Semalam kebagian jam session di acara Genesis Night, yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni ITB cabang Jakarta dan ITB angkatan 84. Saya sih ikut jam session di bagian akhir acara (sudah banyak yang pulang). Maklum sudah mendekati jam 11 malam. Ini fotonya, saya bermain gitar di sebelah kanan.
(Kalau fotonya kepotong, silahkan klik saja nanti Anda akan dibawa ke koleksi foto saya di flickr.)
Set listnya adalah “Invisible Touch“, “Misunderstanding“, dan “Easy Lover” (yang terakhir ini memang bukan Genesis, tapi biarin aja, he he he.). Sebetulnya pengen main “Afterglow” tapi sudah dibawakan oleh band sebelumnya (yang sebetulnya justru malah home band di acara ini). Band sebelumnya, Bubi dan kawan-kawan, memang bagus sekali bisa membawakan lagu-lagu Genesis dengan lebih komplit dan lebih mirip – seperti band Cockpit dulu lah.
Waktu gladiresik, dan bahkan sampai band utama main, amplifier gitar bermasalah. Suara kadang keluar kadang tidak (lebih banyak tidaknya). Tadinya saya putuskan untuk tidak usah main gitar saja, nyanyi saja. Tapi entah kenapa ampli gitar berfungsi ketika saya mau main, meskipun dia hanya berfungsi kalau tidak ada efek suaranya (plain). Kalau ada efek, seperti distortion atau metal lainnya, maka suara justru tidak keluar. Saya curiga ini ada hubungannya dengan rangkaian di dalam amplifier (entah apa ada automatic gain control-nya atau tidak). Sudah ganti 3 patch cable dan 2 efek gitar, ternyata sama saja. Jadi pasti amplinya. Oh well. Main tanpa efek saja. Untungnya lagunya tidak menuntut banyak efek.
Untung show kami lumayan sukses juga meskipun ada glitch di sana sini (termasuk pada bagian akhir dari Easy Lover, ha ha ha). Oh ya, saya, Adi, dan Hammam hanya sempat latihan 2 hari yang lalu. Bahkan, lagu “invisible touch” belum pernah komplit latihannya. Herannya bisa langsung on, bahkan sampai ke breaknya juga. So, it’s not so bad lah.
Info mengenai acara dan foto yang lebih lengkap bisa dilihat di sini: http://pihs-itb.blogspot.com/2006/12/genesis-nite-performance.html
Saya juga ada foto-foto lain (misal foto mas Gatot menjadi vokalis “genesis” ha ha ha).



Desember 21st, 2006 at 6:11 pm
maaf OOT: Pak Budi ngeband masih ngantongin pulpen juga ya? buat tandatangan kalau ada penggemar ya Pak?
btw. cool deh gayanya…
Desember 21st, 2006 at 7:43 pm
Ini lagu2 jadul, namun masih asik aja.
Bagaimana dengan yang ini pak Budi ? Gak dimainin.
“There’s too many man, too many people, making too many problem”
Desember 21st, 2006 at 8:13 pm
Hallo Mas Budi,
Asyiik juga acaranya kemarin. Waktu nyanyiin Invisible Touch aku cuman latihan sekali di tempat Bubi latihan. Jadinya agak dadakan juga, tapi karena lagunya nggak gitu susah, jadinya tetap ok. Cuman, waktu ref nya dinaikin setengah, aku sudah nggak nyampe. Mungkin karena minum es tadinya.
Ntar next program ikutan lagi ya… Ya, lumayan lah punya komunitas musik.
M. Danil Daud – AR84
Desember 21st, 2006 at 8:19 pm
Wah.. Wah.. Salut deh Pak Rahard..
Jemarinya selain piawai di QWERTY juga piawai di EFGABCD juga ternyata ^_^
Desember 21st, 2006 at 8:23 pm
Mungkin keliru colok tuh gitarnya. Mestinya kalo amplifier yang pakai pre-amp buat MC pick up alias high-gain, jalur masukan itu bukan buat dicolokin keluaran effect. Keluaran effect yg sudah High level output mestinya masuk ke Aux atau Effect return.
Desember 21st, 2006 at 10:55 pm
aihh kreen bapak2 ini ternyata suka genesis tohh.. selera yg oke punya tuh..
Desember 31st, 2006 at 12:25 pm
brarti kemaren di sabuga dapat juara donk pak???
Januari 5th, 2007 at 4:04 pm
wow seperti masih muda pak.. eh memang masih muda ya pak..