Hari ini (31 Maret 2007) sebetulnya adalah hari libur di Indonesia. Ada apa? Oh, ternyata hari ini adalah hari lahirnya Nabi Muhammad (saw), yang juga dikenal dengan nama Maulid Nabi. Mengapa bisa lupa ya?
Bukannya memang ingin melupakan tapi di Indonesia sendiri ada beberapa pendapat, dimana salah satunya adalah melarang untuk melakukan peringatan karena tidak pernah dicontohkan (menjadi bid’ah). Memang mungkin saja jika dilakukan peringatan bisa menjurus kepada kultus individu, tapi apa dilupakan juga merupakan hal yang baik? Saya sendiri tidak tahu mana yang terbaik. Setidaknya kita tidak boleh lupa.
Di sisi lain kita melihat adanya perayaan ulang tahun yang besar-besaran. Ah . . .


Maret 31st, 2007 at 11:31 pm
kita lupa kalo hari ini maulid nabi? karena kita menggunakan kalender masehi sebagai kalender utama kita.
Maret 31st, 2007 at 11:32 pm
asal antara yang setuju dan yang tidak setuju saling berantem sendiri aja pak… toh namanya juga pendapat, boleh berbeda kan?
Maret 31st, 2007 at 11:52 pm
April 1st, 2007 at 12:39 am
Tidak diperingati aja lupa, apalagi tidak?
April 1st, 2007 at 6:01 am
selamat merayakan maulud nabi pak…walaupun telat
semoga teladan yang diberikan nabi saw bisa menjadi cermin dalam kehidupan kita semua…
April 1st, 2007 at 7:26 am
kalo hari kelahirannya kapan ..?
April 1st, 2007 at 2:15 pm
Jangankan Hari Maulud Nabi-nya, bahwa hari liburnya aja ada yang lupa.
Seseorang menelepon saya menanyakan kenapa telepon kantor hari itu tidak ada yang angkat?
April 1st, 2007 at 2:29 pm
http://abusalma.wordpress.com/2007/04/01/maulid-tinjauan-sejarah-dan-analisa-dampak/
April 1st, 2007 at 3:41 pm
Wah-wah-wah… Harus ada yg selalu ingat untuk mengingatkan yang lupa.
April 1st, 2007 at 5:37 pm
Bangsa kita memang suka ama yang namanya ceremonial ya, yang kadang dilakukan dengan berlebihan sampai2 menganggap sesuatu itu menjadi sunnah padahal nabinya sendiri dan para sahabatnya sendiri gak pernah ngelakuinnya, jadi kenapa kita mesti kita melakukannya, cukuplah mengingat dengan menjalankan ibadah lebih giat lagi …
April 1st, 2007 at 6:31 pm
Selamat atas kelahiran Kanjeng Nabi saw. terlambat yachh ucapan tahniahnya..???
April 2nd, 2007 at 1:01 am
Duh, saya juga lupa.
April 2nd, 2007 at 6:15 am
Tapi yang penting kita bisa mengambil suri tauladan dari kehidupannya????……
bukan hanya senang dengan kelahirannya saja
April 2nd, 2007 at 8:51 am
Nonton Tafsir Al-Mishbah di Metro TV ndak ? Kata Pak Quraish Shihab Nabi selalu puasa hari Senin karena hari Senin adalah hari kelahirannya. Jadi Nabi melakukan ‘ulang hari’. Begitu menurut beliau.
Wallau’alam bishawab.
April 2nd, 2007 at 8:58 am
Bukan “bukannya ingin melupakan..”
tetapi memang kebanyakan muslim sudah mulai lupa..
yg tidak dilupakan hanya aktifitas sholat… itu pun hanya sebagai pelaksanaan kewajiban.. bukan sebagai kebutuhan..
ayo bangun.. banguuuunnnnnn….
