Entah kenapa beberapa menit yang lalu saya habiskan waktu untuk ngelamun. Sambil menatap ke halaman belakang, ada beberapa ide yang lewat ke kepala. Sebalnya ide yang lewat ini datang tanpa kulo nuwon, pergi tanpa permisi. Jadi tadi saya excited bener dengan ide-ide itu, tapi sekarang lupa lagi. Damn you ideas! Baiklah, akan saya tuliskan yang teringat.
- Ide untuk membuat kumpulan orang yang meneliti tentang bidang entertainment, tapi dari sisi teknologinya. Sebetulnya ini bukan sekedar ide baru. Saya bahkan sempat menuliskan beberapa halaman kerangka kerja kelompok ini. Nama pun sudah ada di kepala; DREGS (meskipun nggak nyambung kepanjangannya, he he he) Pokoknya ada ngoprek teknologi untuk musik, video, tarian, performance art, lighting, recording, sound engineering, alat musik baru (dan aneh), pokoknya yang nyleneh lah. Orang-orangnya juga macem-macem, mulai dari engineers, artis, budayawan, scientist, filusuf, dai, kyai, dan tentunya orang biasa. hi hi hi.
- Kemudian saya ingin membuat sebuah kelompok yang memberikan dukungan (support) untuk open source secara profesional. Soalnya begini. Tadi saya ngutak atik handphone Sony Ericcson dan menghubungkannya dengan salah satu komputer yang sistem operasinya adalah Windows XP. Instalasinya ternyata rumit karena ada driver yang tidak cocok! Saya cek di CD ternyata ada drivernya. Tapi setelah saya pikir-pikir kan saya mau pakai ini dengan menggunakan Mac OS X. Wah, belum tentu ada drivernya. Repot nih. Teringat juga bagaimana jika ada orang yang menggunakan sistem operasi Linux (halo IGOS?) dan ingin menghubungkan handphone ini ke komputernya (untuk tukar data dan juga untuk menggunakan handphone 3G ini sebagai modem ke Internet). Nah lho! Kemana mereka mencari dukungan? Terbayang oleh saya sebuah research lab yang isinya nerds semua – alias tukang ngoprek – yang tiap hari dikasih mainan baru (untuk dicarikan drivernya, dibuatkan kernel yang sesuai dengan hardware klien, dan seterusnya). Wah kayaknya anak-anak yang senang ngoprek itu bisa betah. Tapi dari mana dukungan finansialnya? Mosok nunggu saya menjadi filantrofis (bener nggak katanya ya?). Jadi keinget gambar sampul majalah BusinessWeek minggu ini yang menampilkan gambar Bill Gates dan Warren Buffet sebagai orang-orang yang banyak nyumbang. Wah, Bill Gates mau nyumbang dana untuk running kelompok open source saya ini nggak ya? Sebut saja namanya Indonesian Open Source Support (IOSS).
- Mikir ide buku (novel romantis?), tapi yang ini nggak bertahan lama karena keburu ketakutan (dengan banyaknya hal yang harus dilakukan). Bayangkan sudah ada rencana buat 3 buku (dengan bantuan 3 penulis yang berbeda dan tidak saling tahu, hi hi hi), sampai sekarang belum ada yang jadi! (Bagi para penulis yang bantuin saya, anda tahu ini sentilan buat anda dan saya.)
- Mikir beberapa ide untuk Digital Beat Store yang muncul waktu kemarin duduk ngopi dengan David H. di Blitzmegaplex. I’ve got to do something about these ideas. I have to make them a reality. Cerita mengenai kongkow-kongkow ini mudah-mudahan jadi tulisan tersendiri.
