Data Statistik IT Indonesia

Sulit sekali mencari data tentang IT di Indonesia! Ada tiga mahasiswa saya yang mencari data tentang beberapa hal yang terkait dengan IT di Indonesia, ternyata sulit. Kemudian mereka mencoba mencari data di perusahaan, yang ini terkait dengan data tentang masalah keamanan, ternyata juga sulit.

Di luar negeri ada IDC, perusahaan yang spesialis tentang data IT. Apa lagi ya? Ada banyak kok. Mereka secara berkala menerbitkan data (statistik) tentang berbagai aspek IT. Misalnya, mereka memiliki data mengenai skala budget IT security di berbagai segmen industri. Atau, mereka memiliki statistik mengenai platform server yang digunakan di perusahaan. Masih banyak data lainnya.

Sayangnya di Indonesia belum ada. Eh, sudah ada ding.

Sebetulnya sudah banyak ide (dan bahkan sudah dijalankan) tentang perusahaan atau lembaga yang melakukan survey IT di Indonesia, tapi sayangnya sampai saat ini belum ada yang terealisasi. Kalaupun ada, datanya juga dimiliki sendiri tidak diberikan ke publik. Aduh … Memang soal ketersedian data ini repot sekali di Indonesia. Data mengenai Indonesia lebih banyak tersedia di (perpustakaan) luar negeri.

Nah, bagaimana dengan mahasiswa saya? Mereka terpaksa menggunakan data statistik yang ada di luar negeri, yang tentu saja tidak akan sama persis dengan kondisi di Indonesia. Beberapa “perbaikan” harus dilakukan (dengan asumsi tertentu). Apa boleh buat, the show must go on. Apa sekolah harus mandheg gara-gara tidak ada data?

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Tampilkan semua tulisan oleh Budi Rahardjo

13 Tanggapan to “Data Statistik IT Indonesia”

  • avianto

    Ada hubungannya dengan kemalasan membuat dokumentasi, pak? Data kan selalu berhubungan dengan dokumentasi juga?

  • Taufan

    Om budi, IDC ada juga di indonesia kalau nggak salah di Menara Peninsula. sedangkan data provider lain bisa ke GfK. Hampir sama dengan IDC, cuma beda di metodologi. Cuma masalahnya memang biasanya data itu untuk keperluan komersial. Jarang yang dipublikasikan secara luas dan gratis. Kalaupun dipublikasikan biasanya hanya puncak gunung es nya saja. Maklum om, costnya mahal bangeeeet …..

  • Harry

    Saya setuju dengan pendapat no.1. Salah satu contoh sederhana, pada saat kita mematikan/merestart server, kita diminta untuk mengisi reason mengapa server dimatikan. TApi mungkin hanya segelintir orang yang benar2 mengisinya. Kebanyakan hanya mengetik asdf dafakdjf. :)

  • Hardjono

    Pak Budi, that’s a start-up idea for you: membuat “IDC Indonesia” yang berfungsi melakukan survey dunia IT di Indonesia. Data kemudian di jual ke swasta dengan harga mahal. Data is not cheap.

    BTW. Perusahaan lainnya yang kompetisi dengan IDC adalah Gartner Research dan Forrester Research. :)

  • tommyk

    yang saya lihat di idc, jumlah karyawan tdk banyak, tapi merupakan pakar dalam mengolah berbagai jenis data dan mengerti bidang lain yang spesifik ( misalnya IT audit, dsb ).

    daftar client nya pun perusahaan besar, yang tentunya punya duit untuk beli data mahal.

    disayangkan bahwa disini BPS terlalu komersil dalam penyediaan data, yang seharusnya dapat diberikan secara bebas ( apa BPS mau menjadi pesaing IDC ? )
    kalau di amrik DOT , DOE, USGS bahkan untuk orang asingpun mereka bisa berikan data dengan murah bahkan gratis.

    beberapa fakta, perusahaan data yang komersial di indonesia, cenderung bisa bertahan hidup di jakarta, yang mengerti betul kondisi ‘data olahan yang baik harus dibayar pantas’…

    perusahaan macam IDC di jkt sudah ada beberapa, tapi umumnya data itu berkaitan dengan finansial history, atau yang berkaitan dengan pemberitaan baik/buruk perusahaan/ produk ( public relation )

    umumnya mereka berbisnis dengan cara berlangganan data..

