Kasus (MoU) Microsoft Diusut

Halaman depan Koran Tempo hari ini (20 Desember 2006) bertajuk “Kasus Microsoft Diusut” (dengan huruf tebal dan besar). Nah lho. Jadi populer begini?!?!? Pada artikel yang singkat tersebut, Komisi Pengawas Persainan Usaha (KPPU) akan mengusut kasus ini.

Gini saja deh, Microsoft melakukan sweeping ke kantor pemerintahaan saja. Terus berangus yang pakai produk Microsoft tanpa lisensi. Sekalian juga bawa orang yang bertanggung jawab (sampai ke Menteri dan Gubernur) ke bui. Nanti kita lihat siapa yang mau bertanggung-jawab. he he he. Paling-paling lempar tangan.

Gerakan open source pun nampaknya hanya sekedar lip-service. Sebal dan kesal. Gini deh, kalau nggak beres juga, tahun depan saya usahakan ikut membereskan deh. Tapi nggak janji lho. ha ha ha. kak kak kak. :D Ngoprek dan support open source yuk …

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

28 responses to “Kasus (MoU) Microsoft Diusut

  • dcky

    Kelemahan Open Source di Indonesia selain kurang sosialisasi juga karena masih kurang yang menyediakan dukungan secara teknis pak. Apa bapak mau berkontribusi :)

  • asep

    Indonesia tecinta ini memang tidak pernah lepas dari keajaiban-keajaiban :D

  • Obyektif

    Bisa tidak kita menuntut Microsoft dengan alasan:

    Microsoft secara sengaja membuat software-nya gampang dibajak. Hal ini membuat pengguna jadi ketagihan dan tidak bisa lepas dari produk-produknya. Seperti penyakit saja, ketergantungan obat.

    Sekarang sudah banyak yang sakit (kecanduan produk Microsoft).
    :)

  • IMW

    Koq Microsoft yg diusut koq mas Bud yg sewot.. he he sudah waktunya main band lagi boss.

    Seperti yang selalu saya sebut, bukan sekedar masalah proprietary atau Open Source saja, tapi proseduralnya boss.

    Oh ya seingat saya, di dalam proyek pemerintah, selalu diwajibkan pembelian perangkat lunak yang legal.

  • mdamt

    Lip-service karena ngga ada duitnya om…. Kalau duit yang buat MS dikasih ke orang open source Indones begimana?

    Dikiiiiiiiiiiiiiiit aja…
    Eh jangan dikit ding…

  • Wildan

    @IMW : gak papa donk..lagian kan warga indonesia punya hak. Masa uang rakyat mau dibuang begitu saja..? Betul gak pak.? hehehe. Saya pribadi sih gak setuju dengan MoU tersebut..lagian udah gak pake windows neh.. :p

  • Priyadi

    heheheh, udah baca MoU-nya belum nih? :D

  • IMW

    Pri … hush… MoU itu rahasia… gimana bacanya kekekeke panggil paranormal

  • Budi Rahardjo

    Untuk dcky, soal kurangnya dukungan (support) [komersial] untuk opensource memang benar. Saya sudah coba bangkitkan minat ke arah itu, tapi nggak maju-maju. Mungkin dibutuhkan contoh. Tahun depan kita contohin yuk. Kita buat organisasi support open source secara formal dan kita jalankan dukungan open source secara lebih masif. Mau ikutan?

    Kalau MoU itu rahasia, bagaimana bisa ada analisa-analisa ya? Bagaimana point-pointnya bisa muncul di surat kabar, misalnya? Pasti ada yang membocorkan rahasia tersebut. Apakah yang membocorkan bisa kena hukuman? Entahlah.

    Soal kenapa opensource kurang maju di Indonesia, bukan karena nggak ada duitnya. Di luar negeri juga sama seperti itu. Yang kurang adalah semangat dari kita-kita ini. Karena terlalu mudah pasang produk Microsoft (tanpa beli lisensi) maka kita tidak mendapat dorongan untuk menggunakan dan mengembangkan open source. Lupa dan tidak membuat strategi.

    Terlepas dari ada MoU Microsoft atau tidak, kita ngoprek open source yuk.

  • Wildan

    kekeke..lha..itu yang beredar di milis2 itu apa yah?

    Yuk..mari ngoprek bersama.. :)

  • ricky

    Pak BR bukannya bintang iklan M$? :)

  • galih

    kalo pak budi jadi bikin organisasi formal itu, saya ikut pak!

  • Irwin

    kata siapa Open Source ga maju di Indonesia :) hampir semua developer yang saya temui pake open source, kecuali khusus datang ke acara MS hehehehe…, itu pun vendor pendukung biasanya bilang “karena ini acara MS ga sopan dong kalo kita bawa Open Source” :p

  • Emanuel Setio Dewo

    Pakai Slax KillBill aja. Bisa jalanin program M$ juga kok (walau pun masih terbatas). At least tidak perlu bayar lisensi OS-nya.

    Salam.

  • milisdad

    saya sepakat dengan galih….
    ayo… pak………
    oprek pemerintah biar lebih legal tp tidak buang uang rakyat.

