Seperti biasa, pada awal khotbah, khatib sering mengatakan bahwa Alhamdulillah kita masih diberi nikmat untuk bisa menunaikan ibadah Jum’at ini. Tentu saja seperti biasa pesan ini masuk telinga kanan, keluar via telinga kiri. Tapi hari ini saya paham maknanya. Maklum, Jum’at minggu lalu saya tidak bisa Jum’atan karena sakit. Hari ini saya bisa Jum’atan meskipun tadi masih sempat mikir-mikir juga untuk tidak pergi keluar rumah. Betul-betul karunia Allah bisa Jum’atan lho. Kalau tidak sakit, kita tidak bisa merasakan hal itu. Saya lihat kiri dan kanan, orang-orang yang tertidur mendengarkan khutbah. Ah …
Isi khotbah hari ini adalah kurangnya kita mensyukuri nikmat karunia Allah. Sungguh sangat benar. Kita di Indonesia ini sudah diberikan tanah dan alam yang indah, namun kita tidak tahu berterima kasih. Alam titipan ini kita rusak seenaknya. Hasilnya … bisa diduga. Khatib tadi menyampaikan bahwa bagi yang sudah diberi alam yang enak ini tapi tidak mensyukurinya maka akan datang hukuman dari Allah dalam bentuk kelaparan dan ketakutan. (Saya lupa ayat yang digunakannya.) Aduh, sedihnya.
Ayo segera kita syukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah swt. Mudah-mudahan Allah meringankan cobaan-cobaan yang diberikan kepada kita.


Februari 2nd, 2007 at 6:33 pm
Hari ini Saya malah ga bisa jumatan, Pak. Soalnya banjir.
Apa hubungannya coba….?
Alesan aja deng…. :p
Februari 2nd, 2007 at 8:11 pm
yah sudah saatnya dan bahkan nyaris telat (meski tidak ada kata terlambat untuk itu) bagi kita bangsa Indonesia untuk yuuk ah bertobat and robah cara hidup kita lebih baik
Februari 2nd, 2007 at 8:17 pm
bencana demi bencana yang dialami bangsa kita sekarang, mungkin karena kita kurang bersyukur ya….
Februari 2nd, 2007 at 10:17 pm
khutbah saya hari ini
http://watung.org/2006/12/26/chapters-of-life/ hiks..hiks. sedih…
Februari 3rd, 2007 at 5:09 am
Bukan bermaksud menggurui , apakah tdk sebaiknya di beri kata akhiran seperti amiin di akhir kalimat..
Februari 3rd, 2007 at 6:44 am
[Pak Budi]: (Saya lupa ayat yang digunakannya.) Aduh, sedihnya.
Mungkin ayat yang Pak Budi maksud adalah An-Nahl 112?
“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang mereka perbuat.”
Februari 3rd, 2007 at 8:50 am
lho, kok temanya persis dengan tema jumatan saya di mal citraland jakarta pak? apa yang ceramah pakai fasilitasn telekonferensi ya? hihihi..
*saya sholat jumat di mal citraland karena masjid dekat kantor kebanjiran…http://nurulwibawacahya.blogspot.com/2007/02/indahnya-hidup-di-jakarta-bagian-1.html *
Februari 3rd, 2007 at 2:14 pm
Sholat jumat kemarin yang saya ikuti, penceramah membawakan materi bermacam jenis dan sejarah puasa, termasuk bagaimana nabi mengatur jadwal dan jenis puasa terkait dengan kebiasaan puasa bangsa yahudi… dari awal sampai akhir dibahas mengenai ini… membuat saya menjadi sangat mengantuk…
Sebelum sempat tertidur… tibalah saatnya solat… Amiieen.
Februari 3rd, 2007 at 2:48 pm
Assalamualaikum wr wb..
Hubungan kita dgn ALLAH saat ini sedang rusak, maka yg turun adalah bancana.
Yg kita perlukan sekarang adalah memperbaiki Hubungan dgn ALLAH, caranya? buat Amalan yg disukai ALLAH, sambungkan rumah orang Islam dgn Mesjid, semua laki laki shola berjamaah di mesjid.
Februari 3rd, 2007 at 4:57 pm
Baca neh…!
http://aunsstuff.wordpress.com/2007/01/20/7-dosa-bangsa-indonesia/
Februari 3rd, 2007 at 10:39 pm
Amin..
Februari 5th, 2007 at 11:04 am
hampir sama isi khutbahnya,
Februari 5th, 2007 at 10:36 pm
Apabila kamu sekalian mensyukuri [nikmat Ku] maka kan Ku-tambahkan [kepada kamu sekalian], Namun apabila kamu mengkufurinya [mengingkarinya] maka ingatlah adzab-Ku begitu pedih dan menyiksa.
Ayo segera kita syukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah swt. Mudah-mudahan Allah meringankan cobaan-cobaan yang diberikan kepada kita. Aaaamiiin….
Bersyukur: Alhamdulillah banjirnya tidak menenggelamkan seluruh Jakarta.
Tidak bersyukur: sialan…banjir lagi banjir lagi….
Februari 6th, 2007 at 12:53 pm
tetap bersyukur…amin
Februari 7th, 2007 at 3:42 pm
Wah jumat besok tak coba supaya gak ketiduran pas jumatan rek
Februari 9th, 2007 at 6:10 pm
Assalamualaikum…
Subhanalloh…
Indah sekali tulisan Pak Budi….
Semoga saya juga bisa memaknainya.amiin
wassalam
Februari 14th, 2007 at 1:50 pm
Terima kasih … terima kasih …
“Dan nikmat Kami yang manakah yang engkau dustakan … ?”
(QS Ar-Rahman)
Februari 14th, 2007 at 2:01 pm
terima kasih banyak karena bapak telah menghargai saya sebagai khatib…jarang ada jamaah yang nge-blog ba’da jum’at seperti pak BR ini…jazakumullah khairan katsiiraa…
Februari 14th, 2007 at 7:00 pm
yg bener masuk telinga kanan keluar juga telingan kanan bukan telinga kiri. Sebab kalo keluar telinga masih mungkin ada yang nyangkut disela-sela
Februari 25th, 2007 at 8:40 am
Dua hal yg menarik…
Keluar telinga kanan masuk telinga kiri atau sebaliknya… Saya biasanya malah tertidur waktu khotbah. Saya tercengang jumatan kemarin pas malamnya tidur cukup jadi gak ngantuk… waduh, boanyak banget yg ketiduran ya? Masuk telinga aja kagak, apalagi keluar.
Trus thanks itu ayatnya… berguna sekali untuk disebarluaskan
Agustus 28th, 2007 at 6:11 pm
klo gw siy…jum’atan kaleeee…..ya gitu deh…:)
Februari 1st, 2011 at 1:25 pm
amin….
Februari 11th, 2011 at 3:17 pm
jumat hari ini aku diingatkan oleh khotib sesungguhnya penting hidup bersosial kepada sesama yang intinya liat disekelilingmu apa yang harus kamu lakukan?