walaupun engkau dicaci, engkau tak membalas dengan cacian, tapi mencoba bersabar, semoga bangsa kita yang sakit ini mulai bisa membedakan mana yang diridhoi Allah dan mana jalan yang dilaknat Allah.
    Semoga Aa mendapatkan lindungan Allah. Berjuanglah terus Aa Gym, walaupun banyak orang tak lagi mau mendengar tausiahmu. Itu bukanlah bencana, tapi mungkin akan memberi berkah bagi Aa , sehingga lebih memberikan waktu untuk belajar dan merenungkan hikmah apa yang bisa di ambil dari kejadian ini. Wallahualam bishawab.

    Wass.
    hp

  • yudhy

    maju terus a’

  • yoyok

    uhuy……banyak banget yang komen ya …..

    Kalau say asih gini aja…..kalau istri masih cakep, kuat,bisa punya anak, beriman dan masih top banget…..terus apa alasan buat poligami kalau bukan NAFSU BELAKA…..

    Kalau alasan menolong janda (apalagi janda cakep kayak gini) ….ini juga menggelikan menolong kan tidak harus dinikahi, kalaupun dinikahi kan tidak harus Aa Gym sendiri…banyak santri atau teman Aa Gym yang bisa menikahi….kenalkan saja pada mereka…..

    Kalau Aa Gym bukan ulama bukan orang yang sering ngomong jagalah hati, jangan umbar nafsu orang tidak bakal ramai. Kalau seandainya Aa Gym itu kayak Tommy Suharto atau politikus orang bakal cuek… Aa Gym adalah panutan yang selama ini dianggap bersih, bisa menahan nafsu…..kalau sudah kejadian begini orang akan bilang Aa Gym CUMA BISA NGOMONG…NATO….

    Masalah kesabaran…..orang sudah enak yang jelas bisa sabar……YZ pun kalau dimedia juga kelihatan sabar ….he…he…. Teh ninih mungkin jauh lebih sabar…..

    Ditunggu istri ke-3 dan ke-4 ya….

  • Denyhartati

    sudah jelas hukumnya poligami boleh jangan dicari cari lagi hukum boleh atau tidak boleh

    kenapa a

  • syahrul

    Ooooy membunuh juga boleh dalam islam… tapi apa perlunya? ada yang disakitin ga? ada yang dikorbankan ga? apa mendesaknya? poligami itu ga lebih baik dari selingkuh karena waktu niat untuk itu udah muncul yaitu ketika mata buaya mulai tertarik ama cewek cakep yang bukan muhrimnya dan mau begituan ama dia, kan itu udah zinah mata dan hati, itu udah masuk dalam kategori selingkuh. selingkuh hati dan fisik lebih parah daripada cuma selingkuh fisik aja. aa gym mulai dari selingkuh hati dan sekarang selingkuh hati dan fisik walaupun terang-terangan di depan keluarganya dan itu jauh lebih menyakitkan dari selingkuh diam2. karena poligami itu seperti tamparan pada kaum perempuan seolah perempuan (isteri pertama) itu sudah ga ada harganya di mata suami jadi diduain blak2an ok-ok aja dan malah perlu didukung oleh masyarkata. ini sakit. bayangin dia punya anak 7 dan bisnis besar, bukankah lebih baik memfokuskan waktu dia yang terbatas itu buat anak2nya daripada buat bini muda? sekarang waktu buat anak2 ketemu bapanya makin terbatas karena harus berbagi dengan keluarga bini muda. bayangkan waktu anak2 butuh bapanya karena sakit atau hal2 lain, bapanya lagi asik mahsuk sama bini mudanya. di mana ketakwaan pada agama di sini? jelas sekali tujuan aa gym berbini muda hanyalah untuk kepentingan syahwatnya. kalo mau nolong anak yatim,gampang sekali…ga usah poligami..santunin aja tuh jutaan anak jalanan atau anak panti asuhan. atau kalo mau poligami, banyak tuh perempuan miskin peminta2 di jalan yang bawa2 anaknya waktu mengemis. kawinin sono.

    poligami pendek kata adalah perzinahan/selingkuh legal…esensinya sama yaitu ketidaksetiaan kepada janji pernikahan, kepada isteri pertama yang banyak menuai sakit dan pedih pada waktu mendampingi suami mencapai sukses sampai sekarang. setelah susah2 berpuluh tahun kok dengan enaknya kesuksesan itu harus dibagi dengan perempuan lain yang lebih muda dan cantik. di mana keadilan berlandaskan semangat agama dan spiritual di sini? tidak ada sama sekali.

    Poligami pada prakteknya malah lebih menyakitkan daripada suami cuma one night stand di luar karena tidak ada ikatan emosi di situ (cuma fisik doang) dan tidak ada komitmen (harus menggilir, menafkahi dsb). jadi jangan diputar-balikkan seolah2 poligami itu jauh lebih baik daripada “selingkuh atau zinah.” lebih baik bagi siapa? bagi lelaki yang buaya darat dan perempuan gatel yang suka mengganggu ketentraman rumah tangga orang tentu saja, tapi tidak bagi keluarga yang jadi korban. harusnya perbandingan bagi orang sekaliber aa gym adalah poligami dengan setia kepada isteri yang merupakan partner setia dia selama berpuluh tahun. bukannya dia itu ulama yang patut ditiru yang katanya umatnya harus menjaga hati? praktikkin dong itu yang udah sering dikotbahin. kalo cuma segitu doang modal dan moralnya dia, ya udah good bye aja deh…biar bangkrut lu gym!!

  • syahrul

    eh da kabar baru beredar bahwa si gym pernah kawin juga dengan gadis singaparna yang namanya marliah selama 3 tahun. yang ini diam-diam dan cewek itu dicerai beberapa waktu lalu. cek di sini neh:

    http://www.mail-archive.com/mediacare@yahoogroups.com/msg14457.html

    dasar, sekali buaya tetap buaya…pake dalih macem2, agama dibawa2. sebenernya kalo dia ga pake pembenaran agama dan sok suci orang ngga akan sepanas ini. gayanya yang keblinger seolah cuma dirinya yang pantes poligami karena berilmu (ilmu manjangin titit kali ya haha…) sungguh menyebalkan. apalagi pake bilang anak2 dan isterinya patut diuji ketabahannya (emangnya dia tuhan ape?? apa perlunya bilang begitu seh kalo dia cuma kepingin kimpoi sama cewek mulus yang lebih muda dari bininya?)

  • RIOSMANSA

    ASSALAMU’ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH
    MAAF, SAUDARA-SAUDARA SEBANGSA DAN SETANAH AIR, TERUTAMA SAUDARA-SAUDARA YANG SEIMAN.
    BANGSA KITA MEMBUTUHKAN ORANG-ORANG YANG BERPIKIR UNTUK KEMAJUAN NEGARA INI. BUKAN ORANG-ORANG YANG BERGOSIP DAN MERIBUTKAN YANG TIDAK SEHARUSNYA DIRIBUTKAN. URUSLAH YANG PATUT KITA URUS BERSAMA YAITU : KEMISKINAN… PENGANGGURAN DAN KEMUNAFIKAN KITA SENDIRI

  • poopie

    eh mbah riosmansa, kalau poligami jadi teladan nasional dan akibatnya menelantarkan wanita dan anak-anak, itu termasuk dalam hal yang musti diurus oleh bangsa ini ga? itu termasuk dalam kategori kemiskinan ga? bangsa ini bukan cuma miskin harta (walau sumber daya alam berlimpah tapi cuma memperkaya sedikit golongan dan penguasa) tapi miskin nilai dan moral juga, makanya ngga pernah maju2. jadi ga usah membela praktek yang sudah benar2 terbukti menyengsarakan banyak pihak yang terlibat. kalau poligami dilandaskan atas dasar kesetaraan kedudukan lelaki dan perempuan, nah baru boleh kita berargumen bahwa poligami pantas diijinkan dan merupakan urusan pribadi. kenyataannya di negara ini kedudukan dan daya tawar perempuan sangat lemah, dan mereka cuma bisa mengiyakan walaupun disengsarakan dengan poligami karena alternatifnya tidak lebih baik (tidak ada perlindungan ekonomi dalam kasus perceraian walaupun perempuan sangat berperan dalam kesuksesan suaminya selama berpuluh tahun). Sebagian besar muslim lelaki masih beranggapan bahwa perempuan itu kedudukannya di bawah lelaki jadi pendapat, perasaan dan opini mereka ngga dianggap. agama pun diinterpretasikan dari kaca mata patriarki yang sangat mengecilkan arti perempuan. semuanya cuma buat kepentingan lelaki, bagaimana kalau perempuan memiliki masalah yang sama? bagaimana kalau suaminya impoten, mandul atau perempuannya yang hiperseks. apa jalan keluarnya selain cerai? adakah solusi yang adil buat perempuan? tidak ada kan? Jadi jangan berceloteh dan bermimpi mengenai keadilan di dalam poligami karena landasan keadilan dalam monogami pun belum ada!! Lucu banget deh kalian ini.

    bangsa yang maju adalah bangsa yang tidak mengecilkan peran dan arti perempuan. selama bangsa kita (dan mayoritas lelaki muslim indonesia) masih memakai nilai-nilai arab jaman batu yang primitif dan menindas perempuan (walau -dan terutama bila- dikasih kedok agama), selama itu pula lah bangsa ini tidak akan pernah maju. dan tentu saja bangsa lain akan melihat secara negatif kepada kita. walaupun para ulama muslim gemar mensimplifikasi ini sebagai bagian dari konspirasi kafir/barat untuk menyudutkan islam tapi sesungguhnya nilai-nilai universal tidak mengenal batasan agama dan geografis. islam tidak akan ternoda/tersudut kalau umatnya tidak memakai agama mereka untuk menjustifikasi perbuatan tidak terpuji mereka sendiri. Ini adalah suatu yang sangat umum terjadi di kalangan muslim, kalian terlalu banyak berdalih dan melakukan pembenaran bagi tindakan keji saudara2 kalian sendiri dengan memakai ayat2 agama. kalian tidak mampu melampaui keimanan membuta kalian dengan intelektualisme dan nilai-nilai kepantasan universal. jadi jangan salahkan orang lain akan kemerosotan moral, ekonomi, intelektual dan spiritual dunia muslim. jangan buruk muka cermin dibelah.

    Islam perlu reformasi seperti kristen di barat kalau dunia muslim ingin setara dengan kaum lain di dunia. pujian tiada habisnya dari umatnya betapa sempurna dan paling benarnya islam dan betapa sirik dan penuh kebenciannya kafir terhadap islam tidak akan membantu, ini hanya akan memperparah citra buruk agama kalian karena ini menunjukkan betapa parahnya tingkat intelektualisme dan keterbukaan pikiran kalian. semua bangsa yang maju telah melalui debat intens yang membutuhkan keterbukaan pikiran dan kerelaan untuk mengubah cara2 mereka yang ketinggalan jaman dan tidak bisa dibenarkan walaupun itu berlandaskan agama atau tradisi ribuan tahun, umat islam sangat tidak toleran dan cupat (kalau orang berani beda pendapat sedikit aja, solusinya adalah bunuh, kerusuhan, penjara, mencap kafir dsb).

    sikap menghalalkan poligami secara membabi buta adalah salah satu contoh keterbelakangan umat islam yang tidak berani atau tidak mampu berfikir reformis dan jauh ke depan dengan mempertibangkan berbagai aspek dari nilai-nilai semacam itu yang dianggap sebagai nilai absolut yang tidak bisa diganggu-gugat.

  • someone

    mengenai islam sebagai agama yang paling tidak toleran dan fasis, ini ada kutipan bagus dari:

    http://www.news.faithfreedom.org/index.php?name=News&file=article&sid=890

    “Unfortunately for anyone living in a democracy, Islam is a religion of war and conflict. But don’t take my word for it, look for yourself on the news, the internet and look at every country where Islam prevails. There are 28 on-going conflicts in the world and 25 of them involve Islam – that’s a stunning 89.3%. Not bad for a religion that only 20% of the world’s population adheres to.”

  • Masim "Vavai" Sugianto

    # Someone,

    kalau orang cari keburukan, mudah lah. Nggak di Islam nggak di agama lain. Tinggal kita jujur pada nurani, mau cari keburukan agama lain atau berkomitmen pada kebenaran yang hakiki…

  • someone

    apa kebenaran yang hakiki itu? keburukan apa dari agama lain yang separah yang dapat dilihat dari dunia islam?

