Menyusuri IGOS

Iseng-iseng cari informasi mengenai IGOS (Indonesia Go Open Source) di Internet. Pertama kali, dicoba www.igos.or.id. Dalam bayangan saya, dia merupakan upaya masyarakat. Mestinya menggunakan “or.id” (meskipun tidak harus begitu). Domainnya ada, tapi isinya ternyata hanya halaman percobaan. Hmm. Bagaimana kalau “igos.org”? Ternyata sudah ada yang punya.

Okey, time to use search engine. Hasil pencarian dengan menggunakan Yahoo (karena sebagai default di browser Flock yang saya gunakan) menunjukkan adanya web www.igos.web.id dan www.igos-desktop.com. Keduanya memang menunjukkan hubungan dengan IGOS, tapi saya bingung dan kecewa. Yang www.igos.web.id sudah kadaluwarsa. Halaman depannya adalah deklarasi IGOS di tahun 2004! Bayangkan 2004. Itu dua tahun yang lalu. Kelihatannya web ini didukung oleh Ristek.

Mari kita coba yang www.igos-desktop.com. Web ini nampaknya lebih baru, tapi banyak link yang tidak jalan. Dari sana ada banyak link ke tempat lain seperti ke OpenOffice dan ke OpenSolaris (Sun), tapi link untuk download IGOS-nya sendiri malah tidak jalan. Jadi bagaimana orang bisa mendapatkan IGOS dari internet? Saya sudah bilang berkali-kali bahwa jangan hanya buat distro saja, yang lebih penting adalah menyediakan layanan untuk download, update, dan seterusnya. Harus banyak server dan mirror untuk melakukan hal tersebut. Tanpa ada fasilitas ini, bagaimana IGOS Desktop melakukan update? Padahal OS dan aplikasi harus diperbaharui secara berkala. Kalau begini caranya maka IGOS akan muncul secara besar-besaran dan kemudian akan mati suri juga.

Di Internet tidak ada web yang mendiskusikan mengenai IGOS ini secara lebih teknis, seperti misalnya mengapa IGOS Desktop menggunakan Fedora Core? Apakah ada alasan teknis? Atau mungkin alasannya lebih non-teknis? Mengapa untuk sisi server menggunakan basis OpenSolaris? Perlu diingat bahwa di Indonesia tidak banyak orang yang menggunakan OpenSolaris. Nanti akan sulit mendapatkan dukungan (support) kalau sudah dipasang dimana-mana.

Diskusi yang non-teknispun masih belum banyak. Bagaimana sih hubungan keterkaitan antara Ristek, LIPI, Sun, perguruan tinggi, dan komunitas? Mengapa tidak ada CVS server agar komunitas bisa ikut ngoprek, misalnya? (Mungkin ada, tapi saya nggak tahu saja ya?)

Dalam bayangan saya, ini inisiatif open source yang kurang open. Ha ha ha. Masih banyak kritikan lagi untuk IGOS, tapi saya nggak tega … :) Segini dulu saja deh. Ada yang bisa menjawab?

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Tampilkan semua tulisan oleh Budi Rahardjo

24 Tanggapan to “Menyusuri IGOS”

  • IMW

    Boss koq kelewaan http://www.igos-source.or.id kekekekek

    Bayangkan dg dana yg minim (bandingkan dg pembelian lisensi) hasilnya sudah seperti itu kekek apalagi kecipratan 50 juta USD.

    Ada koq SVN nya (ndak pakai CVS), makanya gaul donk kekekekeke

  • botaks

    Biasalah panas-panas taik ayam :) Peace :)

  • Irwin

    Ngeband aja Yuk… gw pegang Drum, Pak BR ngegitar, IMW vokal :) )

  • Emanuel Setio Dewo

    Ayo dong Bapak yg bikin forum diskusinya. Syukur2 ada penggiat yang tekun/persistent sehingga tidak hanya hangat2 tahi ayam seperti IGOS.

    Salam Open Source.

  • biho

    IGOS perang tanding sama MoU yang aneh itu…

  • Budi Rahardjo

    Untuk IMW, SVN-nya ada dimana? Saya mau nyebut SVN takut gak ada yang tahu … hi hi hi. Kalau CVS kan lebih banyak yang tahu. Di tempat kami, biar development pakai produk Microsoft (.NET), tetap backend-nya pakai SVN … ha ha ha.

