Hari-hari ini blog ini agak lambat saya perbaharui. Alasannya? Saya sedang jalan-jalan di Malaysia. Liburan lah. Sebetulnya banyak yang ingin saya ceritakan akan tetapi waktu akses ke Internet saya agak terbatas. Akses internet di hotel kami (sedang direnovasi) hanya terbatas di lobby dan lantai 5. Tidak ada akses hotspot di kamar
Akses internet (via tmnet) tergolong murah, 38 ringgit untuk 1 bulan! Whoa! Ini dia namanya akses internet. Coba saja akses internet di Indonesia seperti ini ya. Saya sendiri belum mencoba mencari akses internet di luar hotel karena malas membawa notebook ketika jalan-jalan, tapi daftar lokasi hotspotnya memang tidak sebanyak yang ada di Singapura. (Tapi yang di Singapura pun kebanyakan sulit diakses.) Jadi sementara ini saya cukup puas dengan akses internet di Malaysia. Hanya waktu saya saja yang kurang … Tentu saja mendingan jalan-jalan secara fisik daripada duduk di depan komputer kan?
Perjalanan kami cukup panjang dan melelahkan akan tetapi kami cari yang menariknya saja. Memang rencana kami sekeluarga adalah adventure. Kalau tidak disikapi seperti ini mungkin sudah kesal. Berangkat dari Bandung saja sudah telah pesawat terbangnya. Kami sudah di bandara sejak 15:30 dan pesawat baru terbang pukul 19:00. Tapi kami sekeluarga rame-rame saja bermain di bandara. Jadi okelah.
Kami mengambil jalur Bandung Batam. Sampai di Batam menginap dulu. Baru keesokan harinya berangkat ke Johor dengan menggunakan ferry. Tadinya agak khawatir juga karena sebagian Johor terkena banjir. Ternyata hanya sebagian saja. Kami juga memilih naik bis dari Johor ke Kuala Lumpur. Dari terminal ferry Johor kami menggunakan taksi ke terminal bis. Taksi yang kami naiki tidak mau pakai argometer, jadi bayar 30 ringgit. (Ternyata, nanti juga di KL, banyak taksi yang nakal nggak mau pakai argo dan minta 25 sampai dengan 30 ringgit. Kalau pakai argo jatuhnya bisa 12 atau 13 ringgit saja.)
Naik bis di terminal Johor ternyata agak kacau balau juga. Ramai, tapi tentu saja tidak seramai terminal di Indonesia. Kalau di Johor sini, masih lebih ramai bisnya ketimbang orangnya. Sementara kalau di terminal Indonesia kan banyakan orangnya. Ha ha ha. Kami juga naik bis via calo yang ada di pintu masuk terminal bis. Maklum nggak tahu harus beli dimana karcis bisnya.
Perjalanan bis dari Johor ke KL membutuhkan waktu 5 jam. Untuk kasus kami ternyata lebih karena berhenti dulu untuk makan sejenak dan ke toilet. Kami sempatkan juga mencari mushola (namanya di sini: surau) untuk shalat. Ternyata susah juga cari suraunya. Wah, padahal saya pikir mestinya Malaysia yang terlihat lebih Islam ini lebih mudah untuk mencari surau ya. Bis pun hampir tidak sampai ke KL karena sempat mogok (kehabisan bensin?) Untung pas dekat situ ada pompa bensin. Setelah diisi bis bisa berjalan lagi, meskipun saya masih menandai bahwa mesinnya sempat mati. Dugaan saya sih bukan kehabisan bensin.
Mau masuk ke terminal bis di KL pun susah. Banyak sekali bisnya. Jadi bis yang kami tumpangi agak nakal, ambil jalur kanan dan kemudian di ujung terminal(?) berhenti di pinggir jalan untuk menurunkan penumpang dan barang. Mereka cepat-cepat melakukannya karena sambil melirik-lirik ke polisi yang sedang sibuk mengatur kemacetan lalu lintas. Ha ha ha. Sama seperti di Indonesia rupanya.
