Sinkronos

Nampaknya tema dari blog dapat mempengaruhi mood saya. Atau justru sebaliknya, pemilihan tema in merupakan cerminan dari perasaan saya. Entahlah. Yang pasti ada beberapa hal yang saling kait mengkait. Sinchronicity. Ugh… kata itu lagi. Saya pilih kata sinkronos saja. Asal mangap.

Tulisan ini saya ketikkan sambil mendengar sepintas acara “Untukmu Chrisye” di ANTV. Sebetulnya saya tidak secara spesifik menunggu dan melihat acara ini. Secara tidak sengaja saya memindahkan channel TV dan menemukan acara ini. Baiklah saya coba tonton. Maklum saya merupakan salah satu penggemar musik Chrisye. Entah kenapa kok saya kurang sreg dengan lagu-lagu yang dibawakan oleh penyanyi-penyanyi lain itu. Mungkin dalam benak saya terbayang Chrisye yang membawakan lagu itu sehingga sulit untuk menerima penyanyi lain untuk membawakannya. Mau pindah channel, ada perasaan ingin tahu tentang Chrisye atau apa kata orang tentang Chrisye. (Are they honest? Or this is just part of entertainment. That’s all.)

Satu atau dua hari setelah Chrisye meninggal, seorang kawan saya mengajak saya untuk membuat acara tribute to Chrisye di kampus. Dia bermain piano dan saya menyanyi. Ha ha ha. Yeah right. Tentu saja usulan ini bukan usulan yang asal mangap. Sebetulnya kami sering meeting bersama untuk urusan pekerjaan. Ketika jeda istirahat sejenak, biasanya kami selingi dengan main musik. Di tempatnya kebetulan ada piano. Jadi kami bermain-main dengan lagu-lagu lama, tahun 70an atau 80an. Tentu saja lagu-lagu Chrisye dimainkan, khususnya dari album-album lama. Sayang sekali kami terlalu sibuk untuk melakukan eksekusi tribute to Chrisye. Untuk membuat acara seperti itu tentu tidak main-main. Lha wong saya sendiri kurang puas dengan acara di ANTV itu. Padahal mereka pasti sudah serius mempersiapkan acara tersebut. Apalagi dengan acara yang hanya dilakukan oleh dua orang penggemar saja. He he he … Biarlah ini menjadi mimpi saja. Sometimes we better leave it that way.

Paralel sambil melakukan hal di atas, saya mendengarkan lagu dari band Genesis yang berjudul “you might recall“. Ya, mungkin anda masih ingat … xyz … Mendengarkan lagu ini saya teringat masa ketika masih jadi mahasiswa dulu, dimana musik Genesis ini cukup melekat dengan saya. Beberapa waktu yang lalu ketika acara Genesis’ Night-nya Ikatan Alumni ITB, lagu ini dibawakan di bagian akhir dari acara. Saya pikir Bubi Kahitna yang memilih lagu ini. Betapa pasnya. Sayang sekali tidak ada yang paham akan tepatnya pemilihan lagu ini. (Bubi, mungkin hanya kita berdua yang merasakan makna lagu ini di acara itu. Ha ha ha.)

Seharusnya saya lebih banyak berpikir dan melihat ke depan, bukan ke belakang seperti sekarang. Ah … berikan waktu sejenak kepadaku untuk menikmati masa laluku. Setelah itu akan kusinkronkan waktuku dengan masa depan. Sinkronos!

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Tampilkan semua tulisan oleh Budi Rahardjo

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 649 pengikut lainnya.