  • Farid Azis

    setuju pak Budi, IGOS-desktop, IGOS Nusantara 2006, semua konsepnya gak jelas, komunitasnya gak dibangun, baik user maupun developer. Kalo cuman ngeluarin distro, gak usah IGOS, perorangan juga pada bisa. IGOS mikirin yang urusan yg gede-gede dong, misalnya:
    - kampanye ke kantor-kantor departemen, pemda, BUMN, istana presiden, istana wapres
    - bikin RUU u/ FOSS (contohnya pilipina)
    - bikin kurikulum IT u/ sekolah-sekolah (anak saya sekolah di SMUN 8 Jakarta, masak pelajaran IT, yg diajarin mocrosoft office)
    - jangan terlalu dekat dengan SUN, apa bedanya ntar ama yg deket-deket microsoft

    salam

  • IMW

    Beda dekat dengan SUN, walau pakai JAva, tapi tidak harus pakai Java dari SUN

    Banyak apa yang dilakukan seperti yang ditulis di atas, sayang tidak diexpose (misal pekerjaan sosialiasi ke badan pemerintah, pembuatan guideline dsb). Mengapa kurang diexpose, soalnya banyak yang kurang tertarik dianggap sebagai pencapaian.

    Buat mas Bud, kirain pakai git kekekeke atau monotone.

  • Athailah

    Saya sudah coba Igos, kemaren saya ambil yang live. ternyata sangat mengecewakan. Lebih enak pake Ubuntu/Kubuntu. Desktop menawan bantuan tak terlawankan (maksudnya banyak) he..he..he…

  • Yuda

    Ketinggalan lagi nih pak : igos nusantara
    kayaknya sih itu yang paling update. IGOS dipandang sebelah mata sama pemerintah.

  • IMW

    Banyak yg salah kaprah antara IGOS nama distro dan IGOS sebagai suatu kegiatan koordinatif antar badan pemerintah.

    Kurang melajunya IGOS bukan salah 1 kementerian saja (5 dept terlibat) termasuk MenKominfo. DI antara menteri memang pak KK (Ristek) yg paling vokal. Sedangkan Kominfo malah ndak jelas.

  • agusset

    mau tanya pak, maklum saya bukan orang IT. begini, setiap kali ada yang ngomongin Microsoft, selalu saja ada kubu (biasanya yang kontra Microsoft) yang berbicara tentang gerakan open source (IGOS salah satunya). Dan yang selalu jadi “bahan persoalan” adalah hampir melulu masalah operating system (OS), jarang ada yang membahas tentang perangkat lunak/aplikasi lainnya.

    di bidang saya (pemodelan numerik oseanografi), saya selalu menggunakan tools yang bersifat terbuka (tersedia source codenya, biasanya dengan bentuk lisensi GNU/GPL seperti Princeton Ocean Model), karena untuk membeli software sejenis yg bersifat komersial harganya cukup mahal (misalnya software keluaran Delft Hydraulic). nah, kalau yang seperti kasus saya ini, bisa juga gak disebut sebagai “gerakan open source”? meskipun misalnya OS-nya masih pakai Windows, FORTRAN compilernya juga masih pakai yang keluaran Microsoft, kedua-duanya legal alias bukan bajakan.

  • Budi Rahardjo

    untuk agusset, ya … apa yang anda lakukan juga bisa masuk kategori gerakan open source juga. Open source memang tidak hanya untuk operating system. Bahkan, operating system hanya *SATU* dari ribuan aplikasi open source atau free software-nya GNU.

    Jika kita lihat dari sistem operasi Linux pun, bagian yang membuat dia Linux adalah kernelnya. Di atasnya adalah aplikasi-aplikasi (yang dikembangkan secara open source atau free software). [Itulah sebabnya si Stallman selalu ngotot bahwa Linux itu harus disebut GNU/Linux karena si Linux tidak berdiri sendiri melainkan menggunakan aplikasi yang dikembangkan oleh GNU. he he he.]

