Ngoprek Linux: antara hardware dan software

Lagi-lagi seharian kemarin ngoprek linux karena tiba-tiba wireless-nya tidak jalan. Nggak tahu kenapa. Sampai-sampai saya duga ada yang salah di kernel dan firmwarenya. Compile ulang kernel (sekalian membersihkan driver-driver yang tidak dibutuhkan) dan update firmware ipw2200. Tidak membantu. Menyerah dulu karena sudah hampir tengah malam.

Pagi ini, dengan kepala masih segar, ngoprek lagi (setelah ngoprek gitar yang juga pada copot konektor audionya). [Pasang lagu-lagu Jay Graydon dulu untuk menemain ngoprek.] Sebentar … lihat dulu apakah wireless bisa mendeteksi keberadaan access point.

iwlist eth1 scan

Tidak menemukan apa-apa, bahkan ada pesan warning. Okay. Coba kita paksa saja supaya dia bergabung dengan access point

iwconfig eth1 essid NYAMBUNG-EUY

Tidak ada pesan tapi belum nyambung. Kita lihat konfigurasinya:

iwconfig eth1

Baca pesannya dengan lebih teliti. SSID sudah benar, tapi … ada sesuatu … “radio off“. Hah! Kok radionya off. Pantesan saja dia tidak nyambung. Hmm … Bagaimana menghidupkan radionya? Cari di web ternyata susah karena bingung milih keywordnya. Keyword ora mutu akan menghasilkan halaman sampah. Oke deh … Baca manual dulu (man iwconfig).

Tiba-tiba … teringat bahwa laptop ini punya tombol untuk menghidupkan atau mematikan berbagai peripheral (untuk menghemat batre?). Saya ingat di bagian depan ada tombol itu. Saya pencet … wireless nyala! Gombal!

Dasar! Hampir 2 hari pusing hanya gara-gara tombol ini. Hal yang sama pernah saya alami dengan mouse. Tiba-tiba mouse tidak jalan. Mirip seperti kasus ini, ternyata “Fn F9” digunakan untuk mematikan builtin mouse di laptop ini. Halah!

Jangan-jangan saya masih belum bisa mengaktifkan dua layar sekaligus (LCD di laptop dan video out untuk LCD projector) karena masalah hardware juga. Saya sudah coba tekan tombil “Fn F5” (yang gambarnya untuk pindah monitor itu), tetapi tidak bisa jalan. Yang ini mungkin masalah lain. Kata pak Armein, kemungkinan karena saya masih pakai generic vesa untuk x window saya. Hmm… mungkin juga.

Ternyata ketidak-tahuan soal hardware yang digunakan bisa bikin pusing juga. Tadinya saya sudah mau menyalahkan Linux-nya. Eh, ternyata karena bodohnya sang pengguna, bukan komputernya. Ha ha ha …

Puas? Puas? Puas?

Sarapan dulu dengan teh panas ah … (puas wireless sudah jalan lagi). Sementara … lagu “I Do” dari Jay Graydon melantun di belakang layar. Sedaaap. Alhamdulillah…

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Tampilkan semua tulisan oleh Budi Rahardjo

17 Tanggapan to “Ngoprek Linux: antara hardware dan software”

  • okky

    wah…enak banget masih punya waktu dan semangat ngoprek pak Budi….

    saya jg dulu pengennya kayak gitu…berhubung dikantor pake produk Mic**** semua…jadi kesempatan cuman bisa malem…

    malah saya paksa temen2 buat nemenin ngoprek after working hour pake tema “no windo** night” kekekekke…

    sekarang sih agak kendor juga nih semangatnya…

  • Willy Sudiarto Raharjo

    Memang, ada sebagian laptop yg pake tombol external, ada yang pake kombinasi tombol Fn + Fx. Kalo gak ada tombol apapun, harus pake RF Switch Kill yang sudah ada projectnya di SF juga pak

    kalau mau lihat Wirelessnya jalan atau tidak, cukup dengan perintah iwconfig. Kalo semua tulisannya NO Wireless Extension, berarti wireless devicenya belum terdeteksi. Kalo sudah ada, berarti cuma belum dinyalakan atau belum dikonfigurasi dengan benar aja

    mengenai LCD, kayaknya itu ada opsi yang harus dikonfigurasi di XOrgnya dech, biar bisa dual screen seperti itu.

