Bahasa Indonesia saya sedang kacaw balaw … eh, kacau balau. Morat marit. Yang benar itu “kreativitas” atau “kreatifitas” sih?
Jangan ambil kamus dulu. Jawab dulu, baru ambil kamus Bahasa Indonesia.
…..
….
…
..
.
Selain kata di atas masih ada banyak kata lain yang membuat saya bingung, yaitu khususnya kata yang mengandung huruf “v”. Nampaknya Bahasa Indonesia lebih memilih huruf “f” dibandingkan huruf “v”. Mengapa?
Kalau orang Sunda lain lagi, yaitu ada huruf ‘ep’
ha ha ha. Yang ini susah menjelaskannya kalau belum pernah ke Jawa Barat. Memang menarik sekali bangsa kita ini ya. Banyak sekali hal-hal yang menarik dan lucu-lucu. Inilah nikmatnya hidup di Indonesia.


Maret 16th, 2007 at 5:39 pm
Kalo ga salah *berarti benar ^^ … ini belum buka kamus*
>> “kreatifitas”
Asal kata-nya : creative
Jadi kata guru Bahasa Indonesia saya (SD-SMP-SMA) : “Bagian v menjadi f”
Contoh lain :
>> active = aktif
>> persuasive = persuasif
>> addictive = adiktif
Tapi sebenarnya aku juga penasaran, kenapa “favorite” ga jadi “faforit” hehe…malah seringnya “favorit”
Atau karena punya arti sendiri “kesukaan”?
Nah…kalo Sunda-an … ‘f’ dan ‘v’ sama2 jadi ‘p’ … ^^v
Maret 16th, 2007 at 6:03 pm
rasanya:
kreatif dan kreativitas
aktif dan aktivitas
cmiiw..
Maret 16th, 2007 at 7:20 pm
Pas kemarin ada yang mengingatkan saya, kalau kreatif yang bener yah kreatif. Tapi kalau kreativitas ya kreativitas bukan begitu?
Maret 16th, 2007 at 8:37 pm
Seingat saya dari jawaban pembimbing tutorial Bahasa Indonesia ketika ditanya,
kalo “v” di akhir kata jadi “f”
active => aktif (katanya “e” dibelakang tidak dianggap karena tidak berbunyi)
tapi kalo “v” ditengah tetap “v”
activity =>aktivitas
selanjutnya:
diaktifkan (bukan diaktivkan)
mengaktifkan (bukan mengaktivkan)
menggunakan “f” karena bukan dari bahasa inggris lagi, tapi sudah dari kata aktif
Jadi
creative => kreatif
creativity =>kreativitas
Maret 16th, 2007 at 8:43 pm
Oya tentang f atau v jadi p
Kalo “paraf” biasanya orang sunda kan bilangnya “parap”, tapi pernah saya liat di suatu lembar absensi tertulisnya “farap”.
Maret 16th, 2007 at 8:52 pm
Kamu sudah buka kamus hari ini?
Maret 16th, 2007 at 8:57 pm
Ehehe!
“kreativitas”! Jelas! Masih inget jaman2x belajar bahasa menjelang SPMB.
Kata yang diserap itu gak boleh langsung diberi imbuhan, misalnya jadi “kreatifitas”. Itu salah, karena harus dilihat kembali ke bentuk asalnya. Apakah dalam bahasa asalnya sudah ada kata padanan “kreatifitas”? Nach, kata itu kan sudah ada, yaitu “creativity” dan bukannya “creatifity”.
Jadi, “creativity” diserap jadi “kreativitas”. Huruf di tengah tidak diubah.
CMIIW.
Maret 16th, 2007 at 9:07 pm
Kebetulan sekali Pak. Kemarin saya baru baca posting ‘Kreatif dan Kreativitas’ di PolisiEYD
http://polisieyd.blogsome.com/2005/12/20/kreatif-dan-kreativitas/
Maret 16th, 2007 at 10:26 pm
Kalau “sensitivity” menjadi apa? sensitivitas atau sensifititas?
