Mencari Bekas Mahasiswa Saya Yang Sudah Berhasil

Baru saja selesai wawancara untuk acara TV (wah kok lupa? Jendela Dunia kalau tidak salah). Ceritanya akan membahas profil saya. Ha ha ha. Profil saya? Emangnya ada yang menarik? Okelah kalau memang ada yang menarik. Saya manut saja. Soalnya saya nggak ngerti yang beginian. Mereka lebih tahu daripada saya. Kawan-kawan dari media sudah datang dan mewawancarai. Sip. Beres. (Ada yang di depan komputer dan ada yang di depan gitar. Ha ha ha.) Besok mau dilanjutkan dengan mengambil gambar saat saya mengajar. Live gig.

Salah satu pertanyaan yang diutarakan adalah apakah ada bekas mahasiswa saya yang sudah berhasil dan bisa diwawancara? Wah, pertanyaan bagus! Saya tidak tahu jawabannya. Saya mikir-mikir. Siapa ya mahasiswa saya yang sudah berhasil? (Apa kriteria berhasil? Finansial? Karir / jabatan?) Kemudian bagaimana menghubungi mereka untuk diwawancara (dijadikan testimoni?). Waduh. Saya tidak tahu. Ini sesuatu yang baru bagi saya. Betul juga ya. Saya putus kontak dengan bekas mahasiswa saya. What kind of a teacher am I, losing contact with students? A bad teacher!

Bagi bekas mahasiswa saya, apakah Anda sudah berhasil (sukses)? Apakah saya memang guru yang buruk?

Setelah saya pikir-pikir, saya juga tidak pernah menghubungi guru-guru saya dulu. Padahal jasa mereka (dalam membentuk saya) sangat banyak. Ah, maafkan aku wahai guru-guruku.

Ternyata wawancara ini ada manfaatnya juga bagi saya. Setidaknya untuk interospeksi diri.

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Tampilkan semua tulisan oleh Budi Rahardjo

30 Tanggapan to “Mencari Bekas Mahasiswa Saya Yang Sudah Berhasil”

  • abe

    Tahan thread ini 3 hari atau minta enda (papa blog) untuk pull-out this link ke quick link dia, dan tunggu.. voila, akan banyak testimoni untuk pak rahard.. ^_^

    *stel yakin*

  • fajri

    ada 2 kriteria utama :
    1. Bekas mahasiswanya Pak BR :
    - pernah ikut kuliahnya Pak BR minimal 1 semester
    - lulus dari ITB (?)

    2. sudah berhasil :
    - berhasil secara finansial(?)
    - berhasil secara sosial (jadi orang terkenal)(?)
    - berhasil secara karir(?)
    - berhasil secara profesi(?)
    - jadi dosen ITB (terkadang, jadi dosen itb bisa diartikan “berhasil”)(?)
    jadi berhasil mesti didefinisikan lebih jelas…

    untuk kriteria pertama, aku memenuhi syarat.. tapi kriteria kedua (apapun definisi berhasil) kayaknya aku dapet E (masih mesti belajar dan mengulang) :)
    hahahahahah

  • abah oryza

    saya pengen jadi mahasiswa bapak, ah tapi… ya sutra lah emang dah males kuliah lagi, mosok mo ngulang S1 di ITB

  • antobilang

    pak kalau kata “bekas” diganti “mantan” aja gimana?
    hehehe…

  • Masim "Vavai" Sugianto

    Kalaupun tidak mahasiswa bapak secara fisik, masih banyak mahasiswa bapak yang kuliah lewat blog ini :-) .

    Kalau ada rencana penayangan, kabari via blog lagi pak. Biar tahu sisi kesehariannya bapak. Lagian kan kapan lagi bisa narsis selain masup tipi, xixixixi…

  • herman13

    Kalau mahasiswa lupa sama dosennya itu sudah biasa pak, apalagi dosennya killer. Boro2 mau ketemu, ngebayangin dosennya saja ogah … hehehe …

  • Adham Somantrie

    mas herman13.

    justru biasanya kalo guru/dosennya killer, malah diinget terus, karena seremnya, sampe gak bisa dilupakan “jasanya”. biasanya sih gitu.

  • wildan

    Saya bekas mahasiswa bapak..hehehe..tapi cuma 1 semester. Insya Allah tahun depan ngambil mata kuliah bapak lagi.. hehehe..

    Oh ya..tapi saya belom berhasil..hahaha

  • firman

    saya juga bekas (kok bekas ya?) mahasiswa bapak, n juga belum berhasil. jadi dikit nyesel saya dulu kuliahnya ga serius :D , yah mudah2 saya masih bisa diajar sama bapak lagi.

  • aespe

    saya bukan mahasiswa pak budi… tapi suwer saya ga inget lagi pernah diajar sapa aja..

    What kind of a student I am, forget the teachers.. A bad student ! :pp

  • indrakh

    Baru sekarang saya bisa jadi mahasiswa bapak :D

  • masadi

    kok pake kata ‘bekas’ sih, kesannya ga enak gitu, penggunaan kata ‘bekas mahasiswa’ sih mungkin masih di terima, tapi kalo ‘bekas dosen/guru’ kok rasanya gak srek, lebih enak kalo ‘dosen/guru saya dulu waktu SD/SMP/kuliah’. Bagaimanapun guru tetap guru, pernah membagi ilmunya, pernah menjadi ‘orang tua’ (bekas orang tua atau bekas anak jg ga ada kan) , hehe…

    punten ya, saya cuma teringat pesan dr bapak saya utk selalu menghormati semua guru krn tidak pernah ada bekas guru seperti tidak adanya bekas orang tua, ilmu yg diberikan selalu dihidup di diri seorang murid :D

  • double A

    Saya bukan bekas mahasiswa Bapak. Dan saya juga belum ‘berhasil’ sesuai kriteria yang disebut oleh fajri.