April 2nd, 2007 at 6:49 pm
Sebelumnya saya baca link ini, dr rekan Abu Aqil Al-Atsy : http://abusalma.wordpress.com/2007/04/01/maulid-tinjauan-sejarah-dan-analisa-dampak/
Sepengetahuan saya, Maulid Nabi ini di Populerkan oleh Salahuddin Al Ayubbi, waktu terjadi perang salib/sabil. Karena waktu itu Salahuddin prihatin, sebab Umat islam ketika itu terjadi jurang karena kilafiah, antara Kaum Siah dan Kaum Sunny. Atas tekanan dari pihak Salib, maka mau tidak mau Umat Muslim harus melawan untuk berperang. Namun semangat perang Umat Muslin ketika itu masih sangat lemah karena penyakit Wahn (Cinta dunia, Takut Mati). Untuk kembali membangkitkan gelora juang, maka salahuddin membuat suatu peringatan yang dinamakan Maulid Nabi, yang semata-mata untuk memperingati serta mengembalikan semangat juang, yang telah diwariskan Rasulullah. Setelah semangat juang itu bangkit kembali, Salahuddin menyatukan kembali Umat yang berselisih tadi. Antar kaum sunni dan kaum siah. Karena antara kaum ini berbeda pendapa terhadap Nabi terakhir.
Saya mendapatkan cerita itu, dari beberapa buku sejarah. Sesuai dengan link yang diberikan tadi itu. Nah, sekarang yang betulnya bagimana sejarah dari Maulid nabi ini ?
Terimakasih.
April 3rd, 2007 at 10:09 am
Inilah gambaran kongkrit umat Islam di Republik Indonesia tercinta,banyaknya hanya KTP-nya saja yang Islam makanya ada suatu joke yang sudah umum dikenal di masyarakat bahwa nanti di surga itu isinya KTP-KTP orang Islam saja yang ada, sedang orang-orangnya nggak tahu dimana!
April 4th, 2007 at 2:03 pm
maulid nabi!!! kita tingkatkan kecintaan kita kepada nabi kita yang merevolusi zaman, daring zaman jahiliyyah menuju zaman ber’aqidah ayyooo!!! eittttt…. ! don’t Forget.
April 4th, 2007 at 2:21 pm
marie yoooo mari kita perbanyak sholawat atas nabi kita di hari kelahiranya ini, biar kita nanti di beri syafa’at Amien Ya Allah dan jangan lupa kita harus menyadari perbedaan karena kita tahu bukan bahwa agama kita ini adalah agama yang besar jadi kalau ada perbedaan ya wajar ajalah! karena mungkin mereka yang berbeda pendapat itu karena pandangan mereka terhadap Dien islam yang besar ini berbeda pula. kita ambil sebuah Filosofi. “ada seekor gajah dan 3 orang yang matanya buta, kemudian mereka meraba gajah tersebut dengan berbeda wilayah yang mereka raba. kemudian mereka bertiga ditanya.
“seperti apa gajah itu?”
orang 1 jawab : gajah itu telinganya besar.
orang 2 : gajah itu punya belalai
orang 3 : dajah itu kakinya besar.
timbulah pertanyaan. mengapa presepsi mereka berbeda tentu saja karena bagian badan gajah yang mereka raba berbeda pula!”
begitu jadi kita harus nyadar akan perbedaan dan kita jadikan perbedaan itu semata-mata sebagai rahmat dari Allah SWT.
April 5th, 2007 at 9:15 am
Wah Bung Mustofha Islmail anda sangat wise sekali dalam menanggapi perbedaan … terus terang saya salut pada anda. Kalau saya seluruh umat Islam itu seperti anda tidak akan ada tuh yang namanya konflik Syiah-Sunnah yang menguras energi, darah dan air mata!. We are brothers in faith. ya Syiah ya Sunnah sama sama Muslim. That’s all!
Maret 6th, 2008 at 1:09 pm
Assalamu’alaikum.
Sodara muslimku.Knp sih pd berdebat ttg bid’ah?
Scr tak lgsg dlm debat yang anda semua lakukan mbuat Hati (Qolb) sodara muslim kita trsakiti,bahkan muncul rasa dengki/dendam. Padahal mbuat hati orang lain terluka itu DOSA.
Saya orang yang gemar&cinta pada Maulid Nabi, hampir seminggu sekali kita adakan pembacaan Maulid Nabi. Kenapa sih membaca maulid nabi “ITUKAN BID’AH, KALO BID’AH KAN SESAT”.
