Apa yang terbayang dalam benak Anda kalau saya berkata “Bung”?
Sebetulnya “Bung” ini istilah dari mana? Apakah ini istilah khas Indonesia?
Nama saya “Budi Rahardjo”. Dalam berkomunikasi seringkali orang menyingkatnya menjadi “BR”. Namun sayangnya banyak orang yang singkatan namanya juga BR. Nah, kadang saya disebut juga “Bung Budi Rahardjo” atau disingkat menjadi BBR. Saya lupa siapa yang pertama kali menggunakan kata itu kepada saya, rasanya pak Ibam? Beberapa orang (termasuk pak KK sang menteri ristek kita) juga sering menggunakan BBR untuk membedakan saya dengan BR-BR lainnya.
Dalam bayangan saya, “Bung” melekat dengan “Bung Karno”. Agak kaku bagi saya untuk menyebut “Pak Karno” atau “Bapak Soekarno” sekalipun. Kalau “Mas Karno” jelas tidak tepat! Ha ha ha. Kalau disebut “Bung Karno” rasanya pas sekali. Masih ada rasa hormat di sana.
Bung ini memang masih jarang dipakai. Padahal dia memiliki potensi yang bagus. Saat ini kalau ingin memanggil atau menyebut orang kadang kita menggunakan kata “Mas”. Padahal sudah jelas-jelas orang Sunda, eh masih dipanggil juga dengan mas, “Mas Encep”. He he he. Di Bandung sini pun orang kadang menggunakan kata “mbak”. Padahal seharusnya “teteh” ya?
Kalau untuk laki-laki ada “Bung”, untuk perempuan apa ya?
Tertanda.
BBR


Maret 29th, 2007 at 7:49 am
…Kalau “Mas Karno” jelas tidak tepat!…
sudah pasti jadinya Mas Rano Karno, Pak… bukan Bung Karno sang proklamator.
Maret 29th, 2007 at 7:55 am
Bung Rahard !!!
@ Bung Adham : itu kan krn kita kurang familiar dengernya
Maret 29th, 2007 at 8:17 am
diwiliyah pergaulan berbeda (komunitas politik/budaya)
kata bung selalu digunakan untuk menyapa siapa saja.
Dalam peristiwa sejarahnya ,rupanya panggilan tersebut memang telah disepakati oleh seluruh peserta sumpah pemuda untuk mengekspresikan diri rasa kesatuan Indonesia.
Kalau kata’mas’ …ya pasti orang jawa , ‘akang’ pasti sunda , ‘tante’ pasti istrinya oom saya.
Maret 29th, 2007 at 8:22 am
Bang Budi!
hmm kok jadil inget pelajaran ini ibu Budi..
Bang Rahardjo
Lebih keren walaupun 3 suku kata.
jadi gimana kalau diganti “bang” saja?
Maret 29th, 2007 at 8:25 am
klo perempuan pake nona aja sebagai temannya bung
(kata milis sebelah)
Maret 29th, 2007 at 8:51 am
Ini Medan Bung!
Maret 29th, 2007 at 8:54 am
untuk anak2 sekarang..kata “Bung” kok rasanya old school banget ya
).. mereka lebih suka memanggil “Bro” untuk panggilan pertemanan antar co (dari kata brother ya?).. kl ce apa ya? “sis” kali ya? ( dari kata sister)..tapi saya amati..dikalangan aktivis atau mantan aktivis tahun 1980-an atau 1990-an kadang-kadang kata “Bung” itu masih suka terucap…
cheers
Maret 29th, 2007 at 9:50 am
(tambahan dari komentar saya)
Yang jelas kata ‘bung’ bermuatan semangat perjuangan.
jadi engga ada hubungannya dengan tren dan gaya.
Nah kalo pak budi merasa masih berjuang dalam meraih obsesi sesuai dengan kompetensi & disiplin ilmu.
Maka sah-sah saja kalau sayapun besok-besok menyapa anda denga sebutan …halo bung budi..!
Itu artinya saya menghormati anda sebagai ‘pejuang IT’
Maret 29th, 2007 at 10:02 am
Kalo Bung, kelaki-lakiannya kudu kentel, kalo “melambai” dipanggil bung kurang ganteng dah. Sesuai dengan yang diutarakan si Botaks, kalo Bung kudu jantan, kalo kagak mati gaya aja.
Lah gua gede disumatera dan sekarang di Bandung, ortu asli jawa, paling banyak dipanggil dengan sapaan2 yang ga sama, Siboro-san manggil “BUNG”, temen2 sumatera manggil Apa kesah “PAKCIK”, disini dipanggil “AA Nata”, di komunitas mac dipanggil “PAKDE”, Adham cs yang anak sumatera panggil “BANG”, anak-anak jawa panggil gua “MAS Adi”. Halah ini udah campur aduk gpp dah yang penting masih noleh aja kalo dipanggil…
…. anak2 apple suka palingg malah “NOTO” (padahal dari dulu ga pernah dipanggil noto malah dipanggil Adi), nah kalo ketemu India dosen yg diapartemen panggil “Halo MAC” katanya …. hayah2
Ini Indonesia Bung!
Maret 29th, 2007 at 10:23 am
Kalau Anda memanggil Bung, Kang, Mas, Abang…..itu lebih pada kebiasaan. Kelaziman cara menyapa. Bukan masalah “masih ada rasa hormat atau tidak.”
Misalnya, karena saya terbiasa memanggil kaka saya dengan panggilan “aa”, maka terasa kurang pas — gak enak saja — ketika saya harus memanggil “akang”. Padahal, panggilan akang juga sama bernilai dan mengandung rasa hormat.
