Mesin Penghancur Kertas
18 Februari 2007 oleh Budi Rahardjo
Salah satu hal yang kami lakukan dalam menjaga kerahasiaan data dari klien adalah dengan menghancurkan dokumen yang sudah tidak digunakan lagi (dalam pekerjaan).
Untuk menghancurkan dokumen yang berbentuk cetakan (printout, hardcopy) kami menggunakan alat atau mesin penghancur kertas (document shredder). Kami memiliki mesin ini dari sebuah merek yang tidak begitu terkenal, tapi menurut kami mestinya oke juga (karena terkait dengan brand dari toko hardware yang cukup besar). Namun sayangnya ternyata mesin ini memiliki banyak hal yang menyebalkan.
Spesifikasi dari alat ini mengatakan bahwa kita bisa memasukkan tujuh (7) lembar kertas sekaligus. Namun, jangan coba-coba melakukan itu karena pengalaman kami mesin menjadi macet. Masalahnya kertas yang dimasukkan ke mesin ini sering terlipat (karena ditarik secara keras oleh roda-roda yang menghancurkan kertas itu). Akibatnya kertas jadi lebih tebal dari yang seharusnya. Macetlah mesin. Berdasarkan pengalaman saya, maksimum jumlah kertas yang dapat dimasukkan dalam satu saat adalah tiga (3) lembar.
Selain itu, ember (bin) tempat penampungan hasil potongan kertas itu ternyata cepat penuh. Kertas yang mungkin tipis terpotong-potong sehingga menjadi lebih memenuhi tempat. Akibatnya kertas potongan tersebut harus sering-sering diambil dari embernya. Waaahhh … kerjaan lagi.
Bisa Anda bayangkan kalau harus menghancurkan dokumen yang jumlahnya ribuan halaman. Habis waktu. Mungkin lebih mudah kalau dokumen itu dibakar saja?
dibakar bisa bikin polusi Pak, mending cemplungin ke kolam renang aja,
trash bin-nya dimodif biar muat banyak pak
sisa kertasnya dikiloin.. kan bisa jadi duit he..he..
Jangan dibakar dong. Carbon Neutral jack.
Gimana kalo dikubur aja dijadiin pupuk.
kalo yg buat lucu-lucuan, ada paper shredder yg di engkol pake tangan
bentuknya cukup imut buat di taro di meja
tapi kalo dar segi fungsi, cemen la ya
-ilya-
kalo yg buat lucu-lucuan, ada paper shredder yg di engkol pake tangan
bentuknya cukup imut buat di taro di meja (saya liat di toko buku gunung agung pi-mol)
tapi kalo dar segi fungsi, cemen la ya
-ilya-
knp g di recycle aja? menjaga lingkungan supaya bersih
Klo saya tetep pake shredder, hasilnya buat sumpel-sumpel kardus kalau sedang ngirim barang.
BTW, waktu bersih-bersih saya juga kepikiran supaya keranjangnya harus diganti langsung dengan karungnya. Tapi kepikirannya pas kertasnya hampir habis, jadi tidak sempat dilaksanakan.
Di kantor juga ada alat seperti itu, memang kalau ribuan lembar yaaa, bisa kepanasan, mesti beli mesin yang lebih gedhe tuh, sesuai dengan kebutuhan.
Kertas tersebut tidak dapat saya kiloin, dibuang ke tempat sampah, atau ditanam dalam bentuk yang masih utuh. Alasannya: dokumen rahasia (confidential). Jadi dokumen tersebut harus dihancurkan sebelum dilepaskan ke publik. Yang sudah di-shredder-pun saya tidak berani membiarkan begitu saja (misalnya dikiloin). Ngeri …
Kalau kertas-kertas yang lain sih biasanya dimanfaatkan dulu. Misalnya kertas bekas tugas mahasiswa saya pakai untuk ngeprint draft
ha ha ha. Tapi jumlah kertas yang masuk dibandingkan dengan kertas yang dipakai masih terlalu besar yang masuk. Akibatnya menumpuk.
Lebar potongannya jadi berapa mm, pak? Just curious. Di film Lord of War potongan2 ini bisa disatukan didajiin barang bukti :-p
Heheh, bapak pasti belum pernah dapet kertas laporan hasil penelitiannya jadi bungkus lotek/ketoprak ? Dosen saya dulu ada pak…. jadi gimana gitu hehehe
Di-outsource pak. Kan ada perusahaan yg biasa ngerjaken ini macam. Mulai dari kertas, cd, dvd, dan beragam media bisa diancurken. Tapi ya mesti yg terpercaya kalo ngga berabe
Kalau di-outsourced malah jadi ribet karena ini menyangkut confidential documents. Kuncinya ya di lebar potongan stripes-nya. Kurang dari 3mm ok deh. Setelah itu stripes-nya di-mixed supaya lebih sulit untuk disatukan kembali.
Anda pasti beli yang line cut doang yah? Itu emang bikin tempat sampahnya cepet penuh dan malah sering macet.
Kalo saya invest rada mahalan, yg 2-3 kali lipat, yang cris-cross cut. Jadinya potongan kecil kecil. Akibatnya tempat sampah gak cepet penuh.
Selain itu di Singapore sini ada kok perusahaan outsource buat penghancuran dokumen dan storage. Jadi di kantor saya ada spesial drop box di tiap lantai buat nyemplungin kertas, CD, tape dan hard disk atau storage media lain.
Kalo jumlahnya ribuan, disini ada perusahaan yang menyediakan jasa profesional penghanncur kertas. Saya pernah liat, intinya mereka punya truk yang berupa penghancur kertas raksasa. Jadi truk itu datang ke kantor, dan lalu pegawai kantor bersangkutan tinggal membuang kertas2 tersebut ke truk itu. Ember penampung kertas yang telah hancur tersebut terbuat dari bahan transparan sehingga kita bisa lihat memang kertas2 tersebut telah hancur. Mungkin benar kata orang, di Amerika segalanya dilakukan dalam skala lebih besar dibanding tempat lain.
Mas Budi, memang hidup itu pilihan. Dihancurkan atau dibakar? keduanya tidak mudah untuk jumlah kertas yang banyak. Saya lebih pada alasan. Jika itu dokumen penting saya pikir saya akan luangkan waktu untuk menghancurkannya mengingat membakar akan menimbulkan polusi dan dapat terjadi kebakaran - ya iya lah namanya juga dibakar hehehe - disamping itu menjaga rahasia SANGAT PENTING karena amanah.
Kalau memang kapasitasnya tidak cukup, saya pikir ada banyak produk mesin penghancur. Mulai dari yang murah sampai yang mahal. Tinggal ditimbang2, mana yang menguntungkan .. btw, semula saya pikir tulisan mas itu mengenai penemuan mesin penghancur kertas eh, taunya ..
Cari pengrajin lokal yang butuh bahan bakar.
jadiin mercon aja pak. selembar kertas folio tinggal diiris dua memanjang, lalu digulung, sumbat kedua ujungnya dan kasih serbuk mercon di dalamnya
dijamin, dokumen musnah, hatipun senaaang
5 bulan lalu, saat akhir proyek, dan ruangan kantor akan diserahkan, kami perlu membuang banyak berkas proyek, dan segera membeli penghancur kertas baru di CareFour. Merek dan bentuknya meyakinkan.
Belum selesai sehari digunakan, dengan dua karung kertas yang telah dihancurkan, tercium bau gosong… , kami mencari sumbernya… Rupanya barang tersebut ikut hancur… terbakar karena waktu telah habis….?! Alhasil sisa kertas lain ikut dibakar… Rupanya ada penghancur kertas yang disposable.
Dikantor saya, kalo kertasnya sudah penuh, harus ditekan sampai padat, supaya tidak terkena sensor bagian dalam (kan ada sensor ketinggian kertas didalemnya, ya pak ?).
Jadi tidak terlalu sering ngosongin embernya.
Selain itu juga, kalau gerigi-nya rusak, bisa pesen untuk bikin sendiri. Hehehe…
Dikantor juga soalnya sering mengalami hal yang sama pak… Yang katanya bisa sampai 7 lembar sekaligus, boro-boro 7, lha cuma 3-4 saja suka ada masalah ;p
Makanya kalo bikin makalah, Mas Budi pakai sandi rumput saja. Biar ga perlu di hancurkan segala ……
Lebih mendasar mungkin…
mulai dipikirkan itu kertas datang dari mana dan kenapa harus dicetak diatas kertas sampai ribuan hlm kan? Pasti di kantor Mas Boing banyak yg jago paperless…
[...] Dosen harus bertanggung jawab jika ada informasi pribadi yang bocor karena keteledorannya dalam membuang dokumen yang sifatnya pribadi. (Pak Budi Raharjo pernah menulis hal ini di blog-nya) [...]
Tampilkan data data yg lainnya donx