  • aris nurbawani

    Allah Swt yg menciptakan manusia telah mengijinkan untuk berpoligami, mengapa kita sebagai manusia menentangnya. Bukankah Allah Swt Maha Mengetahui segala sesuatu ?
    (An Nisaa’ : 3)

    Adakah kesamaan sifat kita sebagimana dulu saat diciptakannya Nabi Ibrahim, malaikat pun memprotesnya.

    “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS Al Bqarah : 30)

    =====
    Wong yg njalani poligami dan yg di poligami aja tidak mempermasalahkan kok kita pada ribut semua ???

  • someone

    >>Wong yg njalani poligami dan yg di poligami aja tidak >>mempermasalahkan kok kita pada ribut semua ???

    Lho ente tau dari mana yang menjalani poligami tidak mempermasalahkan? bukannya teh ninih sampe pingsan ketika diberitau suaminya kawin lagi? Ijin keluar karena dia udah di fait-accompli, udah ngga ada pilihan lagi dan ijin itupun baru keluar 3 bulan setelah pernikahan, artinya kan poligaminya dia nggak sah secara islam dan hukum negara? tau ngga pekerja sosial yang meneliti soal ini mendokumentasi bagaimana sengsaranya perempuan dan anak2 yang suami/ayahnya poligami?

    kalo memakai logika ente, child labor (pemaksaan bekerja bagi anak-anak) juga ga papa dong karena yang menjalaninya (anak2 itu) tidak mempermasalahkan kok?

  • codet

    to someone
    lha.. yang memulai perang dunia I yang makan korban tak terhitung itu siapa ? dunia islam? yang memulai perang dunia kedua siapa? dunia islam? ideologi komunisme ideologi paling berdarah lahir dimana? di dunia islam? orang sinting macam hitler dan mussolini lahir di mana? bukan kah gerilyawan farc yang menculik ribuan anak ada di kolombia satu negeri non islam? bukankah ratu isabel yang memerahkan sungai2 di andalusia dengan darah orang islam? lantas siapa yang melindungi orang yahudi dari inkuisisi ratu isabel? klo yang satu ini jelas kekhalifahan islam..yup you hear it right..negeri turki lah tempat berlindung orang yahudi ketika mereka dipaksa masuk kristen atau keluar dari dari spanyol.. jadi jangan ngaco aahh..

  • Masim "Vavai" Sugianto

    #Someone
    Kamu top banget deh. Alur logikanya jalan, sayangnya kamu hanya mendengar sisi buruk Islam yang sering dieksploitasi. Coba deh sekali-kali kamu sempatkan untuk melihat secara keseluruhan. Atau mungkin kamu pernah punya pengalaman buruk sama Islam ?

    Dan satu hal lagi, kayaknya diinternet ada yang seneng banget dapet bonus akhir tahun bahan celaan buat Aa Gym :-).

    Salam kenal, saya nggak punya kemampuan mengungkapkan kebaikan Islam secara detail melalui kata-kata, namun saya yakin kamu cerdas dan mampu memilah mana informasi yang tendensius dan mana yang jernih. Ada kalanya jika kita ingin menilai segala sesuatu secara jernih kita perlu mengosongkan prasangka-prasangka yang ada. Halah, susah amat ya ngomongnya :-)

  • someone

    >>lha.. yang memulai perang dunia I yang makan korban tak terhitung itu siapa ? dunia islam? yang memulai perang dunia kedua siapa? dunia islam? ideologi komunisme ideologi paling berdarah lahir dimana? di dunia islam? orang sinting macam hitler dan mussolini lahir di mana? bukan kah gerilyawan farc yang menculik ribuan anak ada di kolombia satu negeri non islam? bukankah ratu isabel yang memerahkan sungai2 di andalusia dengan darah orang islam? lantas siapa yang melindungi orang yahudi dari inkuisisi ratu isabel? klo yang satu ini jelas kekhalifahan islam..yup you hear it right..negeri turki lah tempat berlindung orang yahudi ketika mereka dipaksa masuk kristen atau keluar dari dari spanyol.. jadi jangan ngaco aahh..>>

    tentu saja tiap kelompok terlepas dari apa agamanya memiliki kontribusinya terhadap peperangan dan kebiadaban massal di dunia ini. dan kalau diurut ke belakang banyak juga kontribusi perang dan pertumpahan darah oleh muslim: turki, armenia, persia, spanyol, india, indonesia, serbia…itu baru sebagian kecil. Mungkin islamic imperialism setara atau lebih parah dari christian imperialism (dan kalau ini dibandingkan dengan komunis, nazi, hindu apalagi buddhis…mereka ngga ada apa-apanya). dari sini saja kecenderungan islam atau penganutnya untuk selalu menciptakan kekerasan sudah jelas terlihat.

    tapi itu masa lalu, mari kita lihat masa kini, berapa banyak tindakan terorisme yang dilakukan oleh non-muslim? bahkan umat kristen yang begitu kejam di masa lalu sangat jarang melakukan tindakan sadis secara massal dewasa ini. bukankah sebagian besar teroris adalah muslim? coba baca koran atau riset di internet, berapa banyak kekacauan di dunia ini melibatkan muslim? hampir tiap hari kita dapatkan berita semacam itu dan dalih bahwa ini cuma pengecualian akan terdengar sangat absurd karena kalau memang begitu kita akan mendengar dan membaca hal sama dilakukan oleh penganut agama lain secara terus-menerus setiap beberapa hari. pernah denger orang buddhis/kristen/hindu menabrakkan pesawat terbang ke gedung tinggi atau meledakkan bom bunuh diri (atau non-bunuh diri) di terminal/stasiun/disko/mall atau bikin kerusuhan berdarah karena nabi mereka diejek? berapa banyak pelanggaran HAM di negara2 Islam? adakah seorang wanita dirajam sampai mati karena diperkosa dan tidak bisa menampilkan 2 saksi selain di negara2 islam? adakah honor killing yang dilakukan ayah/saudara kandung lelaki dalam agama lain karena seorang perempuan tidak menikah berhubungan seks dengan pacarnya? adakah cendekiawan/seniman/dosen/penulis agama lain yang dijatuhi hukuman mati karena pendapat dan kritik mereka bagi agama mereka? adakah umat agama lain yang dijatuhi hukuman mati karena mau pindah ke agama Islam? adakah pengadilan negara lain yang memutuskan perceraian kepada sepasang suami-isteri yang masih saling mencinta hanya karena si wanita sudah dianggap murtad? adakah remaja wanita usia 18 th dijatuhi hukuman mati karena membela diri dari penyerang yang mencoba memperkosa dia dan saudaranya seperti yang terjadi di Iran? berapa banyak minoritas muslim di suatu negara non-muslim yang memakai cara-cara kekerasan untuk membentuk negara sendiri? (apa reaksi ente kalau bali ingin memisahkan diri karena merasa dinaka tirikan pemerintah indonesia yang mayoritas muslim?) mengapa di malaysia seseorang tidak boleh lagi menyebut dirinya suku/ras melayu kalau dia keluar dari agama Islam? (di mana-mana ras itu berhubungan dengan darah dan keturunan bukan agama, cuma di malaysia suku bangsa itu dihubungkan dengan agama.) di agama mana para pemimpin atau ulamanya sering memanas-manasi umatnya untuk membenci dan memusuhi orang yang tidak seagama tanpa kritikan berarti dari masyarakat mayoritas yang katanya moderat? banyak ulama yang menyerukan pertumpahan darah hanya karena merasa islam telah dihina (kalau di agama lain ulama macam gini akan habis dikritik dan dialienasi oleh umatnya, di islam dia jadi pahlwan).

    we can start from there…

  • Budi Rahardjo

    Tanpa bermaksud untuk memperpanjang debat, mungkin kalau “someone” tinggal lama di Amerika bisa melihat bahwa hal yang sama juga terjadi dengan agama non-Islam. Banyak kekerasan, pembunuhan, dll. yang dilakukan oleh penganut agama / aliran / sekte yang ekstrim non-Islam. Di sana malah kekerasan yang dilakukan oleh Muslim sangat minimal.

    Bahkan lebih jauh lagi, kalau mau lihat Islam yang bagus … pergi ke Amerika. Aneh ya. Islam di sana malah seringkali lebih Islami daripada Islam di negara yang mayoritas Muslim. Jadi, masalahnya bukan pada Islam-nya tapi pada orangnya (penganutnya) yang hanya memahami sepotong-sepotong saja (dan kemudian memilah-milah sesuai dengan keinginan atau selera dia – seperti soal poligami ini).

  • someone

    >>bahkan umat kristen yang begitu kejam di masa lalu sangat jarang melakukan tindakan sadis secara massal dewasa ini.>>

    maksud ane tindakan sadis yang MENGATAS NAMAKAN agama, kalau tindakan kriminal biasa yang tidak dimotivasi agama sih banyak di kelompok manapun. kalau isu palestina selalu dijadikan dalih bagi teroris muslim harusnya kita melihat umat buddha melakukan hal yang sama dengan isu Tibet dong. kasusnya kan miripi banget? tapi apa yang mengakibatkan respon umat buddha begitu berbeda dengan respon muslim? (juga waktu patung Buddha terbesar di dunia di bamiyan dihancurkan di Afghanistan tidak terdengar buddhis bikin kerusuhan di negara-negara yang mayoritas buddhis sambil membunuhi muslim, bener kan? coba kalau kasusnya dibalik, misalnya buddhis menginjak-injak quran, apa jadinya umat buddha di negara-negara muslim? lha kasus pembantu dibunuh majikan tionghoa di makasar aja sudah cukup bikin warga makasar melakukan kerusuhan terhadap warga tionghoa yang tidak berdosa kok, apalagi kalau itu menyangkut agama) bukankah perbedaan ini oleh karena perbedaan hakiki ajaran kedua agama ini? islam menekankan jingoism dan kebencian mendasar kepada yang tidak seagama karena menganggap mereka itu terburuk dari yang buruk yang akhirnya berakhir kepada mob mentality dari umatnya (di mana-mana sama saja). agama buddha mengajarkan cinta, penghargaan, pengampunan di atas balas dendam dan kasih kepada siapapun tidak terkecuali apa agamanya.

  • someone

    >>Tanpa bermaksud untuk memperpanjang debat, mungkin kalau “someone” tinggal lama di Amerika bisa melihat bahwa hal yang sama juga terjadi dengan agama non-Islam. Banyak kekerasan, pembunuhan, dll. yang dilakukan oleh penganut agama / aliran / sekte yang ekstrim non-Islam. Di sana malah kekerasan yang dilakukan oleh Muslim sangat minimal.>>

    seperti saya bilang yang saya maksud bukan kriminal biasa melainkan kejahatan yang dimotivasi oleh agama. Harus diakui saat ini yang paling kenceng dengungannya adalah tindakan kekerasan yang dimotivasi agama Islam seperti contoh-contoh yang saya sebutkan di atas yang boleh dibilang jarang sekali dapat ditemukan di tengah pemeluk agama lain. jadi ini bukan semata umatnya menyalah gunakan agama tapi ada yang salah secara fundamental dalam agama tsb yang menjadikan umatnya memandang bahwa hobor killing itu ok, membunuh orang yang murtad itu sah-sah saja, merajam perempuan yang diperkosa itu wajar dsb. kalau penganut agama lain menggunakan agama untuk tindakan kejam mereka, mereka tidak akan bisa melakukan itu secara impunity (tanpa hukuman), di negara-negara islam hal tersebut merupakan bagian dari sistem sosial dan hukum mereka jadi ia merupakan kejahatan yang sangat sistemik dan susah dibasmi. dan ini bukan suatu pengecualian di salah satu negara islam saja tapi sudah begitu mendarah-daging di setiap negara islam yang ada di muka bumi ini.