Ini adalah perkataan orang-orang yang sering menyalahkan sodara-sodara muslim, bahkan menghukumi sodara muslimnya masuk neraka (Masya Allah),
@Anti Maulid (Hobier Bid’ahkan Orang Lain):
Tolong mulai saat ini anda jangan suka membid’ahkan orang lain, kalo hanya sekelumit hadist atau dalil yang hanya anda ketahui. Kalo anda melihat orang lain melakukan sesuatu yang menurut anda bid’ah, tetapi anda belum mencari dalil/hadist yang tentang apa hukumnya perbuatan itu?misal maulid, ingat pencarian dengan serius, dgn ijtihad yg benar.
Jangan menghukumi kalo anda tidak tahu dalil orang itu atau anda hanya tau seklumit dalil.Jangan..jangan sekalipun menghukumi orang lain masuk neraka..itu urusan Allah..
Anda pasti tahu itu ya..:)
Coba anda lihat di kitab Bugyatul Musytarsyidin: disitu ada hadist “Orang ang membaca sejarah/riwayah/maulid seseorang seakan orang itu hadir ketika dibaca,..”
Coba anda belajari itu..atau Hadist bahwa ketika Nabi ditanyai tentang puasa senin, kenapa beliau menjawab “karena hari senin aku dilahirkan” kok bukan kenapa diperintahkan Allah?
Karena itu adalah salah satu bentuk syukur, bahkan kalo kita puasa di hari kelahiran kita itu pun sunnah sebagaimana rasa syukur kita kepada Allah bahwa kita tercipta di bumi yang indah..
Berarti memperingati kelahiran Nabi sebagai rasa syukur kita boleh apa tidak?
Dengan mengadakan acara bersama atau pengajian memang dijaman Nabi tidak ada, tapi apa salahnya kalo kebaikan kita adakan bersama-sama sehingga “Fastabiqul Khoiroot”. Seperti halnya talaqqi, kajian islam, kultum..
Selain sebagai rasa syukur, anda juga berda’wah kepada yang lain untuk selalu dan selalu mencintai Nabi, dengan menjalankan ajaran beliau.
Bahkan didalam pembacaan maulid tidak ada yang salah, wong kita memuji Nabi kita, membaca keindahan budi, sifat sehingga kita menjadi termotivasi untuk seperti itu..
Bahkan Allah SWT pun memuji beliau dalam Al’Qur’an, bahkan mala’ikat pun bersholawat kepada Nabi.
Kenapa kita baca sholawat kok bid’ah, acara hanya sebatas mengajak untuk bersama.tidak salah kan?
Bagi yang anti maulid, coba anda introspeksi diri anda..Dalam hadist Rasul : “Orang yang paling dekat dengan aku, adalah orang yang paling banyak membaca sholawat kepadaku”..
Seberapa sering anda membaca sholawat pada Nabi, atau hanya pada tahiyyat akhir aja waktu sholat, atau bahkan anda terkadang lupa atau tidak sholawat nabi itu yang bagaimana ya?
Mohon instropeksi diri..Semoga manfaat..untuk lebih jelas anda baca buku “Mana Dalilnya” Karya Novell Al Aydrus..
@Pro Maulid:
Silahkan anda jalankan maulid itu. Tujuan anda yang terpenting tidak menuhankan Nabi seperti halnya orang-orang Nasrani. Tujuan anda hanya murni karena cinta pada Nabi, anda rindu pada Nabi, anda sangat ingin ketemu dengan Nabi, anda yakin dengan mencaba kisah Maulid Nabi insya Allah anda akan bertambah iman, kerinduan, cinta, tambah baik ibadah. Coba lihat di kitab Bugyatul Musytarsyidin: “Apabila kita baca sejarah seseorang seakan kita bertemu dengan orang itu”.kalo tidak salah itu hadist rasul, Sejarah=Maulid..mungkin ini bisa jadi tambah dalil bagi anda. Untuk lebih mempertebalkan kecintaan anda pada Nabi silahkan baca buku “Mana Dalilnya” Karya Novell Al Aydrus..Nuwun..
Wassalamu’alaikum.