  • rakhmawan

    Setuju dengan avianto,,, saya sendiri juga merasa kesulitan dalam hal dokumentasi,, padahal itu sangat penting
    Apakah ada cara membuat dokumentasi terasa menyenangkan ??

  • agha

    Agak heran juga baca artikel pak budi, ya jelaslah kalu nyari data IT di persh manapun akan kesulitan apalagi ada data2 penting yang tidak boleh diketahui umum, jangankan orang umum karyawan persh itu sendiri punya otoritas masing2.
    Jadi aku pikir kalau pak.budi mau nyari data jangan yang bersifat secret yang umum2 ajalah.
    ibaratnya gini pak apa bapak mau rumah tangga bapak diobok2 ama orang lain…?

  • Budi Rahardjo

    Agha, data statistik yang saya maksudkan ada di luar negeri. Untuk yang di Indonesia pun katanya ada, tapi dijual dengan harga mahal (oleh lembaga riset asing). Misalnya, berapa persen perusahaan yang pernah mengalami masalah pencurian notebook. Ada datanya. Berapa persen budget IT security dibandingkan budget IT secara keseluruhan. Ada juga datanya. Kok bisa ya?

    Data yang rahasia (internal perusahaan) bisa dikumpulkan dengan berbagai cara (tentu saja dengan menandatangani NDA). Kemudian data tersebut dijadikan agregat dan agregat inilah yang dipublikasikan. Jadi tidak bisa ditraceback lagi ke perusahaan mana, tapi kita punya data yang akurat gabungan banyak perusahaan. Mudah-mudahan jelas.

  • weli

    pak budi kebetulan saya baru buka web ini, hal yang sama saya alami sampai sekarang tidak tahu harus cari data statistik TI dimana??

  • tanto

    saya pun juga begitu. untuk tugas kuliah saya disuruh mencari data statistik yang berhubungan dengan dunia IT di indonesia. (cth : data statistik penggunaan software/hardware/kmputer/notebook) dah google-ing kemana-mana tapi gak nemu…

  • Armand

    Setuju. Saya juga mengalami kesulitan soal statistik IT di Indonesia. Kalau ada kira-kira nyarinya ke mana ya?

  • Agus Widodo

    setiap permasalahan akan memunculkan kebutuhan untuk memenuhinya. Apa artinya ? peluang !
    kenapa tidak berpikir untuk memulai mendefinisikan kebutuhan data statistik yang kira2 dibutuhkan banyak orang. model bisnis yang fair dan tepat baru kemudian didefinisikan setelahnya. Saya pikir apa yang disampaikan oleh pak Budi tentang mekanisme pengambilan data (dengan ttd NDA) sangat memungkinkan direalisasikan.

  • 5t4t15t1c5

    Kenapa mesti pake data sekunder…???
    Kenapa nggak data primer aja… khan lebih bagus…
    dan lebih menunjukkan kegigihan mahasiswa anda dalam mencari data. N bisa lebih sesuai dengan kebutuhan…

    Tapi nggak tau deh ya kalo datanya mesti minta ke perusahaan-2, biasanya susahnya minta ampun… direktur Badan Pusat Statistik aja kadang nggak ditanggepi ame mereka… tapi kalo dirjen pajak… beda uey perlakuannya…
    haiah… jadi ngawur…

    Tapi kalo IT di perusahaan-2 biasanya sangat bersaing, jadi data yang diberikan sangatlah lebih baik dari kondisi yang sebenarnya… karena perusahaan-2 tuh pengen menunjukkan mereka lah yang terbaik…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 649 pengikut lainnya.