  • Ismail Fahmi

    Pak Budi,

    Sudah ada belum di kalangan penggerak OSS di Indonesia yg membuat model ekonomi (big picture) OSS untuk negeri ini? Dalam model ini dijelaskan bagaimana semua pihak berperan, mulai dari pemerintah (bikin kebijakan dan environment yg mendukung), penyedia jasa (service provider), software house, industri, akademik, dll?

    Terkait dengan masalah MOU dg Microsoft, bukan hanya Indonesia atau China saja yg kena efek ‘lock-in’ ini. Saya baca ada upaya dari beberapa negara2 federal di US yg juga berusaha lepas dari dominasi proprietary. Jerman, Afrika Selatan, dll saya lihat ada upaya yg serius ke arah sana.

    Kalau ada paper, report, buku dari temen2 yg memberi gambaran/ide/konsep gimana negara ini pelan2 bisa melepaskan diri dari dominasi vendor terntu, saya ingin baca.. Nuhun..

  • Ismail Fahmi

    Desember 2006 adalah bulan bersejarah bagi dunia OS/OSS di Belanda, ditandai dg dibuatnya Manifesto Open Government, yg mendorong penggunaan open standard dan open source software.

    Saya buat tulisan singkat yg merangkum proses dari awal munculnya gagasan hingga dibuatnya manifesto. Mungkin bermanfaat bg Indonesia untuk belajar.

  • tahir

    Salam sejahtera dan selamat tahun baru 2007 buat anda.
    Di sini ada sedikit tulisan dan diskusi sekitar mengapa IGOS kesannya seperti panas2 tahi ayam, juga sekitar harapan dari IGOS bagi perkembangan industri software di tanah air.
    http://geeks.netindonesia.net/blogs/tahir/archive/2006/11/20/Bagaimana-Blueprint-Perkembangan-dan-Pemanfaatan-IT-di-Indonesia_3F00_.aspx
    Masih sangat luas pasar yang bisa digarap bagi industri selain operating system dan office suite yang seolah2 dianggap segalanya. Banyak hal yang sebenarnya sangat tergantung bagaimana kita menghargai hasil karya kita sendiri.

  • Dino

    Mungkin bukan open pak, mungkin oven. Jadi sekarang Indonesia kalo bikin roti pake oven source semua. Sudah modern gitu lo..

  • Eko H. Putra

    salam kenal semua..
    kalau dilihat dari perkembangan TI di Indonesia saya melihat sangat pesat. tak bisa dipungkiri, dengan dicapnya Indonesia sebagai negara yg banyak melakukan tindak kejahatan cyber, nah kalau dipikirkan secara akal sehat..jelaslah orang indonesia ga bodoh2 amat!!!banyak yg bisa ngerusak programnya Microsoft, menyusup ke system2 operasi orang…sudah banyak yang mencoba membangun software2 indefenden… apalagi tuh..apa sudah ga cukup!!!ada yg membangun system GNU Linux yg namanya “Blangkon”…kan udah hebat tuh… yg saya heran..dari sisi pemerintah, walaupun saya seorang PNS, tp saya sangat menyangkan kebodohan pemerintah.. salah satu bukti dengan ditundanya tender Wimax, yg notabene bisa menjadi pintu keberhasilan TI Indonesia. wah cape deh mikirnya. pada akhirnya hanya bisa berdo’a, semoga TI Indonesia terus maju…

  • breakbenny

    sederhananya begini saja. saya sudah dengar igos dari dulu, tapi belon pernah bisa nyoba, nyarinya dimana sih?
    tolg deh sodara2 kalau ada yang punya cdnya kirim ke saya dengan ikhlas alias gratis. hubungi saya sebelumnya ke:break_benny@yahoo.co.id

    Jadi pengin tahu, ntar kalo udah nyoba, baru saya maukomentar….

  • Kocil

    Wah, sudah 2010 nih. Saya google-nya “padepokan igos”. Yang ketemu malah halaman ini.Padahal saya berharap bisa nemu http://saung.igoscenter.org/Padepokan

  • tian

    sya kurang bgitu ngerti

  • ghea

    Nice post ..
    boleh tukeran link g?
    ini link saya http://blog.umy.ac.id/ghea
    kalo boleh di kabarin yah.. makasih..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 649 pengikut lainnya.