Tulis Sekali dan Lupakan

Entah kenapa saya tidak bisa membaca ulang tulisan saya. Saya punya kebiasaan menulis sekali dan kemudian melupakan tulisan tersebut. Ini berlaku untuk semua karya tulis saya, mulai dari makalah yang serius sampai ke puisi. Akibatnya, karya saya sering tidak optimal. Misalnya, ada kata yang masih kurang pas, ya tetap saya gunakan meskipun saya sendiri masih kurang puas dengan penggunaan kata tersebut. Karya saya nampaknya lebih berupa kerangka, yang terus menjadi rangka.

Beberapa draft tulisan juga akhirnya terbengkalai. Ada draft beberapa buku yang akhirnya terbengkalai, setelah bertahun-tahun saya coba selesaikan. Gagal. Biarlah …

Yang lebih menggelikan adalah kadang saya menulis sebuah topik yang sama lebih dari satu kali. Hi hi hi. Kadang isi tulisannya hampir sama, meskipun lebih sering sudut pandangnya berbeda atau dari pemahaman yang berbeda. Mungkin dengan berjalannya waktu wawasan saya juga bertambah? Kalau ketemu kasus seperti ini, paling-paling saya bilang; oh iya ya dulu pernah menulis itu, tapi entah dimana. Mohon di-per-sori.

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Tampilkan semua tulisan oleh Budi Rahardjo

6 Tanggapan to “Tulis Sekali dan Lupakan”

  • Goio

    Tulis sekali dan lupakan… apakah ketika melupakan tulisan tersebut itu juga berarti tidak menanggapi komentar yang masuk, Pak BR? atau Pak BR yang terlalu sibuk? atau justru komentarnya yang tidak bermutu sehingga tidak perlu ditanggapi … yah seperti komentarku ini lah hehehehehe…

  • mathematicse

    Sekali tulis maksudnya Om, lalu lupakan. Betul?

  • Budi Rahardjo

    Untuk Goio, saya tidak terlalu suka menanggapi komentar karena takut flow-nya rusak gara-gara saya komentar. Saya lebih suka melihat orang lain komentar dan saya belajar dari situ. Jadi, semua komentar saya baca tapi umumnya tidak saya komentari balik.

    Untuk mathematicse, boleh juga begitu. Maklum di kepala di DM dan MD campur aduk. Write once and forget about it.

  • Goio

    Pak BR, hummm… walaupun aku belum 100% memahami alasan bapak, tapi setidaknya cukup mengerti lah =D… setidaknya setiap komentar dibaca. Mungkin kalaulah ada sesuatu yang benar2 penting untuk ditanyakan/didikusikan, boleh kah aku kirimkan e-mail saja kepada pak BR? tentunya itu tidak akan merusak flow… =)

  • pedhet

    heheh… itu nggak hanya terjadi pada bapak, saya juga demikian :) malah lebih parah ..

  • snydez

    saya juga kalo ngoment,
    sering lupa ngoment dimana ?

    *hehe gak nyambung

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 649 pengikut lainnya.