  • Farid Azis

    Penyedia support u/ open source sudah mulai tumbuh, jasa yang ditawarkan umumnya instalasi linux, training dan sistem maintenance. Saya kerja di ASEAN Secretariat, kita punya 7 server pake linux untuk web server, mail server dan file server di hosting di jakarta dan singapore, semua maintenance-nya (update, backup, security, dll) ditangani perusahaan Indonesia, dan so far gak ada problem.

    Masalahnya, perusahaan-perusahaan ini tergolong UKM, gak punya budget u/ promosi, jadi gak bakalan ada itu makan siang gratis di hotel-hotel seperti yg biasa diadakan Microsoft/IBM.

    Jadi, jangan ragu-ragu pake Linux, prospek ke depan sangat bagus, baik untuk bisnis maupun untuk kemandirian bangsa. Saya pernah nonton pidatonya Richard Stalman, dia bilang perusahaan-perusahaan software proprietary itu adalah para kolonialis, tidak beda seperti Belanda/VOC, sama-sama penjajah baik itu filosofi, strategi, taktik yg dipakai semua sama. Jadi kalo kita cape-cape berjuang u/ proklamasi th 1945, terus sekarang dijajah lagi, yaaaa gak beda ama keledai.

    salam

  • mrtajib

    Salah satu kerjaan terbesar afar Open Source itu menjadi mainstream ya dengan dekontruksi otak dan kesadaran kita dari Mainstream Microosoft. Bukankah begitu bung?

    http://tajib.wordpress.com/2006/12/10/otak-window-vs-otak-linux/

  • Harry

    Memang kan kita dari kecilnya udah jadi pembajak…
    kitakan makan dari hasil bajakan juga
    Menanam padi kalo gak dibajak dulu kan gak bisa bagus hasilnya. jadi kita sekarang tetap pakai hasil bajakan juga kan

  • Amal

    Pemakaian huruf tebal dan besar memang tipografi tata letak Koran Tempo untuk tulisan utama di halaman depan, bukan semata-mata karena kasus Microsoft. :)

  • mdamt

    Kata siapa di luar negeri nggak ada duitnya untuk OSS?
    Lihat saja siapa di belakang Firefox, JAVA, GNOME, TEMPE, TAHU.

  • Nur Aini Rakhmawati

    di jurusan ada mata kuliah Teknologi Open Source, kebetulan yang buat modul dan SAP juga
    mulai masalah lisensi, bisnis open source, development dan debugging open souce (CVS), dokumentasi dll

    Mahasiswa saya kalo sudah saya minta pakai produk open source. Mereka dah mulai ngeluh … :(

    karena mereka sudah terbiasa memakai M$
    mau pakai apapun itu masalah kebiasaan
    tapi terkadang perlu dibudayakan sejak dini

    seperti yang saya tulis http://ai23.wordpress.com/2006/12/20/ibu-dan-edubuntu/

  • IMW

    Bukan saja dibudayakan, tapi dipaksakan alias KUDU

  • haysnaidra

    // iya pem.ri bagaimana sih … bagaimana dengan proyek IGOS atau DepdikNUX atau yg lain-lainnya … apa karena proyek e-goverment gak beres-beres … terdesak atau didesak sih …
    // hmmm … sulit sih mo komentar tentang ini … saya bahkan sampai banyak sekali mbaca tulisan2 sperti ini … no comment … (kok malah di sini kasih komen ya ? ) … kedubrak!!! ^%$#^@%$
    // barangkali ini masih berhubungan dengan sifat kita manusia indonesia ya … gak bisa bersatu – satu opini, semua masih mau jadi yang paling menonjol.
    lage … kedubrak!!! @^%$#&^%$
    // lihat perkembangan PLOS di indonesia … anget-anget tahi ayam … entah itu dikarenakan sdm-nya yg gak punya dukungan dana atau pemri-nya yg blo’on … ya BLO’ON …
    // sori kalau saya esmosi … ‘neg deh denger berita-berita kayak gini …
    // bagaimana ya bikin project tapi cuman untuk mengajak semua insan t.i indonesia, baik yg di topground maupun yg netep di underground, kumpul … PUL … bikin hajatan satu tujuan … plung … plung … plung … aaahhh

  • asf

    Ayo…. periksa semua komp di lembaga pemerintah.
    Lalu dipaksa utk pakai yang legal. Kalo komp-nya menggunakan otak diatas Pentium III, tentunya harga MoU tidak ada gunanya.

    Lalu dihitung, berapa biaya utk beli lisensi. Tentunya dengan prosedur pengadaan baranh yaang dimiliki negara ini.
    Agar menghemat duit rakyat, pegawai pemerintah harus dipaksa memakai OS.

  • biho

    Lega rasanya melihat para tokoh IT Indonesia rukun dan sabar menghadapi tantangan dalam membangun bangsa ini.

  • papabonbon

    pak budi,

    1. agak aneh kalo ngobrolin open source tapi makenya iBook. sampean mengingatkan diriku pada diri sendiri wekekekeke

    2. diskusi yg sampean keluhkan ndak ditemukan di komnitas opensource kok kayaknya banyak diobrolin justru di komunitas ubuntu dan servianto :p [serviamto ini malah ndak berhubungan ama komputer, tapi ama komunitas orang indonesia yg hijrah ke kanada, tapi yg intensif ngobrol kebanyakan orang IT, jadi bahasan IT lumayan banyak]. aneh bin ajaib :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.726 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: