Di kepala ini ada beberapa potongan riff (raff?) dan penggalan kata-kata yang ingin kurangkai menjadi lirik, tapi mandheg. Ini dia sekelebat … (gak tahu siapa yang bisa nerusin).
Keluh dan kesahmu kudengar
Namun tak kulihat langkahmu
‘tuk menuju perbaikan
…
Apa yang menghalangimu
‘tuk membangun Indonesia
…Apakah untaian kata dan guratan pena
cukup untuk mengubah semuanya?
…Salahkahku untuk bertanya?
Ini ceritanya adalah kegalauan saya melihat banyaknya kritik (terhadap pemerintah, pengusaha, atau siapapun). Namun sang pengkritik ini pun tidak melakukan apa-apa. Mereka hanya menuntut dan menuntut. Salahkah mereka? Salahkah aku untuk menyalahkan mereka juga?
Update: kerangka musiknya sudah saya upload di sini (di account multiply saya). Dia direkam dengan menggunakan handphone. Ha ha ha. Kualitasnya? Ya begitulah. Mono banget. Namanya juga kerangka. Mohon komentar ya…


April 24th, 2007 at 11:48 am
waduh mas agak susah sih kalo buat lirik tanpa tau kunci2 gitar yang sudah mas siapin buat lagu ini tapi saya coba deh…
“Keluh dan kesahmu kudengar
Namun tak kulihat langkahmu
‘tuk menuju sebuah perbaikan
Ku berpikir apa yg membuatmu ragu
Apa yang menghalangimu
‘tuk membangun Indonesiaku
Apa yang membuat dirimu
mengurai sejuta alasan
Reff: Apakah untaian kata dan guratan pena
cukup untuk mengubah semuanya?
Sementara jutaan rakyat menangis merana
tunggu janji anda
Salahkahku ‘ntuk bertanya?
Bila itu lah yang hanya kubisa..
Salahkah aku bermimpi
Walau akhirnya belum pasti jadi
bridge: Oh..dengarlah nyanyi ku ini
cermin jutaan suara hati yang kau tipu
Oh..raihlah tanganku ini
tunjukkan padaku bahwa indonesia memang telah berubah”
saya tadi iseng2 maen kunci C-G-Am-F-G trus saya nyanyi lirik ini masuk mas… buat reff nya Am-F-C-G dan bridge nya Am-E-Am-E-F-G
April 24th, 2007 at 3:38 pm
Orang-orang kita (Indonesia) memang cerdas dalam mengkritik sesorang dalam suatu permasalahan, tapi seringkali kurang pintar bila diminta solusinya.
Tapi kita perlu bersyukur, untung ada sisi cerdasnya, mengkritik berarti berfikir, peduli?.
Tapi juga sayang, kalau cuma mengkritik tanpa mengajukan (dan mengimplementasikan) solusi tandanya ketakseimbangan. Jadinya ga seimbang deh. Alam saja klo ga seimbang akan terjadi bencana.
Aduh pusing deh…
April 24th, 2007 at 6:13 pm
Wah thanks azizou …
sebenarnya sudah ada draft lagunya, tapi … sayangnya suara saya yang saya rekam pakai handphone. ha ha ha. coba nanti saya carikan konverter ke mp3nya dan saya upload. siapa tahu mau dibenahi. (kalau mas yockie mungkin ketinggian ya? he he he. di benak saya ketika mulai lagu ini adalah: harry roesli, kikan cokelat, dan JSOP
suaranya sangat pelan karena handphone saya letakkan di atas piano. di kepala saya juga sudah ada lick guitarnya ha ha ha. kira-kira seperti licknya andra di akhir lagu “pupus”-nya dewa. justru saya pengen mainin gitarnya. tapi ide lick guitarnya belum kerekam. hik hik hik. masih di kepala …
nah, model kolaborasi seperti ini enakan di-open seperti ini atau tukar menukar data via web yang protected ya? mohon saraaannn…
April 25th, 2007 at 12:51 pm
ya terserah mas jg sih…tp kalo memang ini lagu mau “di serius’in” sih mending via web yang protected…(jadi inget kolaborasinya blink 182 m the cure yg via telepon hehehee)
gimana menurut mas??
Mei 3rd, 2007 at 6:23 pm
[...] posting saya tentang “Halangi“, Azizou sudah mencoba menyelesaikan tulisan saya. Hebat. Sekarang bolanya berada di saya, [...]