Maret 16th, 2007 at 11:59 pm
Sensitivitas, mas.
Jangan-jangan ada kata Indonesianya yang baik dan benar.
Maret 17th, 2007 at 12:01 am
masih nanya toh, kalo kamu nggak punya kamus, ntar saya kasih pinjam mau nggak…
Maret 17th, 2007 at 6:24 am
kata siapa orang sundan ngga bisa menyebut F itumah pitnah
hehehehehehehehe
Maret 17th, 2007 at 9:21 am
Kata guru saya, bahasa itu adalah hasil kesepakatan dari sekelompok orang. Jadi, mana yang paling banyak dipakai, itulah yang benar
Maret 17th, 2007 at 9:59 am
kreatipitas pak…
*urang sunda ceritanya*
Hmm..kreativitas deh sepertinya..
aktif -> aktivitas
kreatif -> kreativitas
Maret 17th, 2007 at 10:24 am
yang bener kreativitas –> derived from creativity…
klo dia diubah jadi bentuk sifat –> v berubah jadi f jadinya kreatif… begitu juga untuk aktivitas dan aktif…
jadi inget temen saya waktu ujian skripsi dia bilang gini ke dosennya:
” itu loh pak huruf ep seperti di pespa…” gara-gara dia salah ketik huruf yang harusnya “V” dia nulisnya “F”
Maret 17th, 2007 at 10:48 am
Enak sajha saya dibilang gak bisa bilang ef.. Pitnah tu, Pitnaaaah
Maret 17th, 2007 at 12:13 pm
mungkin perlu tunggu 1 atau 2 generasi lagi……….
anak-anak kita yang english minded ini gak sadar kalau ayah-bundanya masih terpengaruh hollandspreeken. Alhasil, waktu mata membaca tulisan inggris tapi kuping mendengar suara belanda………………….
Maret 17th, 2007 at 5:25 pm
Menurut saya….
Jika ada kata asing yang berakhiran
…..ive maka diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi ..if
v berubah menjadi f
contoh aktive menjadi aktif, dan sejenisnya.
…..vity maka diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi vitas
v tetap v
contoh activity menjadi aktivitas
kalau meragukan silahkan cek saja pada kata-kata lain..
Maret 17th, 2007 at 6:38 pm
Yang di Indo masih agak mending.
Di Perancis ‘vous’ ama ‘fou’ hampir sama cara bacanya. Padahal yang satu artinya ‘anda’ satu lagi ‘bodoh’.
Maret 17th, 2007 at 11:37 pm
-ve kan memang bunyinya lebih mirip f daripada v?
Atau jangan2 kita biasa menganggap f berbunyi sama dengan v?
Vous dan fou? Jauh sekali lah.
Maret 18th, 2007 at 1:26 am
Masih mending… daripada orang negara sebelah kita, yang bahkan tidak bisa membedakan nama negara mereka, yaitu apakah itu Philipina, Filiphina atau Pilivina.
Bayangin, satu negara euy.
Masih mending urang sunda, aya kreatipitasna. Atawa orang betawi yang suka nongton pelem.
Maret 18th, 2007 at 8:35 am
hehehe…. saya pernah lihat satu photo (atau foto ?) di tempo. kalo ga salah tulisannya seperti ini : fhoto cofy – dobel polio. (penyakit polio ganda, atau uk. dobel kertasnya ?)
Maret 19th, 2007 at 12:06 am
Saya pernah liat iklan yang ditempel di pintu angkot Caringin-Sadangserang.
“Klinik Fhysio-theraphy”
Ancur!
