Dadakan Ke Singapura

Hari Rabu pagi saya diberitahu istri saya bahwa anak saya (Tika) yang bersekolah di Singapura terjatuh di (kamar mandi?) asramanya sehingga dagunya luka dan giginya patah. Mulutnya berdarah (mungkin karena beradu dengan gigi). Kejadiannya sebetulnya terjadi malamnya, tapi istri saya baru membaca SMS-nya pagi hari. Wah, shock juga. Tadinya istri saya mau berangkat ke Singapura menengok, tapi ada banyak hal yang harus ditangani (mulai dari urusan tiket, berangkat dari Bandung, dsb.). Akhirnya kami putuskan saya saja yang berangkat ke Singapura karena saya sedang berada di Jakarta.

Untuk penanganan pertama, saya mencari kawan yang tinggal di Singapura. Yang teringat pertama adalah Iman. Langsung saya telepon dia untuk meminta bantuan melihat anak saya. Iman menyanggupi. (Kata anak saya dia datang dengan istrinya ke asrama anak saya. Kantor asrama kaget karena mereka tidak tahu ceritanya malah kedatangan tamu.) Ibu asrama, Iman dan istrinya membawa anak saya ke dokter sekitar jam 9-an. Ternyata tidak terlalu parah. Hanya saja anak saya agak demam dan mungkin juga ada sakit perut. Dagunya yang terluka tidak perlu dijahit, tapi cukup “dilem” dan ditutup dengan penutup (agar tidak terbuka). Ini saja yang perlu kontrol lagi ke dokter karena takutnya kalau penutupnya dibuka sendiri nanti lemnya ikut tercabut. Terima kasih sekali untuk Iman dan istrinya. Mudah-mudahan kebaikan ini dibalas oleh Allah swt. Saya sudah tenang mendapat SMS dari Iman.

Meskipun sudah baik, nampaknya saya masih perlu pergi ke Singapura untuk menengok anak saya untuk mengetahui kondisinya. Dugaan saya dia kecapekan dan makan kurang baik sehingga blackout(?) dan jatuh. Saya juga pernah mengalami hal ini beberapa tahun yang lalu ketika masih menjadi mahasiswa di Kanada. Kondisi badan yang harus dijaga. Jadi saya masih perlu ke Singapura.

Sebetulnya sore hari itu saya berencana pulang ke Bandung setelah memberikan workshop. Tas sudah saya siapkan untuk pulang ke Bandung. Akhirnya tas saya bongkar dan isinya diganti dengan pakaian untuk di Singapura. Untung jumlah pakaian bersih mencukupi untuk tinggal beberapa hari di Singapura. Siap berangkat.
Yang menjadi masalah adalah paspor dan tiket. Paspor masih berada di Bandung. Untung ada orangnya pak Dimitri Mahayana yang bisa mengantarkan ke Jakarta (dan malah mobilnya sekalian mengantarkan saya ke bandara). Thanks untuk pak Dimitri dan timnya. Untuk tiket, langsung dicari oleh istri saya via Internet. Yang menjadi kendala adalah waktu dan harga. Ada pesawat jam 14:00. Nampaknya tidak keburu karena paspor baru sampai di Jakarta sekitar jam 12-an. Jadi cari lagi. Akhirnya dapat juga Value Air jam 15:30. Waktunya pas. Staf kami yang di Jakarta mengantarkan tiket ke tempat workshop. Jadinya saya hanya setengah hari di tempat workshop. Untung pak Arry AA dan pak Angger cukup kompeten untuk meneruskannya sampai akhir hari. Saya belum dengar hasilnya, tapi saya percaya mereka dapat menyelesaikannya dengan baik.

Hal lain yang harus dipersiapkan adalah tempat menginap. Ada beberapa pilihan, hotel atau apartemen. Tadinya saya ingin tinggal di Hotel Asia yang dekat dengan tempat tinggal anak saya, tapi ternyata hotel Asia sedang direnovasi sampai Juli. Wah. Hotel-hotel lain yang di daerah situ ternyata cukup mahal. Yang paling murah adalah Sing$ 135 semalam. Apartemen biasanya mulai dari Sing$ 50 semalam, tapi ini biasanya dengan kamar mandi di luar (shared). Untuk yang kamar mandinya di dalam kamar biasanya mulai dari Sing$ 65. Sampai berangkat kami belum bisa memutuskan tempat tinggal. Akhirnya saya nekad saja berangkat. Toh ini bukan hari libur sehingga hotel atau apartemen mestinya tidak terlalu masalah.

Sampai di bandara masih ada waktu untuk makan siang di fast food karena takut tidak dapat makan di pesawat. Saya dengar untuk penerbangan yang murah meriah seperti AirAsia, tidak dapat makan. Ternyata di Value Air dapat makan, meskipun sederhana (bihun plus air putih, teh, atau kopi). Penerbangan dengan Value Air menggunakan Airbus 320 cukup baik. Padahal saya sudah was-was kalau banyak turbulensi. Ternyata smooth. Alhamdulillah.

Sesampainya di Singapura saya langsung membeli SIMcard dari SingTel (hi card) dengan voucher Sing$ 20. Langsung saya hubungi istri dan anak untuk mengatakan saya sudah sampai di Singapura. Kemudian saya menjumpai anak saya di asramanya dan kami kemudian menginap di apartemen di Thomson road.

