Kuelus kedua sayapku
Yang biasa mebawaku terbang
Dari satu tugas ke tugas lain
Tapi …
Untuk apa aku memiliki sayap
Jika aku tak dapat pergi ke tempat yang kumau
Suatu tempat yang jauh
Dimana kedamaian berada
[bandung, 30-6-2005]
Kuelus kedua sayapku
Yang biasa mebawaku terbang
Dari satu tugas ke tugas lain
Tapi …
Untuk apa aku memiliki sayap
Jika aku tak dapat pergi ke tempat yang kumau
Suatu tempat yang jauh
Dimana kedamaian berada
[bandung, 30-6-2005]
Maret 22nd, 2007 at 2:14 pm
Sebuah tulisan dengan makna yang dalam Pak Budi
Saya mendadak jadi teringat salah satu bagian lirik lagu Katon Bagaskara yang berjudul Negeri di Awan. “…dimana kedamaian menjadi istananya, dan kini telah kau bawa aku menuju kesana…”
Terima kasih.
Maret 22nd, 2007 at 4:45 pm
pak budi membuat saya penasaran. apa yang dimaksud “sayap” dalam tulisan diatas pak? apakah Laptop?
Maret 22nd, 2007 at 7:11 pm
Angel … Magnet dengan kutub berlawanan dengan saya.
Maret 23rd, 2007 at 9:05 am
hmm, apakah tidak bisa karena tidak mau, atau tidak bisa karena tidak diperbolehkan?
Maret 23rd, 2007 at 1:52 pm
(mungkin) sedang kangen sama ‘rumah’ ya pak? tapi gak bisa pergi karena banyak kerjaan… (definisi rumah adalah tempat dimana kita merasa nyaman, damai, senang, pokoknya seperti itu lah)
Maret 23rd, 2007 at 2:13 pm
wah kynya tempat dimana kedamain itu berada, itu bukan rumah ya Pak? soalnya bandung, 30-6-2005
and kynya prosa ini juga berdasarkan pengalaman Bapak pada waktu itu (30-6-2005) n sya juga setuju klo sayap yg dielus2 itu laptop Bapak (ibook G4)
Maret 25th, 2007 at 1:19 pm
Guruku maulana rumi mengajar kami terbang
dari hati tulus dahaga tanpa perlu sayap
menuju alam rohani tinggi dan cinta suci
itu kan kampung halamanmu di alastu brirabbikum
Dari tugas kerja sentiasa mengejar waktu
selesaikan urusan bisnes untung atau rugi
men jual atau dijual dpasaran kapitalis
ditambah macet trafik jam suara hati menjerit
oh alangkah bahagia kita menyanyi Mathnawi
Kata pujangga agung Attar dari Persia
kamulah burung, kamulah sangkar
mengapa menyalahkan agama atau pemerintah
dunia kan luas, kamu juga mangsa dan pemburu
lihat apa terselit dibalik serban imam ghazali
tatkala dia bebas mederka tapi para teman
keluarga dan muridnya menangis disisinya !