Hari Senin lalu saya mencoba kembali kereta api Argogede setelah lama tidak menggunaka jasa itu untuk perjalanan Bandung – Jakarta. Jumlah penumpangnya cukup banyak, bahkan cenderung penuh. Mungkin ini karena hari Senin, banyak orang harus kembali bekerja di Jakarta. Kondisi seperti ini jarang terjadi karena munculnya layanan travel mobil Bandung Jakarta yang menggunakan jalan tol Cipularang.
PT KAI harus berpikir keras untuk meningkatkan jumlah pengguna jasa kereta api ini. Sebetulnya layanan di kereta api Argogede cukup baik. Makanannya cukup baik. Acara televisinya pun umumnya baik, bahkan ada informasi mengenai Indonesia untuk turis asing yang sangat baik. Harusnya tourism information ini disiarkan juga di media lain.
Salah satu ide yang terbayang oleh saya adalah adanya layanan “perkantoran” (office) di kereta api. Layanan yang saya maksudkan adalah adanya akses Internet di kereta api Argogede. Selama perjalanan, penumpang bisa membaca emailnya atau membaca blog
Implementasi akses internet di kereta api tadinya sukar, tetapi adanya penyedia layanan GPRS / 3G / CDMA memudahkan ini semua. Di setiap gerbong dapat dipasang access point (500 ribu rupiah) yang dikonsentrasikan atau digabungkan (access point dalam mode repeater, misalnya) ke satu access point utama. Access point utama ini kemudian terhubung ke internet melalui access GPRS / 3G. Akses internet via jaringan selular ini sudah murah, bisa sekitar 700 ribu rupiah per bulan (untuk jenis akses unlimited). Jadi, murah!
Ada cara lain yaitu menghubungkan access point ke luar kereta api, ke access point yang diletakkan di sepanjang jalan kereta api. Yang ini sangat mahal dan repot untuk ngurusnya. Hanya saja, jika ini bisa dilakukan, maka kecepatan akses internetnya bisa bagus karena PT KAI punya fiber optic. Wah … ngiler. Sayangnya ini terlalu sulit untuk diimplementasikan dibandingkan usulan sebelumnya.
Layanan tambahan adalah adanya colokan listrik untuk mencharge laptop (dan juga handphone). Komplit. Layanan ini sulit ditandingin oleh jasa travel.
Nah, kapan diimplementasikan?
Sayangnya tidak semua penumpang seperti Pak Budi
Kalau saja semua penumpang kereta api punya kesenangan terhadap internet, pasti PT KAI akan menimbang usulan seperti ini. PT KAI tentunya akan menimbang cost and benefit dari pengadaan akses internet. Kalau hanya sekelompok kecil orang saja yang “doyan internet”
tentu pengadaan internet bukan sebuah nilai investasi yang bagus.
Tapi saya pun sama seperti Pak Budi, pengen layanan transportasi dilengkapi juga dengan internet, jadi tidak bosan selama perjalanan
Bagian yang ini Pak : “Ada cara lain yaitu menghubungkan access point ke luar kereta api, ke access point yang diletakkan di sepanjang jalan kereta api. Yang ini sangat mahal dan repot untuk ngurusnya. Hanya saja, jika ini bisa dilakukan, maka kecepatan akses internetnya bisa bagus karena PT KAI punya fiber optic.”
Kalo misalnya PT KAI memasang access point sepanjang rel, justru menurut saya malah tidak efisien. karena :
1. kecepatan kereta api katkakan sekitar 60km/j. apabila access point diletakkan setiap 100meter, maka setiap beberapa detik laptop pak BR akan berganti access point. proses negosiasi L2-nya butuh waktu. Alhasil yg didapat malah lambat.
2. booming harga properti di sepanjang rel, karena penduduk sekitar rel kereta bisa mendapatkan sinyal access point gratis (masalah security nanti dulu.. yang penting dapet sinyalnya dulu). jadi anggapan orang bahwa kawasan rel kereta adalah kawasan esek2 akan berubah menjadi kawasan orang melek internet
saya sepakat kalau kereta api dilengkapi dengan listrik charger (ini yang paling penting) dan internet.
memang tidak semua orang seperti pak budi (dan saya..hehe) yang doyan internet atau berblog ria. tapi justru inilah yang sebenarnya bisa dijadikan strategi attractive dalam berkompetisi dgn moda lainya. misal: adanya semacarm ‘warnet’ di dalam gerbong.
apalagi untuk KA-KA jarak jauh macam Argobromo dll. penumpang yang biasanya tidur (atau terpaksa nonton film2 -yang biasanya edisi lama), ada ‘hiburan’ baru yaitu internet yang mungkin mereka ‘rela’ tak mendapatkan karena sedang dalam perjalanan.
anyway..bagus, bagus… idenya nih pak.
*sudah disampaikan ke PT KA? :p
maaf, nimbrung, nambahin teriak: kapan diimplementasikan???
@ mas/pak Anthony Fajri : setuju om, kynya asik liat orang-orang bw laptop di sepanjang jalur kereta api :p
di KA saya jarang sekali buka laptop kecuali kepepet .. masa tiap waktu onlen ..
perlu jg waktu untuk berdiam diri..unplugged.. Momen di KA sering saya jadikan buat merenung atau baca buku..
tapi saya sih setuju ajah .. gmn layanan di Argogede nyaman
perhatikan kesehatan harddisk anda jika menggunakan laptop di kereta api… karena getarannya cukup dapat menggangu harddisk yang dapat bekerja…
memang, pak budi menggunakan iBook, silakan coba, iBook akan menjadi lambat di dalam kereta api yang berjalan. Karena, setiap ada getaran, apple sudden motion sensor akan aktif dan menonaktifkan head harddisk.
CMIIW… cheers!
Di Helsinki akses Internet ke upstream di trem dan bis menggunakan teknologi Flash OFDM (di dalam bis dan trem ke pengguna akhir mengunakan WiFi). Mungkin ini bisa digunakan juga pada kereta api. Karena teknologin ini menggunakan frekuensi rendah (450MHz), dalam jangkauan geografis yang cukup luas cukup dibutuhkan 1 stasiun relay saja.
Mulai April ini bahkan Flash OFDM ini mulai digunakan massal di beberapa kota di Finlandia. Jadi kemana pun berada tetap bisa nyambung ke Internet.
Tuh kan, di Helsinki bisa. Mestinya di sini juga bisa ya …
Pak Budi.
Membaca postingan bapak, jadi ingat mail yg dikirimkan tiga tahun yg lalu ke PTKA sbb (summarize sesuai topik):
From: Pemasaran_Pnp [mailto:infoka@kereta-api.com]
Sent: Tuesday, April 27, 2004 8:25 AM
To: Sardjana Djadja
Subject: FW: Pelayanan Kereta Parahyangan & Argo Gede
Yth. Bapak Djadja Achmad Sardjana.
Pertama-tama kami sampaikan terima kasih atas masukan, perhatian dan kesetiaannya menggunakan moda angkutan KA.
Selanjutkan kami informasikan beberapa hal sbb:
- Pelayanan charter kereta khusus dan paket wisata KA sudah sejak lama tersedia .
- Masalah kondisi sarana secara bertahap akan dilakukan perbaikan
Sesuai komitmen kami untuk terus-menerus meningkatkan pelayanan, maka kami senantiasa mengharafkan saran dan krtik membangun.
