You are what you read.
Sebetulnya setiap mendapat buku baru saya ingin langsung menuliskan di blog dan juga memperbaharui daftar buku saya. Sayangnya, seringkali saya tidak memiliki waktu untuk itu. Akibatnya daftar buku saya tidak up-to-date. Sekarang, mumpung teringat dan ada sedikit waktu, saya tuliskan buku yang baru saya terima.
- Steve Wozniak & Gina Smith, “iWoz“, Headline Review, 2006. Sebenarnya ini bukan buku saya tapi buku pinjaman dari Andika. Saya memang penggemar apa saja yang terkait dengan Apple dan Steve Jobs. Steve Wozniak merupakan salah satu pendiri dari Apple Computer. Bahkan, sebetulnya tanpa si Woz ini tidak ada Apple Computer karena dialah yang mendesain dan membuat komputer Apple yang pertama. Halaman awal dari buku ini sangat menarik dan saat ini sedang saya baca. Belum selesai. Menariknya adalah buku ini sangat bagus untuk kuliah “konsep teknologi” yang saya ajarkan. Wozniak merupakan salah satu contoh nyata seorang engineer. A true engineer.
- Djohan, “Terapi Musik“, Galangpress, 2006. Hasil iseng-iseng jalan ke Gramedia. Keluar dari toko buku membawa buku ini. Belum sempat dibaca, tapi saya tertarik dengan judulnya. Maklum, salah satu passion saya adalah musik. Sekilas memang musik bisa dijadikan bentuk sebuah terapi. Saya ingin lihat pembahasannya.
- The Beatles: classic collection album. Buku yang berisi beberapa lagu the Beatles. Yah, lumayan untuk jam session. Sebetulnya saya sempat punya buku yang lebih komplit akan tetapi entah ada dimana.
Hanya segitu buku yang baru saya peroleh. Selain itu kiriman majalah dari IEEE juga sudah datang meskipun saya belum memperpanjang keanggotaannya (yang cukup mahal untuk kantong orang Indonesia).
Kembali ke buku …
Buku iWoz tuh bisa digolongkan bacaan yang ringan yang lucu, cocok buat orang yang doyan becanda dan ngerjain orang. Thanks ke bandar batere
Sudah baca “keangkuhan” Steve Jobs tentang iPhone. “There will be no Java on iPhone, because nobody uses Java anymore.” Setelah “sukses” dengan iPod-nya dia berpikir melakukan hal yang sama dengan iPhone. Jujur saja, mending saya membeli MP3 player daripada iPod.
Komentar saya nyambung gak yah ama postingan Pak Budi. Hehehe… mumpung lagi ngomongin Steve Jobs.
terapi musik-nya boleh juga tuh pak diposting rangkumannya
kalo dah kelar…
[...] buku saya masih sangat sedikit sekali (dibanding punya bapak yang bisa jadi perpustakaan sendiri), koleksi oom Budi Rahardjo, atau koleksi tante Mira, saya masih junior. Tapi setidaknya saya sudah berusaha untuk menghargai [...]
Wah jadi pengin bongkar-bongkar box buku nih. Saya pernah punya buku tentang sejarah mereka berdua (Steve dan Stephen). Udah lupa judulnya. Lupa pula disimpan di mana. Udah nggak ada tempat
Mungkin memang benar bahwa tanpa Woz mungkin nggak akan pernah ada Apple Computer. Namun menurut saya, Apple komputer nggak bakalan ada juga kalau nggak ada si Jobs
.
Saya tidak tahu apakah sudah suratan Tuhan, saya perhatikan ‘real engineer’ (misal ‘contoh nyata seorang engineer’ seperti Stephen Wozniak) sangat tabu yang namanya urusan bisnis. Memang benar sih, seperti yang dia sebut sendiri saat di wawancarai Guy Kawasaki, orang memiliki kepuasan masing-masing.
Oh ya, mengomentari soal keangkuhan Steve Jobs, sebenarnya sih nggak separah sewaktu masih mengomandoi Apple Computer pra Sculley. Perpindahan prosesor mungkin salah satu dari kompromi keangkuhan tersebut. Anyway, kalau nggak angkuh mungkin nggak bakalan ada Pixar, IMac, IPod, dan IPhone. Angkuh, kenapa tidak? he he he. Jangan ah….
Buku tentang Apple yang saya cari belum ketemu juga. Eh, malah ketemu Microsoft Secret sama Showstopper (tentang pengembangan NT). Iseng-iseng baca lagi deh tuh buku-buku.
Ada yang nge-fans Microsoft?