    Ini contoh2 kekejaman sistemik dalam hukum islam:

    http://save.nazanin.googlepages.com/home#SC

    http://www.petitiononline.com/Malak/petition.html

    http://www.petitiononline.com/AshrafK/petition.html

    http://www.news.faithfreedom.org/index.php?name=News&file=article&sid=292

  • someone

    >>Bahkan lebih jauh lagi, kalau mau lihat Islam yang bagus … pergi ke Amerika. Aneh ya. Islam di sana malah seringkali lebih Islami daripada Islam di negara yang mayoritas Muslim. Jadi, masalahnya bukan pada Islam-nya tapi pada orangnya (penganutnya) yang hanya memahami sepotong-sepotong saja (dan kemudian memilah-milah sesuai dengan keinginan atau selera dia – seperti soal poligami ini).>>

    Islam yang “islami” (mungkin lebih tepatnya disebut islam yang humanistis) hanya bisa ada di negara-negara sekuler. Jadi islam di sana sudah dijinakkan (ya mirip macan ompong lah karena otorisasinya sudah dilucuti sehingga tidak mengatur hajat hidup orang banyak/pengikutnya secara mendasar ). Islam di negara yang berlandaskan hukum islam adalah monster yang sangat menakutkan yang korban utamanya adalah umat islam itu sendiri. dengan lain perkataan islam dan politik bagaikan api dan bensin, mereka tidak boleh berada terlalu dekat karena yang dihasilkan adalah malapetaka kemanusiaan dari generasi ke generasi (sebagaimana kristen dan politik/negara). tapi pertanyaannya adalah apakah islam itu bisa dipisahkan dari politik kalau dalam islam (quran dan hadits) sendiri jelas terlihat bahwa keduanya tidak boleh dipisahkan? menurut anwar shaikh, yang mantan muslim dari pakistan dan profesor studi islam, islam sebenarnya bukan agama tapi merupakan suatu gerakan nasional arab yang tujuannya menguasai dunia ini di bawah genggamannya:

    http://www.news.faithfreedom.org/index.php?name=News&file=article&sid=789

    buat saja islam itu agama dan juga gerakan imperialisme arab.

    Ini salah satu kasus honor killing di luar negara Islam (di Jerman, ironisnya, ternyata muslim di negara sekuler pun ternyata tidak serta-merta memeluk faham islam liberal/humanis sekuler):

    http://www.spiegel.de/international/0,1518,344374,00.html

  • cahya

    kok jadi larinya komentar gak karuan ya…

    buat “someone” maaf seolah merasa benar sendiri, menurut anda tidak ada satu sisi pun yang positif dari ajaran islam, kalau begitu tidak ada orang yang menjalankan islam merupakan orang yang baik atau semua
    org islam adalah pasti jelek. itu hak anda terlepas dari logis/tidaknya jln pikiran anda.

    saya pernah baca ulasan di harian kompas perjuangan rakyat palestina melawan israel sampe ke masalah bom bunuh diri bukanlah semata-mata sentimen agama. Tetapi lebih ke masalah kemanusiaan karena didera oleh
    teknanan berat invasi israel, daripada mati sendiri ya lebih baik mati bersama musuh, jadi ada gunannya :-P

    perjuangan bangsa indonesia melawan penjajah juga bukan karena sentimen agama semata. ingat penjajah adalah beda agama, tetapi yang berjuang mengusir pun bukan hanya orang islam, semua elemen agama bersatu mengusir penjajah. bagaimana situasi perjuangan masa itu, berapa yang terbunuh, bagaimana membunuh dalam berperang? tak kalah hebatnya kan keberanian bambu runcing dibanding bom bunuh diri kan?

    semua itu pastilah ada masalah lain, tidak semata-mata krn sentimen agama. tapi kalau mau dipolitisir bahwa agama islam lah yang mengajarkan orang membunuh sebanyak-banyaknya dengan sadis pakai bambu runcing, itu juga “terserah” anda.. :-P

    Islam adalah ajaran yang indah dan damai

  • someone

    >>buat “someone” maaf seolah merasa benar sendiri, menurut anda tidak ada satu sisi pun yang positif dari ajaran islam, kalau begitu tidak ada orang yang menjalankan islam merupakan orang yang baik atau semua
    org islam adalah pasti jelek. itu hak anda terlepas dari logis/tidaknya jln pikiran anda.>>

    Maaf, ane tidak pernah bilang umat Islam tidak ada yang baik. Mayoritas Muslim adalah mungkin sebagaimana mayoritas Kristen di barat (tidak terlalu taat, muslim KTP, moderat atau abangan) dan mereka sama saja dengan manusia agama lain, ada yang jahat dan ada yang baik. Yang membedakan adalah kalau sudah menyangkut agama, umat islam sangat jarang berani bersuara lantang mengutuk perbuatan kejam saudara2nya karena mereka selalu ditekan oleh yang lebih religius untuk selalu menjaga solidaritas islam (dan aya Quran mengatakan bahwa muslim yang paling buruk pun adalah lebih baik dari kafir). Kalu mereka terlalu vokal maka bisa diperkirakan hidup mereka tidak akan terlalu lama. Ini fakta. Ini tidak ada dalam penganut agama lain, mereka bisa mengkritik dan memiliki pendapat berbeda mengenai doktrin agama tanpa takut kehilangan nyawa mereka. Dan susahnya lagi fakta menunjukkan bahwa semakin religius dan mendalami agama seorang muslim, kemungkinan dia untuk menjadi radikal, fanatik, letterlijk, intoleran dan eksklusif menjadi semakin besar kecuali kalau ia mendalami tassawuf/sufisme. coba ngga ada kan teroris yang abangan? rata-rata kan sangat religius (isterinya pun bercadar)?

    dan perlu diketahui bahwa argumen ane memakai data objektif dan bukan karangan berlandaskan prejudice. Bisa dilihat di sini kalo penasaran:

    http://www.americanthinker.com/2005/11/the_truth_about_islamic_crusad.html

    Ini list kasus-kasus imperialisme Islam sejak jaman Nabi Muhammad:

    The Timeline

    630 Two years before Muhammad’s death of a fever, he launches the Tabuk Crusades, in which he led 30,000 jihadists against the Byzantine Christians. He had heard a report that a huge army had amassed to attack Arabia, but the report turned out to be a false rumor. The Byzantine army never materialized. He turned around and went home, but not before extracting ‘agreements’ from northern tribes. They could enjoy the ‘privilege’ of living under Islamic ‘protection’ (read: not be attacked by Islam), if they paid a tax (jizya).

    This tax sets the stage for Muhammad’s and the later Caliphs’ policies. If the attacked city or region did not want to convert to Islam, then they paid a jizya tax. If they converted, then they paid a zakat tax. Either way, money flowed back to the Islamic treasury in Arabia or to the local Muslim governor.

    632—634 Under the Caliphate of Abu Bakr the Muslim Crusaders reconquer and sometimes conquer for the first time the polytheists of Arabia. These Arab polytheists had to convert to Islam or die. They did not have the choice of remaining in their faith and paying a tax. Islam does not allow for religious freedom.

    633 The Muslim Crusaders, led by Khalid al—Walid, a superior but bloodthirsty military commander, whom Muhammad nicknamed the Sword of Allah for his ferocity in battle (Tabari, 8:158 / 1616—17), conquer the city of Ullays along the Euphrates River (in today’s Iraq). Khalid captures and beheads so many that a nearby canal, into which the blood flowed, was called Blood Canal (Tabari 11:24 / 2034—35).

    634 At the Battle of Yarmuk in Syria the Muslim Crusaders defeat the Byzantines. Today Osama bin Laden draws inspiration from the defeat, and especially from an anecdote about Khalid al—Walid. An unnamed Muslim remarks: ‘The Romans are so numerous and the Muslims so few.’ To this Khalid retorts: ‘How few are the Romans, and how many the Muslims! Armies become numerous only with victory and few only with defeat, not by the number of men. By God, I would love it . . . if the enemy were twice as many’ (Tabari, 11:94 / 2095). Osama bin Ladin quotes Khalid and says that his fighters love death more than we in the West love life. This philosophy of death probably comes from a verse like Sura 2:96. Muhammad assesses the Jews: ‘[Prophet], you are sure to find them [the Jews] clinging to life more eagerly than any other people, even polytheists’ (MAS Abdel Haleem, The Qur’an, Oxford UP, 2004; first insertion in brackets is Haleem’s; the second mine).

    634—644 The Caliphate of Umar ibn al—Khattab, who is regarded as particularly brutal.

    635 Muslim Crusaders besiege and conquer of Damascus

    636 Muslim Crusaders defeat Byzantines decisively at Battle of Yarmuk.

    637 Muslim Crusaders conquer Iraq at the Battle of al—Qadisiyyah (some date it in 635 or 636)

    638 Muslim Crusaders conquer and annex Jerusalem, taking it from the Byzantines.

    638—650 Muslim Crusaders conquer Iran, except along Caspian Sea.

    639—642 Muslim Crusaders conquer Egypt.

    641 Muslim Crusaders control Syria and Palestine.

    643—707 Muslim Crusaders conquer North Africa.

    644 Caliph Umar is assassinated by a Persian prisoner of war; Uthman ibn Affan is elected third Caliph, who is regarded by many Muslims as gentler than Umar.

    644—650 Muslim Crusaders conquer Cyprus, Tripoli in North Africa, and establish Islamic rule in Iran, Afghanistan, and Sind.

    656 Caliph Uthman is assassinated by disgruntled Muslim soldiers; Ali ibn Abi Talib, son—in—law and cousin to Muhammad, who married the prophet’s daughter Fatima through his first wife Khadija, is set up as Caliph.

    656 Battle of the Camel, in which Aisha, Muhammad’s wife, leads a rebellion against Ali for not avenging Uthman’s assassination. Ali’s partisans win.

    657 Battle of Siffin between Ali and Muslim governor of Jerusalem, arbitration goes against Ali

    661 Murder of Ali by an extremist; Ali’s supporters acclaim his son Hasan as next Caliph, but he comes to an agreement with Muawiyyah I and retires to Medina.

    661—680 the Caliphate of Muawiyyah I. He founds Umayyid dynasty and moves capital from Medina to Damascus

    673—678 Arabs besiege Constantinople, capital of Byzantine Empire

    680 Massacre of Hussein (Muhammad’s grandson), his family, and his supporters in Karbala, Iraq.

    691 Dome of the Rock is completed in Jerusalem, only six decades after Muhammad’s death.

    705 Abd al—Malik restores Umayyad rule.

    710—713 Muslim Crusaders conquer the lower Indus Valley.

    711—713 Muslim Crusaders conquer Spain and impose the kingdom of Andalus. This article recounts how Muslims today still grieve over their expulsion 700 years later. They seem to believe that the land belonged to them in the first place.

    719 Cordova, Spain, becomes seat of Arab governor

    732 The Muslim Crusaders stopped at the Battle of Poitiers; that is, Franks (France) halt Arab advance

    749 The Abbasids conquer Kufah and overthrow Umayyids

    756 Foundation of Umayyid amirate in Cordova, Spain, setting up an independent kingdom from Abbasids

    762 Foundation of Baghdad

    785 Foundation of the Great Mosque of Cordova

    789 Rise of Idrisid amirs (Muslim Crusaders) in Morocco; foundation of Fez; Christoforos, a Muslim who converted to Christianity, is executed.

    800 Autonomous Aghlabid dynasty (Muslim Crusaders) in Tunisia

    807 Caliph Harun al—Rashid orders the destruction of non—Muslim prayer houses and of the church of Mary Magdalene in Jerusalem

    809 Aghlabids (Muslim Crusaders) conquer Sardinia, Italy

    813 Christians in Palestine are attacked; many flee the country

    831 Muslim Crusaders capture Palermo, Italy; raids in Southern Italy

    850 Caliph al—Matawakkil orders the destruction of non—Muslim houses of prayer

    855 Revolt of the Christians of Hims (Syria)

    837—901 Aghlabids (Muslim Crusaders) conquer Sicily, raid Corsica, Italy, France

    869—883 Revolt of black slaves in Iraq

    909 Rise of the Fatimid Caliphate in Tunisia; these Muslim Crusaders occupy Sicily, Sardinia

    928—969 Byzantine military revival, they retake old territories, such as Cyprus (964) and Tarsus (969)

    937 The Ikhshid, a particularly harsh Muslim ruler, writes to Emperor Romanus, boasting of his control over the holy places

    937 The Church of the Resurrection (known as Church of Holy Sepulcher in Latin West) is burned down by Muslims; more churches in Jerusalem are attacked

    960 Conversion of Qarakhanid Turks to Islam

    966 Anti—Christian riots in Jerusalem

    969 Fatimids (Muslim Crusaders) conquer Egypt and found Cairo

    c. 970 Seljuks enter conquered Islamic territories from the East

    973 Israel and southern Syria are again conquered by the Fatimids

    1003 First persecutions by al—Hakim; the Church of St. Mark in Fustat, Egypt, is destroyed

    1009 Destruction of the Church of the Resurrection by al—Hakim (see 937)

    1012 Beginning of al—Hakim’s oppressive decrees against Jews and Christians

    1015 Earthquake in Palestine; the dome of the Dome of the Rock collapses

    1031 Collapse of Umayyid Caliphate and establishment of 15 minor independent dynasties throughout Muslim Andalus

    1048 Reconstruction of the Church of the Resurrection completed

    1050 Creation of Almoravid (Muslim Crusaders) movement in Mauretania; Almoravids (aka Murabitun) are coalition of western Saharan Berbers; followers of Islam, focusing on the Quran, the hadith, and Maliki law.