Hormat kami
=================================
Subdit Pemasaran Angkutan Penumpang
Jl.Perintis Kemerdekaan 1 Bandung-Indonesia
Telp.+62-022-4241370
http://www.infoka.kereta-api.com
—–Original Message—–
From: Sardjana Djadja
Sent: 21 April 2004 3:38
To: info@kereta-api.com
Subject: Pelayanan Kereta Parahyangan & Argo Gede
Bapak-2 di PT Kereta Api
Selama bertahun-tahun setia memakai jasa Kereta Parahyangan & Argo Gede ada beberapa hal ingin saya sampaikan sbb :
- Rangkaian Kereta Api :
Gerbong Eksekutif yang tidak dingin, Gerbong Pembangkit yang sdh tua, Lokomotif yang rusak membutuhkan partnertship dan “strategic aliance” dengan fihak lain dengan dasar saling menguntungkan agar tidak mengganggu Cash Flow PT. KA. Saya tidak tahu apakah konsep Pola Bagi Hasil (PBH), Kerja Sama Operasi (KSO) dll apakah tepat dan dapat dilakukan di PT. KA. Hanya dengan status Perseroan Terbatas kelihatannya kebebasan bergerak untuk berusaha akan lebih besar lagi asal digunakan dengan cerdik, teliti dan cermat.
c. Pelayanan :
Ada peribahasa Sunda yang bagus untuk pelayanan ini, yaitu “Basa mah teu meuli” (Bicara itu tidak beli). Dengan kata lain, tutur kata dan tindak tanduk yang baik akan menolong banyak untuk mengkompensasi point di atas. Sering terjadi karena dianggap “di luar kebiasaan” awak kereta menganggap biasa penumpang yang kena lemparan batu, antri tiket sangat lama (atau bahkan tidak kebagian ber-kali2), kereta terlambat dsb. Kultur untuk melayani bukan dilayani sangat perlu ditumbuhkan di jajaran kereta api bahkan perlu ditumbuhkan pemikiran bahwa “gaji jajaran PT. KA dibayar oleh pemakai jasa kereta”.
Pelayanan merupakan nial jual utama dari PT. KA. Banyak jasa yang bisa ditawarkan, dengan syarat jasa pertama dan utamanya telah dipenuhi, seperti Kereta khusus wisata (di jalur biasa), Perjalanan Charter, Paket Wisata Lengkap dengan moda kereta, Paket Wisata Multi Moda, Kereta Khusus Pebisnis yang dilengkapi Internet dan Multimedia, Paket Bulan Madu Menggunakan Kereta dsb. yang memberikan jasa nilai lebih (Value Added Services) dengan sumber daya yg telah ada.
Demikian mudah-mudahan menjadi pemikiran yang baik dan bermanfaat bagi PT. KA.
sebenarnya kalo ada provider bersedia bekerja sama dengan PT KAI untuk masalah infrastruktur itu akan lebih baik. Jadi PT KAI bisa lebih fokus kepada core bisnis mereka sebagai penyedia moda transportasi tanpa perlu dipusingkan masalah maintenance jaringan internet. Ibaratnya hotspot dimal2. Nah apakah pak budi punya rekan di provider yg berniat invest di kereta api ?
pak budi, di inggris, hampir semua KA menyediakan layanan socket untuk nge-charge laptop dan HP. untuk internet, beberapa sudah mulai, misalnya beberapa rute Virgin. kalau di stasiun, airport, dll .. termasuk di cafe-cafe, hotspot sih sudah banyak.
ide bagus kalau KAI dan sarana publik lain (stasiun, airport, terminal) dilengkapi hotspot..
salam
y
Respon untuk quote yang nomor 2, kalo mau cepat pake access point yang rada mahal, Tropos dengan Mesh Network, udah pernah saya implementasikan di salah satu resort di Pulau Bintan.
“Handshake” atau perpindahan access point tidak membutuhkan waktu yang lama
[...] dilanda kemacetan di Jakarta. Tapi bagaimana dengan kendaraan yang bergerak cukup cepat? Misalnya kereta api, atau bis antar [...]
asyik bisa pesan via internet
Setuju banget om!
biar kita g susah2 antri geto!