Cerita selanjutnya menyusul. Alhamdulillah semuanya baik-baik saja.

Oh ya, kuliah minggu ini terpaksa saya batalkan.

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Tampilkan semua tulisan oleh Budi Rahardjo

23 Tanggapan to “Dadakan Ke Singapura”

  • andriansah

    Horeeeeee dosen liburrrr

    semoga anaknya sehat2 aja dan cepat sembuh.

  • IndraPr

    Semoga putrinya cepat sembuh, Pak Budi. BTW, informasi sewa apartemen di Singapura yang murah bisa dilihat disini.

  • wiYasa

    mas Budi, you’re truly good parent who cares your family. hope Tika will recover soon.

    God bless you,
    -wiYasa- nusadua,bali.

  • Dedhi

    Glad to hear everything is OK with your daughter.
    1. Kalau beli ticket e-ticket, ticket tidak perlu dicetak dan diantarkan anda. Cukup tahu booking codenya saja dan menunjukkan ID card seperti passport. Atau sekiranya satpam di depan rese mau lihat kertasnya bisa minta diprint-kan di kantor airline di bandara. Tapi memang khusus Adam Air, dia masih kudu menunjukkan credit card yang dipakai buat beli. Jadi otomatis si penumpang kudulah pemegang credit card.
    2.Airbus A320 dan A319 adalah Fly-by-wire glass cockpit aircraft, jadi flown by computer instead of human with thousands auto correction per seconds. Otomatis akan stabil sekali. Irit BBM pula
    3.Untuk mencari penginapan di Singapore, chain hotel 81 (www.hotel81.com.sg) bisa diandalkan untuk darurat. Memang ini hotel murah, hotel transit yg biasa dipakai pasangan unmarried ataupun selingkuh di Singapore buat kencan. Tapi karena harganya murah (S$45), kamar berlimpah dimana mana, dan paling tidak bersih, bisa dijadikan option jadi hotel darurat kalo tidak dapat kamar dan tidak punya reservasi di hotel manapun. Soalnya kalo ke hotel berbintang dan tidak beli voucher, harga go show bisa lebih mahal dari harga beli voucher atau Internet reservation.
    4. Solusi tempat menginap “cowboy” yg lain adalah B&B, check aja dengan Google di Internet.
    5. Kalau punya anak kuliah S1 di luar, kudu di-check juga community-nya. Apakah terisolasi gak punya teman atau malah punya kumpulan teman yang gak beres. Banyak kejadian adik adiknya temen gagal kuliah karena hal ini.

  • okky

    ntar yg sama team ke singaporenya …batal dong pak budi?

  • Saya

    Mudah2an lekas sembuh.

  • daus

    Yang Penting sabarnya dipanjangin pak
    sama kaya negara kita yg terus menerus ditimpa musibah
    Semoga Lekas Sembuh

  • Biho

    kasih sayang seorang bapak,

  • Paijo

    Saya itu prihatin atas musibah yang menimpa putri bapak. Semoga putri bapak lekas sembuh. Terimakasih dan salam eksperimen.

  • joniandra

    Saya turut prihatin pak, semoga Alllah SWT segera memberi kesembuhan terhadap putri Bapaksehiingga ia kembali dapat beraktivitas seperti biasa.

  • dewo

    Puji Tuhan semuanya baik saja.
    Semoga anak lekas sembuh.

    Salam.

  • alief

    itulah enaknya dosen, bisa mbatalkan dan ngganti kuliah kapanpun semau dia… hidup dosen… :D

  • Wahyu

    Semoga lekas sembuh…

  • fran

    Semoga lekas sembuh putri nya pak. kemarin SV yang gantiin primus dan pak budi sulis.

  • Budi Rahardjo

    terima kasih kepada rekan-rekan sekalian (khususnya Iman dan istri, yang tadi pagi saya datangi untuk numpang makan ha ha ha). Ya beginilah kalau jadi orang tua, harus bisa membuat prioritas. Anak sudah baik dan saya bisa segera kembali bertugas di Indonesia.

  • arul

    Keep fight pak….
    comment alief : wah dosen gitu yah?? trus mahasiswa gak bisa yah?

  • adinoto

    arul Says:
    February 24th, 2007 at 8:42 pm
    Keep fight pak….
    comment alief : wah dosen gitu yah?? trus mahasiswa gak bisa yah?

    -> Bisa hehehe… asal jangan pas UAS aja, bisa-bisa harus ketemu lagi taon depan :D ato minta ujian cuculan di singapore? :P .. Mas Budi… oleh-olehhhhhh :D

  • imran

    Pak BR emang sosok ayah yang care tehadap anak, semoga anaknya lekas sembuh….

  • imran sinong

    Pak BR emang sosok ayah yang care ama anak, smoga anaknya lekas sembuh pak. Amin.

  • wisnu

    wah saya juga mau mendadak ke singapore nih mas…

    hmm… hotel 81 ya?

    yg deket ama shangri La ada gak ya?

    tolong mas infonya tks

  • PUTRI

    BOLEH MINTA TOLONG NO TELPHONE APARTEMEN YANG DI SINGAPURA..?
    PLZ HELP

  • NUel ps

    saya sih maunya kuliah di singapura…
    mimpi kali ye..

  • Daftar Hotel di Indonesia

    Repot juga ya jika mencari hotel pas dadakan
    salam
    Asia Hotels Review

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 649 pengikut lainnya.