Begitu pendapat saya, “Broer” BR
Maret 29th, 2007 at 11:18 am
hehehe…:) tak ada yang salah juga yang harus benar,pertanyaan BR kan ‘bung’, itu darimana sih? , mari kembali pada pertanyaan Budi Rahardjo:
Sebetulnya “Bung” ini istilah dari mana? Apakah ini istilah khas Indonesia?
Istilah itu munculnya di jaman Sumpah Pemuda,sekarang mau dipakai atau tidak…ya..mongggo mas…
Maret 29th, 2007 at 11:37 am
laki-laki dipanggil “bung”. perempuang “bing”. ini kan seperti tuan dan puan.
Maret 29th, 2007 at 12:24 pm
Bung buat pria, Bing buat wanita.
Kelamaan di Canada jadi lupa pelajaran Bahasa Indonesia…hehehehe
Maret 29th, 2007 at 1:46 pm
Saya teringat, panggil orang kan suka pake singkatan-singkatan gitu. Contohnya saja Pak Budi Rahardjo saja menyingkat dengan BRR. Tokoh-tokoh pejuang kita kan juga demikian BK (Bung Karno) dan BT (Bung Tomo). Sepertinya belum ada yang menyingkat nama Pak Hatta menjadi BH. Lucu juga kan kalo dipanggil BH…? Hayo siapa yang mau dipanggil demikian?
Maret 29th, 2007 at 2:14 pm
kata “kamu” katanya lebih sopan, orang2 bilang tidak membedakan gender.
Bung = buat laki-laki
kalo buat perempuan = nggak ada padanan katanya
Maret 29th, 2007 at 4:52 pm
biasanya bung banyak dipake di siaran radio atau siaran langsung olahraga…
Maret 29th, 2007 at 5:19 pm
Pak, boleh percaya boleh tidak, zaman Harmoko berkuasa dulu, dia pernah mengusulkan kata “RUNG” untuk padanan bung bagi wanita.. Untung nggak ada yang menanggapi hehehe
Maret 29th, 2007 at 8:24 pm
@ buat k’ Biho – mau diramein lagi? hehehe..
kayaknya bung itu cocok buat yang rajin menabung.. *punten asal – nuju lieur*
Maret 30th, 2007 at 3:43 am
@ ndoro kakung Says:”laki-laki dipanggil “bung”. perempuang “bing”. ini kan seperti tuan dan puan.”
Biar seperti “tuan dan puan”, mestinya jadi “bung dan buang”.
Kalao menurut saya, “Bung” untuk pria dan “Biang” untuk wanita. Bagaimana?
Maret 30th, 2007 at 4:11 am
bung itu untuk pria karena menabung
bank itu untuk wanita karena kebank ambil duit
lagi-lagi gadis bermata hijau ( dollar……)
kalau orang lagi kasmaran ( bebogohan) itu kreativitasnya tinggi sekali….
he..he..he….sssst..ada yang marah…..lho
Maret 30th, 2007 at 6:29 am
Bung + Rung: kok seperti “burung”
Bung + Bing: jadi ingat film seri Friends dimana salah satu tokohnya bernama Chandler Bing. Coba saja dia punya paman yang namanya “Bada”, jadi asik: “Bada Bing” (ha ha ha, orang Itali pasti ketawa).
Yang masih belum terjawab, “bung” ini berasal dari mana ya? Ini aseli Endonesha kan?
Maret 30th, 2007 at 11:19 am
Ya sudah, aku panggil paman Budi aja yah…
Apa ‘bung’ bukan berasal dari ‘bang’ atau ‘abang’?
Maret 30th, 2007 at 5:55 pm
Kalau nggak salah untuk panggilan wanita bukan sis tapi sus (dibaca ses) terus ada orang kampung yang mengira sus itu kepanjangan dari Suster.
Maret 30th, 2007 at 7:57 pm
Bung Budi,
saya pernah baca kalau sapaan Bung itu dalam bahasa Melayu Ambon mempunyai arti kurang lebih sama dengan Abang (Melayu “Tinggi”), Mas (Jawa), Kang (Sunda), atau Cak (Madura).
salam, Bung Antobilang
Maret 30th, 2007 at 10:41 pm
Panggilan “Bung” memang seolah lebih menghormati. Beda dengan panggilan “Bang/Abang” yg sering diasosiasikan dengan “Bang Becak”, “Abang Tukan Bakso”, dll.
** Kabur **
Maret 31st, 2007 at 8:01 am
Yang bener BBR ya pak? eh kok pake pak lagi.
dan kalo untuk perempuan belom ada coba kita buat untuk itu saya coba dengan sebutan mmm.. apa yaa…mikir dulu ah…. mmm.. kira-kira apa yang cocok ya.. kalo laki-laki “bung” perempuan apa “bing” aja yah… ah kurang kreatif.. coba pikirkan yang lain.coba pake vokal aja ah bong, beng, bang, bing, bung ah jadi bingung….
April 3rd, 2007 at 9:48 am
Di Republik Indonesia ini hanya ada tiga Bung; Bung Karno, Bung Hatta dan Bung Budi , tetapi tapi kalau kita sudah mulai kesukuan ujung ujungnya pasti kalau tidak Mas ya Kang.
Sanes kitu Kang Budi?
April 3rd, 2007 at 10:02 am
Maaf beribu maaf, Bung juga gelar yang di berikan pada Bung Tomo jadi di Negara Republik Indonesia ini ada empat Bung termasuk Bung Budi.
Tetapi saya harap jangan di singkat singkat seperti yang ada di koran koran sekarang karena nanti akan mempunyai konotasi negatif.
Agustus 17th, 2010 at 12:32 pm
Merdeka bung! merdeka sus!