- Ide lagi untuk menjadi artis manager (mengelola anak-anak muda yang hobby musik tapi tidak tahu bagaimana menyalurkannya). Wah boro-boro membantu mengelola mereka. Wong saya sendiri gak punya waktu untuk diri sendiri. Nanti malah mereka jadi terbengkalai. Tapi menurut mereka sih, daripada nggak ada? Ha ha ha. Kak kak kak …
Kalau dilihat tulisan di atas, topiknya meloncat-loncat dan tidak terstruktur. Ini masih mending karena saya coba kelompokkan. Tadi waktu di kepala saya, ide-ide itu muncul secara bersamaan dan saling mengganggu. It was a party in my head! Memang seperti itu yang ada di otak saya beberapa menit yang lalu (dan sampai sekarang juga). Topik dan ide masuk ke kepala, menetap sebentar, menghasilkan adrenalin, kemudian permisi ngilang. Saya masih melongo … (untung mulut nggak dimasuki lalat) melihat para tamu-tamu tak diundang itu. But, you guys are welcome to invade my head again …


Desember 11th, 2006 at 4:59 pm
Bagaimana kalau menyiapkan barang kecil untuk merekam setiap kali ide melintas (sekarang sudah banyak MP3 Player yang berfungsi sekaligus sebagai perekam) … jadi idenya gak hilang
Desember 11th, 2006 at 5:11 pm
Ide nya kok bisa berantem gitu ya…hehehe
hmm…gimana kalo di kepala nya dipasang mind recording/logging/daemon jadi kalo ada IDE yang lewat langsung di rekam, di logging, kalo bisa langsung jadi artikel gitu…hehehe
Dan yang penting lagi itu IDE gak cuma numpang lewat tapi bisa menghasilkan suatu process…ya paling enggak ada /var/log/messages gitu…
Desember 11th, 2006 at 8:09 pm
wah, ini yang nama brain storming ya Pak?
Desember 11th, 2006 at 8:56 pm
Wah. sepertinya idé kedua perlu dikerjakan serius, Pak. Bukankah bapak punya toko musik digital? Nah, kalau pemakai dari kalangan OSS tidak didukung, kemungkinan mereka akan kesulitan dalam mempertahankan idéalisme menggunakan OSS sekaligus keinginan membeli musik dari tokonya.
Desember 11th, 2006 at 9:37 pm
Ide yang pertama tuh keren pak, coba kalo kita amati film – film bule yang berbau fiksi tapi ilmiah, seperti i robot, james bond dan laen sebagainya, kenapa teknologi yagn ditonjolkan di film – film itu kok rasanya deket dan bisa terjadai datu saat nanti, nah yang yang di benak saya malah mungkin warner bross, walt disney, paramount pictures atau mungkin vendor-vnedor film tersebut memiliki sebuah badan RND tersendiri dan saling meononjolkan dalam film – film karya mereka, beda dengan film-film di negara kita saat ini(yah mungkin tema yang lagi laku sekarang horror mistik dan percintaan anak muda) kok kesannya jauh dari akal kita dalam hal teknologinya, kalo ngga gitu teknologinya udah ada dipasaran. intinya…setuju pak idenya.
Desember 12th, 2006 at 9:38 am
sebaiknya dibuat siklus dari usaha yang profit bisa disisihkan dana untuk RND tukang ngopreknya..
tapi akan ada kendala bagaimana bikin usaha yang profit terus…
untuk digitalbeatstore apa nanti ada mekanisme untuk beli lagu via internet ? ini yg ditunggu2 lho
btw David H itu seperti nama boss saya di kantor ..
Desember 12th, 2006 at 10:51 am
ide kedua itu sayangnya mau gak mau harus filantropis
. kecuali kalo punya kemampuan untuk ngelobby nokia, sonyericsson, dsb
Desember 12th, 2006 at 11:22 am
kalau saya ide sama sering ngilang-ngilang gitu, kenapa ya emang hardware maunusia di seting sering pelupa ya ….
Desember 12th, 2006 at 7:09 pm
sayah mendukung lamunan tentang novel romantis, jarang-jarang loh Pak dosen ITB bikin kayak gituan ^_^
Desember 12th, 2006 at 8:55 pm
DREGS? Seperti Dixie Dregs (http://tags.lyricsfreak.com/Dixie+Dregs/)?
Desember 13th, 2006 at 3:55 am
Untuk mbak Ranti (#10), tepat sekali. entah kenapa kok waktu cari nama yang muncul di kepala saya memang Dixie Dregs. Memang saya salah seorang penggemar gitaris Steve Morse.
Juli 30th, 2010 at 11:22 am
Merekam ide di handphone dan catatan/notepad di hp bisa jadi alternatif biar ide ga lenyap, IMHO..