    1055 Seljuk Prince Tughrul enters Baghdad, consolidation of the Seljuk Sultanate

    1055 Confiscation of property of Church of the Resurrection

    1071 Battle of Manzikert, Seljuk Turks (Muslim Crusaders) defeat Byzantines and occupy much of Anatolia

    1071 Turks (Muslim Crusaders) invade Palestine

    1073 Conquest of Jerusalem by Turks (Muslim Crusaders)

    1075 Seljuks (Muslim Crusaders) capture Nicea (Iznik) and make it their capital in Anatolia

    1076 Almoravids (Muslim Crusaders) (see 1050) conquer western Ghana

    1085 Toledo is taken back by Christian armies

    1086 Almoravids (Muslim Crusaders) (see 1050) send help to Andalus, Battle of Zallaca

    1090—1091 Almoravids (Muslim Crusaders) occupy all of Andalus except Saragossa and Balearic Islands

    1094 Byzantine emperor Alexius Comnenus I asks western Christendom for help against Seljuk invasions of his territory; Seljuks are Muslim Turkish family of eastern origins; see 970

    1095 Pope Urban II preaches first Crusade; they capture Jerusalem in 1099

    So it is only after all of the Islamic aggressive invasions that Western Christendom launches its first Crusades.

  • Hamba Allah

    Assalamualaikum wr.wb
    Saudaraku…saya coba mengingatkan sebagai sesama muslim mengenai konteks poligami ini….
    Ketika kita berkomentar soal tersebut dengan membawa dalil-dalil ataupun hadist maupun riwayat…hendaknya kita juga berkaca pada diri kita dan bertanya “APAKAH KITA BERPENDAPAT TENTANG HAL TERSEBUT KARENA ALLAH ?” berhati-hatilah saudaraku, mudah-mudahan kita tidak terjebak dalam situasi yang pada akhirnya akan mempersulit kita untuk memahami ISLAM secara kaffah…
    Kita semua sedang mengalami ujian ….HATI kita semua sedang mengalami ujian….HATI NURANI tahu mana yang benar mana yang salah….HATI kita sesungguhnya milik Allah…kita juga mesti sadar ketika kita menyampaikan pendapat terlepas dari PRO dan KONTRA…hendaknya kita terus meminta perlindungan ALLAH SWT agar pendapat kita tidak didasari pada emosi yang seolah-olah merupakan suara hati nurani……Semoga kita tidak terjebak pada tatanan wacana saja mengenai ISLAM tetapi juga bisa menghayati dan mengamalkan sebagai suatu pedoman hidup….ketika kita bertanya dan mencoba mengupas segala sesuatu yang tertuang dalam Al qur’an dan Hadist terkadang kita tidak bisa menangkap inti dari Ayat atau Hadist tersebut ketika kita mencoba mengupas secara RASIONAL dan secara PERASAAN….mungkin ini adalah momentum yang tepat untuk kita semua untuk memahami, menghayati dan InsyaAllah sanggup menjalankan hal-hal yang disampaikan ALLAH SWT melalui Rasul-NYA secara lebih mendalam….Semoga kita bisa membedakan antara HATI NURANI dan EMOSI/PERASAAN….
    ALLAH pemilik segalanya termasuk hati kita…DIA maha pembolak-balik hati……Mudah-mudahan kita bisa memahami ISLAM secara menyeluruh karena kebenaran ALLAH tidak pernah berubah dan ISLAM ditujukan untuk umat di akhir Zaman….ALLAHU AKBAR semoga engkau tidak menjadikan kami orang-orang yang tersesat karena keterbatasan AKAL, PIKIRAN dan PERASAAN kami. Amin

  • Hamba Allah

    To “Someone”
    Saudaraku “someone” boleh saya tahu saudara muslim atau bukan ?
    Kalau saudara menganggap ISLAM sebagai agama yang buruk, silahkan tinggalkan….
    Mungkin kita tidak perlu memperdebatkan mengenai Agama ini atau itu……jangan sampai menyakiti perasaan Muslim yang lain….UNTUKMU AGAMAMU,UNTUKKU AGAMAKU….Semoga Allah memberi ampunan dan perlindungan serta membukakan mata hati kita…..
    Seandainya saudara seorang muslim….sudah semestinya saudara berjuang mulai dari diri sendiri untuk menerapkan ISLAM secara kafah yang jauh dari fakta-fakta yang saudara sebutkan……..Kebenaran hanya milik ALLAH

  • codet

    someone says:
    >
    Satu lagi tuduhan ngawur..kenyataannya ketika umat islam menaklukkan satu negeri mereka tidak memaksakan penduduk negeri tsb untuk memeluk islam atau membunuh atau mengusir mereka, tidak juga umat islam memeras kekayaan alam negeri taklukkan. Dalam hal ini india menjadi satu contoh.Sekian puluh tahun india menjadi taklukkan penguasa islam tapi penduduknya tetaplah mayoritas hindu dan tidak pernah terjadi pembantaian massal rakyat india, ini karena umat islam tidak pernah memaksakan islam kepada umat lain. Lihatlah juga penaklukkan negeri2 di asia tengah oleh umat islam yang membawa kemajuan dan kemakmuran..dari negeri ini justru lahir ahli hadis paling terkemuka yaitu imam bukhari..
    Bandingkan dengan apa yang terjadi di spanyol ketika jatuh ke tangan ratu isabel, penduduk non kristen diberi pilihan masuk kristen, keluar dari spanyol atau dibunuh.
    Bandingkan juga dengan imperialisme di indonesia oleh belanda (anda orang indonesia kan?), berapa banyak kekayaan alam kita yang dikuras mereka, boleh jadi dam-dam yang ada di belanda dibangun dengan kekayaan alam indonesia, kamu pikir deandels menggaji ratusan ribu dan memberi makan 3xsehari saudara2 kita yang membangun jalan anyer panarukan?.. talk about gold glory dan gospel..
    Lihat juga tingkah norak columbus ketika dia nyasar kesatu benua yang dia kira benua india, dan kita menganggap dialah yang menemukan benua amerika..(yang bener ajah! yang nemuin benua amerika ya orang orang indian laah). Sejak itu dimulailah penderitaan panjang orang indian bahkan hingga kini.Kamu pernah denger ada orang indian asli jadi mentri, anggota kongress, senator atau walikota di amrik? Tapi kamu pernah khan denger ada mentri beragama kristen di indonesia? .. talk about gold glory and gospel
    Lihat juga nasib orang aborigin di aussie!. Singkatnya nasib mereka cuma setingkat lebih baik dari kangguru di kebun binatang sidney..talk about gold glory and gospel..
    Gold..! kuras kekayaan negeri jajahan. Glory..! demi kejayaan raja/ratu. Gospel..! sebarkan ajaran kristen..
    Klo anda seorang muslim ada baiknya saya tulis disini pesan Rasulullah kepada tentara islam ketika akan menaklukkan satu negeri. “Jangan membunuh wanita, anak2 dan orang tua. Jangan merusak rumah ibadah umat lain. Jangan merusak tanaman dan hewan”
    Ini tanggapan untuk alinea pertama.. lain kali saya jelaskan kenapa dunia islam sekarang penuh dengan kekerasan..
    Maaf pak budi klo komen saya kepanjangan..
    PS: buat someone senang berdiskusi dengan anda, lepas dari anda seorang muslim atau bukan

  • someone

    >>Satu lagi tuduhan ngawur..kenyataannya ketika umat islam menaklukkan satu negeri mereka tidak memaksakan penduduk negeri tsb untuk memeluk islam atau membunuh atau mengusir mereka, tidak juga umat islam memeras kekayaan alam negeri taklukkan. Dalam hal ini india menjadi satu contoh.Sekian puluh tahun india menjadi taklukkan penguasa islam tapi penduduknya tetaplah mayoritas hindu dan tidak pernah terjadi pembantaian massal rakyat india, ini karena umat islam tidak pernah memaksakan islam kepada umat lain.>>

    anda jelas kurang pengetahuan di bidang ini. Historian semua menuturkan invasi muslim ke india sangat berdarah dan ia mengakibatkan punahnya agama buddha dari india (universitas tertua di dunia Nalanda dibakar selama berminggu2, perpustakaannya yang berisi banyak sekali karya pikir buddhis punah dan bhikkhu dan para pelajarnya dibantai). Ini kenyataan sejarah yang tidak dapat dipungkiri. India tetap mayoritas hindu tidak berarti islam tidak masuk negara itu dengan dengan kekerasan. Dan jangan lupa india telah terbelah menjadi india and pakistan (dan kemudian bangladesh). apa yang mengakibatkan lahirnya pakistan? karena mereka muslim dan tidak mau lagi menjadi bagian dari mayoritas bangsanya yang kafir (contoh nyata islam memecah-belah) dan mereka lebih suka mengidentifikasikan diri mereka dengan penjajah arab mereka. sangat menyedihkan.

    Silakan liat di sini:

    http://www.voiceofdharma.com/books/siii/ch6.htm

    http://answers.yahoo.com/question/index?qid=20061225123132AASGUqb

    di sini disebutkan bahwa “Hinduism and Jainism survived because they did not have large centers of worship and devotion based around heavily fortified monasteries.”

    bagaimana islam masuk ke cina:

    http://www.historyofjihad.org/china.html

    Ini baru sebagian kecil. Di mana-mana Islam masuk budaya asli masyarakat tersebut nyaris atau sama sekali punah (contoh nyata adalah persia yang budaya asli pra-islamnya sudah sama sekali tidak keliatan diganti dengan budaya arab yang barbar).

    Baca buku V.S. Naipaul: Beyond Belief: Islamic Excursions Among the Converted Peoples

    http://att.shopping.com/xPC-Beyond_Belief_Islamic_Excursions_Among_the_Converted_Peoples_by_V_S_Naipaul~PD-2004311956~FD-63715~kworg-among%20the%20converts%20naipaul~linkin_id-3067997~DMT-3~VK-3067997

    Everyone not an Arab who is a Muslim is a convert. Islam is not simply a matter of conscience or private belief. It makes imperial demands. A convert’s world view alters…He rejects his own; he becomes, whether he likes it or not, a part of the Arab story….The disturbance for societies is immense, and even for a thousand years can remain unresolved….[T]he cruelty of Islamic fundamentalism is that it allows only to one people–the Arabs, the original people of the prophet–a past, and sacred places, pilgrimages and earth reverences. These sacred places have to be the sacred places of all the converted peoples. Converted peoples have to strip themselves of their past; of converted peoples nothing is required but the purest faith.

  • cahya

    #someone (behind the curtain)

    saya tahu itulah referensi anda, tidak semua yang dituliskan disitu bisa dibilang tepat, karena tokh masih ada sisi-sisi lain yang kurang dalam artikel itu. misalnya kesimpulan atau pendapat yang diambil adalah hasil dari pemikiran si penulis yg tidak cross check dari filosofis ilmu islam. tentunya ini mengurangi nilai ketepatan dan akan berbahaya bila digunakan untuk memutarbalikan fakta.

    kebanyakan hasil pemikiran barat masih kurang mengena dan terjadi missing link dalam object penelitannya karena didasari pada sikap: tidak percaya bahwa muhammad adalah seorang pemimpin ataupun nabi, tidak mempercayai maupun memahami al-qur’an dan adanya unsur-unsur kebencian.

    mempercayai semua nabi, ajarannya serta kitab-kitab sebelum muhammad adalah termasuk iman dalam ajaran islam. ini adalah salah satu pendukung untuk mendapatkan ketepatan suatu tafsir dan tidak terdapat pada ajaran lain

    anda bilang bahwa islam mengajarkan: muslim yang paling buruk lebih baik daripada kafir. apa benar terjemahanya demikian, siapa kah muslim yang paling buruk tsb? siapakah yang dimaksud kafir? tahukah anda latar belakangnya?

