Keasyikan ngoprek Linux

Kemarin banyak nge-blog, sampai Koen mencurigai saya sedang berusaha memecahkan rekor saya sendiri dalam jumlah posting terbanyak dalam satu hari. Bukan itu. Saya hanya sekedar menyalurkan apa yang ada di hati. Keluarnya menjadi tidak teratur. Biarin …

Hari ini saya banyak di jalan. Jadi tidak sukar untuk nge-blog. Selain itu sebetulnya hari ini saya banyak ngoprek Linux. Saya sedang nyoba ngoprek IGOS Nusantara, yang berbasis Linux Redhat Fedora Core. Padahal biasanya saya menggunakan Linux Debian. Yang diperoleh hari ini adalah,

  1. Mencoba menjalankan aplikasi multimedia (berhasil setelah diberitahu oleh Yan tentang konfigurasi mixernya – ternyata hanya salah konfigurasi saja). Tadinya hanya aplikasi mplayer saja yang bisa keluar suaranya, sekarang aplikasi pemutar MP3 lainnya (xmms) juga bisa digunakan;
  2. Compile kernel 2.6.20 dan pasang di notebook (berhasil! kernel ini dibutuhkan untuk ngoprek di tingkat berikutnya);
  3. Compile dan bermain-main dengan truecrypt (itulah sebabnya saya harus menggunakan kernel hasil compile sendiri, dibutuhkan untuk membuat modules);
  4. Menemukan konfigurasi ACPI sehingga kalau notebook ditutup dan kemudian dibuka kembali maka layar bisa hidup kembali (sebelumnya kalau layar sudah mati, nggak hidup lagi – terus diapain hayo?). Ternyata ada berkas konfigurasi yang berada di direktori /etc/acpi/events. Tinggal ubah berkas “video” sesuai dengan contoh, beres.

Nah, sekarang tinggal cari tahu caranya agar video output bisa keluar ke layar LCD dan ke LCD projector secara bersamaan. Sekarang hanya salah satu yang bisa, dan itupun yang digunakan pada saat boot. Jadi kalau saya mau presentasi, saya harus boot laptop dengan terhubung ke LCD projector. Kalau tidak, dia tidak dikenal. Ada yang tahu solusinya?

Yang gini ini yang bikin susah saya. Linux membuat saya ngoprek terus … Tapi saya suka itu. Kalau menggunakan Mac OS X, saya jadi jarang ngoprek, tapi produktif dalam menulis. Wah, bagaimana ini?

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Tampilkan semua tulisan oleh Budi Rahardjo

11 Tanggapan to “Keasyikan ngoprek Linux”

  • kriwil

    kan hasil oprekannya bisa jadi bahan tulisan pak? :)

  • adil

    bagi-bagi dong pak ilmunya…selain ada versi bukunya bagaimana kalau ada juga versi ebooknya yang open source (free) maksudnya, biar kami yang di kota kecil ini bisa menjadi bagian bola salju yang semakin kencang (linux) ini.

  • yuan

    Kalo saya sih nangkapnya Linux itu berbasis komunitas. Jadi misal kita ngoprek sesuatu tentang Linux, ada baiknya kita share hasil oprek kita tadi untuk komunitas. Sehingga bila ada anggota komunitas lain mengalami kesulitan serupa dapat dengan mudah mengatasinya.

    Mungkin pak budi bisa kirim masalah-masalah linux tadi ke tim igos supaya bisa dicarikan solusinya…

  • zerogrounding

    he,,he,, setuju pak Linux is Addictive
    sampai sekarang saya juga ketagihan pake Ubuntu nih ^_^
    Susah berhentinya oiiii

  • Firman

    Supaya Mac OS X jalan, ngoprek jalan.. upgrade iBooknya ke MacBook Pak.
    Terus install Debian via Parallels…
    Asyik deh…

  • bayu

    nah itu diaa… dalam dunia nyata os x lebih di utamakan ke production (bikin iklan tv, print Ad, music, dsb)
    sedangkan linux dipakai buat research… :D

    dari dulu pakai linux sejak jaman mandrake dan redhat 6 (sampai bli buku rh6 unleashed) tapi kl skrg pilih pakai kubuntu sajalah..

    jadi dipakai terus ya pak ibooknya… biar produktif tulisannya… :D

  • dimas

    Salam kenal pak Budi, saya Dimas.
    Saya berencana membuat server menggunakan sistem operasi linux, linux yang mana ya yang paling bagus untuk server, pak?
    Redhat, debian, ubuntu atau mandriva?
    Saya masih awam menggunakan linux.
    Mohon bimbingannya pak.

    Terimakasih

  • Budi Rahardjo

    @dimas. Wah kalau Anda tanya ke saya, ya tentu saja jawabannya adalah Debian. he he he.

  • deanet

    ngoprek prek .. prek .. prekk preet ..
    ups… kentut

    keep ngoprek pak, pake mac kita hanya d manja …

    chherss

  • widianto nugroho

    karena base nya unix (freebsd), mac asik juga kok buat dioprek2. yang saya suka, di mac bisa diinstal juga aplikasi2 open source pake macports atau fink.

    ini yang ada di mac saya:
    http://www.flickr.com/photos/wnugroho/tags/macports

  • jemiro

    wah,, saya masih niubie nih,, saya lagi kecantol sama Ubuntu,, tapi mau jajal Nusantara pa,, kelebihannya apa yah?? mohon rekomendasi nya ^^

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 649 pengikut lainnya.