Dari sana kami lagi-lagi naik taksi non-meter menuju hotel (Pearl International) yang letaknya di pinggiran kota – lebih dekat ke Petaling Jaya. Seharusnya tadi pas bis agak mogok, turun saja di situ dan naik taksi. Mungkin lebih dekat.
Cukup dulu ceritanya … saya mau makan pagi dulu.


Desember 27th, 2006 at 8:05 am
“Akses internet (via tmnet) tergolong murah, 38 ringgit untuk 1 bulan!”
Kalo dirupiahkan, berapa tuh bos?
Desember 27th, 2006 at 9:58 am
Haha… beda-beda tipis lah ama Indonesia! Jadi bangga nih *smug*
. Lalu lintasnya gimana pak budi? apa juga sama dengan di Indonesia? saling serobot juga? xixixixixi
Desember 27th, 2006 at 10:05 am
Mas, crita-crita dong tentang masakan dan makanannya atau jajanan pasar ada ga yang istimewa di sana? hehehe… salam dari negeri Kiwi!
Desember 27th, 2006 at 10:31 am
Screenshoot dong Pak.
Biar “brasa” ikutan jalan-jalan.
Desember 27th, 2006 at 6:45 pm
Eh… akses internetnya ternyata hanya RM 28. (Tinggal dikalikan Rp 2400 atau Rp 2600, tergantung kursnya.) Sebanyak-banyaknya, ya Rp 75 ribu rupiah lah. Ini sebulan lho.
Makanan di sini oke juga dan terhitung murah (dibandingkan Jakarta tentunya, kalau dibandingkan Yogyakarta mungkin lain he he he). Hanya saja saya masih belum nemu Burger Ramlee! (Ini gara-gara lihat postingan Rane / JaF soal burger ini, tapi di Singapura.) Oh ya, tiap hari nyobain makanan yang beda.
Screenshoot menyusul.
Desember 27th, 2006 at 9:33 pm
Taksinya kayak di bandung juga kang
Apakah mengalami bencana internet seperti di indonesia skrg?
Desember 28th, 2006 at 4:27 am
selamat tetirah pak budi, mampir malaka?
Desember 28th, 2006 at 7:44 am
ternyata di malaysia nggak jauh beda ya dgn di indonesia. lumayan lah..masih bangga jadi orang indonesia.
Desember 28th, 2006 at 12:00 pm
burger ramlee ada di jl. bukit bintang, kalo dari arah jembatan lrt sebelah kiri (tapi harus masuk ke dalam jl. kecil)
*eh oleh2 burger ramlee bisa gak yah ?
Desember 28th, 2006 at 3:21 pm
wah tapi klo kebersihan di malayasia leboh TOB dibanding indonesia
bener gak pak??
Desember 30th, 2006 at 7:51 am
Bukannya dari Bandung, ada pesawat AirAsia langsung ke Kuala Lumpur? Kok harus jauh-jauh lewat Batam dan Johor?
Januari 3rd, 2007 at 8:09 pm
Bukannya dari Bandung, ada pesawat AirAsia langsung ke Kuala Lumpur? Kok harus jauh-jauh lewat Batam dan Johor?
Namanya juga jalan-jalan..
Januari 3rd, 2007 at 8:17 pm
mul14, memang ada pesawat langsung dari Bandung ke KL, tapi … kami ber-8. Jadinya lebih mahal, terutama fiskal! Dari Batam, fiskal RP 500.000,- sedangkan dari Bandung adalah Rp 1 juta. Perbedaannya sangat signifikan.
Selain itu memang kami ingin jalan darat sambil lihat-lihat. Hampir saja membatalkan yang lewat Johor karena sedang banjir di sana. Untungnya jalan rayanya tidak tergenang, meskipun kelihatan ada air yang cukup tinggi juga (bisa saja kalau hujan deras air naik ke jalan).
Januari 3rd, 2007 at 8:58 pm
Ngg.. anu.. sebener nya itu mw quote comment diatas saya. Tp pas di submit malah gabung dengan comment saya.
