Terobsesi Dengan Waktu

Saya terobsesi pada satu hal: w a k t u.

Satu hal yang saya junjung tinggi adalah ketepatan waktu, bahkan seringkali perhatian saya terhadap waktu terlalu berlebihan. Paranoid? Misalnya, kalau ada acara jam 8, maka saya berusaha sampai sebelum jam 8. Jadi saya agak kesal juga waktu menguji di kelas, dimana mahasiswa datang 15 menit terlambat dari waktunya. Harusnya mereka dianggap tidak lulus? Kalau menggunakan transportasi publik, saya selalu berusaha datang sebelum waktunya. Tidak mengapa menunggu satu atau dua jam di sana. Daripada terlambat? Kadang kesal juga melihat runners, yaitu orang yang datang pada detik-detik terakhir sehingga pelayanan publik menjadi terhambat.

Yang juga membuat saya jengkel adalah meeting (rapat) yang bertele-tele. Biasanya kalau saya pimpinan rapat, saya hentikan rapat ketika waktunya habis. Selesai atau tidak selesai, rapat selesai. Belum lagi kalau dalam tanya jawab, banyak orang yang tidak bisa bertanya secara to-the-point, muteeerrr dulu, terlalu banyak pengantarnya. Grrr…

Setelah berkata demikian, apakah saya pernah terlambat? Ya pernah dong. I don’t like it, but it happens.

Saya tidak tahu mengapa demikian pentingnya waktu bagi saya. Mungkin karena waktu adalah sesuatu yang tidak bisa kita beli dan tidak bisa kita ulang? Ya, saya tahu ada beberapa upaya untuk membuat time machine. Bahkan di film seri Heroes pun, salah satu jagoannya bisa menghentikan waktu (dan mundur). Tapi belum terbukti kan?

Perintah sholat bagi saya merupakan ujian kita dalam mengelola waktu. Bisakah kita menghentikan sesuatu, sholat dulu, kemudian melanjutkannya lagi? Demikian mudah teorinya. Namun ternyata tidak mudah dalam melakukannya. Untuk sholat tepat di awal waktu ternyata susah. Ya, asal jangan sampai sholat tinggal saja. Lumayanlah.

Salah satu kunci kesuksesan di dunia adalah kemampuan dalam mengatur waktu. Banyak orang yang bertanya kepada saya, bagaimana cara saya mengelola kegiatan saya yang super banyak? Jawabannya adalah mengelola waktu, prioritas, dan mengetahui batas kemampuan diri.

Saya ambil contoh. Kadang kala saya harus tidur terlambat, misalnya ada pertemuan yang selesainya baru tengah malam. Maka saya harus mengukur diri. Bisakah saya bangun besok pagi untuk sholat subuh dan kemudian melakukan kegiatan lain? Apakah ada waktu untuk tidur lagi setelah sholat subuh? Ataukah tidak (langsung mengerjakan sesuatu, misalnya bersiap-siap menuju bandara)? Bisakah saya hanya tidur 2 jam pada hari itu? (Saya tahu ada orang yang bisa tidur hanya 2 atau 3 jam, kemudian bangun lagi dan siap untuk bekerja! Saya tidak bisa. Masing-masing orang punya kelebihan kan?) Dengan menimbang kemampuan diri, maka saya mengatur kegiatan saya (kapan harus menolak dan kapan harus menerima tawaran). Ini yang nampaknya masih kurang dikuasai oleh anak-anak sekarang. Ayo belajar mengelola waktu.

Demikian pentingnya waktu sehingga dia digunakan sebagai bagian dari sumpah, “Demi Waktu“. (Yang bukan lagunya Ungu lho. he he he. Kalau “demi waktu” yang lagunya Ungu itu sih lagu poligami. ha ha ha. Itu cerita lain.) Oke deh, “demi masa” saja, supaya tidak keliru. Ini saya tuliskan terjemahan surat al ashr (yang artinya “masa”):

Demi masa
Sesungguhnya, manusia dalam kerugian,
Kecuali
Mereka yang beriman dan melakukan amal kebaikan,
Saling menasehati supaya mengikuti kebenaran,
Dan saling menasehati supaya mengamalkan kesabaran

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Tampilkan semua tulisan oleh Budi Rahardjo

13 Tanggapan to “Terobsesi Dengan Waktu”

  • arul

    sama pak.. tapi kadang saya tidak bisa menguasai diri saya sehingga setelah shalat subuh tidur. .lagi. .akhirnya ku telat lagi … ugz….

    btw memang kita tidak boleh menzalimi orang lain dengan mengulur waktu yang sebenarnya…

  • rizko

    saya yakin bapak adalah orang yang pandai mengatur waktu …

  • aVank

    nah, terkadang waktu juga pernah memaksa manusia untuk berkata berhenti lho

  • mathematicse

    Iya nih Om, gmn caranya mengatur waktu?

  • network_pirates

    # mathematicse Says:
    April 8th, 2007 at 11:36 pm

    Iya nih Om, gmn caranya mengatur waktu?

    lah, waktu gak bisa di atur, waktu itu berjalan linier, gagk bisa di hentikan. Yang bisa itu mengatur jadwal dan menepati jadwal :P

  • ndoro kakung

    saya baru tahu ternyata brr itu sangat relijius, muslim yang taat … :D . ini komen yang nggak penting juga, ehm!

  • Biho

    saya baru tahu ternyata Ndorokakung itu sering komen di sini :D
    sama-sama, ehm!

  • yudhipras

    “Perintah sholat bagi saya merupakan ujian kita dalam mengelola waktu. Bisakah kita menghentikan sesuatu, sholat dulu, kemudian melanjutkannya lagi?”
    —Dalem euy !!!
    Iya pak,bener.. benerrrr bangget.
    *sampe ga bisa komen,apa-apa selain kata-kata benerrr banget* :)

  • Budi Rahardjo

    Untuk ndoro kakung, saya memang berusaha untuk tidak main-main (joke around) dengan (1) God, (2) Friendship, (3) Love. Ketiga hal itu merupakan hal yang sakral bagi saya.

  • adit

    jadi menurut pak Budi
    apakah mesin waktu akan menuai banyak manfaat atau musibah?

    ps.
    saya masih suka berandai-andai doraemon keluar dari laci meja belajar saya ^^

  • Budi Rahardjo

    Wah … kalau ditanya ke saya, saya sendiri masih belum tahu. Dugaan saya sih akan banyak masalah :(

  • riz

    Saya termasuk yang nggak suka nunggu, so…sayapun berusaha untuk tidak terlambat. Dengan waktu yang terprogram (tepat waktu), banyak pekerjaan yang bisa kita lakukan. Menunggu kan sama saja dengan buang waktu percuma…..(tapi kalau menunggu orang sakit, ya nggak percuma, malah berjasa). Buatlah rencana pekerjaan tiap2 hari, beri batasan waktu untuk pengerjaan tsb. Malam hari di evaluasi, bandingkan antara yang tepat waktu dgn yang molor.Percaya deh…hasilnya akan jauh berbeda.Mulailah dari sekarang!

  • saifurrahman

    Blognya, Apik tenan Mas, semangat selalu ya.
    salam kenal.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 649 pengikut lainnya.