Manggung Classic Rock di Tengah Hutan

Hari ini, Rabu 7 February 2007, kami sampai di Newmont Nusa Tenggara untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan. Perjalanan dari Kayangan ke Benette ditempuh dengan menggunakan ferry. Ombak cukup besar juga sehingga ferry terguncang berat.

Pak Aldinsyah menjemput saya dan Andika. Kami berencana untuk makan ikan bakar di luar, tapi tiba-tiba pembicaraan beralih ke musik. Saya bilang bahwa akhir-akhir ini saya banyak main musik. Pak Aldin kemudian bilang bahwa temannya baru membuak sebuah tempat makan yang ada tempat untuk main musik. Kami putuskan untuk pergi ke sana saja.

Ternyata memang benar. Ada sebuah tempat makan baru yang ada panggungnya dengan nama “Legend”. (Saya tidak tahu tempatnya ini diberi nama apa, mungkin “Legend Hill“?) Idenya adalah siapa saja boleh naik ke atas panggung dan main musik atau menyanyi. Yang menarik adalah lagu-lagu yang ada di sana adalah lagu “lama”, dalam artian classic rock! Whoa! Ini yang saya cari-cari.

Legend

Tempat Legend ini merupakan kerjaan dari Frans dan Arial. Keduanya saya pikir cukup gila untuk membuka tempat di tengah hutan begini. Bagi saya, ini merupakan sebuah berkah. Ha ha ha. Daripada tidur atau nonton TV di kamar (gak ada internet sih), mendingan main band.

Tempatnya sendiri sederhana. Alat-alat musiknya sederhana, tetapi memberikan nuansa “legend”, alias agak kuno. He he he. Kuno tapi bagus. Ampli Marshall, dan seterusnya. Secara sound, cukup bagus karena suara setiap alat musik terdengar merata. Biasanya kan suara drum mendominir, tapi di sini tidak. Pokoknya asyik lah.

Setelah memesan kopi, saya langsung naik paggung dengan Andika. Ambil gitar, langsung mainkan lagu, tapi lupa chord dan liriknya.

BR - AT @ Legend

Saya ambil iBook saya dan langsung tampilkan lirik lagu-lagu. Genesis Afterglow, Beatles, dan seterusnya … sampai lupa kopi sudah mulai dingin. Bahkan makan pun lupa. Untung diingatkan pak Aldinsyah untuk makan. Akhirnya makan dulu untuk kemudian dilanjutkan lagi main musiknya.

Jamming @ Legend

Ada juga band orang-orang yang kerja di café ini. Mereka memainkan lagu-lagu Pink Floyd (“another brick on the wall”), U2, dan sejenisnya. Kemudian ada juga yang maju menyanyikan lagu Rolling Stones. Ah, pokoknya asyik deh.

Wah kalau begini bisa semalaman saya main band di hutan ini. Tempatnya asyik sekali. Jadi semangat untuk pergi ke Newmont. Akhirnya agak gerimis jam 10 malam, kami memutuskan untuk pulang. Kalau tidak gerimis mungkin bisa sampai tengah malam kami di sana. Ha ha ha. Padahal kami belum check-in ke tempat penginapan.

[update]

Hari berikutnya saya kembali ke Legend. Sore itu yang memulai panggung adalah para pemain blues. Saya hanya ikut-ikutan saja naik panggung ketika musiknya agak sedikit nge-pop. Kembali kami pulang ke penginapan setelah jam 10 malam.

Rock on …

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Tampilkan semua tulisan oleh Budi Rahardjo

16 Tanggapan to “Manggung Classic Rock di Tengah Hutan”

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 649 pengikut lainnya.