Apa boleh buat…
Februari 16th, 2007 at 2:49 pm
Bayar fiskalnya sejuta, sementara pesawatnya bisa dapat Rp.1.050.000 udah bolak-balik. Memang jadinya nggak masuk akal. Kadang fiskal di Batam Center bisa kok cuma 300-350rb, tapi ya …. itu …. tau sendiri lah gimana aparat di sini …
April 25th, 2007 at 12:42 pm
Saya mau bawa anak saya berobat ke kualalumpur dan selangor, kira-kira mas budi tahu nggak kiat-kiat bepergian yang murah ke sana ? Terima kasih sebelumnya.
Mei 3rd, 2007 at 3:49 pm
untuk iffah hizka … kita-kiat berpergian yang murah ya?
Untuk ke KL, yang pernah saya lakukan adalah pergi dari indonesiany melalui batam. supaya fiskalnya hanya Rp 500 ribu. Kemudian naik ferry ke Singapura dan dari sana naik bis ke KL. (Lumayan juga, 5 atau 6 jam lah.)
Untuk penginapan, tergantung yang dicari. Saya pernah menginap di Petaling Jaya, lebih murah dari di KL. Untuk ke KL-nya naik taksi, tapi harus memastikan taksi ber-argo. Di sana saya menemukan hotel yang lebih murah dari hotel di Bandung sekalipun dan kualitasnya mungkin bintang 4! (Lupa nama hotelnya.)
Makan di KL juga relatif murah dibandingkan di Indonesia. Tentu saja ini bukan makan di hotel lho.
Selain itu saya dengar bahwa AirAsia juga membuka penerbangan antar kota di Malaysia dengan harga yang murah (misalnya hanya berapa ringgit saja!). Biar ditambah tax pun masih lebih murah. Ini saya dengar dari sopir taksi.
Saya belum pernah ke Selangor. Mungkin lebih murah daripada KL?
Semoga menemukan cara yang murah dan dipermudah dalam upaya berobat. Semoga lekas sembuh anaknya ya.
Mei 12th, 2007 at 7:17 pm
bos kalau taif hotel di genting kira kira berapa ?? dari kl ke genting naik apa dan dari mana stationnya ??
irf
Mei 13th, 2007 at 10:34 pm
tarif hotel di genting tidak tahu, tapi rasanya agak mahal. waktu itu tidak menginap di genting, tapi pulang pergi.
untuk ke genting bisa naik bus dari KL central. perhatikan jam berangkatnya bus. kadang bus juga penuh. bus enak. perjalanan cukup lama juga (lupa berapa jam).
Oktober 30th, 2007 at 4:59 pm
Memang Fiskal sangat Mahal,alhasil selama ini Bandung dipenuhi Hampir 120 Orang Malaysia/Harinya itu yang Datang.Kalau yang berangkat seharinya antara 90-110/hari.jika nanti Bulan Desember 2007 AIR ASIA akan menambah Frekuensi Penerbangan Sehari 2 Kali (Gue dapat Info dari Station Manager)maka Jumlah Orang Malaysia hampir mencapai 240/hari. Bayangkan Orang Malaysia akan menjajah Bandung.saran saya sih Fiskal diturunkan Minimal Rp 125.000.Jadi ada Imbal Baliknya.Kalau pengobatan Bagusnya yang Murah di Melaka.Soalnya di Bandara ini udah banyak yang Charter pengobatan Tradisional di Melaka.Tapi kalau mau Murah sih untuk ke Melaka naik pesawat melalui PEKANBARU naik Riau AIRLINES (Pekanbaru – Melaka)
September 11th, 2009 at 11:50 am
penginapan murah di johor baru ada dimana ya. Tks
Juni 27th, 2010 at 12:51 pm
saya ingin berlibur ke malaysia
Februari 9th, 2012 at 5:42 pm
jadi kepengen ke malaysia nichhhhh…
Februari 9th, 2012 at 5:45 pm
jadi kepengen berlibur ke malaysia,,,,,,