  • yudhipras

    “Puas? Puas? Puas?”

    Terkena sydrom tukulisme juga om ? *hihihihihi*

  • Dedhi

    VESA driver XServer emang tidak bisa dual pipe.
    Anda pakai laptop apa sih? Kenapa tidak pakai XServer yang memang untuk chipset di laptop tersebut?
    Untungnya banyak laptop “murah” sekarang pakai chipset displaynya dari Intel, mulai dari i810 sampai i945GM, yg bisa dual pipe.

  • dnial

    Hehehehe….
    Sama kayak saya dulu. Bingung laptop nggak nyambung jaringan wireless, diutik Network propertiesnya, nge-ping, ternyata emang nggak dinyalain, pencet tombol, bisa.
    HAduh, sejam cuman gara2 satu tombol.
    Tapi pengalaman spiritual-emosionalnya itu lho….

  • Budi Rahardjo

    Dedhi, sekarang saya sudah menggunakan Xserver untuk i810 (meskipun sebetulnya chipsetnya adalah i915). Masih belum bisa ke dua layar itu. Masih harus ngoprek lagi … (belum sempat).

  • dudi

    hehe, kejadian sama persis yang pernah saya alami. sampe gonta ganti versi firmware, ternyata hanya gara-gara tombol radio belum hidup. dodolz

  • IMW

    Kalo problem dg 2 layar, bisa dicoba dengan jalanin 2 X server dg konfigurasi berbeda :-) satu buat LCD, satu buat projector. Jalan secara berbarengan. Memang kurang bersih caranya tapi yg penting bisa.

    Untuk driver wireless, karena masalah proprietary firmeware, banyak yang sekarang tidak disertakan jadi harus diextrak dulu dan disimpan ke lokasinya (misal broadcom), dan ini ada utilitasnya.

  • Munawar

    wah pak..persoalan yang sederhana tapi membutuhkan hanya 5 menit untuk menyelesaikan 2 harinya, memang sdh bgt pak…pasti ada hikmahnya pak..mungkin lebih bisa “berkenalan lagi sama Notebooknya pak” . Perkenalkan saya, orang jauh..dari Aceh.

    Munawar..
    salam.

  • pedhet

    wakaka.. Cerita yang menarik pak. jadi ingat waktu ke cafe “ohh lala” di mega mall pontianak. disana disediakan akses wireless internet khusu s oleh speedy. ada boss yang datang bawa laptop terus minta tolong konekin ke internet, binung kok nggak konek konek, ternyata setelah 1/2 jam berlalu baru nyadar kalau wireless di laptopnya belum di nyalakan :(

  • Budi Rahardjo

    Okky, gimana kalau (diam-diam) server di kantor digantiin dengan Linux? Ha ha ha. Skunk work …

  • bashlogin

    > Saya ingat di bagian depan ada tombol itu. Saya pencet … wireless nyala!
    > Gombal!

    ini emang jebakan betmen…
    happens to me too, dan berkali-kali, silly me :P
    apalagi kalo tombolnya yg model pencet (bukan model slide)
    berasa udah mencet padahal belom

    -i-

  • rakhmawan

    wah,, ini nih,, dunia digital yang bikin bingung,,,
    peranti udah sedemikian maju rupanya,, hingga manusianya harus digitalisasi :D

  • indra

    Pak, kalo boleh tahu pake distro apa?

  • Budi Rahardjo

    Yang dioprek kali ini adalah distro “IGOS Nusantara” yang dikembangkan oleh LIPI. Sementara itu biasanya saya lebih suka menggunakan distro Debian.

  • bimoseptyop

    kasing wejangan saya pak nggak tau harus kemana

  • adi kurniawan

    pak budi, kira-kira bisa gak pc kita yang dijadiin access point ?
    mohon pencerahannya.
    terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 649 pengikut lainnya.