Dapatkah Aku Lebih Baik?

Kadang melihat orang melakukan sesuatu, terpikir oleh saya untuk melakukannya dengan lebih baik. Misalnya, melihat orang memainkan sebuah lagu … wah kayaknya kalau dibeginikan lebih baik. Atau, ketika melihat pemain sepak bola, kita mengomentari harusnya begini begitu seperti yang jago saja. Ha. Demikian pula kita, eh saya, kadang mengkritik orang (baik di pemerintahan, organisasi, atau apapun) bahwa seharusnya mereka begini begitu. Memangnya kita, eh salah … aku, bisa lebih baik dari mereka?

Menjadi komentator memang selalu lebih seru dari pelakunya.

Di kesempatan lain, saya yang menjadi lakonnya. Ada banyak lakon yang harus saya mainkan dalam kehidupan ini. Berganti baju dan topi untuk setiap lakonnya. Gemas juga mendengar komentar dari orang-orang yang tidak tahu betapa sukarnya memerankan lakon ini. Sementara mereka hanya duduk dan menonton. Emangnya kamu bisa melakukan lakon ini dengan lebih baik? Hallow? … Kalau bisa, dengan senang hati akan saya pindahkan beban ini kepada Anda. Mau? Sementara itu, sebelum ada yang mau yah terpaksa aku harus (selalu) lebih baik dalam memainkan lakon-lakon ini.

[Mau menulis lebih panjang lagi tapi kok ngantuk. Padahal musik di belakang layar cukup syahdu dan menggugah; Kansas - Magnum Opus, Kansas - The Wall, Kansas - Cheyene Anthem, Kate Bush - Babooshka, dan sebentar lagi akan melantun Kate Bush - Wow. Biarlah ini menjadi mimpi yang indah. Selamat malam.)

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Tampilkan semua tulisan oleh Budi Rahardjo

6 Tanggapan to “Dapatkah Aku Lebih Baik?”

  • Munawar

    pak..melakon itu memang susah , bapak sudah menjadi Lakon seperti itu gimana kami2 ini pak, misalnya ingin sekali menjalani Lakon seperti Pak Budi Rahardjo, itulah namanya manusia..semua orang pasti begitu pak..termasuk saya pak… salam kenal aja pak dari Aceh

    Munawar

  • IMW

    Kritikus musik/sastra kadang tak perlu lebih jago dari pemain musik dalam bermain musik :-) atau menulis karya sastra.

    Enak ya he he he he, lebih enak lagi yang jualan.

  • mathematicse

    Itulah perlunya kita menghargai orang lain. Jangan asal mangap, mengomentari orang lain. Diri kita sendiri kemungkinan besar lebih buruk dari orang yg kita komentari. Betul Om?

  • Komentator tak mesti Ahli « Freddy Hernawan

    [...] buka web browser. halaman pertama yang saya buka adalah blognya pak Budi Rahardjo, mengenai “Dapatkah aku lebih baik?”. Saya pernah baca di milist tapi lupa dimana, dikatakan disana bahwa ada komentator masakan [...]

  • Budi Rahardjo

    Made (IMW), memang benar bahwa kritikus tidak harus lebih jago dari yang dikritik. Hanya perlu tetap konsisten dalam penempatan diri saja, ya? Jangan sampai nanti kritikusnya yang turun tangan dan ikut main. Hasilnya kemungkinan (besar) menjadi lebih buruk. Ha ha ha.

    Kalau begitu memang saya harus berganti-ganti kostum, sesuai dengan lakonnya. Sekarang lagi mau milih lakon dulu. Pikir-pikir …

  • widya safutri

    ass…..to the point aja ya mas, saya skrg jg lgi kerja di bawah outsourcing, saya boleh minta alamat kntr atw alamat email outsourcing yg di jakarta, tx before

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 649 pengikut lainnya.