Salah satu aplikasi yang dianggap penting oleh layanan 3G adalah video conferencing (apa Bahasa Indonesianya?). Saya masih merasa bahwa ini bukan aplikasi yang dicari oleh pengguna. Siapa sih yang mau bicara pakai video conferencing? (Ingat, harus bayar lebih mahal.) Mungkin hanya untuk keluarga atau orang pacaran saja? Selebihnya saya belum melihat adanya insentif untuk menggunakan video conferfencing.
Seperti telah saya tulis (dimana ya? kok lupa, oh di sini: your voice), banyak orang yang ingin dengar suara saja. Ada guyonan bahwa sekarang kita bisa lihat wajah, tidak sekedar mendengar suara yang merdu. Ah, yang bener? Malah saya merasa bahwa banyak orang yang lebih suka membiarkan dirinya hanya mendengar suara saja. It lets your imagination running wild. Biar nebak-nebak. Kalau melihat wajah, malah nggak seru. Itulah sebabnya “copy darat” sering tidak jadi. Jadi, lagi-lagi no video conferencing.


Desember 14th, 2006 at 5:37 am
Jadi 3G itu memang paling cocok untuk urusan keluarga dan pacaran ya Pak? Kebayang juga kalau saya pake fasilitas video conference sama orang yang belum begitu kenal, pasti deh lebih sering salah tingkahnya, grogi gitu loh, orang cuman ndengerin suara aja kadang sudah grogi…
Desember 14th, 2006 at 6:01 am
Kalo harga video conference dibikin seharga nelpon apalagi semurah sms, pasti banyak yang nyerbu….. Cuman masalah harga aja.
Desember 14th, 2006 at 6:22 am
Quote:”Siapa sih yang mau bicara pakai video conferencing? (Ingat, harus bayar lebih mahal.)”
Mahal?
Semahal apa?
Perbandingannya dengan Taiwan gitu?
quote:”Itulah sebabnya “copy darat” sering tidak jadi”
hehehe… memangnya mau ngapain? Copy Darat segala… hehehe…
Salam kenal dan terimakasih kalau di jawab euy!
Desember 14th, 2006 at 6:48 am
business teleconfrence?
lebih “hemat” (waktu) dari pada harus datang ke lokasi. mungkinkah?
Desember 14th, 2006 at 6:48 am
btw, blog ini css-nya kok ancur. atau FF saya yang ngaco?
Desember 14th, 2006 at 7:29 am
pa emang bener yang bapa bilang kayanya kalau kelamaan video conference malahan jadi ngga nyaman neh mendingan kita nelp aja, wong nelp aja kita sering males dan hanya bisa sms …
Desember 14th, 2006 at 8:07 am
@ azil
betul mas azil, punya saya juga hancur tuh…
ttg tema :
banyak artis pak BR yang nyari 3 G ini supaya kelihatan pacar atau suami/isterinya selingkuh, berbohong atau ndak
Desember 14th, 2006 at 8:42 am
saya lebih butuh akses data pak… video call mah gampang asal akses datanya kenceng…
Desember 14th, 2006 at 9:00 am
tulis di kartu nama pak :p
menerima video call
Desember 14th, 2006 at 9:39 am
don’t underestimate the market of orang pacaran atau orang cari pacar, hehehe.
Desember 14th, 2006 at 10:16 am
Pengen juga sekali-kali nyoba video conference. Pasti asyik. Kalau digunakan utk keperluan pacaran bisa jadi parno ya? Kayak kasus webcam itu loh.
(** kabur **)
Desember 14th, 2006 at 10:33 am
mungkin “voice only” dan “video conferencing” itu ibarat chatting biasa dan telepon. ada kepuasan tersendiri yang menjadi nilai plus dari keterbatasan yang ada. seseorang bisa lebih bebas “menjadi” dan “membayangkan” apa saja.
Desember 14th, 2006 at 10:59 am
tetep harganya mahal pisan euy…mending sms ajah murah meriah walau jempol kapalan
Desember 14th, 2006 at 11:47 am
Kalau 3G hanya untuk aplikasi video conference kurang menarik, masih banyak aplikasi yang bisa digunakan seperti TV streaming, radio streaming, dan akses data cepat.
Tapi masih berat biaya data 3G-nya sekarang
Desember 14th, 2006 at 5:08 pm
Wah asik juga dengan 3G,jadi bisa jadi jarang ketemu. Soalnya udah bisa saling melihat. Ia ngak Pak?
Desember 14th, 2006 at 6:18 pm
yg doyan dan bakat selingkuh tambah repot…
Desember 14th, 2006 at 9:39 pm
tapi untukku (yg mengandalkan mata untuk mendengar dengan cara membaca bibir), 3G akan sangat berguna sekali, Om Budi.
Desember 15th, 2006 at 12:19 am
Saya kebetulan sering melakukan teleconference cross countries, baik menggunakan SingTel Ready Access maupun Global Crossing virtual office. Peralatan yg dipakai bisa analog phone, VoIP phone dari Cisco-Polycon ataupun Videophone dari Polycon.
Saya lihat kalau hanya mengandalkan audio, tanpa adanya chairman yang mengatur traffic pembicaraan, ataupun jika pesertanya bukan yg terlatif menerapkan CSMA/CD sebelum bicara, hasilnya conference berantakan, ribut dan banyak side talking yg tidak perlu.
Tapi ketika kami menggunakan video, effek “presence” tiba tiba timbul dan bisa kelihatan who is in charge of each parties. Pembicaraan jadi lebih terkontrol.
Mungkin memang tidak menggambarkan conference one to one pakai video seperti pada kasus 3G phone, tapi bisa jadi gambaran insentif yg anda cari ketika ada video pada saat conference.
Contoh lain mungkin adalah ketika kita berbicara dengan anak kecil. Ketika saya hanya call istri anak ke rumah pakai Polycon SoundStation, anak bayi saya masih diem saja dan cenderung cuek main sendiri, gak peduli ama suara saya. Tapi ketika saya call melalui Skype videophone, anak saya langsung fokus di depan layar sambil ketawa tawa sehingga tujuan komunikasi tercapai.
Desember 15th, 2006 at 4:33 am
Sebetulnya point yang ingin saya angkat adalah, video conferencing yang diberikan oleh layanan 3G ini mungkin sama seperti layanan MMS, yaitu tidak terlalu banyak orang yang akan menggunakannya. Ya, idenya bagus akan tetapi pada kenyataannya mungkin kurang disukai karena masalah harga (pricing) dan juga kebiasaan. Apakah Anda memang sungguh-sunggu mau menggunakannya (dan yang lebih penting, MEMBAYAR-nya he he he).
Tentu saja akan ada orang yang pakai, tapi berapa banyak? Perlu diingat bahwa lawan bicara juga harus menggunakan video conferencing juga (yang artinya lawan bicara juga HARUS MAU BAYAR?). Kalau orang menelepon saya, seharusnya saya kan nggak keluar uang. Kalau saya ditelepon dan harus keluar uang, mendingan nggak saya angkat itu telepon. Ya nggak? he he he. Nah, ini membutuhkan perubahaan kebiasaan.
Desember 15th, 2006 at 10:51 am
Barusan baca ulang posting sendiri jadi malu. Kurang tidur dan barusan minum LELAP
Harusnya Polycom, bukan Polycon…heheheh
Desember 15th, 2006 at 1:20 pm
Video call kali pak? Video conference mah belum ada operator di negeri ini yg menyediakannya. CMIIW.
Seperti ada di atas, jgn underestimate dulu pak. Tampang saya videogenic lho
Desember 16th, 2006 at 10:15 am
Mungkin tulisan P’BR yang ini bisa menjawab pertanyaan “Siapa sih yang mau video conference?”
paling tidak dengan melihat wajah, gesture orang bisa dilihat sehingga point-point yang ingin kita sampaikan bisa diterima dengan baik dan benar.
Desember 18th, 2006 at 9:57 am
Loh mas, bukannya tarif video call = tarif bicara? At least itu kalau Telkomsel sih.
Maret 12th, 2007 at 3:36 pm
What ever lah…mo paan..
yg pasti klo ada yang butuh product polycom, contact me aja..ok..
Thanks
Hijrah S. S.
PT.GLOBAL TEKNOLOGI INTEGRASI
Kantor Taman A9 Unit C12 LT.4
Kawasan Mega Kuningan Lot.8.9/9, Jakarta 12950
Ph : 62-21-5762321-22 / Fax : 62-21-5762329
Mobile : 62-815 735 357 77, 62-21-931 461 17. Email : hijrah@global-ti.co.id
Maret 10th, 2008 at 3:19 pm
Salam semua….
Saya baca semua comment di atas kok men”debat”kan masalah Video Cnference di 3G. Memang diakui masih banyak yang mempertanyakan efesien/tidak efesien-an dari fitur itu.Apalagi kalo seorang pimpinan,direktur,manajer, pekerja lapangan, dll harus kordinasi, meeting, report lapangan, dll disaat itu. mereka ga mungkin kan report hanya dengan Video Call dari HP 3G yang masih sangat krang kualitas gambarnya. Apalagi kalau harus bisa connect ke perangkat Video Conference yag sudah ada di kantor seperi Polycom, Tandberg,Sony, dll yang sudah pasti perangkat tersebut tidak kompatibel dengan Video Call dari 3G. Saya mungkin bisa berbagi solusi untuk itu. Untuk bisa melakukan Video COnference dimana saja bisa di pake jaringan 3G (hanya link saja) dan menggunakan Sofware Video Conference EMBLAZE yang sangat kompatibel dengan perangkat Video Conference seperti Polycom, Tandberg,Sony, dll. Untuk softwarenya pun sangat murah tetapi memiliki segudang fitur yang sangat bagus. Memang sih belum banyak orang mengetahui akan produk ViCon ini, tapi diprediksi akan menjadi solusi yang sangat membantu khususnya untuk orang2 yang mempunyai mobilitas tinggi dan membutuhkan hubungan dengan pekerjaan yang sewaktu2 harus dilakuakn.
Untuk yang kepingin tau lebih banyak tentang ha ini, silahkan hubungi saya dan nanti kita bisa saling sharing informasi.
Trim’s
Victor GM
0818210579
victor@rml.co.id
Mei 27th, 2009 at 6:31 pm
Wah memang pada ketinggalan zaman semua nih…
kata siapa 3G ga menarik. pasti lama2 orang juga bosen kalo komunikasi cuma audio aja.. JADUL..
kita kan mesti menyongsong NGN nih,. semua teknologi akan terintegrasi,. tentunya content teknologi juga semakin berkembang. Dann… salah satunya pasti komunikasi yang berbasis multimedia akan hadir menghiasi dunia.
siapa tau ada perangkat MS yang tokcer punya,. screen lebar, resolusi tinggi, dan ditambah BW 3G yg tinggi (misal 384 kbps beneran). NAh klo udh kayak gitu,. pasti banyak orang meeting (boz2 yg males ngantor) sama anak buahnya lewat 3G videconferencing call. Betull gakk sodara..???
Khusus Utk Pak Victor: mungkin emblaze blm bisa, tapi tandberg udah bisa lhoo…
Tandberg 3G Gateway + Gatekeeper + MCU + TMS = Infrastruktur H.323 to H324
Agustus 19th, 2010 at 2:04 pm
by jabon
masih dio perkotaan saja ya … di desa gak ada ha ha