    >
    >(dan aya Quran mengatakan bahwa muslim yang paling buruk pun adalah lebih baik > >dari kafir)
    >

    baiklah yang dimaksud adalah si buruk rupa tapi hatinya baik (sesuai ajaran islam) dan si kafir adalah yang ga jelas moralnya, ga religius serta menyembah berhala maka kalimat itu benar bukan? ayat itu tentang pemilihan seorang istri: lbh baik dapat istri yang gak begitu cantik tapi hatinya baik daripada dapat istri cantik tapi gak karuan dan gak jelas dalamnya.

    mana cocok ayat itu diterapkan untuk menyebut bahwa orang bilang muslim tapi kelakuanya tidak islami lebih baik dari pada orang kafir..? suatu kesalahan fatal, kesalahan seperti itu banyak terjadi dan dijadikan hujah untuk menyalahkan islam. apakah bisa dikatakan sesuatu kebenaran menilai islam tanpa menguasai ilmu islami.

    kalau anda bisa menterjemahkan ayat al qur’an walaupun terjemahannya benar itu pun masih salah bila anda tidak menggunakan ilmu tafsir dengan melakukan cross check kepada ayat-ayat lain yang bersangkutan. kalau terjemahanya aja salah mana bisa digunakan sebagai tafsir atau referensi? lebih parah lagi kalau kalimatnya sepotong-potong lalu dijadikan patokan.

    bila orang merasa menguasai ilmu tertentu dengan baik (misalkan sejarah) tidak secara otomatis bisa menguasai dan mengerti ilmu-ilmu islam dan qur’an.

    saya sering melihat kesalahan menfsirkan ayat-ayat seperti itu kemudian dihubung-hubungkan dengan pengetahuan yang dipunyai sesuai keinginan lalu digunakan untuk memutarbalikan fakta, mempengaruhi dan meyesatkan. ya tentu ada tujuannya di balik itu semua.

  • ANNON

    >>saya sering melihat kesalahan menfsirkan ayat-ayat seperti itu kemudian dihubung-hubungkan dengan pengetahuan yang dipunyai sesuai keinginan lalu digunakan untuk memutarbalikan fakta, mempengaruhi dan meyesatkan. ya tentu ada tujuannya di balik itu semua.>>

    tujuan apa ya maksudnya? lha wong, muslim sendiri kok yang sering menggunakan ayat-ayat itu untuk membenarkan tindakan mereka (liat para teroris dan muslim radikal menggunakan ayat-ayat Quran untuk menunjukkan bahwa mereka benar dan anda yang moderat yang tidak tahu Islam). Jadi jangan salahkan orang lain kalau muslim sendiri -bahkan pemimpin/ulamanya- sering menunjukkan tingkah ekslusif, intoleran, penuh permusuhan pada kafir, dsb (eh bang oma aja yang soleh pernah bilang di acara ramadhan TV bahwasanya muslim boleh bergaul sama kafir tapi di hari akhir mereka akan dipisah, si kafir akan otomatis masuk neraka. nah lho, kalau yang moderat/soleh macam bang oma yang demen kawin sama daun muda bilang begitu, gimana yang radikal macam osama bin laden?) Lagi-lagi paranoianya Muslim keluar seolah2 semua orang begitu tertarik untuk menjelekkan Islam. Kalau islam damai2 aja nobody cares, deh…really!! Ubah dulu tindakan baru deh terbukti bahwa paranoia dan hobby ber-conspiracy-theorinya ala Muslim itu ternyata tidak punya dasar apa-apa. Yang harus dikritik tuh saudara-saudara anda yang cupat, intoleran, violent, kurang pendidikan karena mereka lah yang membawa nama Islam dan menjadikan Islam dipandang sebagai memiliki ajaran seperti yang anda sebut tidak Islami di atas, bukannya orang lain.

  • saifuladi

    Saya setuju bahwa poligami adalah boleh. Dan sangat boleh bagi orang sudah mampu. Dan Wajib bagi orang yang mampu dan takut tergelinjir ke perbuatan ZIna

  • cahya

    #someone (aka annon)

    kalo anda bilang orangnya berarti benar kata pak budi rahardjo donk emang itu orangnya bukan islamnya  saya hanya pernah menyindir, bahwa pasti ada sesuatu yang mempengaruhi semua kejadian ini, sementara anda menyebutkan semua “argumen” bahwa kesalahan ada pada ajaran islam.

    dalam salah satu artikel yg anda quote: tentang keharusan membayar pajak. kalau kita bayar pajak biar negara bisa jalan, pembangunan jalan, biar tni/polri dan aparat lain bisa bekerja melindungi kita. kalo penguasanya kebetulan org islam tidak identik dengan uangnya masuk ke pihak islam kan, tidak seperti yang terdapat pada artikel itu.

    anda mengatakan bahwa islam membawa kerusakan dimana-mana, hal itu sangat tidak logis.
    bila banyak orang meyakini dengan sepenuh hati, mempelajari dan menjalankan dengan sungguh-sungguh alangkah bodohnya kalau ternyata yang dipelajari adalah kejelekkan, kejahatan dan kerusakan. seperti yang anda sebutkan bahwa makin dalam mempelajari islam makin rusak. jalan pikiran yang demikian selalu kontroversial dengan kenyataan bahwa orang banyak tertarik islam karena keindahan ajaranya.

    apakah logis banyak orang tertarik belajar cara merusak dunia? islam pun diakui sudah menyumbangkan budaya tinggi bagi amerika.

    saya tidak menyangkal kalau banyak distorsi dalam ajaran yang sampai ke manusia. tak terkecuali distorsi juga terjadi pada proses penyampaian ajaran-ajaran selain islam.

    saya tidak merasa harus takut atau khawatir kl harus menyatakan pendapat yang berbeda. itu tidak menjadi masalah bagi banyak pihak (kecuali saya menyebarkan ajaran sesat dan memaksakan). tidak spt yg anda katakan bahwa yg berani menentang seorang kyai berpengaruh pasti akan celaka… tidak demikian, hidup/mati ditangan tuhan. sekedar menyinggung saja bahwa mencari/membuktikan kebenaran diperbolehkan dalam islam tp blm tentu ada pada ajaran lain.

    cukup banyak suara islam yang menentang terorisme. sekarang juga pun saya berani bilang kalo terorisme tidak ada dalam ajaran islam. dalam islam dibolehkan berperang dalam rangka mempertahankan diri (tanah air) atau jika dizalimi dgn diusir dari tempat tinggal yang sah. itu bukan berarti islam disebarkan dgn pedang spt yang diulas di tulisan-tulisan versi barat. perang canggih dewasa ini amerika/israel cs pun melegitimasi bahwa menyerang duluan adalah suatu pertahanan.

    tapi saya tidak bilang poligami itu sesuatu yang dilarang, karena ada itu memang ada tuntunannya. orang tidak bisa men judge begitu saja bahwa poligami adalah kejahatan karena faktanya banyak poligami yang berlangsung dengan baik. begitu juga orang tidak bisa seenaknya bilang saya bisa berpoligami krn dibolehkan dalam agama. tapi kalo berzina jelas haram hukumnya

    saya org islam biasa (bukan abangan) dan masih ingin mendalami islam dari org yang berkompten: kyai, ustad, ilumawan dsb. karena belajar islam menyenangkan dan ilmu saya masih sedikit. melihat dari sudut pandang islam: hidup damai berdampingan dan berbisnis dengan keyakinan lain bahkan dengan orang atheis pun diperbolehkan. tidak ada paksaan utk beragama islam. tidak ada ajaran agar meremehkan atau menjelekkan orang lain. bagimu agamamu bagiku agamaku itu benar-benar ajaran yg terdapat dalam qur’an.

    belajarlah islam langsung dari sumbernya & menggunakan ilmu yang tepat saya jamin tidak akan menjadi teroris ;-)

  • Annisa Pohan

    Semalam Senin 8 Januari 2007 di TransTV acara Extravaganza, Ronal bilang: “Monogami itu untuk orang yang mampu, sedangkan poligami untuk orang yang tidak mampu.” Mampu apaan? “Mampu menahan hawa nafsu.” Kalo tidak mampu, yaaa poligami.

    Aku gak masalah sama pria yang berpoligami, tapi mbok jangan bawa2 sunah Rasul gitu loh. Wong Rasul MONOGAMI selama 28 (dua puluh delapan !!!) tahun dengan 1 (satu) istri, Siti Khadijah. Padahal Rasul adalah suami ketiga (Khadijah sudah menjanda 2 kali, suami2nya telah wafat) dan Khadijah lebih tua 15 tahun. Padahal Khadijah tidak memberi anak laki2, yang penting banget buat masyarakat Arab saat itu. Tapi Nabi setia hingga maut memisahkan mereka.

  • Hamba Allah

    Mungkin kita mesti menghindari polemik tentang Poligami yg berkepanjangan..setiap orang yang berpoligami memiliki alasan dan pandangan tersendiri sehingga sanggup melakukannya…Allah tidak pernah melarang mahluk-NYA (manusia) untuk berpoligami…Allah maha tahu dengan apa yang di firmankannya-NYA…Manusia memiliki Syahwat, Hewan pun demikian….yang membedakan adalah Manusia memiliki akal dan Alqur’an sebagai pedoman hidup dan didalam alqur’an telah diatur bagaimana untuk menyalurkan syahwatnya yaitu melalui jalan pernikahan..Menikahpun punya banyak tujuan dan alasan tergantung masing-masing menjalaninya…dan tujuan tertinggi dari sebuah pernikahan adalah mengabdi pada Allah SWT. Jadi Menikah merupakan hal yang Mulia dimata ALLAH..MONOGAMI ataupun POLIGAMI, bukankah keduannya ditempuh melalui jalan Pernikahan ???
    Kalaupun tujuannya hanya untuk menyalurkan syahwat, bukankah Poligami itu halal karena dilakukan melalui jalur pernikahan ?????

  • Jusmin Sutanto

    abdi panuju, Kang Budi. Aturan mah aturan wae titik.
    Kenapa jadi rame, itu mah strategi dagang para pemilik media massa dan tukang kompor.
    Jaman sekarang ini jualan daging busuk gelondong (baca:ghibah) memang lagi laku keras. Banyak penikmatnya.
    Kenapa dong kasus poligami si asep, office boy kantor ane, yang bininya sampe empat, ndak masuk headline. Sementara aa gym yang baek-baek aja dimasalahin.
    Kan bagus kalau aa gym punya anak lebih banyak, terus semuanya saleh-saleh dan jadi tukang dakwah. Marwah Daud Ibrahim juga pernah ngomong, “Indonesia butuh 30(?) orang Aa Gym” untuk ngeberesin Indonesia”

  • deden

    Terapkan lah Konsep BINER (0 & 1 ) dalam kehidupan kita .. ngak perlu ribut-ribut … mau poli gami mangga ngak jg ngak apa … tau apa itu konsep biner .. Biner mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita apalagi untuk mereka-mereka yang berkecimpung ato menuntut ilmu di bidang komputer, dimana bilangan tersebut merupakan cikal bakal dan yang digunakan saat ini didalam mekanisme komputer, nah tanpa disadari memang bahwa ternyata Biner ini memiliki makna dalam kehidupan sehari-hari makanya untuk itu saya gunakan ini sebagai konsep, yakni bahwa angka 0 (nol) melambangkan kekosongan, ketidakmampuan, kekurangan, kehampaan, dan sejenisnya dan angka 1 (satu) ini melambangkan hanya ada 1 sumber yang memiliki segala-galannya .. yakni Allah Aza Wajalla, untuk itu berserah diri saja mungkin itu lebih plog dan slalu merasa nyaman .. karena bahagia itu adalah sebuah pilihan ??

