Lalu-Lintas di Malaysia

Ketika di Malaysia, saya perhatikan lalu-lintas di sana ternyata tidak setertib yang saya bayangkan. Banyak pengguna jalan yang “nakal”. Sebagai contoh, gambar di bawah ini menunjukkan pertigaan yang saya lihat dari kamar hotel. Perhatikan bahwa ada beberapa motor yang berhenti di depan garis pembatas. (Lihat di bagian tengah, arus lalu-lintas dari atas ke bawah.) Ini terjadi terus menerus (motor yang nakal). Kalau gambar di bawah ini kurang jelas, klik agar anda dibawa ke flickr dan bisa melihat gambar dalam ukuran yang lebih besar.

KL traffic 2

Memang jumlah motor di Kuala Lumpur ini tidak sebanyak di Jakarta. Ampun deh dengan motor di Jakarta. Jadi tidak terlalu kelihatan kacau balaunya lalu lintas di KL.

Ada kawan yang mengatakan bahwa kondisi Malaysia ini di antara Indonesia (yang kacau balau, chaos) dan Singapura (yang terlalu “steril”). Jadi, dia pas untuk kita. Nampaknya memang benar. Di Malaysia semuanya tidak sempurna amat, akan tetapi masih jauh lebih teratur dan nyaman. Selamat untuk rekan-rekan kita di Malaysia.

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Tampilkan semua tulisan oleh Budi Rahardjo

14 Tanggapan to “Lalu-Lintas di Malaysia”

  • agusset

    jangan2 yang naik motor itu orang kita pak? hihihi…

  • Niwatori

    Kalau mengutip salah satu iklan tv yang sedang populer: “Habis ngga ada yang jaga sih..” :P

  • toen

    kadang gw mikir semakin banyak warga negara nya semakin sudah diaturnya, kalo di sini orangnya lbh sedikit mungkin lbh mudah juga diaturnya :P

  • Koen

    Singapore? Steril?
    Nggak percayaaaaaaaaaaaaaa!
    Nggak seamburadul Jakarta sih, tapi sama juga: tertib kalau ada yang liat. Tanya kenapa, tanya kenapa …

  • Biho

    maklumlah naik motor itu udah kepanasan, kena asap knalpot…
    anda naik sedan ya nyaman lah pake ac.

  • kunderemp

    Oh itu garis pembatas yah?
    Abis garisnya gak kelihatan sih.. :p

  • Saya

    Kalau di Helsinki berenti melewati zebra cros ngga apa2 lho. Yg penting ngga ngelanggar lampu merah.

  • Budi Rahardjo

    Hah? di Helsinki boleh gitu? Hmm…

  • Dino

    Komentarnya Agusset lucu banget..

  • Kang Adhi

    Mungkin yang naik motor itu anak muda ya? Itu sebabnya SIM di belanda biayanya lebih mahal daripada untuk orangtua. Juga untuk pajak mobil. Saya tulis cerita ini diblog saya. Lucu juga pertimbangan pemerintah Belanda.

  • ryosaeba

    Singapore? Steril?
    Nggak percayaaaaaaaaaaaaaa!
    Nggak seamburadul Jakarta sih, tapi sama juga: tertib kalau ada yang liat. Tanya kenapa, tanya kenapa …

    hehe, bener tuh, saya juga takjub waktu liburan ke singapur tahun kemarin, ternyata pengendara motornya juga mirip-mirip dengan yang di indonesia. ada yang naik motor sambil ngobrol di handphone, ada yang sambil megang rokok, ada yang melanggar marka garis di lampu merah, sudah melanggar masih meludah pula, macem-macem. bedanya dengan di jakarta itu, di singapura motor bisa dihitung dengan jari (tapi justru jadi terlihat mencolok perlakuan pelanggaran aturannya), di jakarta melihat motor itu seperti melihat laron mengejar cahaya di awal musim hujan.

    setelah saya tanyakan ke adik saya yang tinggal di singapur, memang kalau di tempat yang tidak ada kamera pengawasnya, pengguna jalan raya, baik motor maupun mobil, sama-sama pada nggak patuh pada peraturan lalu-lintas.

  • Bikers « IT & Comm

    [...] yang bersangkutan dengan Bikers kita. Dimulai oleh pengamatan sang dosen tentang temuannya di negeri jiran yang kemudian dijewantahkan dengan keadaan di negeri sendiri supaya kita dapat bercermin diri, [...]

  • devie

    #ryosaeba : mungkin itu para TKI yang lagi jalan jalan :)

  • ryosaeba

    #ryosaeba : mungkin itu para TKI yang lagi jalan jalan :)

    ndak, motornya itu motor mahal, macam honda superfour begitu. bukan bermaksud rasis, tapi kebanyakan yang sikapnya seperti itu berkulit hitam legam, orang india.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 649 pengikut lainnya.