Maret 19th, 2007 at 1:28 am
saya paling mau mati kalo ngebedain antara vivin atau fifin…duh susaah ngerti bedanya antara f dan v … tp yg penting yg dipanggil ngerti kalo kita manggil.. lagian maksud utama pemakaian suatu bahasa adalah untuk berkomunikasi bukan? jadi salah2 dikit boleh dong hehehe
Maret 19th, 2007 at 1:38 am
waduh….
koq makin ke bawah comment nya makin ancur yah… ;p
yg jadi moderator nya mana nih? weleh..weleh…
kl menurut saya, aktif dan kreativitas itu yg bener, jika mengacu pada eyd tahun dimana saya esde dulu ;p
entah deh kl sekarang, khan udah pada beda semua…
btw, antara propinsi dan provinsi, yg mana yg benar yah? ;p
Maret 19th, 2007 at 9:38 am
hahaha….. iya yah. lucu juga pak. jadi ingat kalau orang memanggil saya. kan seharusnya “Freddd……” tapi karena orangnya yang manggil saya nggak bsia beda’ in antara F dan P dan terus ngak bsia beda’ in antara D dan T jadinya dipanggilnya “Preettttttt……”
Maret 19th, 2007 at 10:23 am
Yang benar itu “kreativitas” atau “kreatifitas” sih?
jelas lah pak… KREATIPITAS! sunda tea… walopun bukan orang sunda, tapi setelah bertahun-tahun di bandung, ketularan juga… infus aja jadi IMPUS…
tapi justru disitulah letak keunikan kulturnya! walaupun mereka pada dasarnya mengerti perbedaan antara P,V, dan F, tapi pada kehidupan sehari-hari P lebih disukai instead of V dan F… that the style is!
Maret 20th, 2007 at 1:41 am
Kalau menurut saya (setelah mengintip KBBI
) yang benar adalah :
kreatifitas
sensitifitas
silakan buka Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk konfirmasinya
Maret 20th, 2007 at 9:54 am
to tedytirta :
beneran tuch ted pake ‘f’?
ancur…jawaban spmb gue salah donk…!
pantes gagal masuk jurusan bahasa sunda MIT.
huhu!
Maret 20th, 2007 at 10:56 am
Wah, jadi ingat kalau sampai sekarang saya juga masih kebingungan tentang penggunaan “dr.” atau “Dr.” untuk bidang kesehatan. Yang benar yang mana ya. Saya selama ini cenderung pada yang pertama. Ada yang bisa bantu?
Maret 20th, 2007 at 11:14 am
@herman
kalo gak salah,
“dr.” itu dokter, gelar profesi yang didapat dari kuliah kedokteran,
“Dr” itu doktor, gelar dari program doktoral (S3).
CMIIW
Maret 20th, 2007 at 5:04 pm
Mohon izin sedikit berkomentar, walau saya pun masih dalam taraf belajar.
Yang benar menurut kaidah EYD adalah:
*kreatif
*kreativitas
*sensitif
*sensitivitas.
Baru saja saya cek di Kamus Besar Bahasa Indonesia. Mengingat ada komentar dari Sdr. Tedy yang tidak benar. Untuk saudara Tedy, mohon maaf kalau saya koreksi.
Budy Snake
Indonesian Language Observer
Maret 20th, 2007 at 9:44 pm
mungkin pengaruh bahasa ibu atau emang perbendaharaan kata yang kurang atau juga gak peduli dengan bahasa indonesia yang baik dan benar
Maret 21st, 2007 at 10:32 am
[...] komentar salah satu tulisan di blog Bapak Budy Rahardjo. Judul yang saya komentari adalah Antara “v” dan “f” yang pada intinya beliau bertanya tentang penulisan yang benar untuk kata yang rancu dalam [...]
Maret 21st, 2007 at 2:40 pm
walaupun saya nggak lulus spmb, tapi saya cukup pede untuk menjelaskan ini pak.
kalau bicara kata dasar(kata sifat), maka jadinya pake ‘f’
misal :
aktif
kreatif
tapi kalo sudah berubah dari kata dasarnya jadi pake ‘v’
contoh :
aktivitas
kreativitas
itu juga kata guru saya dulu…
kalo nggak percaya coba aja pak.
Maret 22nd, 2007 at 5:51 am
Kalau fulus itu pake f atau pake…?