Riset vs. Penelitian

Dari diskusi di milis sebelah; mana yang benar “riset” atau “penelitian”? Atau dua-duanya benar? Soalnya di kamus yang saya miliki, hanya salah satu yang ada. Sementara itu kolega yang lain memiliki kamus yang ada dua-duanya dan berbeda definisinya. Nah lho.

Kalau “riset” digunakan, pelakunya disebut apa; “periset” atau “peneliti”? Mana yang lebih sering Anda gunakan? Bolehkah dicampuraduk? Apakah penggunaan kata “riset” di “Menristek” sudah tepat? Agak lucu juga kalau namanya jadi “Menlitek”. Har … har … har.

Kok kita menjadi lemah dalam Bahasa Indonesia. Kemanakah acara Bahasa Indonesia di televisi? Masih ingat jaman dahulu ada Yus Badudu? Boleh juga tuh acara tersebut ditampilkan di televisi lagi, tapi peringkatnya mungkin dibawah sehingga tidak didukung oleh iklan dan akhirnya digulung lagi. Aduh … Tak bisakah kita punya sebuah acara yang tidak dilihat dari kacamata keuntungan finansial semata?

Lho, kok banyak pertanyaan seperti ini? Mana jawabannya? Jawabannya nanti disiarkan di acara televisi. Ha ha ha …

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Tampilkan semua tulisan oleh Budi Rahardjo

12 Tanggapan to “Riset vs. Penelitian”

  • tedytirta

    Riset asal katanya re+search = kembali + mencari. Jadi kira-kira bisa diterjemahkan mencari sesuatu yang baru (menghasilkan sesuatu yang baru) dari sesuatu yang sudah ada.

    Penelitian = pe+teliti+an. Kira-kira bisa diterjemahkan kegiatan melihat dengan lebih teliti untuk memperoleh sebuah fakta, hasil yang baru.

    Jadi mungkin bisa dibuat sebuah simpulan sederhana : riset berorientasi pada penemuan hasil yang baru. Sementara penelitian orientasinya memahami sesuatu dengan lebih mendalam, sukur-sukur bisa dapat hasil yang baru.

  • Romi Satria Wahono

    Mas Budi, saya pikir kok sama saja dan keduanya bisa dipakai :) Kata riset dari research yang kalau dibahasa indonesiakan adalah penelitian. Dan researcher diterjemahkan sebagai peneliti bukan periset. Didukung secara formal ada jabatan fungsional bernama peneliti. Menurut pencarian mbah google, kata penelitian tercatat 3 juta record, sedangkan riset sekitar 1,3 juta record. Sedangkan menurut google trend, di berbagai kota di Indonesia sedikit sekali yang menggunakan kata riset (lebih banyak penelitian). Kecuali muncul cukup banyak di Depok, Malang, Semarang dan Jogja. Itupun maksimal cuman 30%nya dari kata “penelitian”.

  • Arie Kusuma Atmaja

    Mas Romi, “riset” itu kata serapan dari inggris “research” kayak model katakana jepang gitu kali ya Mas? :”>

    Kita emang butuh standarisasi bahasa indonesia yg baik dan benar *dan tidak aneh*

  • rendy

    @arie, standardisasi :)

    *mensummon ikhlasulamal*

  • Hardjono

    Pak Budi, “riset” atau “penelitian” both OK. kalau orang Malaysia pakai apa: “science” atau “sains” :)

    Untuk terminologi komputer, lebih berguna bagi pembaca dan mahasiswa untuk menggunakan istilah Bhs. Ingris yang sudah internasional. Contoh: software (dari pada perangkat lunak), operating system, cache, network (dari pada jarigan). Nanti kalau baca buku atau majalah asing, lebih mudah menangkap.

    Setahu saya, orang Jepang sendiri pakai “software” (sof-tu-waie?) dalam Katakana.

  • Romi Satria Wahono

    Saya lihat masing-masing negara punya kebiasaan unik untuk masalah kata serapan. Malaysia biasanya dia ubah kata sesuai ucapan, Jepang menggunakan katakana untuk semua serapannya, meskipun tetap ada padanannya dalam bahasa Jepang. Katakana jepang untuk software adalah SO-FU-TO-WE-A-. Tidak ada huruf yang bisa berhenti (mati) di jepang kecuali N ;)

  • Rhinoceros

    “Penelitian” berasal dari “teliti”, justru kata teliti ini yang dihindari, agar menjadi celah pertanggungjawaban jika ternyata suatu riset yang dilakukan secara kurang seksama/teliti.

    Alasan yang sama seperti para narasumber yang menggunakan titel pengamat ekonomi, pengamat politik, pengamat pendidikan, tanggungjawab yang dituntut kepada mereka tidak sebesar jika mereka menggunakan titel analis ekonomi, analis politik, analis pendidikan.

  • Arie Kusuma Atmaja

    @rendy, makasih bgt ya koreksinya :)

    @mas romi, hmm.. jadi kayaknya orang-orang tu ngambil serapan dari kekakuan lidahnya kali ya mas ya.. (cuaca dingin disana mempengaruhi apa ya) kayak contoh software tsb, hamburger (hambaga), komputer (kompyuta), padahal kalo research (kenkyu), kita orang indo karna enak kali ya lidahnya jadi nyebut “riset”, kayak “pat” atau “pet” kalo kakek/nenek dulu ngomong diserap dari belanda (pad cmiiw). ah tapi gak juga ding, kalo inget kayak arrive (ga tau apa ini diserap dari prancis = arriver), non smoking (jadi / ga tau apa diserap dari prancis = non fumeur), science (dari fr science/bacanya siangs).. wah gw jadi bingung sendiri bukan ahli bahasa sih hihi, jadi inget para ahli bahasa ngebahas apa definisi kursi, bangku, tempat duduk? saya sering baca purist jepang ga ingin dirusak keaslian jepang mereka dgn serapan (inggris, prancis, cina) gitu ya mas.. eh maap pak budi jadi keasikan sharing ttg jepang sama yg pernah di jepang :”>

  • Jusmin Sutanto

    dulu saya sering melakukan riset untuk bagaimana mendapatkan dana penelitian.

    he4x4 …

  • suvari

    Mas Budi, saya mau tanya.
    kalo saya pengen mencari data / hasil riset yang sudah ada mengenai kursi di alamat web yang mana ya?
    yang pengen saya cari, ukuran kursi yang sebenarnya (panjang,lebar,tinggi) dari hasil riset yang sudah ada. mas tolongin saya ya, soalnya saya sudah cari berminggu-minggu tapi belum ketemu. saya mau menyelesaiin tugas akhir sarjana dan data tersebut sangat saya butuhkan.
    sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih.

    salam,

    suvari

  • Budi Rahardjo

    @suvari, mestinya untuk desain kursi (ergonomics?) adanya di tempat yang berhubungan dengan desain. Kalau di ITB mungkin di FSRD (Fakultas Seni Rupa dan Desain) – bisa kontak pak Dudy Wiyancoko di sana / di Desain Produk. Sayang saya tidak punya alamat emailnya atau kontaknya (kartu namanya terselip). Selain itu mungkin bisa juga menghubungi Arsitektur. Coba cek dengan alamat web mereka. Semoga sukses!

  • riefzu

    menurutku riset=research, “mencari ulang”. sedangkan penelitian bisa jadi mencari sesuatu yang baru.
    jadi, kita bisa meriset suatu penelitian yang sudah ada..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 649 pengikut lainnya.