Makan di Malaysia, Singapura, dan Indonesia

Jalan-jalan ke Malaysia dan Singapura memberikan gambaran yang menarik tentang makanan.

Halal atau tidak? Satu hal yang bikin pusing untuk urusan makanan di jalan adalah masalah halal atau tidaknya makanan yang dijual. Di Malaysia, tempat makan menunjukkan sertifikat (tulisan) halal di tempat mereka berjualan. Maklum ada banyak tempat yang menjual makanan tidak halal. Hal yang sama juga ada di Singapura. Hanya saja sertifikat atau tanda tulisan halal di Singapura lebih kecil ukurannya sehingga lebih sukar dikenali. Selain itu tempat makan halal di Singapura juga lebih sedikit dibandingkan dengan di Malaysia, meskipun hampir di setiap tempat bisa ditemui juga tempat makan halal.

Sementara itu di Indonesia malah TIDAK ADA (JARANG) ada tulisan yang menunjukkan halal atau tidaknya makanan yang dijual. Ini aneh. Apakah maksudnya bahwa semua makanan halal kecuali yang dikatakan tidak? Atau di Indonesia memang orang tidak terlalu peduli dengan hal semacam ini (menganggap semua orang sudah tahu, padahal kan ada juga tamu dari luar kota atau bahkan luar negeri)? Atau bagaimana? Payah juga Indonesia ya

Makan di Singapura, terlebih di mall (food court), sangat tidak nyaman. Tempat makan di mall ini biasanya diserbu orang pada jam makan (dan bukan jam makan sekalipun), sehingga harus berburu tempat duduk dulu. Kadang kami harus menunggu orang makan. Begitu mereka selesai, langsung kita duduk. Atau kalau kita yang sedang duduk, ditunggui oleh orang yang berminat tempat duduk kita. Bayangkan, lagi asyik makan ditunggui orang di belakang kita. Jadi nggak nyaman. Sering juga kita harus berbagi meja dengan orang lain. Yah beginilah. Tentu saja kalau kita makan di restoran lain ceritanya, tapi restoran kan mahal.

Ada hal yang lucu. Untuk menandai tempat duduk ini sudah ada yang menduduki, orang meletakkan kertas tisu (paket tissue kecil) di meja. Ini artinya kursi tersebut sudah ada yang menduduki. This is an unwritten rule :) Lucu juga.

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Tampilkan semua tulisan oleh Budi Rahardjo

9 Tanggapan to “Makan di Malaysia, Singapura, dan Indonesia”

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 649 pengikut lainnya.