    Terus, buat apa saya berkomentar ya???

    *bingung sendiri* :)

  • bahtiar

    untung aku bukan bekas mahasiwa bapak :)

  • abah oryza

    bapak mau nggak jadi mahasiswa saya?

  • NolBuku

    Sekelas ITB kan pastinya ada tracer study pak, tinggal minta datanya aja ke admin :)
    Cuma memang lulusan paling susah kalo dimintai suruh ngisi dan ngirim data mereka, padahal kan sangat penting buat almamaternya. (akreditasi–>hibah/project–>dana–>kualitas)

  • adhit hape

    What kind of a teacher you are, losing contact with students? A bad teacher!

    bukan aku yang bilang lho…!!!

    hehehe… bagus Pak saya mendukung anda.
    Intorspeksi itu memang penting, walaupun terkadang menyakitkan…. andai semua dosen seperti bapak..

  • sumodirjo

    Iya juga pak, berapa banyak guru yang udah mbentuk kita tapi kita “lupakan”. alasannya klise “gak ada waktu”. apalagi kalau sekarang kita udah tinggal di kota yang beda sama sekolah kita dulu.

  • tedytirta

    saya pernah jadi mahasiswa Pak Budi. Dulu tahun 2002 saya ikut kuliah Dasar Teknik Elektro (itu saya gak ngerti loh Pak :D ), yang kedua saya ikut kuliah Teknik Digital…nah yang kedua saya lebih ngerti dan dapat banyak pengetahuan baru dari Pak Budi. Tahun lalu lulus dari ITB tapi sukses sih (kalau kriterianya seperti yang sering disebut di komentar2 di atas) sepertinya belum… :D Saya ingat selalu dengan mantan dosen macam Pak Budi…buktinya saya rajin baca blog Pak Budi :)

  • Luthfi

    he he he … apa gak ada mantan mahasiswanya yang diangkat jadi aspri Pak? koq bingung gitu sptnya …

    search lwt gugel dunks ….

    *bukan mhs itb*

  • grandiosa12

    cari² aja mahasiswi/wa nya di friendster, kali nemu

  • Budi Rahardjo

    luthfi, sebetulnya nggak aci kalau yang diwawancara adalah mantan mahasiswa yang masih kerja ke saya. jadi conflict of interest dong. nanti dia ngomongnya yang bagus-bagusnya saja. ha ha ha. gak berani ngomong buruknya. saat ini ada dua orang mantan mahasiswa saya yang bekerja di tempat saya. (iffah dan zaki. tadinya ada 3, tapi yang satu sudah pindah kerja – to a better place? betul ndak, andhi?)

    akhirnya memang tadi yang diwawancara adalah zaki. kebetulan dia pas ada di kampus. entah apa yang ditanyakan ke dia. saya gak peduli, asyik baca email (dan tadinya mau update blog, tapi gak sempat). katanya nanti diputar hari sabtu ini – jam 12?. (jendela dunia di metro tv?) biasanya hari sabtu adalah hari meeting buat saya. jadi belum tentu bisa nonton. oh well. terserah ajah … he he he. i am an open book.

  • manusiasuper

    saya pernah dikuliahi bapak da ya..?
    *garuk-garuk*

  • masagielmuna

    Dijual BU : mahasiswa bekas, tangan pertama, orisinil. Nego.

  • masagielmuna

    oops salah ya? bekas mahasiswa, bukan mahasiswa bekas

  • klikharry

    kl gitu bisa dibalik mas
    “What kind of a student am I, losing contact with teachers? A bad student!”
    he..he..

  • DASMR

    Walaupun bukan ahli bahasa, dari susunan kata mahasiswa (maha=great/superb/very good; siswa=student) sepertinya (CMIIW) “bekasnya” diharapkan sukses paripurna.

    IMHO. Mungkin istilah “bekas mahasiswa” kurang nyaman terdengar, namun agak mendingan dibanding “bekas manusia” (baca: bisa diartikan sdh bukan manusia lagi atau mungkin sudah wafat dan berubah menjadi tanah).

  • sandynata

    tayang sabtu besok? nonton ah…

  • wuri

    pak Budi semoga akhirnya menemukan pencerahan untuk menemukan mahasiswa bapak yang hilang dulu. halah. maksudnya … saya bukan mahasiswi bapak, juga bukan dosen bapak, tapi … saya yg pernah wawancara bapak untuk Jendela Dunia :D
    pak’e, yang bener tayang Jendela Dunia hari sabtu tgl 31 maret 2007 Jam 11.30 loh, nanti kalo jam 12.00 ya dah kelar …. ga bisa liat
    tapi tenang, kalo pak budi meeting, masih ada vcd khusus dikirim ke bandung.
    btw, terima kasih buanyuak atas waktunya sehingga dapat kami liput…. pokoknya kami tersanjung bisa bertemu bapak yang santai dalam segala hal tanpa lupa gitar-nya

  • salman

    bekas mahasiswa pak Budi
    tp masih berstatus mahasiswa :)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 649 pengikut lainnya.