Mencari Kata Yang Tepat

Kebiasaan saya sebagai orang teknis adalah memilih kata yang singkat, tepat, presisi, (apa lagi ya) sehingga tidak salah penafsiran. Ketika mencoba menulis fiksi, yang muncul adalah data dan fakta. Ha ha ha. Kacaw …

Salah satu kesulitan saya adalah mencari kata-kata yang pas. Sering saya kagum melihat orang pandai memilih kata-kata. Misalnya, ada lagu yang namanya “menjilat matahari“. (Hayo, siapa pengarangnya? he he he.) Hah?!? Mosok matahari mau dijilat? Tapi betul lho. Saya pernah menjulurkan lidah saya dan menengadahkan muka ke atas untuk sekedar mencari tahu apa rasanya (mencoba) menjilat matahari. Sudah pernah coba? Cobain deh. Pasti dikira orang gila. Ha ha ha.

Darimana ide kata-kata “menjilat matahari” itu?

Ada kata lagi … “you’re so violent in your silence” (dari lagu band Marillion yang berjudul “dry land“). Kok bisa ya violent tapi diam? Eh, lagu ini asyik banget, merupakan salah satu lagu kesukaan saya. Melodinya asik, gitarannya juga asik.

[sok tahu mode on]
Kembali ke … topik. Saya paham bahwa kata bukanlah sekedar susunan dari huruf. Dia memiliki makna dan bahkan memiliki nuansa. Four letter word di sini memiliki arti yang sama seperti di luar negeri sana, tapi nuansanya beda. Itulah sebabnya di TV sana, kata ini di-bleep alias disensor. Jadi untaian huruf itu tidak hanya sekedar diurut saja.
[sok tahu mode off]

Dahulu, sebelum kuliah di sekolah teknik, saya merasa cukup baik dalam memilih kata. Bahkan saya mampu membuat puisi. Saat ini? Ha… jangan ditanya. Yang keluar adalah makalah teknik. Toh kalau artinya sama, mengapa susah-susah memilih kata yang lain, demikian otak engineer saya berpendapat.

Eh, sebetulnya saya masih punya kemampuan memilih kata-kata itu. Sayangnya kata-kata yang saya pilih biasanya terlalu keras dan malah melukai lawan bicara atau pembaca. Gaya tulisannya kasar dan direct. (Mengingatkan saya akan gaya tulisan Dee.) Beberapa tahun yang lalu, kalau saya menulis sebuah email, saya tahu kata yang saya pilih akan membuat heboh karena nyolot seseorang (sekelompok). Akhirnya saya belajar untuk lebih “halus”, lebih bertatakrama, dalam berkomunikasi secara tertulis. Akibatnya kok malah jadi mboseni begini yah?

Nah. Bagaimana cara belajar untuk memilih kata-kata yang tepat?

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

6 responses to “Mencari Kata Yang Tepat

  • mathematicse

    Pertamax?

    Biasanya scientist atau engineer emang kurang pandai memilah kata2, direct, and “agak kurang” romantis. Mungkin karena terpengaruh dengan buku2 yang sering dibaca (biasanya kan buku tentang keteknikan emang kaku iya engga Om?)

    Atau emang dari sononya udah begitu. Ah ga tahu lah… haha.

  • ndoro kakung

    cara belajarnya ya banyak membaca, terutama blog saya … :D soalnya, dengan membaca apa saja kan sama dengan mengisi perbendaharaan kata, mas.

  • Salat SMART

    “Bagaimana cara belajar untuk memilih kata-kata yang tepat?”
    Yang paling efektif: Penerjemahan.
    Bahkan, termasuk penerjemahan bacaan shalat kita.
    Dengan penerjemahan, kita “dipaksa” berpikir dalam sekurang-kurangnya dua bahasa yang berbeda.

  • network_pirates

    lha masih mending yang keluar makalah teknik, daripada saya, mau buat laporan pkl ternyata yang keluar seperti artikel kunjungan wartawan (kelama’an di jurnalistik)

  • mBu

    Kalo saya, pacaran ama anak sastra. Hehe.. :p

  • drjt

    Udah coba Kamus Tesaurus Bahasa Indonesia, belum Pak?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.841 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: