Angel’s Sorrow

Kuelus kedua sayapku
Yang biasa mebawaku terbang
Dari satu tugas ke tugas lain

Tapi …
Untuk apa aku memiliki sayap
Jika aku tak dapat pergi ke tempat yang kumau
Suatu tempat yang jauh
Dimana kedamaian berada

[bandung, 30-6-2005]

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Tampilkan semua tulisan oleh Budi Rahardjo

7 Tanggapan to “Angel’s Sorrow”

  • Budy Snake

    Sebuah tulisan dengan makna yang dalam Pak Budi :)
    Saya mendadak jadi teringat salah satu bagian lirik lagu Katon Bagaskara yang berjudul Negeri di Awan. “…dimana kedamaian menjadi istananya, dan kini telah kau bawa aku menuju kesana…”

    Terima kasih.

  • pedhet

    pak budi membuat saya penasaran. apa yang dimaksud “sayap” dalam tulisan diatas pak? apakah Laptop? :)

  • leeloos

    Angel … Magnet dengan kutub berlawanan dengan saya.

  • ananta

    hmm, apakah tidak bisa karena tidak mau, atau tidak bisa karena tidak diperbolehkan?

  • andana

    (mungkin) sedang kangen sama ‘rumah’ ya pak? tapi gak bisa pergi karena banyak kerjaan… (definisi rumah adalah tempat dimana kita merasa nyaman, damai, senang, pokoknya seperti itu lah)

  • firman

    wah kynya tempat dimana kedamain itu berada, itu bukan rumah ya Pak? soalnya bandung, 30-6-2005

    and kynya prosa ini juga berdasarkan pengalaman Bapak pada waktu itu (30-6-2005) n sya juga setuju klo sayap yg dielus2 itu laptop Bapak (ibook G4) :D

  • abu zuhri shin

    Guruku maulana rumi mengajar kami terbang
    dari hati tulus dahaga tanpa perlu sayap
    menuju alam rohani tinggi dan cinta suci
    itu kan kampung halamanmu di alastu brirabbikum

    Dari tugas kerja sentiasa mengejar waktu
    selesaikan urusan bisnes untung atau rugi
    men jual atau dijual dpasaran kapitalis
    ditambah macet trafik jam suara hati menjerit
    oh alangkah bahagia kita menyanyi Mathnawi

    Kata pujangga agung Attar dari Persia
    kamulah burung, kamulah sangkar
    mengapa menyalahkan agama atau pemerintah
    dunia kan luas, kamu juga mangsa dan pemburu
    lihat apa terselit dibalik serban imam ghazali
    tatkala dia bebas mederka tapi para teman
    keluarga dan muridnya menangis disisinya !

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 649 pengikut lainnya.