Aku dan 3G (the XL story) – part 2

Seperti yang sudah saya lakukan minggu lalu, kemarin (Selasa, 12 Desember 2006) saya kembali terlibat dalam acara sosialisasi 3G dari XL. Acaranya kali diselenggarakan di Score, Ciwalk. Ini pertama kalinya saya masuk ke Score. Lumayan juga meskipun agak kecil ukurannya. Stage-nya juga kecil, tapi asyik juga kalau manggung (nge-band) di sana.

Seperti yang sudah saya utarakan dalam acara sebelumnya bahwa kesuksesan sebuah layanan bergantung kepada network, device, dan application (termasuk content di dalamnya) atau disingkat NDA. Selain itu tentu saja pricing sangat berpengaruh. Mari kita bahas satu persatu.

Network terkait dengan coverage jaringan. Ini berada di tangan operator dan akan berkembang sesuai dengan waktu. Device atau perangkat 3G berada di luar dari kendali operator akan tetapi dia harus murah, harus di bawah Rp 1,5 juta. Nah, aplikasi dan content-lah yang berada di tangan pengguna.

Saya tidak terlalu yakin 3G akan meledak jika tidak ada content yang bagus. Ketika saya tanyakan kepada audience dari acara tersebut berapa yang membuat blog, hanya sedikit yang mengangkat tangan. Saya tidak tahu apakah memang demikian (tidak membuat blog) atau hanya malu mengangkat tangan. Tanpa content yang banyak (dan berkualitas? tinggalkan kualitas dulu) layanan 3G sama seperti sekarang saja; voice dan SMS saja.
Sebetulnya banyak ide content buatan pengguna. Sebagai contoh, bisa saja Anda membacakan cerita anak-anak (kancil nyolong timun, atau bahkan timun nyolong kancil). Anak-anak kan suka dengan bed time story, dongeng sebelum tidur. Apa susahnya ya? Ini mestinya lebih mudah daripada membuat blog, yang harus mencari ide isinya.

Oh ya, untuk pricing harga yang ditawarkan sekarang adalah Rp 10,-/kbyte untuk pelanggan biasa. Ini masih mahal! Namun kalau menggunakan paket (ada dua paket), extra byte-nya adalah Rp 0,4/kbyte. Nah ini baru masuk akal. Akan tetapi tentu saja lebih bagus lagi kalau dari awal sudah Rp 0,2/kbyte. Harga yang murah akan membuat lebih banyak orang menggunakan layanan 3G dan membuatnya lebih populer. Yang diuntungkan? Ya operator juga. Jadi, buatlah harganya lebih murah. ;-)

Setelah acara XL 3G itu saya dan tim ngopi dulu di Starbucks yang berada di seberang Score! ha ha ha. Berikut ini foto beberapa orang yang terfoto (Danies, Indra, Rully), (Dian, Rois, Zaki), (Rully, Khairul, Risdy). Saya sendiri nggak kefoto, soalnya yang ngambil foto. Foto-foto yang ada di saya juga foto setelah acara di XL 3G itu. Foto di acaranya sendiri malah nggak punya. Ha ha ha.



Lagi-lagi … saya tidak punya foto di acara XL 3G untuk dipasang saat ini. Nanti kalau ada, saya pasang di sini.

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Tampilkan semua tulisan oleh Budi Rahardjo

9 Tanggapan to “Aku dan 3G (the XL story) – part 2”

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 649 pengikut lainnya.