Maret 13th, 2008 at 5:34 pm
kame emunk pgn lupain hari kelahran nabi besar qta!!!!!!
fuck……………. bAstard……………
Maret 13th, 2008 at 5:35 pm
bastard……………………………
Maret 21st, 2008 at 3:48 am
he he he sekarang emang lagi trend nya membid’ahkan orang lain dengan alasan itu kan tidak di contohkan nabi SAW itu kan bukan Sunnah Nabi SAW. Mereka berprilaku bukan seperti orang muslim. kalau mengatakan Maulid bid’ah menurut saya sama saja membid’ahkan/melarang orang yang gembira dengan kelahiran Nabi SAW. Padahal maulid adalah bentuk kerinduan kita umatnya yang di takdirkan ALLAH tidak berju,pa dengan Beliau di dunia ini. Kalau salah satu perwujudan cinta ini di katakan bida’ah sedih hati ku….
Maret 24th, 2008 at 12:23 am
Assalamu’alaykum Warahamatullohi wa barakatu
maulid nabi diakui oleh seisi dunia. ini adalah tradisi kaum muslimin yang tidak ada di zaman rasul, sahabat, tabi’in dan tabi’in2. ok. sepakat. bagus. link ini buat sedikit rujukan:
http://abusalma.wordpress.com/2007/04/01/maulid-tinjauan-sejarah-dan-analisa-dampak/
http://antosalafy.wordpress.com/2008/03/23/madrasah-bagi-putra-putri-salafiyun/#more-578
http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_content&task=view&id=898&Itemid=11
http://apraditya.mahyuddin.web.id/2007/05/27/sejarah-munculnya-maulid-nabi/
sangat bagus kalo anda kurang puas. jadi cari di google dg keyword maulid…sok monggo….
Saran dari saya… ketahuilah bahwa yang memecah umat muslim ini adalah bid’ah. bid’ah (hal yang baru) bukan berarti mobil, kapal terbang,ataupun internet. (hehehe).bid’ah adalah perkara2 baru yang dibuat gerombolan orang dalam rangka ibadah. lihat:
http://www.perpustakaan-islam.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=19
http://www.perpustakaan-islam.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=139
cari aja di google dengan keyword bid’ah. tapi yang pasti lawannya sunnah adalah bid’ah…
bagi anda yang merasa umat nabi saw maka seharusnya anda tidak benci dengan sunnah nabi.
bagi anda yang mengaku ingin syafaat dari nabi saw.., lihat llink ini:http://www.almanhaj.or.id/content/2274/slash/0.
bagi anda yang mo menyanggah, atau mendukung, atau mencela, atau dan lain2 silahkan layangkan ke freedoom471@yahoo.com…
Syukron…sadarlah bahwasanya agama ini sudah sangat sempurna….tidak perlu ada tambahan…
hatur nuhun…
Wallohu ‘alam
Wassalamu’alaykum warohamatullohi wa barakatu
Maret 24th, 2008 at 9:19 pm
pohon aja pada solawat kok masak manusia yang berakal gak mau solawat.bacalah solawat nanti kalian akan mendapat safaatnya nabi saw. maulid oke.mudah2an kita tdk keluar dari antrian untuk masuk surga amin
Maret 9th, 2009 at 10:20 am
Kita tanggapi dengan positive aja. Manisia tu tempatnya lupa. Tapi kan gak smuanya lupa. Jalanin aja apa yang telah di ajarkannya (Nabi Muhammad SAW). Gtu aja kok repot.
Maret 9th, 2009 at 7:30 pm
Islam agama yang sempurna.. Kok masih butuh ijtihad!???
April 3rd, 2009 at 11:26 am
maulid nabi = bid`ah
bidah= sesat
sesat=neraka
jadi ……
maulud nabi = neraka
gampang khan
Maret 2nd, 2010 at 4:29 pm
Asslamualaikum Wr wb,
Pembacaan sholawat bukti cinta kita kepada Nabi
Dan itu perluy serta diperintah
Gitu, Kalau yang nggak suka ya jangan mencemooh yang suka bermaulud.
Kita sesama saudara se iman mosok saling ejek di mana letak silaturrohim kita ?
Wassalam,
Mukhaelani, Polaman Jatipecaron Gubug Grobogan Jateng