  • ABAH

    Kalo menurut abah mah ( … yang rumasa bodo ). Poligami dalam islam itu, ngga ada hubungannya dengan pengendalian nafsu syahwat…!
    Kalo NIKAH mah tujuannya membentuk keluarga sakinah mawadah warahmah. Itu yang original mah !
    Kalo pengendalian nafsu syahwat mah kudu PUASA, bukannya kawin lagi…!
    Ari si Aa mah kayanya lagi ngga KU-KU… Abah juga suka ngga ku-ku kalo liat yang herang ( bening ) mah… Lupa diri si Aa teh, Beliau teh sebagai tokoh / simbol pemimpin umat, Dan mayoritas umat ini, senengnya… mengamati dan mengagumi SIMBOL. Sesuatu yang bungkusnya bagus, lebih banyak penggemarnya… si Aa jarang mengarahkan umat untuk mengkaji ISI / makna, jadi ini akibatnya… pada ribut!
    SIMBOL itu ngga ada yang abadi… segala ciptaanNya yang sempurna mengandung HITAM & PUTIH. Mau Aa Gym kek, Aa cecep kek… semuanya mengandung hitam putih…! Waktu si Aa pakai HITAMnya… Umat langsung pada SHOCK..!
    Yang namanya permukaan laut mah pasti penuh gelombang… kalo pada mau adem, tenang… sok atuh pada nyelem ke dasar samudera… Rame ya kehidupan teh…
    Emang kalo masalah POLIGAMI suka disangkutkan sama Sunah Kangjeng Rasulullah… banyak pengikutnya, yang pengen enaknya aja…
    Tapi perbuatan Kangjeng Sahabat Rasulullah, Abu Bakar r.a. yang memberikan 100% harta kekayaannya untuk perjuangan Islam… ngga ada pengikutnya…! kosong euy..! Belum pernah ABAH denger tokoh agama atau tokoh pemimpin yang lain memberikan seluruh hartanya untuk bikin irigasi pertanian yang mengairi sawah masyarakat… atau untuk pemberantasan demam berdarah… atau untuk bikin jalan umum dsb… ah itu mah SUSAH, BERAT… kita mah niru yang enak-enaknya aja lah (ini pasti jawabannya…!)
    Jangan cuma bisa niru atuh, umat teh. JANGAN MENIRU perbuatan Rasulullah… TAPI HARUS DIPAHAMI..!!! Kalo sudah paham, dengan sendirinya akan berbuat seperti perbuatan Rasulullah…
    Kalo cuma niru.. nanti jadi burung BEO yang lagi menclok di pohon, ada angin lewat langsung oleng…!
    Jangan-jangan si Aa teh golongan BEO yang lagi FLU…? Kalo si Aa BEO… Umatnya jadi apa…???

  • abah oryza

    si someone teh budha jigana mah, teuing jiganamah pernah dihukum potong tangan meuerun pake hukum islam, da si someone penjahat jigana teh, eh naha ikut-ikutan euy padahal dah lama, keun lah ambeh rame deui…
    btw si someone mah tidak gentle euy, yah namanya juga provokator, hati2 ah bilih keuna azab ilahi he.. he.. ah ari nu teu yakin ka ilahi mah moal mereun da manehna mah kawas bebegig, euweuh ngaran euweuh ciri hirup tapi nyingsieunan wae ha.. ha… hampura ah someone bilih aya kaleupatan, mangga hubungi http://abahoryza.blogspot.com bilih teu tarima,
    pun paralun ka sang rumuhun

  • esa

    Mungkin saya sebagai orang awam sangat senang akan kehebohan yg menimpa ustadz yg satu ini ,istilahnya dia kena batunya.
    karena akhir-akhir ini banyak sekali ustadz-ustadz zaman sekarang layaknya selebritis dan hampir lupa diri mengemban tugasnya sebagai pembuka agama yg sebener-benarnya .

    berawal dari membuat orang-orang terharu dan terhanyut diatas pengakuan dosa terhadap SANG ILLAHI ROBBI lewat dakwahnya sampai saran-saran yg terCopy dari kitab sucI AL QUR’AN hingga membuat jutaan umat terpesona dan hampir meNUHANkan sosok yang satu ini .

    Bagaimana tidak ..?
    Jutaan manusia baik yg lebih muda sampai dengan yang tua telah mencium tangan Aa gym dan gilanya dia gak pernah menolak hingga nyaris mempersilahkan untuk dan menyodorkan tangannya sendiri (saya rasa ini sudah berlebihan dan malah semakin membuat dia bangga bahwa dia menjadi sosok yang nyaris menjadi sosok orang tersuci),sorotan kamera semakin membuat dia melayang melebihi tingginya gumpalan awan …sangat disayangkan .

    bisikan orang-orang didalam kendaraan umum bukan lagi tentang haru biru isi ceramah tp sebuah mimpi kaum papa yg tengah teruntai rap:
    -Eh itu mobil jiga kagungan aa nya ,alus pisan sigana mah mahal.
    -enya siga nu aa tapi lain ,teh nining hp na kaluaran baru naon sih tipena.
    (contoh yg pernah kudengar dari dua orang gadis berkerudung yg seangkot dengan saya )

    PARAH ….!!!!
    miris aja dengernya .

    Dan setelah dia terpukul teguran yg DIATAS layaknya kanker stadium empat , mungkin saya termasuk orang yg paling senang dia jatuh dari ulahnya sendiri agar kepercayaan diri dan lupa diri yg berlebihan itu tidaklah membuat dia larut dalam kebanggaan dan-
    secara tidak langsung menyelamatkan tunas-tunas calon pemuka agama agar berusaha menjadi pemuka agama sebagaimana pemuka agama yg lain .

    tak ada kebencian tak ada rasa sirik dalam melihat sosok dia tapi hanya penyesalan yg teramat mendalam begitu besar dampak negatif yg akan menyebar kepada tunas-tunas pemuka agama lainnya dan merasa malu terhadap pemuka agama lainnya dimana pemuka agama lain sebelum menjadi pemuka agama mereka harus mempreteli keduniawian tanpa sisa agar mereka pantas untuk ditauladani karena dengan mempreteli dan jauh dari keduniawian , disitulah kesungguhan mereka untuk menjadi panutan.

    buat Aa gak usah serta merta menaiki pohon beringin dan berdiri dipuncaknya tapi sentuhlahLah saja rumput ditanggul jalan yang bertahan hidup dari kering dan basahnya hujan agar tanggul itu tak longsor .

    mangga dehhh..aa ngaca samemeh mapatah batur tentang hirup kedah puas ,kuduna mah aa puas-puaskeun heula kaduniawiannana.

  • tiya

    kenapa ya poliandri ga boleh? kan kalo boleh mah jadi adil…, hehehe…
    kalo boleh, pasti banyak istri yang mau poliandri…
    termasuk gw…
    hahaha!
    aa, aa…, kasian deh lu…

  • toel

    Inginnya menyelesaikan masalah, tetapi yang timbul malah masalah baru yang didapat.
    itulah yang dapat saya petik dari sebuah topik yang dilontarkan….

    Ada beberapa kiat yang baik dan mungkin bisa menjaga hati agar tetap ikhlas:

    1. Kita harus menghormati dan menghargai semua mahkluk Allah.
    2. Dengarkanlah apa yang perlu kita dengar.
    3. Pilihlah segala sesuatu yang baik dan bermanfaat, dan abaikanlah segala sesuatu yang tidak manfaat.
    4. Jangan berpendapat hanya dari kacamata sendiri, sebelum anda tahu makna/maksud dari kacamata_nya.
    5. Ada sesuatu yang jauh lebih besar untuk dipelajari, daripada hanya merusak satu syaraf kebaikan.
    5. Selalu baca dan maknai Al-fatihah…
    Sallam… maaf bila tidak berkenan…

  • Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

    Masalah polygami tidak akan selesai sebelum datang syariat kiamat sesuai Al Jaatsiyah (450a ayt 16-18 dan syariat Islam akan terlunta-lunta.
    Barangsiapa yang tidak mengikuti syariat kiamat mereka adalah mengikuti hawa nafsu oarng yang tidak mengetahui ilmu agama.
    Syariat kiamat mengharamkan polygami.
    Kiamat adalah habis gelap terbitlah terang benderang ilmu pengetahuan agama sesuai Al Qiyamah (75) ayat 6-15, Al Baqarah (2) ayat 257.
    Syariat kiamat dibawa oleh Hari Takwil Kebenaran Kitab sesuai Al A’raaf (7) ayat 52,53, atau Hari kebangkitan ilmu pengetahuan agama sesuai Al Mujaadilah (58) ayat 6,18,22.
    Syariat kiamat dibawa oleh ilmu pengetahuan agama ajaran Adam kembali seperti dahulu sesuai Al Baqarah (2) ayat 30-39, Al A’raaf (7) ayat 27, Thaha (20) ayat 117.
    Malaikat membawa hukum alkultusari syariat agama-agama dipilih yang baik-baiknya saja sesuai Al Haaqqah (69) ayat 17, Al An Aam (6) ayat 9 dan Al Baqarah (2) ayat 35.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  • Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

    Yang jadi persoalan pemuka agama dari semua agama telah meninggalkan Al Quran sesuai Al Furqaan (25) ayat 30, sebagai isi kitab suci sesuai Al Waaqi’ah (56) ayat 77-79, Al Baqarah (2) ayat 2, padahal Al Quran itu mudah sabda nabi Muhammad saw. didalam kitab sucinya sesuai Al Qamar (54) ayat 17,22,32,40.
    Mereka otokowok dilingkaran hadits saja, sehingga ayat-ayat penting untuk masa depan tidak terbacakan.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  • Akibat poligami, AA Gym bangkrut

    http://beritaheboh.wordpress.com/2007/09/27/akibat-poligami-aa-gym-bangkrut/

    Akibat poligami, AA Gym bangkrut

    Gara-gara poligami, dai kondang AA Gym kini jarang dipakai lagi. Bahkan kini, usaha yang dirintisnya juga mengalami kebangkrutan. Kabarnya lagi, para karyawan yang dipecatnya kecewa karena pesangonnya kecil.

    Pegawai Da’arut Tauhid yang telah dipecat melakukan aksi protes karena pesangon yang diterima tidak sesuai. Menurut salah satu karyawannya yang dipecat, Manajemen Qolbu pimpinan AA Gym sudah berbuat tidak adil dan tidak sesuai dengan isi-isi ceramahnya selama ini.

    Seperti diketahui sejak AA Gym memutuskan menikah lagi dengan janda cantik bernama Teh Rini, banyak orang memprotes dirinya dan menjadi tidak simpati lagi dengan AA Gym. Justru ketabahan Teh Nini, istri pertama AA Gym mendapat dukungan publik sehingga ia kini lebih sering tampil di muka publik dibanding AA Gym.

    Ternyata poligami justru membuat masalah sendiri dalam kehidupan AA Gym. Mungkin jika AA Gym tidak berpoligami, Manajemen Qolbu tidak akan ditinggalkan sebagian orang dan tidak mengalami kebangkrutan. (ai)

    http://beritaheboh.wordpress.com/2007/09/27/akibat-poligami-aa-gym-bangkrut/

  • Ridwan

    Aa Gym harus menjaga supaya istri yang pertama dan kedua tidak minta cerai gara-gara kebangkrutan ini.

  • Mourad

    Sekarang Aa Gym sudah bangkrut sehingga dia sekarang sudah tidak lagi merasa mampu untuk “adil”. Dia sekarang merasa keok dan konyol.

    Uang memang membuat manusia menjadi angkuh.

  • Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

    Untuk menyelesaikan perselisihan persepsi antara agama-agama dan didalam agama yang telah terpecah-belah menjadi 73 firqah / sekte sesuai Ar Ruum (30) ayat 32, Al Mu’minuun (23) ayat 53,54 dan Yudas 1:18,19,20,21 perlu TURUN TANGAN ALLAH BAPA pada awal millennium ke-3 masehi.
    Dan untuk menyatukan kembali menjadi satu umat beragama sesuai rencana Allah sesuai An Nahl (16) ayat 93 dengan wajib mengikuti syariat kiamat sesuai Al Jaatsiyah (45) ayat 16,17,18, kami telah menerbitkan buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    berikut 4 macam lampiran acuan:
    “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)”
    hasil karya tulis ilmiah otodidak penelitian terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama selama 25 tahun oleh:
    “SOEGANA GANDAKOESOEMA”
    dengan penerbit:
    “GOD-A CENTRE”
    dan mendapat sambutan hangat tertulis dari:
    “DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA” DitJen Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakistan.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  • Yoyon Sugiono

    Saya setuju. Boleh adalah boleh, yang tidak boleh adalah tidak boleh. Haram hukumnya mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram.

  • Sumaiyah

    Aa Gym emang kurang ajar cabut ustad yang murtad

  • Sumaiyah

    Ass, buat milis yth, berita ini benar-Benar terjadi, Aag Gym bukalah pengusaha ia hanyalah tukang Bakso yang bangkrut, sejak tahun 90an beliau pandai membohongi pelajar dan mahasiswa yang telah mencari sumbangan untuk kepentingan arogansi publik , juga telah membohongi orang tua Teh Ninih sebagai pemilikim pesantren DT, justru di pesantren DT itu ia berlindung untuk menutupi akal busuk dan biadap, sedangkan gaya tauziahan menagis itu hanyalah kamuflase aja agar para jema’ah mau menyumbang.

