Catatan Menilai Karya Tulis Mahasiswa

Kali ini saya ingin menceritakan tentang penilaian tugas mahasiswa dalam bentuk makalah. Untuk kuliah S2 dan S3 biasanya saya menugaskan mahasiswa untuk membuat sebuah karya ilmiah, makalah. Berikut ini beberapa catatan saya tentang karya tulis mahasiswa tersebut.

Kesalahan yang SELALU dan paling sering terjadi adalah dalam cara mengutip dan menggunakan referensi. Banyak mahasiswa yang menuliskan referensi di bagian belakang makalah akan tetapi tidak pernah menggunakan referensi tersebut dalam tulisannya. Berkali-kali saya ingatkan bahwa referensi hanya boleh dicantumkan di bagian “Referensi” apabila tulisan merujuk kepada referensi tersebut. Jangan sampai ada kesan bahwa Anda sengaja meggemukkan bagian referensi agar terlihat lebih berbobot.

Kejadian sebaliknya juga kadang terjadi, yaitu di dalam tulisan ada referensi kepada sebuah sumber akan tetapi sumbernya tidak dicantumkan di bagian referensi. Adanya rujukan di bagian referensi dapat mempermudah pembaca untuk melakukan verifikasi atau pendalaman dengan membaca sendiri referensi tersebut.

Penulisan rujukan di bagian referensi juga masih sering salah. Ada yang seenaknya saja dalam menuliskan. Padahal ada standar cara penulisannya. Sebenarnya ada banyak standar penulisan referensi. Anda tinggal memilih salah satu saja. Dalam kuliah saya biasanya saya menggunakan standar IEEE (meskipun ini juga masih bervariasi). Yang penting adalah adanya konsistensi dalam penulisan referensi tersebut.

Masalah berikutnya adalah penampilan gambar. Banyak mahasiswa yang menggunakan gambar dari sumber lain dengan cara memotong hasil pindai (scan) dengan kualitas yang menyedihkan. Hasilnya, gambar tidak bisa terbaca. Garis menjadi putus-putus (jagged). Tulisan (huruf) tidak terbaca. Tujuan dari penyertaan gambar ini adalah untuk memperjelas pembahasan. Jika gambarnya sendiri tidak jelas, maka tujuan tidak tercapai. Mengapa pula disertakan gambar dengan kualitas buruk tersebut? Jika memang penting, Anda sebetulnya bisa menggambar ulang. Memang dibutuhkan waktu untuk melakukan ini semua. (Detail, detail, detail.)

Hal yang sering bikin saya mual adalah adanya tabel yang juga hasil pemindaian (scan) dari tulisan lain. Saya paham untuk masalah gambar, bahwa dibutuhkan waktu yang lama untuk menggambar ulang. Untuk tabel memang masih tetap dibutuhkan waktu untuk menuliskan ulang, akan tetapi upaya ini tidak sesulit menggambar ulang. Jadi, seharusnya Anda menuliskan sendiri tabel itu.

Jika Anda ingin mengetahui lebih rinci lagi mengenai cara menulis karya ilmiah, saya sudah menyediakan sebuah panduan yang bisa Anda ambil secara gratis. Sayangnya sudah lama tidak saya perbaharui, akan tetapi isinya masih tetap valid kok. Silahkan kunjungi halaman ini:

http://budi.insan.co.id/books/thesis/

Mudah-mudahan tulisan Anda bisa menjadi lebih baik dengan tampilan yang lebih baik.

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Tampilkan semua tulisan oleh Budi Rahardjo

9 Tanggapan to “Catatan Menilai Karya Tulis Mahasiswa”

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 649 pengikut lainnya.