    Kita kadang tidak teliti, dengan program pedulikasih DT dengan menolong training untuk anak korban Aceh, sumbangan untuk training digunakan untuk foya-foya dan cari istri baru, saya adalah mantan karyawan alumni DT tahun 93, tolong bangunan Dt di sita saja oleh masyarakat dan untuk kepentingan kaum duafa saja. toloooong sobat semuslimah se tanah air ….jangan biarka Aa Gym berkibar lagi ….wasalam

  • Alhabsy irsyad

    ass, saya turut prihatin dengan ribuan ibu-ibu jemaah DT pimpinan Aa Gym Bandung, yang telah menzolimi Aa GYm dengan perkawinan ke du dg teh Rini, saya pun larut sedih atas perbutan diluar poligami, bahwa informasi penipuan Aa Gym sudah merambah ke sub sektor terkecil urusan kegiatan pesantren, hampir semua jajaran karyawan mulai mengundurkan diri , karena ketidak sesuaian pesangon, mestinya Aa Gym cepat tanggap tentang urusan perut karyawannya jangan sampai demo, mungkin Aa Gym sudah tak tahan bagaimana caranya mengelola banyak karyawan yang menganggur

  • Titik Saodah

    Ass Moga AA Gym, diberi ketabahan, hanya berbekal tobat pada Allah tidaklah cukup untuk di maafkan oleh sesama manusia, tentunya dengan kasus ini bisa selesai ,
    tapi nasib sudah lain dengan ribuan para jema’ah ibu-ibu pengajian sudah meninggalkan tampa syarat, mereka merasa di khianati sesama kaum wanita….,
    Teh ninih dengan 7 anak yang ke 7 belum TK udah kawin lagi, tampa minta izin , bahkan teh ninih sudah dikhianati 5 tahun lalu…. karena Aa Gym berdua hati dengan Teh Rini yang Masih bersuami……, bahkan Teh Rini sanggup bercerai dari suaminya bila Aa Gym mampu bertanggungjawab untuk menikahi teh rini……… Wow ustad apa ini…., setelah saya konfirmasi dengan karyawan DT ternyata benar…… bahwa Aa Gym telah menikah 3 bulan tampa pemberitahuan teh ninih.

  • Syanti Maryati

    Ass trima kasih atas infonya bahwa Aa Gym, sekarang dalam jurang pemisah jauh dari jema’ah dan teh ninih.
    Sekarang yang hadir di mesjid Daruut Tauhid hanyalah jema’ah yang pro poligami dan sekarang warung sekitar DT sudah 80 % bangkrut, siapa yang harus bertanggungjawab……..

    itulah atas kesombangan Aa Gym tukang bakso ngaku pengusaha sukses, padahal nol…wus

    Bialah Allah yang menghukum Aa Gym…..dengan sakit yang setimpal dari teh ninih.

  • Choiriyah

    Aa Gym sebaiknya tingggal kan Teh Rini, kembalilah ke teh ninih……., tapi jangan berharap ribuan jemaah dulu akan kembali mendengarkan tauziahan Aa Gym.

    Tobatlah….tobatlah…dan minta maaf atas kesombangan dan penipuan atas perempuan, atas ketidak setiaan kepada istri,
    tobat atas perlakuan penghianatan pada istri……., cium kaki ibu mu mumpung masih hidup……, ibumu yang tua renta masih sayang …kepada Aa Gym …..walau hati beliau terluka dan sakit atas perbuatan Aa Gym yang telah menghianati Teh Ninih……, kasih anak-anak mu 7 yang butuh perhatian ….tapi sekarang anak-anak sudah tidak pernah percaya lagi dengan Aa Gym….., segera ceraikan teh Rini secepatnya….., pasti Anakmu kan membuat perhitungan agar pembagian warisan segera di selesaikan…dengan baiklah

  • Boyke

    Ass Aa Gym , aku terharu ketika persis dedepan pintu rumah sakit Mitra Kasih bekasi , melihat Aa di Bopong crew DT ke ICU , moga Aa cepat sembuh , nach moga perbuatan Aa yang salah di mata jema’ah diampuni Allah,
    Kata hati / qolbu jangan dirusak….., Allah maha tau apapun do’a dan perkataan hati…., moga dengan ketenangan di RS Mitra Kasih tempat menambah iman….dan bertobat….bahwa poligami itu membuat sengsara diri dan umat / jemaah yang lain….

  • Bambang Sumirno

    Ass, saya pikir tak perlu di perdebatkan berpoligami…yang penting… siapapun yang melakukan pasti ada positif dan negatifnya….., yang jelas di surat anisa ayat 129…engkau tidak akan berlaku adil walau engkau berupaya……, jadi bagi mereka yang berpoligami seatu saat akan menunai malapetaka …. pada keturunannya berikutnya yang lebih sadisme mungkin perebutan harta warisan atau kecemburuan hati atau keadilan rohani yang berbeda……tunggu aja di sorga atau neraka….
    yang jelas neraka dunia sudah di alami….., walau mereka berdalil alquraan tapi sesungguhnya mereka menghidar dan mencari ayat yang memudahkan….untuk berbuat maksiat…

  • Suryani

    Ass . Semoga Jemaah Aa Gym bisa kembali setelah 25 tahun kedepan dan memaafkan kasus poligami beliau…
    Saat ini Aa Gym jangan coba-coba tampil di Media TV..ini akan menambah malapetaka berikutnya…bahkan hanya beberapa TV aja yang mau….

    Saat ini banyak photo atau kalender yang bergambar Aa Gym sudah diturunkan atau di bakar …, di kampung kami Kalimantan juga sudah ludes tak ada lagi hanya kenangan pahit belaka kisah Aa Gym….

    Aa Wasalam sampai ketemu di Sorga

  • Ali Martono

    Ass. Buat pemirsa maaf team kami bila telah merusak citra RCTI dengan penampilan Aa Gym

  • Copper Kid

    Aa Gym ditinggalkan ibu2 Muslimah karena dulu dia khotbah yang bernada anti poligami. Ibu2 tentunya senang sekali akan hal ini. Mereka memang ingin tetap memeluk Islam, tapi ogah dipoligami – tidak peduli itu halal atau haram dalam Qur’an. Yang jelas semua orang tahu dipoligami atau dipoliandri itu tidak enak.

    Kalau Muslimah2 ingin konsisten, saya pikir tinggalkan Islam sekalian aja, alias murtad. Dengan begitu, bebaslah sudah dari indoktrinasi poligami halal. Enak aja. Muhammad sendiri mana mau dipoliandri, kenapa dia seenaknya bikin hukum poligami dan lalu menyatakannya sebagai perintah illahi segala.

    Muslim yang bernalar, seperti pak Budi, juga tahu dalam hati bahwa poligami adalah tindakan terkutuk yang sangat menyakiti hati wanita. Tapi dia mana berani mengakuinya terang2an, apalagi nulis di-blognya, bahwa dia anti poligami. Bisa2 putus lehernya, ya Pak?

  • Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi

    Buku Panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul :

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    Penulis: Soegana Gandakoesoema
    Penerbit: GOD-A CENTRE

    Tersedia ditoko buku K A L A M
    Jl. Raya Utan Kayu 68-H, Jakarta 13120
    Telp. 62-21-8573388

  • ikhwan

    Aa Gym menempuh jalan “ emergency exit ”
    ( mengikuti istilah yang beliau gunakan )

    Aa Gym mengambil jalan “emergency exit” ketika menikah yang kedua kali.

    Perumpamaannya adalah seperti di dalam gedung yang terbakar, pilihannya adalah berusaha memadamkan api atau cepat-cepat keluar lewat “emergency exit”.Memadamkan api hanya bisa dilakukan oleh seorang “fire fighter” terlatih, yang tindakannya tidak membuat situasi lebih beresiko.

    Mempersiapkan pemadam api yang portable, kecil dan ringan untuk mengendalikan “api” selagi masih kecil supaya jangan sampai menjadi kebakaran besar mungkin lebih mudah. Namun bila api muncul hingga membesar, membahayakan jiwa orang lain, maka tentu saja seorang “fire fighter” harus berusaha untuk memadamkannya, meskipun dengan jiwa dan raganya sendiri sebagai taruhannya.

    Semula, saya merasa bahwa beliau adalah satu diantara figur “fire fighter” sejati, dengan berbekal ilmu dan pengetahuannya, mampu menunjukkan, bahwa potensi munculnya “fire” pada materi, kedudukan dan lawan jenis sanggup ditaklukkan , mengorbankan “selera dunia dirinya“ untuk kepentingan umat.

    Ternyata “fire fighter” harapan saya ini kemudian memilih keluar lewat “emergency exit”, meskipun ditempat itu masih banyak yang harus dibantu, diselamatkan lewat perjuangannya, tidak serta merta langsung lari “menyelamatkan diri” meskipun tindakan ini juga boleh–boleh saja…..

  • rifki

    Saya tidak mau berkomentar panjang seperti yang sudah dilakukan oleh para komentator sebelum saya, yang jelas saya sangat menyayangkan sikap beberapa oknum disini yang terus mencerca Aa Gym, sampai-sampai muncul komentar2 oknum yang mengaku non muslim yang memojokkan islam,innalillahi…seperti inikah karakter kalian,komentar2 kalian yang memojokkan islam bahkan dengan kata2 kotor telah menunjukkan itulah diri kalian yang sesungguhnya : para penganut agama selain islam yang memang nyata disebutkan di dalam Al Qur’an sebagai orang yang merugi, nista, hina, najis, bahkan akan menyesal ketika “hari pengadilan” telah tiba, semoga saja Allah Swt memberikan hidayah kepada anda, dan jika kalian tetap bangga dengan perbuatan serta ucapan kalian maka benarlah isi lirik lagu “jagalah hati”nya Aa Gym. Mengenai Aa Gym,titik permasalahan yang diperdebatkan hanya satu : Poligami, mengenai poligami,ulama2 besar panutan umat seperti Syaikh Abdul Aziz Bin Baz sudah mengeluarkan fatwanya, dan dari beberapa komentar rekan2 sebelum saya sudah ada yang mencantumkan alamat websitenya,fatwanya sudah jelas,apa lagi permasalahannya? Sudah selesai!!!! kenapa harus diperpanjang dengan embel2 “lelaki hidung belang”, menuruti syahwat, sampai2 ada yang menampilkan “fakta bohong” yang sebenarnya tidak terjadi pada umat islam ? Itulah kenyataan manusia Indonesia saat ini….bergosip ria sudah jadi budaya,tiada hari tanpa gosip (ghibah), padahal ada banyak permasalahan negeri ini yang harus dibahas, mulai dari moral generasi muda dan generasi tua yang sudah ambrol sampai dengan bagaimana menciptakan masyarakat yang sejahtera dan tidak ada lagi kesejangan sosial. Ternyata kebanyakan masyarakat kita lebih memilih memakan daging bangkai yang sudah belatungan daripada daging yang segar, sampai2 Aa Gym ketika dicecar pertanyaan wartawan seputar poligaminya beliau berkata “kalian ini makan gaji haram”. Naudzubillah….

  • Anwar Maktub

    Pedofilia dan poligami dihalalkan dan dibolehkan di Indonesia. Padahal ini adalah ulah yang asusila dan amoral. Ini hanya di Indonesia !

  • Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal, Agama millennium ke-3 masehi.

    Buku “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    Penulis: Soegana Gandakoesoema
    Penerbit: GOD-A CENTRE
    Bonus: “SKEMA TUNGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI) berukran 63×60 cm.

    Tersedia ditoko-toko buku distributor tunggal
    P.T. BUKU KITA
    Telp. 021.78881850
    Fax. 021.78881860

  • Nana Podungge

    Poligami juga basi juga buatku. Tapi berbeda denganmu, aku tidak melihatnya dari sudut pandang bahwa Islam ‘membolehkannya’, apalagi ‘menyunnahkannya, melainkan bahwa Islam melarangnya. :)

    Klik aja alamat berikut ini:

    http://afeministblog.blogspot.com/2006/06/poligami-sunnah.html

    atau

    http://nana-podungge.blogspot.com/search/label/Poligami

    Best,
    Nana

  • Amazed checker

    Wah, rame bener… Ada non-muslim ngotot dan pembaharu kurang waras hadir pula di sini. Ini blog tadinya masalah poligami dan kasus Aa Gym, eh merembet kemana-mana. Buat yang muslim, poligami secara eksplisit jelas walaupun dibolehkan namun amat sulit untuk dilakukan, sehingga jauh lebih baik untuk ditinggalkan saja. Lakukan puasa sunnah dan makin mendekatlah kepada Allah SWT untuk meredakannya. Syukuri dan fokuskan perhatian pada istri yang sudah ada. Anak-anak dan perkerjaan…semua menguras pikiran, tenaga, dan waktu dari hidup anda di dunia yang tidak banyak tersisa. Misalkan umur anda sekarang 30-an_ apabila hidup anda cukup panjang_paling lama hidup anda tinggal 30 tahunan lagi untuk beramal dan berkarya di dunia ini. Apabila sudah punya rumah tangga, tak usah menambah pusing2lah dengan poligami segala. Again, syukuri dan lakukan tanggung jawab anda pada istri dan anak-anak. Membesarkan mereka di jalan Allah hingga mereka dewasa dan mandiri sama sekali bukan hal mudah. Kelak di akhirat, kita akan diminta pertanggungjawaban bagaimana kita telah mengajari anak-anak kita untuk mengenal Allah dan menjalankan perintah-Nya ataukah lalai akan tugas itu.

    (Anyway, harus saya akui agak berbeda halnya kalau pada kasus sang istri adalah yang mandul/tidak bisa punya anak, sehingga suaminya ‘terpaksa’ menikah lagi. Yang jelas, pada kasus Aa Gym tidak begitu_Teh Ninih telah sukses melahirkan 7 anak. Adapun Aa, bisa saja beliau ingin menambah keturunan lewat perempuan lain. This is wallahu a’lam/Allah who knows.)

    Buat yang non-muslim, you don’t know Islam. What you think and say is typical any other prevailing western mindset. It’s no surprise to me alias basi. I’m really sorry, but we know, it’s because you don’t understand. There’s a difference between Islam believers and non-believer. In Al-Qur’an surah Al-Kafirun it says ‘Lakum dinukum waliyadin’, meaning ‘bagimu agamamu dan bagiku agamaku’. It doesn’t matter to us, if you don’t believe Islam, should I say, not believe it yet. Because you must know, that many people in western world and any other non-muslim nation find Islam and convert to Islam. Question and research that!

    If you say that many muslims are behaving bad, bastard, hypocrite, and opposite to what they preach in Islam, I know. Many of muslims apparently happen to do that. I’m taking an example when a nice happy family man suddenly turns doing polygamy, like Aa Gym. I understand, even if he thinks he mampu/capable untuk adil, he doesn’t. Yes, Teh Ninih and the children are hurt here, to be honest. The Qur’an surah Annisa 129 is the whole explanation to this. What he did also has brought trouble to MQ management and (former) employees. About the violence and terorrism in modern world, this in fact is a polemic in muslim world. None of peaceful muslims would honestly agree with violence and harmful effects, just like any other people in the world. It’s because you and me are the same human race created by our same God. We share the same feelings God has put in our inner sides. It is that many hearts may be open, or in case of the opposite, concealed from the truth of God-the creator of all things. When suicide attacks happen, of course we muslims grieve and questioning. At Taliban and Hamas attacks, we deeply hope and pray that the disputes become settled down for the sake of peace and their own people. However, we also don’t like the trouble and interfearance Americans and their allies bring into the afflicted territories. For instance, the Talibans do hate Americans. And you should research why, before you call them ‘terorrists’.

    As we all humans, all people want peace. The name ‘Islam’ means peace. All terrible violence, attacks, suicide bombs..in the middle east…US..Indonesia.. by people whose religion is Islam are carried out by either organized or spontaneous movements that have their own responsibilities. Muslims do not endorse these actions. We do look into their purposes of doing it and we send supports for the muslim victims to alleviate the pain. But we truthfully hope for their settlement and do not want any war.

    Muslims in western countries are peaceful not because they are ‘macan ompong’, but because they have established a place in the society. Despite any oppression they undergo in the middle of non-muslim countries, they have found their way to settle down their islamic necessities. In fact, along with the practice of islamic standard, they have contributed in the countries’ education, economic, and government sectors. Western countries are good because giving muslims the space? Alhamdulillah it is Allah who wills to give them protection through the non-muslim countries. In the context of Islam dissemination, you can see that many converts in the west see the beauty of Islam from these people, not from the war and violence. You go ask the western governments why they give consent to muslims community in their countries. You may come accross humanity as the answer after all. And humanity is something God implants in human hearts. Of course, all people want peace.

    You say that in muslim countries western people are oppressed because of Islam law? Because in the muslim countries, the obedience to Allah as your creator and ours is put into practice. This is the stage that the non-believers cannot accept. What do we think about the Islamic ‘scary’ punishment? We are muslims, meaning the ones who submit to Allah. Islam has ruled what are offences and what are not. When an offence is proven, we would choose to subject to Allah’s rule than merely human’s rule in this tiny globe. You still object? We don’t mind. However, you could still ask and observe us forever, until you someday may find the truth in Islam. Somebody is greatful not to be muslim? We know that you perceive misconceptions from muslim practices. That is interesting that argue how you ‘know’ about Islam_in fact you still don’t_ , while we don’t care about your religion. We muslims are ones who say “Alhamdulillah I’m a muslim”, because we gratefully are already in the much closer path in seeking out the truth of this life and the hereafter, then the non-believers are. No muslim guarantees him/herself is saved from the hell fire, but Islam is the right station before you get on the correct train.

    Why prophet Muhammad SAW’s conquered the lands outside arabia with military force? Of course it is in the extent to expand the islamic territory and the glory of Allah in the world’s map. Compare this with ‘Glory’ in the later Christian 3G Gold Glory and Gospel. You are not the only one who studied the history. We do too. And we know the differences between conquests during prophet Muhammad’s lead, the ones carried out by his successors, the later dinasties, and the the ones done the Christian crusaders. Study that! Nowadays people in the middle east area however are still fighting their territory and the story is worsened by the western interference, honestly speaking.

    You also scare the Islamic ‘honor killing’ and ‘cutting’ which are included in Qur’an law. If you are now still a non-Islam believer, while you haven’t studied Islam from the entire Al-Quran and hadith shahih properly, you may never get the understanding of it. True muslims, not the abangan ones, fear Allah. As we learn the Qur’an, we know that it is God’s law that we should obey. Yes, we look into polygamy judgement also from the Qur’an. In fact, you will see that the Qur’an has been the book of Allah that humans would directly read it by themselves, not necessary through somebody else, though you need the translation of it (look for the legitimate one) if you don’t know arabic.

    What abide in the muslim countries (Saudi Arabia for instance) where beheading and hand cutting and other body punishment, again, are done to execute the law of Allah SWT. We muslims, only investigate whether the justification of the conviction is valid or not. We object if it is not valid. For instance, when Indonesian government queries the validity of an Indonesian TKW conviction that could prove whether she is guilty or innocent. What we are not able to reject is if it is actually valid, then the law of Allah as the possessor of life and creation must be carried out. I have found some Quranic reference to some islamic punishment and their causes (so anyone can see for themselves that they are real). Al Maidah 38; An Nur 2. Of course you can ask the family of the executed TKW if you want to know their attitudes.

    One thing non-believers should be aware, that the verses of the Qur’an are not made by human, not by prophet Muhammad SAW, or by the arab countries. The Qur’an is preserved as the same from the prophet Muhammad saw time, with the original language. If your heart is not concealed, you will find that the verses are not human creation. They are God’s. Surah Al Isra 88.

    And lastly, for the ‘pembaharu’. Sorry, I don’t get you. Mr. Soegana, I’m kind of irritated seeing you quite intense. Somehow you don’t fit in here. Pak Soegana, tidak ada orang waras yang mau mengikuti anda. Anda tidak menawarkan jalan yang masuk akal sama sekali. Entah siapa yang akan tertarik dengan pelajaran anda: abangan, atheis, sinkretis, kejawen, quaker, -kah? Yang jelas none of the mainstream. Kalau tidak ada yang mengomentari anda disini, biarlah saya yang pertama kali memberitahu anda dan orang2 yang mungkin saja tertarik pada sinkretisme: agama tidak bisa dicampur adukkan dengan dalih solusi tunggal. In fact, itu suatu penghinaan, dan melabelkan cap tidak waras pada anda.

    Perlu diketahui, Islam sebagai agama terakhir yang disempurnakan Allah SWT, mengakui turunnya kitab2 suci (yang asli dari Allah tentunya, sebelum diubah2 manusia) Taurat, Al-Kitab/Injil, dan lembaran2 yang diwahyukan dari Allah sebelum Islam datang. Tapi dengan disempurnakannya agama Islam oleh Allah dengan turunnya wahyu Allah menjelang wafatnya Nabi Muhammad SAW, hanya struktur agama Islam ini yang dijadikan pedoman hidup. Tidak boleh diubah-ubah dan di campur adukkan dengan ajaran2 lain. Cek teks Alquran yang termuat ditengah ayat 3 surat Al-Maidah. الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا. (I don’t mean to crop this verse, just giving a clue to those who want to see the verse.)

    Perihal bahwa banyak pula versi agama Islam yang berkembang, sampai yang sesat dan masih berani melabeli dirinya ‘Islam’, diantaranya Ahmadiah dan Syiah, I say “Nauzubillahi min dzalik”, meaning ‘kami berlindung kepada Allah dari yang demikian’. I don’t like such deviant practices, and don’t want to care about them but to protect the islamic society from their practices as much as I can. Islam rule is only of two bases : Al-Qur’an-the preserved true book of Allah, and the Hadith (only look for hadith shahih), as prophet Muhammad SAW stated that muslims are going to divide into 73 groups, only 1 group of them will be saved from hell (rephrased from Shahih Ahmad). This explains the other 72 groups that deviate from the two islamic bases will go to hell. Naudzubillahi min dzalik. (Mr. BR, yes, must consider not to engage to music anymore)

    Everyone, muslim and non-muslim are welcome to read the Qur’an and hadits shahih texts. I don’t market the following website, but it is a great source to Qur’an and hadith online:

    http://www.searchtruth.com/list.php

    and

    http://www.searchtruth.com/book_display.php?book=2&translator=1&start=0&number=0

    Sorry, I mix English and Indonesian as well.

    Wassalamualaikum wr wb.

  • FAUZI

    Inilah sempitnya pemikiran sebagian masyarakat indonesia lebih mengidolakan sosok seseorang bukan ilmunya. Masalah polygami aa gym menurut saya ga da masalah, itu urusan aa gym dan dia melakukan sah. jd ga usah ngeributin polygami aa gym mendingar ambil ilmu yang ia dakwahkan. GITU AJA KO REPOT………………………………………

    Kadang2 saya sebel dengan sebagian masyarakat yg tidak suka dengan aa gym, karena saya tidak bisa mendengar dakwah aagym lagi di media2.

  • Tatas Wicaksono

    ah.. analoginya bagus sekali pak, terima kasih sudah mencerahkan.. :)

  • jabon

    terimakasih ya atas pencerahanya….

  • master wordpress

    salam hangat dari saya ya mas….

  • Jabon

    yang terakhir ,.. semoga sukses slalu ya pak….

  • doris

    terimakasih ya atas pencerahanya….

  • jabon

    by agus jabon :

    terimakasih … sya menjai banyak wawasan atas artikel ini terimakasih banyak ya

  • jabon

    Ambil hikmah dari segala kejadian, dan positive thinking selalu.

  • yunus

    Orang pologami asal tidak melanggar aturan agamanya sebetulnya gak masalah.
    Yamng ribu awalnya mungkin para perempuan yang cemburu karena mengapa tidak dia-dia itu, sehingga istrinya main gusar.
    Jadi banyak perempouan yang ngributin itu tidak memahami norma-nya.

  • asta

    Apa pantas menjelekkan orang karena menjalankan salah satu perintah agama. Hidup ini makin susah saja, masalah privasi bisa jadi konsumsi publik. ha…h..

  • Goda-Gado

    sy justru bangga pd beliau…

    beliau justru sengaja menurun di saat belliau naik…

    luar biasa…

  • nuradi

    biasanya postingannya pendek, tp ni panjang dan ttp berbobot.
    postingannya bagus sekali.
    trims pak budi.

  • furniture-jati

    y gimana lagi namanya juga hidup ,,,
    tidak hanya satu yang diinginkan,,

  • patung pahat

    tinggal jalani aja dech,,,

  • Mara

    Excellent blog here! Also your site loads up fast! What host are you
    using? Can I get your affiliate link to your host?
    I wish my website loaded up as fast as yours lol

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.904 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: